
Hari minggu nindi pulang dari jakarta, ia pulang tanpa memberi tahu ibuk dan akbar.
Tttiiinngg ttttoooonnnngggg....
"Iya sebentar, "kata dewi sambil berjalan menuju pintu depan karena akan membuka pintu.
Cceeekkkllleeeekkk
"Ibuk ,,, " ucap nindi sambil tersenyum dengan tangan akan mengajak memeluk ibuknya..
"Astaga, kamu kenapa tidak memberi kabar ibuk dulu nin? " Sambil berpelukan..
"Iya buk, nindi memang sengaja tidak memberi tahu ibuk, ini semua biar bikin terkejut ibuk sama kakak. "
"Dasar kamu ini, anak nakal .. ha ha ha ha... "
"Aku kangen banget sama ibuk.."
"Ibuk juga, ayuk masuk, kamu sudah makan ?"
"Belum, laper banget buk, ibuk masak apa."
"Atau kita makan di luar aja.."
"Boleh buk, ayuk, tapi kamu istirahat dulu ya, kamu mau minum apa ? Biar ibuk buatkan ."
"Enggak usah buk, biar nanti nindi buat minum sendiri."
Sembari mereka masuk rumah untuk makan dan istirahat. Mereka berbincang bincang melepas rindu antara ibuk dan anak. Tak lama, dewi dan nindi pergi keluar untuk mencari makan. Dewi berbicara kepada nindi akan memberi kabar kepada akbar, kalau adiknya baru saja pulang dari jakarta. Namun, nindi melarang dewi agar tidak memberi tahu kepada akbar supaya kedatangannya itu adalah kejutan untuk akbar.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian. Nindi mengajak dewi untuk pergi ke rumah kakaknya. Nindi dan dewi pergi ke rumah akbar tanpa memberikan kabar apapun. Saat di jalan tidak jauh dari rumah namun dekat dengan kantor akbar, di lampu merah nindi tidak sengaja melihat mobil akbar, di dalam mobil nindi melihat akbar dengan wanita lain.
"Ibuk, ibuk, coba lihat ke sebelah kanan kita buk, sepertinya itu mobilnya kakak ya buk?"
"Masak sih, ?"
"Itu loh buk warna putih kan mobilnya kakak,"
Tidak lama akbar membuka kaca mobilnya.
"Iya itu akbar nin, ibuk panggil ya."
"Jangan, jangan dulu buk, ini udah hijau lampunya." Ucap nindi dengan memegang tangan ibunya sambil menyetir mobil karena lampu hijau telah menyala.
✓✓✓✓
"Ya mungkin teman kerjanya. Udah lah gak usah di pikirkan, toh kalau kakakmu sama wanita lain justru bagus itu,"
"Maksud ibuk bagus gimana ?"
"Hhhhuuuuussssssttttt,,, udah kamu fokus nyetir aja."
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah kia. Namun, nindi masih penasaran dengan perkataan ibuknya tadi dan ingin tahu siapa wanita yang ada di dalam mobil bersama kakaknya tadi. Tak lama mereka sampai di rumah kia.
Tttiiiinnnn....... (Suara klason mobil nindi)
Nindi memencet klakson mobilnya. Tak lama kia keluar dari rumah karena mendengar seperti ada tamu di depan rumah, kia keluar dan membukakan pintu gerbang rumahnya. Nindi dan dewi keluar dari mobil setelah masuk ke halaman depan rumah kia dan setelah memarkirkan mobilnya.
"Kakak, " sapa nindi ke pada kia..
__ADS_1
"Ya ampun nindi, kenapa kamu enggak ngasih kabar dulu kalau mau ke sini?"
"Sengaja, biar buat surprise kakak. Jangan kasih tau kak akbar dulu ya kak. " Ucap nindi sambil tersenyum.
"Iya,, yuk masuk. Mari buk, sini kia bawakan kopernya buk."
"Hhheeeemmm,,, bawakan semuanya, punya nindi juga tuh. " Kata dewi sambil menunjuk koper milik nindi..
"Gak usah kak, biar nindi aja bawa sendiri. Kak kia bawain kopernya ibuk aja kak."
"Oowwwwhh,, iya dek."
"Ibuk ini malah ngerepoti kak kia, maaf ya kak. "
"Gak repot kok dek,"
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah dan duduk rebahan karena istirahat.
"Ibuk mau minum apa buk ? Biar kia buatkan .."
"Teh tawar hangat saja."
"Owwhh iya buk. Nindi kamu mau minum apa?"
"Nanti aja kak biar nindi ambil sendiri. Kak kia buatkan untuk ibuk saja."
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1