Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
persodangan pertama


__ADS_3

"Akbar, ibuk mohon batalkan semua rencanamu itu nak. Apa kamu tidak kasihan dengan anakmu?"


"Sudahlah buk, ibuk diam saja. Tidak usah banyak omong. Biar aku yang bertindak dan melakukan apa yang aku inginkan."


"Akbar, ibuk hanya ingin kamu sadar. Dan dengarkan lah apa yang di katakan ibuk. Jangan sampai kamu menyesel di kemudian hari nak."


"Terserah lah ibuk mau bilang apa! Aku tidak akan medengarkan ibuk lagi."


"Nak, tapi tolong dengarkan ibuk kali ini saja ibuk mohon. Ibuk tidak ingin melihat kamu lebih menderita lagi nak."


"Buk, sudah diam, aku tidak mau lagi berbicara kepada ibuk."


Kemudian Dewi hanya terdiam dan diam. Sebab anaknya itu tidak lagi mendengarkan apa yang dia katakan. Ia merasa semua yang terjadi adalah kesalahannya. Ia telah salah mendidik Akbar.


Persidangan pertama kini sudah di mulai. Kia merasa hatinya berdetak kencang. Wajahnya pucat seperti tak berdarah, ia mendadak khawatir dengan semua ini. Kia datang di temani oleh Cleo dan beberapa Pengacaranya. Mereka duduk di satu kursi panjang yang sama. Cleo yang ada di sampingnya memegang pundak Kia. Sebab terlihat di wajah Kia seperti sedang cemas setelah waktu itu tiba.


Disana juga di hadirkan beberapa orang yaitu, pihak keluarga, teman dan tetangga. Mereka melihat persidangan itu. Namun, tak nampak Dewi sedikit pun di dalam ruangan itu.


Dewi sengaja tidak ingin melihat persidangan itu. Dirinya merasa malu sekali kepada keluarga Kia. Ia juga tidak ingin mendukung apa yang telah di lakukan oleh anaknya. Ia berharap di persidangan ini Kia lah yang akan memenangkan hak asuh atas Pelangi.


"Kamu baik - baik saja kan Kia?" Tanya Cleo


"Iya aku enggak apa - apa kok mas. Aku hanya merasa sedikit gugup dan cemas." Jawab Kia.


"Kamu siap kan?" Ucap Cleo.


"Iya aku siap mas, Bismillahirohmannirohim." Kata Kia


"Aku yakin kamu bisa, kamu harus kuat. Ingat Pelangi menunggu kamu di rumah."

__ADS_1


"Iya mas. Doakan aku."


"Pasti."


Cleo memberikan semangat untuk Kia, agar rasa gugup Kia hilang. Kemudian Kia masuk dengan didampingi pengacaranya. Cleo duduk di kursi sembari melihat apa yang akan terjadi nanti. Dari kejauhan Cleo melihat wajah Kia yang sudah siap untuk menghadap persidangan ini.


Persidangan sudah di mulai. Hakim dan yang lainnya duduk di depan muka. Sedangkan Kia duduk dekat dengan pengacara di sebelah kiri kursi tergugat. Sedangkan Akbar, Nindi beserta pengacaranya duduk di sebelah kanan pengugat.


Hakim mengeluarkan beberapa pertanyaan kepada pihak tergugat. Kia pun menjawab semua pertanyaan dari hakim apa adanya. Sedangkan pihak pengugat membantah semua jawaban yang Kia katakan.


Sementara situasi mulai memanas. Hati Kia mulai memanas dengan apa yang telah Akbar katakan. Dan di persidangan pertama itu berjalan dengan sangat alot. Kedua belah pihak selalu memberikan cerita masing masing.


Kemudian hakim memutuskan untuk menunda semua pelaksaana persidangan bulan depan. Semua orang yang hadir di persidangan berserta rombongan antara tergugat atau pengugat berakhir lalu mereka keluar satu persatu dari ruang persidangan.


Sesaat setelah semua keluar dari ruangan itu Akbar, Kayla dan Nindi menghampiri Kia yang sedang duduk bersama Cleo. Dirinya mengatakan semua akan berpihak dengan dirinya itu.


"Hay, ingat ya. Aku yang akan memenangkan kasus ini! Kalian lihat saja hak asuh Pelangi akna jatuh di tangan ku. Dan kamu Cleo, jangan sok jadi pahlawan kesiangan buat dia. Kamu akan menyesal dengan semuanya karena kamu berpiha kepada wanita ini!" Ucap Akbar dengan mata melalak.


"Dan yang perlu kamu ingat ya mas. Aku tidak akan pernah takut untuk mengahadapimu! Ingat itu."


"Owh, baik. Kita lihat saja akhirnya nanti. Kamu atau aku yang akan memenangkan khasus ini." ucap Akbar dengan sombongnya.


"Ini bukan ajang kopetisi. Kamu sadar tidak sih apa yang kamu lakukan ini sama saja kamu mengorbankan atau menyakiti hati Pelangi. Kamu tidak memikirkan masa depan dia? Kamu ini egois tahu gak! Sama saja kamu menganggap Pelangi itu seperti barang yang bisa seenaknya kamu perlakukan."


"Diam!" Bentak Kayla.


"Kamu memang tidak tahu diri!" Kata Akbar.


"Aku tahu kamu mengatakan ini semua karena kamu takut kehilangan Pelangi kan?!" cakap Kayla.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu ikut campur. Dasar wanita murahan!" ucap Kia."


Ketika Kia berkata seperti itu, spontan tangan Kayla seperti akan menampar Kia, akan tetapi Cleo menangkis tangan Kayla.


"Jika kamu berani menyentuh dia, kamu akan berurusan dengan aku. Mengerti kamu." ucap Cleo sambil membuang tangan Kayla.


"Dan Akbar, ingat baik - baik ini masih persidangan pertama. Kalau kamu masih saja menganggu Kia atau mengancamnya aku tidak akan segan - segan untuk membuat perhitungan kepada kamu dan juga keluargamu. ingat itu!"


Kia dan Cleo akhir pergi meninggalkan Akbar.


Di mobil wajah Kia terlihat sangat resah. Sama sekali tidak menoleh ke kanan dan kekiri.


"Kia."


"Owh, iya mas. Ada apa?"


"Kamu memikirkan omongan dia."


Kia hanya tersenyum dingin dan berat.


"Kamu yang kuat ya. Aku yakin kita yang akan mendapatkan hak asuh anak itu."


"Tapi mas."


"Husssttt... Kamu enggak usah khawatir ya. Kita hadapi semua bersama. "


"Iya mas."


----------

__ADS_1


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2