Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Kesepakatan yang di batalkan


__ADS_3

Beberapa jam berlalu, akhirnya Kia sadarkan diri. Kia bangun dan bersandar di bahu tempat tidurnya. Cleo datang dan menghampiri karena ia melihat dari luar kalau Kia sudah sadar.


"Mas Cleo." Ucapnya sambil membenarkan posisi saat bersandar.


"Sudahlah, kamu tiduran saja jika masih pusing."


"Mereka sudah pulang mas?"


"Ini minum teh hangat dahulu."


"Terimakasih mas. Kemana semua warga dan pak rt mas? Maaf ya aku membuat kamu menjadi ikut dalam masalahku."


"Apa yang sebenarnya terjadi? Ceritakanlah. "


Kia menceritakan semuanya kepada Cleo tentang rumah tangganya yang beberapa minggu lalu sudah sah herpisah atau bercerai. Cleo memahami semua cerita Kia.


"Owh, begitu cerita sebenarnya. Lantas kenapa waktu aku mengatarkanmu dan aku bertanya tentang suamimu, kamu berbohong kepadaku? Kenapa kamu tidak berkata jujur saja kepadaku?"


"Maafkan aku mas, aku tidak mau terlalu banyak merepotkanmu. Kamu juga sudah banyak menolongku."


"Sudahlah. Bagaimana sekarang keadaanmu? Sudah membaik? Sudah tidak pusing?"


"Iya aku sudah lumayan membaik mas. Kalau kamu mau pulang silahkan. Biar nanti aku akan menjelakan kembali kepada pak rt. Maaf aku sudah membuat kamu masuk dalam masalahku mas."


"Tidak usah. Semuanya sudah baik - baik saja. Kamu istirahat saja."


"Memang tadi pak rt berkata apa mas? Kenapa semua sudah pada pulang? Lalu aku...."


"Hust, sudah sekarang kamu iatirahat dulu, biar besok aku yang mengurus semuanya."


"Tapi mas."


"Sudahlah tidak perlu kamu khawatirkan. Semua akan baik baik saja. Percayalah padaku." Ucap Cleo.


Cleo berusaha menenangkan hati Kia karena ia sangat kasihan dengan Kia setelah mengetahui semua cerita hidupnya. Ia juga belum memberi tahukan kepada Kia tentang kesepakatan yang ia ambil dengan ketua rt dan warga setempat. Di hati Cleo sebenarnya tidak ragu dengan Kia karena ia sudah menilai bahwa Kia adalah wanita baik - baik.


Semenjak kejadian itu Cleo sering mampir ke rumah Kia dan selalu membawakan beberapa makanan atau minuman yang bergizi untuk nutrisi Kia dan juga janinnya. Namun, Kia semakin resah karena Cleo datang setiap hari di rumahnya. Ia memikirkan jika nanti warga berbondong bondong menghakiminya lagi. Ia tidak ingin mendengar tetangganya memikirkan dirinya yang bukan - bukan lagi seperti kemarin.


"Mas, sebaiknya kamu jangan sering ke sini. Aku takut kalau nanti warga memikirkan kita yang bukan - bukan. Sudah cukup kamu mengirimkan aku makanan dan minuman setiap hari. Mulai besok dan seterusnya tidak usah repot - repot lagi membelikan atau mengantarkan sesuatu kepadaku ya mas."

__ADS_1


"Tidak usah mendengarkan apa kata tetangga. Yang terpenting kita tidak pernah berbuat asusila atau yang lainnya. Tenanglah semua akan baik - baik saja." Ucap Cleo.


"Kenapa kamu seyakin itu mas?"


Cleo hanya tersenyum santai kepada Kia. Ia berusaha lagi dan lagi menenangkan hatinya. Beberapa menit Cleo pamit untuk pulang. Tak lama setelah Cleo pergi, orang tua Kia datang dan menanyakan apa yang terjadi sehingga warga begitu tega memperlakukan seperti itu kepada Putrinya. Kia menceritakan semuanya kepada orang tuanya. Lalu Nisa dan Surya tidak terima dengan apa yang di ucap warga. Mereka mendatangi rumah ketua rt, lalu mengatakan kenapa warga tega memperlakukan dan menilai putrinya dengan sekejih itu.


Bapak ketua rt juga mejelaskan semua apa yang telah warga lihat. Ia juga menjelaskan kepada Surya bahwa Cleo sudah sepakat untuk menikahi anaknya.


"Bukankah, Cleo adalah kekasih Kia? Dia sudah sepakat akan menikahi Kia dalam waktu dekat ini."


"Cleo? " Tanya Nisa dengan binggung.


"Bukankah Cleo yang sudah menolong kia beberapa bulan lalu ya mah?" Tanya Surya.


"Iya pah, kenapa Cleo juga terkait dalam urusan Kia?" Tanya Nisa


"Sebaiknya ibu dan bapak pulang dan suruh Kia untuk menjelaskan semuanya dengan detail. Agar ibuk dan bapak bisa lebih jelas lagi dan memahami apa yang di inginkan warga sekitar."


Merekapun pergi pulang dan bertanya kepada Kia tentang Cleo yang sudah menyepakati untuk menikahi Kia. Namun, Kia justru tidak tahu apa apa saat dirinya pingsan. Ia juga merasa kaget dengan apa yang di katakan oleh Surya.


"Apa menikahiku pah? Aku justru tidak tahu tentang hal itu. Kemarin memang aku menyuruhnya untuk tidak datang ke rumah setiap hari karena aku takut nanti warga berfikir yang bukan bukan lagi tetang kami. Tapi mas Cleo selalu berkata semua akan baik - baik saja."


"Baik pah. Biasanya nanti siang dia mampir ke rumah."


Siang harinya Cleo datan ke rumah Kia. Kia menanyakan tentang hal itu kepada Cleo. Cleo pun menjawabnya dan mengatakan semuanya yang telah ia bicarakan kepada bapak Rt.


"Mas Cleo apakah benar yang di katan pak rt bahwa kamu menyepakati keputusan warga sini untuk menikahiku dalam waktu dekat ini?"


"Ternyata kamu sudah mendengarnya. Ia benar aku menyepakati semuanya. "


"Kenapa kamu tidak mengatakan ku dari awal? "


"Aku tidak ingin kamu terlalu banya berfikir berat. Karena aku tahu kamu sudah cukup banyak masalah. Aku kasihan dengan kandunganmu."


"Tapi kita ini belum lama kenal mas. Aku juga tidak tahu asal usulmu. Sebalinya dengan mu, kamu menikahi wanita yang bersetatus janda apa lagi aku sedang mengandung, itupun bukan anak mu."


"Iya benar nak Cleo, saya sungguh mengucapkan banyak terimakasih. Karena nak Cleo sudah banyak membantu dan menolong Kia." Ucap Surya yang keluar dari dalam rumah.


"Tapi saya kasihan dengan Kia om. Dia sudah bertubi tubi menghadapi masalahnya seorang diri. Apa lagi dia sedang dalam keadaan mengandung. Saya tidak perduli dengan status Kia om, saya kasihan dengan anaknya nanti saat lahir. "

__ADS_1


"Maaf nak Cleo, om sangat meghargai kebaikanmu dengan semua yang sudah kamu lakukan kepada putriku. Tapi om sudah memikirkan semu yang terbaik untui anak om."


"Maksud om?"


"Iya. Om sudah berfikir matang - matang untuk menjual rumah ini. Dan Kia akan hidup dan tinggal dirumah om. Jadi kamu tidak perlu khawtir dengan kondisi Kia. "


"Betul yang di katakan papa mas. Aku juga banyak mengucapkan terimakasih kepada mas Cleo karena mas Cleo sudah banyak membantuku." Kata Kia.


"Baiklah. Kalau memang itu rencana dari om. Saya juga tidak bisa banyak berbuat apa - apa om, niat saya hanya ingin membantu Kia dan calon bayinya."


"Iya nak Cleo, om sangat berterimakasih sekali dengan kebaikan kamu. Kalau nanti nak Cleo ingin main ke rumah, silahkan. Supaya tali silahturahmi kita tidak putus." Ucap Surya.


"Mungkin rumah ini akan kita lelang saja supaya cepat lakunya. Untuk sementara waktu saya yang akan tinggal di sini sampai rumah ini laku. Biar Kia yang puang dengan mama ya nak. Semua ini demi kebaikan mu."


"Baik pah. Aku akan menuruti papa."


"Kalau begitu aku pamit pulang ya om."


"Iya nak, silahkan. Tapi kita sudah sepakat ya untuk membatalkan niatmu menikahi putriku. Jangan lupa ambil Identitasmu dahulu ke rumah pak rt. " Pinta Surya.


"Iya om, saya nanti akan mampir ke rumah pak rt untuk mengambil identitas yang kemarin saya berikan sebagai jaminan. Kalau begitu saya permisi om, tante."


"Iya hati - hati ya nak Cleo." Ucap Nisa.


Cleo pergi meninggalkan rumah Kia.


"Kalau papa lihat Cleo itu orang yang baik. Dia sepertinya tuluh membatu Kia."


"Iya pah. Aku jadi merasa enggak enak dengannya. Dia sudah banyak membatuku tetapi malah dia dituduh yang mebuat rumah tanggaku berantakan oleh warga sini."


"Sudahlah tidak usah dipikirkan lagi. Sekarang semuannya sudah jelas. Besok kamu pulang bersama mama. Biar papa yang tinggal di sini sampai rumah ini laku ya nak."


"Baiklah pah."


Kia pergi ke kamar, ia melihat ke cermin dan ia mengusap - usap perutnya yang membucit sambil berbicara sendiri.


"Hay anakku. Kamu baik - baik ya di dalam perut bunda. Bunda sudah tidak sabar ingin sekali cepat - cepat bertemu kamu di dunia ini nak. Tinggal menunggu beberapa bulan lagi kamu akan lahir. Bunda juga sudah mempersiapkan nama untukmu nak. Pokoknya kita hadapi dunia ini berdua ya nak." Ucapnya sendirian sambil melihat ke arah cermin.


Bersambung...

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2