Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Adu jotos


__ADS_3

Akan tetapi di saat dirinya akan membuka pintu itu. Ternyata di depan kamar sudah ada Akbar yang sudah berdiri tegak dan akan masuk ke dalam kamar itu. Alex begitu sangat kaget melihat Akbar di depan pintu. Wajah Akbar langsung terlihat sangat begitu marah. Karena ia mengetahui Alex datang ke rumah sakit dan menunjukan dirinya lagi di hadapnya Akbar.


“Berengsek. Kenapa aku harus bertemu dengan manusia setengah iblis ini lagi di sini sih! Padahal aku sudah susah payah untuk menghindar dari dia. Tapi malah dia berdiri tepat di hadapanku.Sial bener deh aku!” Gumam Alex sembari tangannya yang masih menempel di gagang pintu kamar Kayla.


“Kamu!” ucap Akbar sambil menantang Alek dan menyeretnya keluar dari kamar Kayla.


“tenang brow. Aku ke sini dengan Niat baik – baik jadi lepaskan tanganmu ini!”


“Keparat!”


Blum! (suara pukulan)


“Kamu masih berani ya memperlihatkan wajah mesummu ke sini!”


“Kamu itu tuli ya! Sudah aku katakan. Aku ke sini dengan niat baik – baik. Jadi kamu tidak perlu marah – marah seperti ini.” Ucap Alex sambil mendorong tubuh Akbar.


“Niat baik, Niat baik apa maksud kamu!”


“Lepaskan dulu kita masih bisa bicara baik – baik kan? Aku di sini tidak ingin membuat keributan! Jadi sekarang lepaskan tangan mu dari kerahku ini!”


Blum! (suara pukulan ke dua yang mendarat di wajah Alex).

__ADS_1


Adu hantam itu di mulai di luar kamar Kayla. Kayla yang mengetahui keributan itu pun langsung bergegas turun dari hospital bednya. Akan tetapi kepalanya terasa sangat pusing dan berat sekali. Ia mencoba untuk menahan rasa sakitnya itu dan berjalan dengan tertatih tatih menuju Akbar dan juga Alex di depan kamarnya dengan tujuan ingin sekali melerai mereka yang sedang ribut di luar sana, akan tetapi sebelum sampai di pintu kamarnya itu ia pun terjatuh pingsan, karena tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit di kepalanya. Wajahnya juga terlihat begitu pucat sekali. Dan di saat dirinya tergeletak di lantai tidak ada satu orang pun yang tau kalau Kayla jatuh pingsan di dalam kamar. Sedangkan di luar kamarnya banyak orang yang menyaksikan keributan yang Akbar dan juga Alex lakukan.


“Pukul, Pukul saja! Untuk kali ini aku tidak akan membalasmu!” Kata Alex dengan tangkas.


“Kamu belum puas membuat hidup kami berantakan?!” kata Akbar sambil memukuli wajah Alex waktu itu.


Blum! (pukulan ke tiga yang mendarat di wajah Alex)


“Hem... kamu sudah membuat istriku menderita dengan penyakit yang kamu buat, kamu juga sudah membuat adikku menderita karena sakit hati yang sudah kamu buat, kamu juga sudah mengkhianati cinta yang tulus darinya, dan yang terakhir gara – gara kamu juga aku masuk ke dalam sel tahanan! Sudah lama aku ingin memukul wajah mesum mu ini!”


Blum! Blum! Blum!


Prit! Prit! Prit!


“Sudah hentikan! Tolong hentikan!”


Mereka Pun Akhirnya menghentikan adu jotosnya itu.


“Tolong jangan membuat keributan di dalam rumah sakit ini.”


“Dia dulu yang memulai pak!” kata Akbar sambil berdiri dengan bersempoyohan akibat adu jotosnya dengan Alex.

__ADS_1


“Kalian bisakan bicarakan semuanya dengan baik – baik. Ini rumah sakit bukan Lapangan sepak bola. Disini juga banyak orang yang sedang sakit dan membutuhkan ke tenangan, tapi kalian justru malah membuat keributan di sini!


“Pak, bawa laki – laki mesum ini keluar! Dia sudah membuat keributan di sini di dalam rumah sakit ini pak.”


Dan kemudian terlihat dari arah kejauhan Dewi dan juga Ida yang sedang akan berjalan menuju kerumunan di depan kamar Kayla. Dewi dan Ida khawatir karena banyak orang di sana. Mereka Pun berlari untuk mendekati kerumunan itu. dari jauh ia melihat Akbar yang berantakan dengan raut wajah banyak darah.


“Cepat bawa dia pergi dari sini pak! Aku sudah sangat membenci orang ini ada di sini!”


“Lihat saja kamu Akbar. Kamu akan tahu akibatnya setelah kamu mempermalukan aku di sini!” ucap Alex sambil memegangi wajahnya yang terasa sakit itu.


“Apa kamu, masih belum kapok aku pukul! “ ucap Akbar yang akan mendekati Alex.


“Eeehhh, sudah sudah. Mari pak sebaiknya bapak segera meninggalkan rumah sakit ini. Sebab di sini tidak boleh ada keributan yang mengganggu pasien yang sedang beristirahat. Mari pak.” Ucap security itu sambil mengarahkan Alex keluar dari rumah sakit.


Alex pun mengikuti security itu untuk segera pergi meninggalkan mereka dengan wajah yang babak dan darah yang keluar akibat mendapatkan pukulan dari Akbar lagi. Ida dan juga Dewi begitu terkejut melihat Alex bisa datang ke rumah sakit itu untuk menemui Kayla. dan mereka merasa heran dengan bertanya – tanya dari mana dirinya bisa mengetahui kalau Kayla sedang di rawat di rumah sakit itu.


 


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2