Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Akbar


__ADS_3

"Kak, sudahlah. Kakak tenang dulu ya. Aku yang memberikan kabar ke Nindi kalau aku sudah melahirkan. Dan aku pula yang menyuruh dia kesini kak." Kata Kia sambil menjelaskan kepada Sinta


"Untuk apa Kia kamu memberikan kabar untuk kelurga sana?! Kita itu sudah tidak ada lagi urusan dengan mereka." Kata Sinta dengan menuding ke arah Nindi.


"Aku sudah berjanji kepada kak Kia kalau aku yang akan membatunya mengambil sample tes dari kak Akbar untuk tes DNA." Sahut Nindi membela dirinya.


Sinta pun langsung melihat ke arah Nindi.


"Iya kak Sinta, kakak sekarang tenang dulu ya. Biar aku menjalankan semua janji - janji aku. Hanya Nindi yang dapat membantuku kak. " Ucapnya sambil memegangi tangan Sinta.


Tanpa berkata apapun, kemudian Sinta pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu. Lalu Nindi meminta Kia untuk memberikan bayinya karena Nindi ingin sekali mengendong Pelangi, di saat ia sedang menggendong ia melihat wajah Pelangi. Dalam hatinya berkata bahwa bayi yang di gendong itu mirip sekali dengan wajah Akbar.


"Ya ampun, cantik sekali dia kak. Siapa namanya?"


"Pelangi tante." Jawab Kia.


"Owh, namanya Pelangi. Namanya bagus sekali. Hallo Pelangi kecil. Ini tante Nindi, tantenya Pelangi. Kamu sangat cantik sekali." Katanya dengan mengelus elus wajah kecil nan imut itu.


Nindi menimang - nimang Pelangi saat itu karena sangat mengemaskan.


"Kalau ibuk tahu, pelangi ini cantik dan mengemaskan apa lagi dia adalah cucunya, pasti dia menyesal karena telah menyia - yiakan cucunya sendiri ini dengan tidak menganggapnya. Huh.. " ucap Nindi dari dalam hatinya dengan menghela nafas panjang.


"Kapan kamu bisa mengambil semple kakakmu itu Nin?" tanya Kia.


"Secepatnya kak. Aku akan pergi meminta kepadanya untuk memberikan sampe DNA kak."


"Lebih cepat lebih baik Nin. Aku harap kamu bisa secepatnya mendapatkan sempel itu.


Merekapun melanjutkan pembicaraannya dan berbincang - bincang seperti biasa tanpa membahas apa yang sudah terjadi.


Nindi pamit setelah puas melihat dan bertemu dengan keponakannya itu.


"Kak, aku mau pamit pulang dulu ya. Aku janji akan secepatnya mendapatkan sample itu. Jadi kak Kia tidak perlu khawatir. "


"Iya, aku percaya kamu Nin. Hati hati ya pulangnya."


--------


Ketika Nindi sedang dalam perjalanan pulang dari rumah Kia. Ia berfikir bahwa dirinya saja tidak tahu keberadaan kakaknya itu entah di mana. Ia mengambil handphonenya lalu mencari nama kakaknya itu dan mencoba untuk menelphonenya untuk menanyakan alamat yang kini ia tinggali.

__ADS_1


Tot . Tot . Tot .


"Hah nyambung." Ucapnya dalam hati.


"Hallo."


"Kak, aku ingin bertemu dengan mu. Sekarang kak Akbar tinggal di mana?"


"Kenapa? Ada perlu apa? "


"Serius aku tuh kak. Aku mau ke tempat kakak. "


"Kamu mau ke sini sama ibuk?"


"Enggak kak, aku sendiri. "


"Kalau kamu ke sini sama ibuk, aku tidak akan memberitahukan alamatku."


"Aku janji kak."


"Aku sudah tidak ingin hidup yang aku jalani sekarang di usik ibuk Nin. Aku ingin hidup tanpa aturan - aturan dari ibuk."


"Jika nanti aku memberikan alamatku tetapi kamu ke sini dengan ibuk aku mungkin akan lebih jauh lagi dan tidak ada satupu keluarga yang tahu tempat tinggalku.


"Iya kak, aku janji. Banyak yang akan aku ceritakan kepadamu, tentang kak Kia."


"Apa? Kia? Dia baik - baik saja kan Nin. "


"Maka dari itu. Kakak kasih tahu alamat rumah kak Akbar. Biar aku menemui mu. Selagi aku mempunyai banyak waktu luang."


"Atau biar kakak yang akan menemui mu Nin. Jika memeng ada hal penting tentang Kia."


"Ya terserah kakak saja. Yang terpenting kita bisa bertemu. "


"Baiklah. Aku akan kabari kamu jika aku sudah sampai di tempatmu.


"Baiklah kak. Aku akan menunggumu."


Tot... Tot.... Tot...

__ADS_1


Selang beberapa hari Akbar menemui Nindi. Mereka berbincang bincang apa yang telah terjadi di rumah tangga kakaknya itu saat sedang bersama Kia.


Akbar pun juga menceritakan kehidupannya bersama dengan istrinya yang baru. Ketika Akbar menikah dengan Kayla, ia mencoba melupakan semua kenangan - kenangan saat sedang bersama Kia dulu. Akan tetapi semua itu tidak mudah baginya untuk melupakan semuanya. Ia juga berkata kepada Nindi bahwa dirinya sudah lelah mengikuti dan menjadi boneka untuk ibunya.


Di sisi lain Nindi pun juga menyalahkan Akbar karena dia mau mengorbankan rumah tangganya dan meninggalkan istrinya hanya demi untuk menuruti semua keinginan ibunya.


Kayla selalu uring - uringan setiap melihat Akbar masih menyimpan dan memandangi foto - foto Kia secara bersembunyi sembunyi. Sedangkan saat ini Kayla sedang hamil muda. Usia kehamilan Kayla saat ini berumur dua bulan. Ia meninggalkan Kayla sendiri di rumah. Ia berbohong kepada Kayla bahwa dirinya akan pergi keluar kota karena mendapatkan tugas mendadak dari kantor dalam waktu beberapa hari ini.


Sebab Akbar takut jika Kayla tahu ia akan pergi menemui Nindi dan membahas tentang Kia pasti dia akan marah besar. Nindi juga menyalahkan Akbar karena dia tidak bisa tegas dalam mengambil keputusan untuk rumah tangganya. Nindi juga meminta sampel untuk tes DNA yang akan Kia lakukan untuk menujukan bahwa Kia tidak pernah berbohong atau menghianati cintanya. Dan Nindi menceritakan bahwa kesaksian kesaksian yang di lontarkan ibunya pada saat di pengadilan itu semuanya adalah kebohongan.


Nindi menceritakan semuanya kepada Akbar bahwa dirinya telah menemui Kia dan juga anaknya. Ketika itu Nindi memperlihatkan foto - foto Pelangi. Setelah mengetahui wajah Pelangi, ia tersenyum - senyum dan mengatakan bahwa wajah Pelangi itu sangat cantik.


"Kak, bolehkan aku meminta sebelai rambutmu. Rambutmu itu akan aku berikan kepada Kak Kia karena dia ingin tes DNA secepatnya akan dia lakukan."


"Tes DNA? Dia benar - benar akan melakukannya? "


"Iya kak, aku kasihan kepadanya setelah mendengar cerita hidupnya. Saat dia melahirkan Pelangi nyawanya yang telah dia taruhkan. Dia koma beberapa hari di rumah sakit saat persalinan. Lalu selang beberapa bulan Pelangi yang opname."


"Kenapa? "


"Aku kurang pahan kemarin kak Kia tidak terlalu banyak cerita kak."


"Ambil lah ini. Berikan kepadanya. Sebenarnya aku percaya bahwa dia tidak pernah menghiananti aku. Akan tetapi aku yang terlali bodoh. Akulah yang sebenarnya sudah menghianati pernikahan ku dengan Kia."


"Maksud kakak apa? Jadi kak Akbar dulu yang berselingkuh? "


"Dulu aku terlena dan terbuai dengan Kayla saat sedang menginap di rumahnya. Aku terlalu mempreoritaskan permintaan atau tuntutan dari ibu dan akhirnya aku pergi meninggalkan Kia dan tinggal beberapa hari di rumah Kayla. Saat itulah aku menghinati pernikahan ku. "


"Astaga kak, kenapa kamu itu terlalu bodoh sih kak. Ibuk sudah mencari maki dan menuduh kak Kia yang bukan - bukan. Akan tetapi semua yang di ucapkan ibu itu justru anaknya sendiri yang melakukan. Harusnya kalian malu terhadap kak Kia. "


"Yah, begitulah ceritanya. Maka dari itu aku menyadari kalau aku tidak pantas untuk dirinya."


"Lalu kamu memilih untuk meninggalkannya saat dia sedang mengandung kak?"


Akbar hanya terdiam dan tidak berkata kata apapun.


"Aku tidak habis pikir ternyata kejam sekali ya kalian." ucap Nindi


Bersambung...

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2