
Dengan duduk merenung sendiri sambil melihat ikan – ikan yang berenang bebas di kolam ikan belakang rumahnya, Akbar merenungkan semua yang telah terjadi pada hidupnya. Mulai dari ia bercerai dengan Kia, kemudian ia berzina dengan Kayla, dan yang lain – lainnya. Akbar mulai sadar kalau dia pernah membenci Kia hanya karena iri dengan kehidupan bahagia yang saat ini Kia jalani. Terlebih putrinya yang sangat mudah bisa memanggil Cleo dengan sebutan Ayah.
Apa lagi Pelangi bisa dekat sekali dengan Cleo, kecemburuan itulah yang membuat Akbar semakin membenci Kia dahulu. Ia menduga Kia yang mempengaruhi putrinya itu. Akan tetapi kesadan itu mulai datang semenjak Akbar di tinggal oleh Kayla untuk selama - lamanya.
Dia mulai mencoba mengikhlaskan dan menerima semua sesuatu yang ada di hidupnya itu. Dia juga sudah berjanji kepada dirinya sendiri kalau dia akan berubah dan tidak akan lagi mengaggu kehidupan Pelangi berasama Kia. Karena dia menginginkan putrinya bisa hidup bahagia. Dia juga yakin kalau suatu hari Pelangi akan dapat memanggil Akbar dengan sebutan “AYAH”dengan mudah seperti dia menyebut Cleo.
“Kenapa kehidupanku sekarang menjadi hancur, mulai dari rumah tangga ku dengan Kia yang hancur, hingga aku harus hidup jauh dengan anak kandungku sendiri. Apakah ini jalan hidupku yang sebenarnya, yang harus aku jalani sekarang? Sedangkan sekarang tidak ada orang yang akan mendampingi hidupku, istriku pun juga sudah meninggal dunia, Semua yang telah tejadi ini adalah kesalahan dari perbuatanku sendiri. Karena aku bukanlah laki – laki yang bisa tegas dan bukan juga seorang imam yang bisa membimbing rumah tangga dengan baik, nyatanya sekarang hidup Kia bisa bahagia bersama suaminya itu. Memang dulu aku sempat membenci Kia karena aku melihat dia bisa hidup bahagia bersama orang lain, sedangkan aku sekarang merasa kesepian, sudah tidak mempunyai istri di tambah aku harus hidup jauh dengan anakku sendiri. Itulah balasan dari perbuatanku karena telah menyakiti dan membuat hidup Kia sengsara dahulu. Tapi aku yakin Pelangi kelak akan menjadi anak yang baik bersama Kia. Sekarang aku harus bisa menyusun masa depanku lagi. Mulai dari awal lagi, aku harus bisa bangkit. Aku harus bisa membuat hidupku berarti. Semua ini adalah pelajaran yang sangat luar biasa. Aku berjanji akan menjadi sosok ayah yang baik untuk kamu nak.” Gumam Akbar dari dalam hati sembari memandangi kolam ikan tersebut.
Ketika itu Dewi melihat Akbar yang sedang duduk di samping kolam dengan wajah melamun. Dewi pun langsung mendekati anaknya.
"Nak. Kamu lagi ngapain? Kok melamun? Sedang memikirkan apa?" Ucap Dewi sambil memegang pundak Akbar.
"Eh, ibuk. Enggak apa - apa buk, cuman sedang melamunkan nasip ku saja buk. Kehidupan yang begitu rumit karena sikapkku."
"Kenapa?"
"Yah, aku merasa kalau hidupku ini terlau rumit untuk di jalani buk. Lihatlah Kia sekarang, dia justru sudah terlihat hidup bahagia dengan suaminya. Tapi aku, aku justru kehilangan istri dan juga anak kandungku sendiri, istriku sudah meninggal dunia, apa lagi anakku, dia sama sekali tidak mau menganggapku sebagai ayahnya sendiri. Huft! Ini kesalahan yang harus aku bayar. Aku juga tidak menyangka, aku harus hidup terpisah dengan Pelangi, entah sampai kapan? sampai aku menua atau sampai aku mati buk.” Ucapnya sambil melempari batu kecil yang ada di pinggir kolam yang telah ia ambil itu.
"Nak, ibuk yakin jika kamu ikhlas kan semua ke adaan yang sudah terjadi ini, semua akan baik - baik saja. Tinggal kamu jalan semua masa depan mu. Di mana pun tidak ada yang namanya mantan anak, yang ada mantan istri atau suami. Jika kamu bisa berbuat baik kepada siapa pun pasti semua akan berjalan sesuai rencana kamu sayang.”
__ADS_1
"Iya buk, aku akan melanjutkan hidupku. Mulai sekarang aku harus bisa memulai hidup baruku lagi buk. Aku tidak akan lagi menganggu kehidupan Kia dan anakku, biarkan mereka bahagia, karena aku tidak mampu memberikan kebahagiaan dan contoh yang baik kepada mereka. Aku seorang Ayah yang payah.”
"Iya, begitu akan sangat lebih baik nak. Ibuk sebenarnya masih sangat mengkhawatirkan keadaan Nindi. Di mana dia sekarang? Kenapa polisi sampai sekarang belum bisa menemukan keberadaan Nindi. Ibuk sangat merindukannya. Semoga dia baik – baik saja.”
"Owh iya buk, aku kemarin waktu mau ke rumah sakit, aku melihat Nindi di jalan. Aku mau menghampiri dia tapi dia sudah tidak terlihat. Dia justru pergi dari supermarket itu."
"Di mana kamu lihat Nindi nak?" tanya Dewi
Kemudian Akbar menceritakan semuanya kepada Dewi ketika ia melihat Nindi dari seberang jalan, ia juga menceritakan kalau dirinya waktu itu melihat saat mobilnya mogok di tengah jalan, dan ia sedang menunggu montir memperbaiki mobilnya itu. Lalu Akbar menceritakan bahwa adiknya itu pergi bersama laki – laki dan laki – laki itu adalah Alex.
"Aku kemarin melihat dia kembali berhubungan dengan Alex buk."
Dewi pun kaget setelah mendengarkan Akbar yang sedang menceritakan kalau Nindi kembali berhubungan bersama Alex. Ia tidak menyangka kalau Nindi dan Alex bisa bertemu lagi. Dewi lalu mengatakan kepada Akbar kalau dia pasti salah lihat.
“Iya buk. Akbar masih ingat betul wajah laki – laki itu.”
“Nindi, Nindi. Kamu kenapa sih kok mau balikan dengan laki – laki itu nak. Ibuk tidak bisa harus kehilangan kamu nak. Dulu kamu bilang kalau kamu tidak akan pernah mau kembali bersama dia, tapi kenapa kamu menjilat ludah kamu sendiri sih. Kalau sampai Nindi di apa – apain sama laki – laki itu gimana coba?”
“Iya juga tidak habis pikir kenapa dia mau kembali bersama Laki – laki itu.”kata Akbar.
__ADS_1
Dewi sangat menghawatirkan nasip putrinya yang akan di jadikan budak nafsunya itu setelah mendengar cerita Akbar. Sebab Akbar juga pernah bercerita beberapa waktu yang lalu perihal tentang Alex yang jahat, dan kejam memperlakukan wanita.
**
Sedangkan di sisi lain Kia menepati janjinya. Ia dan juga Pelangi selalu datang ke rumah Ida untuk menemani dan bermain bersama dirinya. Kehadiran Pelangi memang yang membuat Ida perlahan sudah bisa tenang untuk menerima kenyataan kalau Kayla telah meninggal dunia. Ida juga begitu sangat menyayangi Pelangi seperti cucunya sendiri, dirinya juga sudah menganggap Pelangi seperti anaknya sendiri.
Menurut Ida, Pelangi lah yang bisa menyinari hatinya kala itu, Dia juga menyadari kalau dulu dia begitu membenci Pelangi. Tetapi sekarang Ida sadar kalau Pelangi adalah anak yang begitu sangat lucu, pintar dan juga baik.
“Nenek, Pelangi pamit pulang dulu ya. Nenek jangan nanggis lagi. Pelangi janji akan kembali ke sini lagi besok.”
“Iya sayang, padahal nenek masih ingin sekali bermain dan menjaga kamu. Nenek sering merindukanmu kalau kamu tidak ke sini.”
Pelangi hanya tersenyum kepada Ida. Kemudian ia memeluk Ida dengan erat dan menciumi pipi Ida.
Kemudian pelangi berpamitan kepada Ida kalau akan pulang. Dan Ida pun membalasnya dengan memberikan kecupan lembut di pipi cabi milik pelangi.
“Da.. Da.. nenek.” Teriak Pelangi sambil berjalan masuk ke dalam mobil.
Ida juga melambaikan tangannya kepada Pelangi. Lalu dia melamun dan menyandarkan tubuhnya di depan pintu masuk sambil melihat Pelangi pergi.
“Terimakasih ya Kia , karena kamu sudah sangat membatu tante, ternyata kamu memang orang yang sangat baik, orang yang bisa membahagiakan orang lain, dan kamu juga sangat memikirkan keadaan orang lain. Kedatangan Pelangi selama ini di sini membuat hatiku menjadi tenang, Aku mulai bisa menerima kepergian putriku yang begitu aku cintai. Walau pun Pelangi tidak mempunyai garis keturunan dengan keluarga ku ataupun dengan aku, aku begitu sangat menyayangi dirinya. Dia pengisi kekosongan di hidup ku, senyuman manisnya yang selalu menbuat hati ini menjadi tenang. Aku sudah menganggap Pelangi seperti cucu ku sendiri. Jika dia satu haru saja tidak main ke sini, entah perasaanku begitu sangat hampa dan kosong. Pelangi kecil yang cantik, terimakasih. Nenek Ida sangat menyayangimu.” Ucap Ida dari dalam hati.
Kia sangat bersyukur karena ia memiliki putri yang mudah akrab dengan orang lain. Putri kecil yang baik, pintar dan juga lucu. Kia tidak salah memberikan nama kepada putri kecilnya itu dengan sebutan Pelangi. Terbukti bahwa Pelangi yang selalu bisa membuat hidup Kia menjadi sangat berharga. Walaupun Pelangi masih balita, dia mampu membuat semua orang yang ada di dekatnya merasa nyaman.
Pelangi juga memiliki aura tersendiri yang membuat semua orang jatuh hati dengan sikap polos nan lucunya itu.
Apa lagi Kia juga sudah memiliki suami yang sungguh - sunguh sangat mencintai dirinya itu dengan semua kekurangan yang Kia miliki. dan di tambah ibu mertuanya juga begitu sangat menyayangi atau menghargai Kia sebagai menantu.
Bersambung....
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️❇️