
Tak lama mereka keluar dari rumah dan berangkat bersama menuju ke pengadilan. Sesampai di pengadilan, alex bertemu dengan dion kemudian mendekati anaknya dan spontan alex memeluk dion dengan erat. Dion pun sangat kaget karena di peluk oleh ayahnya itu.
Namun, dion langsung mendorong ayahnya yang sedang memeluk dirinya itu. dion seperti tidak suka di peluk oleh alex.
“Lepaskan. Lepaskan.” Ucap dion sambil mendorong tubuh alex.
Sedangkan nindi dan akbar pun kemudian merangkul dion yang akan terjatuh karena mendorong alex.
“Minggir kamu. jangan menyentuh aku.”
“dion, ini papamu nak, papa ingin memeluk mu nak.”
“papa? Kamu bilang kamu papa ku? Aku dari kecil tidak pernah merasa mempunyai seorang papa. Apa lagi seperti kamu.”
“dion sudah. Jangan berkata seperti itu nak.” ucap Nindi.
“gimana rasanya tidak di anggap sama anak kamu sendiri lex? Enak kan? Itu belum seberapa yang kamu rasakan di bandingkan penderitaan yang sudah kamu berikan kepada nindi dulu. Lihat anakmu! Dia sangat membencimu. Itulah balasan di mana kamu sudah membuang anak mu.” Kata Akbar yang berjalan mendekati alex.
Alex pun hanya terdiam setelah mendengarkan akbar mengatakan seperti itu.
“Sudah lah. Kita masuk saja.” ucap Nindi yang mengajak akbar untuk masuk ke dalam gedung itu.
“Tapi ma, memang benar apa yang sudah paman katakan. biar dia tahu bagaimana rasanya di tidak di anggap, itu pun belum seberapa. Coba kalau dia juga bisa merasakan bagaimana rasanya di buang, di campakkan dan di injak – injak harga dirinya, seperti dia memperlakukan mama dulu.”
“Sudah, sudah. Jangan ribut di sini. Kak ayo kita masuk ke dalam saja. karena persidangan akan segera di mulai.” Ajak Nindi yang menyeret tangan akbar.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam dan meninggalkan alex sendirian. setelah beberapa menit kemudian persidangan sudah di mulai atau di buka. Nindi di minta oleh majelis hakin untuk duduk di kursi terdakwa. Dan nindi pun di berikan beberapa pertanyaan oleh majelis hakim. Setelah majelis hakim menanyakan beberapa pertanyaan kepada nindi, nindi pun kembali lagi duduk ke kursinya sendiri. Sedangkan di saat pengacara Alex akan memberikan kesaksian, alex pun langsung berdiri. Dia meminta maaf kepada nindi di depan majelis hakim dan yang lainnya.
“Mohon maaf kepada bapak majelis hakim dan yang lainnya. Di persidangan ke dua ini, saya ingin meminta maaf kepada Nindi dan juga anak saya dion. saya mengaku kalau saya bersalah selama ini. Saya akan memperbaiki kesalahan saya ini bapak hakim.”
“Maksud bagaimana?”
“Jadi saya ingin mencabut semua laporan saya dan saya ingin menikah dengan nindi. saya juga ingin membesarkan anak saya bapak hakim. Di depan sini, saya berjanji akan membahagiakan anak dan juga istri saya. Saya hanya ingin memiliki keluarga yang bahagia dan bisa mendapingi anak dan juga istri saya sampai tua nanti bapak hakim.”
Semua orang pun terkeju dengan apa yang baru saja di katakan oleh Alex. Apa lagi nindi, nindi tidak menyangka kalau alex mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh nindi beberapa minggu yang lalu. dia juga tidak menyangka kalau alex mau mencabut tuntutannya dan ingin hidup bersama dengan nindi dan juga dion. akan tetapi, akbar seperti tidak suka mendengar apa yang di katakan oleh alex tadi. Akbar berpikir kalau alex hanya berkata bohong.
“Maaf bapak hakim, saya tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh dia. ( sambil menuding ke arah alex ). Dia itu laki – laki licik, kejam dan jahat bapak hakim. Saya mohon kepada bapak hakim dan yang lainnya, tolong jangan percaya dengan dia begitu saja.” ucap akbar sambil menuding ke arah alex.
Akbar tidak percayaya begitu saja dengan apa yang alex katakan tadi. Akbar berpikir kalau itu adalah bagian dari rencana alex supaya bisa mendapatkan dion dengan sikap liciknya itu.
“Kamu alex, jangan ber pura – pura seperti itu. aku tahu kalau kamu pasti sudah merencanakan sesuatu untuk mendapatkan dion kan? Dan saya ingatkan sama kamu, untuk tidak usah berjanji akan membahagiakan adik saya nindi di hadapan majelis hakim.”
__ADS_1
“Tidak mas, saya tulus dari dalam hati. Saya ingin hidup bersama anak dan juga istriku. Saya ingin menikahi nindi dan berjanji akan membahagiakan dia.” Ucap alex.
Alex memang tulus ingin menikahi nindi dan hidup bersamanya. Permintaan maafnya pun juga ia katakan dari lubuk hatinya yang paling dalam. Dia benar – benar ingin sekali bisa bersama – sama dengan anak dan juga istrinya. Alex sadar kalau ternyata selama ia telah banyak membuat kesalahan dan membuat hidup Nindi menderita. Apa lagi dengan anaknya, yang sudah tidak pernah ia temui selama Dion masih ada di dalam kandungan sampai sekarang.
“enggak! Saya enggak mau.” Teriak dion sambil berdiri.
“dion.” ucap nindi.
“nak, berikan papa kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki kesalahan – kesalahan yang sudah papa lakukan. Papa janji, papa kan membuat kamu dan mama kamu bahagia nak. papa sudah mengakui kalau selama ini papa sudah banyak salah sama kamu jadi tolong maafkan papa nak.”
“enggak! Aku enggak percaya sama kamu. aku enggak rela mama hidup dengan laki – laki pecundang seperti kamu!”
Tok... tok.. tok... (suara ketukan palu hakim)
“tolong semua tenang. Kita bisa bicarakan ini dengan baik – baik.” Pinta majelis hakim saat kondisi di ruang sidang saat itu panas.
Setelah itu, karena kondisi di dalam ruangan sangat tidak kondusif, hakim pun kemudian membubarkan semua orang yang ada di dalam persidangan tersebut. Sedangkan pengacara alex juga mencabut laporannya yang telah alex ajukan itu. majelis hakim pun juga meminta kepada alex agar alex bener – benar melakukan apa yang telah ia katakan tadi di hadpan semua orang yang ada di dalam ruangan persidangan tadi.
Setelah itu, alex menemui nindi, ia memeluk nindi dan bersujut meminta maaf kepada nindi. ia juga menangis di hadapan nindi, akbar dan juga dion kalau dirinya sungguh – sungguh menyesali perbuatannya itu. ia juga ingin bisa hidup bersama dengan nindi dan juga anaknya.
“Nindi tunggu.” Panggi alex.
Nindi pun menghentikan langkah kakinya.
Nindi pun kemudian menoleh ke belakang untuk berhadpan dengan alex saat itu.
“Mas, aku... aku sudah memaafkan kamu. seperti yang aku katakan kemarin. Aku mungkin bisa menerima kamu kembali di kehidupanku, tapi dion. jika kamu bisa meyakinkan dion kalau kamu bisa berubah untuk menjadi yang lebih baik, kita mungkin bisa bersama – sama lagi. coba lah dekati anakmu. Buat dia yakin kalau kamu benar – benar ingin berubah dan membahagiakan aku atau dion mas. Aku akan tetap menunggu kamu.”
“Jadi kamu mau menerimaku?”
Nindi kemudian mengangguk anggukan kepalanya. Sambil memeluk alex.
“mas, sudah aku katakan kepadamu berulang – ulang kali kalau aku tidak bisa menghapus nama mu di hati ini. Aku ingin kita bersama – sama seperti dulu. Apa lagi kita sekarang sudah mempunyai anak, aku yakin kalau kita bersatu kita akan bahagia, seperti keluarga yang lainnya mas.”
“Baik, kalau begitu aku akan meyakinkan kepada dion kalau aku ingin hidup bersama kalian dan memperbaiki kesalahan yang sudah aku buat. Terimakasih nin, karena kamu sudah mau memberikan aku kepercayaan satu kali lagi. sekali lagi terimakasih. Aku janji, aku tidak akan membuat kamu kecewa dan sakit hati lagi. aku janji.”
“Iya mas, bukatikan. Kalau apa yang kamu ucapkan ini benar – benar akan kamu lakukan.”
“iya nin, iya.”
Alex kemudian memeluk nindi dengan begitu erat. Ia sangat bahagia karena nindi mau menerima dirinya dan memberikan kesempatan ke dua kepada Alex. Akan tetapi, dion masih belum bisa menerima alex. Apa lagi dengan akbar. dia masih sangat membenci alex. Sebab, karena alex lah yang membuat ibunya meninggal dunia akibat harus memikirkan nindi yang melanjutkan hubungan dengan alex beberapa tahun yang lalu. Sedangkan sekarang nindi kembali lagi kepada alex, laki – laki yang di anggap akbar dan dion adalah laki – laki pecundang .
__ADS_1
Sesampai di rumhnya seusai mereka dari gedung persidangan, mereka masuk ke kamarnya masing – masing. Namun, nindi mencoba untuk membicarakan itu semua kepada akbar. ia meminta restu kepada akbar kalau nindi ingin kembali bersama alex.
Tok... tok... tok...
“iya masuk.”
“Kak?”
“kamu nin? Ada apa?”
“Ada sesuatu yang ingin aku katakan sama kakak.”
“Apa? Soal alex lagi? kamu ingin kembali bersama dia lagi?”
“Kak? Emm, a.. ku.. jadi aku mau memberikan dia kesempatan untuk yang ke dua kalinya kak. Aku mohon kali ini percaya sama aku kak. Kasih aku kesempatan satukali lagi untuk alex supaya kami bisa hidup bahagia kak.”
“nin, kamu berkata seperti ini sebenarnya sadar atau tidak sih? Apa kamu lupa, siapa yang membuat ibu meninggal dunia? Alex! Dia lah yang sudah membuat ibu meninggal. Gara – gara kamu berhubungan dengan dia lagi, ibu selalu memikirkan dan khawatir sama masa depan kamu, hingga akhirnya ibu sakit – sakitan sampai meninggal dunia. Kamu lupa? Dia itu juga sudah membuat hidup kamu menderita nin, dia juga sudah mencampakan kamu. kakak mohon sadarlah. Bangunlah dari cinta palsumu itu!”
“Kak, nindi tahu apa yang baik untuk nindi lakukan. Nindi hanya ingin mempunyai keluarga untuh dan bahagia seperti keluarga yang lainnya kak. Nindi ingin dion bisa merasakan bagaimana hidup bersama dengan ayah kandungnya, dan ke dua orang tuanya yang utuh kak. Kak, nindi mohon sama kakak, berikan ke sempatan kali ini saja supaya nindi bisa berkumpul dan bersatu bersama – sama dengan anak dan orang yang selama ini nindi cintai kak.”
“Nin, apa tidak ada laki – laki lain yang bisa mengantikan posisinya di hati dan pikiran kamu. sampai – sampai kamu buta akan cinta yang sudah membuat kamu menderita selama ini. Ingat nin, berikan yang terbaik untuk anak mu. Kasihan dion.”
“Iya kak, justru itu, aku ingin membahagiakan dion, aku ingin dion bisa hidup bahagia bersama ku dan juga alex. Kak, aku mohon, kali ini percaya ya sama nindi.” ucap nindi sambil memohon – mohon kepada akbar supaya akbar mau memberikan restu untuk hubungan nindi dan alex.
“kamu yakin dengan keputusan kamu ini untuk menerima dia lagi di hidup mu?”
“Iya kak, nindi yakin. Nindi melihat kalau alex benar – benar ingin berubah kak. Dan apa yang di katakan di depan majelis hakim tadi, ia seperti sungguh – sungguh mengatakan dari lubuk hatinya kak.”
“baik, kakak tidak mau terlalu jauh ikut campur dalam urusan kehidupanmu. Tapi kakak adalah kakak kandungmu, satu – satunya keluarga yang masih kamu miliki setelah kepergian ibu, kakak berikan dia kesempatan satu kali lagi. tapi ingat, kalau sampai dia mengecewakan kamu sekali lagi atau membuat kamu menderita lagi, kakak tidak akan tinggal diam. Kakak akan patahkan lehernya. Yang kakak inginkan adalah kamu dan keponakan kakak bisa hidup bahagia dan tenang.”
“iya kak, aku yakin kalau alex sungguh – sungguh akan merubah sikapnya kak. Terimakasih ya kak, karena kak akbar sudah mau memberikan keseptan kepada kami untuk membangun sebuah keluarga kecil.”
“semua ini hanya kakak lakukan untuk dion, bukan untuk dia. Karena kakak tidak ingin, dion menjadi anak yang nakal seperti dulu. Kakak mau dion juga mendapatkan figur seorang ayah. Karena dia kelak juga akan menjadi seorang ayah.”
“Iya kak.”
“bilang sama dia, apa yang sudah kakak katakan kepada mu baru saja.”
“baik kak.”
Hati nindi sudah merasa sedikit tenang karena akbar sudah mau menyetujui kalau alex akan kembali lagi di kehidupan nindi. akan tetapi nindi masih harus berusaha untuk memberikan pengertian dan meyakinkan dion supaya bisa menerima kedatangan alex untuk kehidupannya lagi.
__ADS_1
bersambung...
⭐⭐⭐⭐⭐