Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Pelangi Sadar


__ADS_3

Waktu itu Dewi yang masih setia menjaga cucunya. Ia tertidur di samping Pelangi. Tangan Pelangi spontan sedikit bergerak, matanya terbuka secara perlahan, penglihatanya pun sedikit buram akibat tidur panjangnya, ia melihat langit - langit atap kamar ruang inapnya, kemudian ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Terlihat neneknya tertidur dan membaringkan kepalanya di samping tangan Pelangi. Lalu ia membanggunkan neneknya itu. 


 


"Nek," ucapnya dengan sangat lirih sekali sebab badannya masih sangat lemas tak berdaya.


 


Lantas Dewi pun terbangun dari tidurnya. Kemudian ia melihat ke arah cucunya yang memanggil - manggil dirinya itu.


 


"Ya ampun, Pelangi kamu sudah bangun nak. Sebentar ya. Nenek akan memanggil dokter."


 


Lalu dewi memanggil dokter supaya Pelangi bisa diperiksa. sembari menunggu dokter tiba di kamarnya. Pelangi bertanya kepada Dewi perihal tempat dia tidur saat ini.


 


"Nek, ini dimana?" tanya Pelangi


 


"Pelangi sekarang sedang tidur di rumah sakit." Jawab Dewi.


 


"Kenapa Pelangi bisa tidur di rumah sakit nek?" tanya Pelangi


 


"Sebab Pelangi sedang sakit."


 


"Sakit apa nek? Kenapa badan Pelangi lemas sekali nek?" tanya nya lagi.


 


"Iya karena Pelangi sudah tidur terlalu lama." jawab singkat Dewi.


 


"Bunda dimana nek? Sepertinya Pelangi mendengarkan suara bunda tadi." 


Di saat ia sedang tertidur panjang tadi. Pelangi secara tidak langsung masih bisa mendengarkan suara bisikan Kia, waktu Kia datang tadi.


 


"Bunda sedang keluar sebentar nak. Jadi nenek yang menjaga Pelangi di sini."


 


"Tapi, nanti bunda ke sini kan nek."


 

__ADS_1


"Pastinya dong sayang." 


 


--------


 


Sedangkan setelah Kia membesuk Pelangi di rumah sakit, ia langsung pergi menuju kantor Cleo. Lalu ia menemui Cleo dan menceritakan bahwa Pelangi sedang di rawat di rumah sakit. Kemudian ia juga menceritakan bahwa Akbar sudah mengusir dirinya dan melarang Kia untuk bertemu dengan Pelangi. Cleo berkata kepada Kia, bahwa semua ini bisa dijadikan bukti untuk di persidangan nanti.


 


"Aku habis menjenguk Pelangi di rumah sakit. Sekarang dia sedang di rawat di sana mas. Aku tadi di berikan kabar oleh mantan mertuaku mas." ucap Kia.


 


"Aku sebenarnya tahu, sejak pertama kali Pelangi di larikan ke rumah sakit. Aku sengaja tidak memberi tahu kamu. Karena aku yakin kamu pasti akan sedih jika mengetahui Pelangi masuk rumah sakit. Akan tetapi kamu sudah mendapatkan kabar dari mantan mertuamu."


 


"Iya, tadi aku ditelepon olehnya. Di memberikan kabar kepadaku kalau Pelangi sedang dirawat di rumah sakit. Lalu aku langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Pelangi. Akan tetapi di sana aku bertemu dengan Akbar. Dia memintaku untuk tidak kembali lagi ke rumah sakit menemui Pelangi. Kenapa dia begitu jahat padaku ya mas. Aku tidak bisa hidup tanpa putri kecilku itu. Apa lagi saat ini Pelangi sedang berbaring lemah tak berdaya di sana. Apa yang harus aku lakukan agar aku juga bisa memantau perkembangan Pelangi?"


 


"Kia, sebenarnya kabar ini justru akan mempermudah kita memberikan bukti kepada hakim karena Akbar tidak bisa merawat dan menjaganya dengan baik. Aku telah menyuruh ke - dua orang yang sudah aku bayar untuk selalu memantau gerak gerik Akbar. Dan aku juga telah meminta kepada mereka untuk mengambil bukti bukti yang ada di saat Pelangi di rawat di rumah sakit itu. Jadi biarkan waktu berjalan apa adanya. Tetapi kenapa Dewi memberikan kabar kepadamu bahwa Pelangi sedang di rawat di sana? Bukankah dia sangat membencimu?" Cakap Cleo.


 


"Iya, dia sudah menyesali semua perbuatannya kepadaku mas. Dia juga berkata bahwa dirinya akan bersaksi kepada majelis hakim saat persidangan nanti untuk menjadi saksi dan bukti kita mas. Aku berharap dia tidak mengingkari janjinya itu.”


 


 


“iya mas. Aku ingin sekali melihat senyuman Pelangiku itu. Aku sudah sangat merindukannya. Aku benar – benar berharap kalau Pelangi akan segera pulang dan hidup bersamaku.”


 


“Pasti itu semua akan terjadi. Kamu harus banyak bersabar dan berdoa yang terpenting sekarang kita berdoa supaya Pelangi selalu di lindungi oleh Tuhan. Dan dia dalam keadaan baik – baik saja walaupun jauh dari kamu.”


 


“Aamiin. Itu harapan utamaku mas.”


 


Tak lama mereka berbincang – bincang Cleo menerima Telephone dari asisten pribadinya yang di tugaskan untuk melacak ke dua orang yang di jadikan bukti paslu oleh Akbar saat Persidangan ke tiga kemarin.


 


“Iya, hallo. Ada kabar apa mengenai tugas yang aku berikan kepadamu?”


 


“Bos, aku sudah menemukan dua orang yang bos cari.”


 

__ADS_1


“Lalu?”


 


“Saya akan melacaknya lebih dalam lagi bos, jika nanti informasi yang akurat sudah saya dapatkan. Saya akan membawa mereka kepadamu bos.”


 


“Bagus, lanjutkan tugas kalian. Aku harap bisa secepatnya kamu dapatkan informasi mengenai mereka dan bawa mereka kepadku. Lebih cepat lebih baik.”


 


“Baik bos.”


 


Di tutuplah perbincangan itu. Lantas Cleo memberi tahukan kepada Kia kabar baik ini.


“Ada kabar baik mengenai dua orang pesuruh Akbar yang di bayar untuk memberikan kesaksian palsu saat di pengadilan ke tiga kemarin Kia.”


 


“Apa kabar baiknya mas?”


 


“Asistenku sudah menemukan mereka. Dia akan melacak atau mencari – cari informasi lebih detail lagi tentang mereka.”


 


"Syukur kalau begitu mas. Aku ingin sekali semua ini cepat berakhir.”


 


“Kita berdoa saja Kia supaya semuanya berjalan lancar dan apa yang kita harapkan semua dapat kita selesaikan.”


 


“Aamiin. Iya mas.”


 


*


 


Disaat Pelangi sudah sadarkan diri, kemudian dirinya di periksa oleh dokter. Keadaan tubuhnya sudah sedikit membaik. Keesokan harinya Kia dan Cleo datang ke rumah sakit, karena ingin menengok atau melihat keadaan Pelangi. Namun di saat dirinya sudah hampir dekat dengan kamar Pelangi, Akbar menghalang – halangi dan melarang mereka untuk masuk ke dalam kamar itu. Mereka beradu mulut, di depan pintu jendela kamar Pelangi. Akan tetapi Pelangi mendengarkan suara Kia dari luar kamar, lalu dirinya melihat wajah Kia sekilas dari kaca pintu kamarnya. Ia bertanya kepada Dewi bahwa dirinya mendengarkan suara Kia dari luar kamar.


 


“Nek, aku seperti melihat dan mendengarkan suara bunda. Sepertinya bunda sudah datang nek.”


“Dimana?”


“Di luar kamar Pelangi nek. Sepertinya bunda ada di sana?”


“Ah nenek tidak mendengarnya sama sekali suara bunda Pelangi tuh. Pelangi pasti salah dengar.”

__ADS_1


BERSAMBUNG...


❇️❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2