
Sesampai di Rumah sakit cleo meminta tolong kepadapa scurity yang berdiri di depan pintu masuk UGD , kia langsung di masukan ke ruangan dan di tangani oleh perawat dan dokter di bagian UGD. Cleo memberikan idetitas dirinya kepada pihak rumah sakit bahwa dirinya yang bertanggung jawab untuk pasien yang bernama kia.
Saat di rumah sakit kia belum juga sadarkan diri. Ia masih berbaring di Hospital bad. Cleo yang saat itu masih mempunyai urusan dengan pekerjaannya langsung pergi meninggalkan kia, namun siang harinya ia kembali lagi ke Rumah sakit untuk melihat kondisi Kia.
Jelang beberapa waktu setelah Cleo pergi, Kia sudah sadarkan diri dan di periksa kondisi tubuhnya saat itu oleh dokter. Kia bertanya kepada dokter yang sedang memeriksanya.
"Saya di mana ini." Ujarnya sambil memegangi kepalanya saat akan bangun dari hospital bed nya.
"Ibu ibu tenang dulu ya. Syukur kalau ibu sudah sadar." Tanya dokter yang sedang memeriksa keadaan kia.
"Saya di mana ini." Kata kia dengan wajah yang sangat pucat dan tubuh yang masih lemas.
"Ibu sekarang sedang berada di rumah sakit. Tadi ibu tiba tiba jatuh pingsan. Apa yang sekarang ibu rasakan ? " Tanya dokter sambil memeriksanya.
"Saya masih sedikit pusing dok, badan saya juga masih lemas sekali."Sambil membaringkan badannya lagi.
"Kalau begitu sekarang ibu kia beristirahatlah dulu." Jawab dokter itu.
"Dok, siapa tadi yang membawa saya ke sini ? "
"Yang membawa ibu ke sini namanya Bapak Cleo. Beliau juga sudah membayar semua administrasi dan memberikan identitasnya untuk jaminan rawat inap ibu di sini."
"Cleo, aku tidak mengenal dia dok. Siapa dia?"
"Saya juga tidak tahu bu. Saya kira beliau suami ibu."
Mendengar ucapan dokter tersebut kia langsung terdiam dan mengingat suaminya yang sedang akan dicarinya karena pergi meninggalkan begitu saja. Kembali lagi di ingatnya tentang kondisi rumah tangganya yang sedang di ambang kehancuran.
"Bukan dok, dia bukan suamiku dan aku tidak mengenal dia. Tetapi kenapa dia berani memberikan identitasnya untuk jaminan aku rawat inap disini ya dok. "
"Mungkin karena beliau orang baik bu, jadi dirinya berani menjaminkan identitasnya. Yang penting ibu selamat dan sudah di tolong oleh Bapak cleo bu."
"Iya dok, terimakasih."
"Ibu silahkan beristirahat dulu ya. Kita menunggu hasil lap. Nanti sore hasil lap atas nama ibu sudah bisa di lihat. Saya permisi dulu ya bu."
__ADS_1
"Iya, iya dok terimakasih . "
Selesai di periksa oleh dokter, kia memberikan kabar kepada keluarganya bahwa ia sedang sakit dan berada di rumah sakit.
Mama Nisa (mama kandung kia) yang mendengar kabar bahwa anaknya masuk rumah sakit langsung pergi mendatangi dan menemani kia di rumah sakit itu.
Siang harinya cleo datang ke rumah sakit karena ingin melihat keadaan wanita yang dia antar tadi pagi. Ia bertemu dengan kia. Kia mengenalkan dirinya kepada cleo dan mengucapkan terimakasih atas pertolongan yang cleo berikan.
"Selamat siang mbak." Ucap cleo sambil mengetuk pintu kamar rawat inap.
"Iya, silahkan masuk." Dengan wajah yang masih lemas dan pucat.
"Gimana mbak, sudah membaik ?" Tanya cleo
"Lumayan sih mas, tapi masih sedikit pusing. Maaf kamu siapa ya mas."
"Oowwhhh. Iya kenalkan nama saya cleo. Tadi saya yang mengantarkan kamu ke Rumah Sakit."
"Makasih ya sudah repot repot mengantarkan saya ke sini. Sekali lagi terimakasih."
"Kebetulan tadi pagi saya ada meeting di kantor tempat kamu pingsan, lalu waktu aku akan memarkirkan kendaraan ku, aku melihat di tempat parkir banyak orang yang berkerumun, terus aku mendekati ternyata mbaknya pingsan. "
"Iya tadi aku ada keperluan sebentar. Terus aku jalan menuju tempat parkir montor ku tiba tiba kepala ku pusing banget, sadar sadar aku terbaring di sini. Sekali lagi makasih banyak ya mas cleo."
"Iya mbak sama sama. Kalau boleh tau nama kamu siapa mb ? "
"Ya ampun sampai lupa enggak ngenalin nama ku. Kenalin aku kia mas." Ucap kia sambil mengajukan tangannya.
"Owh, mbak kia ya."
"Panggil kia aja mas."
"Iya iya kia."
Tak lama mereka sedang berbincang bincang papa mama dan kakak kia datang menemui kia.
__ADS_1
Tok tok tok...
"Iya masuk."
Masuklah mereka ke ruangan kia.
"Kamu kenapa sayang," tanya nisa kepada kia.
"Aku tadi pingsan mah. Tapi alhamdhulillah aku sudah agak mendingan. "
"Ya syukurlah kalau begitu, baru kali ini kamu bisa pingsan ki, semasa kamu kecil gak pernah tuh kakak denger kamu bisa pingsan. Ha ha ha .. " kata kakak kia sambil bergurau.
Mendengar ucapan kakak kia seisi kamar pun tertawa. Kakak kia bernama Sinta. Papa kia bernama Surya.
"Mungkin kia kelelahan jadi dia bisa pingsan. " Ucap cleo.
"Kamu jangan capek capek kia. Kalau badan kamu sudah gak enak istirahat jangan di paksakan. " Kata nisa.
"Jadi kia ini memang anaknya begitu setiap apa yanh dia ininginkan selalu saja harus dia dapatkan. Mohon maaf mas ini siapa ya ?" Ujar papa kia (surya).
"Perkenalkan nama saya cleo om tante mbak, "
"Iya mah, pah tadi mas cleo ini yang menolong kia. Bersyukur tadi ada mas cleo."
"Owh begitu, terimakasih banyak ya mas sudah menolong anak saya." Ucap nisa.
"Iya tante sama sama. Kebetulan saja tadi juga mau meeting. " ujar cleo.
"Sekali lagi terimakasih banyak ya mas cleo." Kata surya.
"Kalau begitu, saya pamit dulu mau kembali ke kantor. Cepat sembuh ya mbak kia." Sambil berjabat tangan untuk berpamitan.
"Iya mas, terimkasih ya." Ucap kia.
"Silahkan silahkan. Sekali lagi terimakasih ya. " Kata surya sambil menghantarkan cleo berjalan kedepan pintu kamar kia.
__ADS_1