
“Hay bray,” sapa Pelangi kepada Brayen.
“Kenapa lagi?” tanya brayen.
“Kamu di undang makan malam di rumah sama bundaku. Kira – kira kamu sibuk enggak?” ucap Pelangi sambil menundukan kepalanya namun, ke dua matanya melirik ke arah Brayen.
“Jam berapa?” tanya singkat dari Brayen.
“sekitar jam tujuh malam nanti. Kamu bisa?”
“Ya.” Ucap Brayen dengan begitu singkat, dan kemudian ia pergi begitu saja meninggalkan Pelangi.
Kemudian Pelangi mulai memanyunkan lagi mulutnya itu, karena Brayen pergi meninggalkannya begitu saja saat setelah menjawab dengan singat. Pelangi kembali duduk di dekat Cici. Ia sangat kesal sekali dengan Brayen. Sebab brayen terlalu dingin dan begitu sangat cuek. Cici yang melihat kejadian itu justru tertawa terbahak – bahak melihat sahabatnya manyun.
“Ih, lo nyebelin sih Cik.”
“Loh kok gue? Harusnya no dia noh yang kamu bilang nyebelian. Ha.. ha.. ha..”
“lo, tuh ngapain ketawa? Seneng ya temennya di gituin sama Brayen?”
“Ha.. ha.. ha.. abis kamu lucu banget sih.”
“Apanya yang lucu?!” Ucap pelangi.
“Iya lucu saja. nih ya, tadi lo sudah ke buru – buru terus berlari mengejar Brayen, tapi, brayen hanya sepatah dua patah saja berkata ama lo. Eh.. enggak tahunya selesai ngomong lo sama sekali enggak di sapa balik sama dia. Dan sekarang mulut lo di manyuni sebelah. Gimana gue enggak tertawa coba.”
“Ya udah. Makannya lo sekarang berhenti ketawanya. Malu tahu.”
“ha.. ha.. ha..”
Cici masih saja menertawakan Pelangi yang malu itu. terlihat dari kejauhan Calvin berlari mendekati mereka berdua. Sebab Ia dari tadi mencari – cari Pelangi.
“Ya ampun aku mencari – cari kalian dari tadi loh.”
“Dari tadi kita di sini kak.” Kata Cici.
“Kamu mau pulang kapan Ngi?”
“kenapa kak?”
“ya enggak apa apa sih. Kamu masih ada kuliah lagi?”
“Enggak sih kak, hari ini cuman ada satu mata kuliah. Ada apa kak? Kenpa kak Calvin bertaya?”
“jalan yuk.”
“Ke mana kak?” tanya Pelangi.
“Em, mall gitu? Aku juga hari ini cuman ada satu mata kuliah saja.”
“ehem, ehem..” suara Cici yang berpura – pura batuk di depan Pelangi dan juga Calvin.
“Kamu mau ikut enggak cik?” tanya Calvin kepada Cici.
“Owh, tidak usah kak, aku tidak apa – apa. Aku akan pulang saja habis ini.”
“Enggak apa – apa cik, lagian kalau ramai – ramai kan asik.” Ucap Pelangi.
“maaf Ngi, gue udah ada janji juga sih sama ayang beb beb. He.. he.. he..”
“Lo ngak asik ah Cik.” Kata Pelangi.
“lain kali saja ya.”
“Hu.. u.. u..”
“gue janji deh ama lo, besok – besok kalau lo mau pergi ke mall gue akan ikut.”
“Ke mallnya kan sekarang.”
“Sudah, lo pergi saja ma kak Calvin. Jangan lupa shoping yang banyak. Oke Ngi.”
Lalu pelangi sama sekali tidak menjawab apapun kata – kata Cici. Cici memang sengaja tidak ikut pergi calvin dan juga Pelangi ke mall. Ia mengetahui maksud calvin untuk mengajak pelangi pergi jalan ke mall. Karena Calvin ingin bisa lebih dekat lagi dengan pelangi.
Beberapa menit kemudian, cici pamit pulang kepada Pelangi dan juga calvin. Di susul oleh Pelangi dan calvin, mereka juga akan meninggalkan kantin itu dan pergi jalan ke mall.
Tak lama mereka berdua sampai di mobil Calvin. Calvin lalu membukan pintu mobil dan mempersilahkan Pelangi untuk masuk ke dalam mobilnya. Tak lama dia pun juga masuk mobil dan menyalakan mobil supaya segara pergi main ke mall.
“Silahkan tuan putri.” Ucap Calvin.
“Terimakasih kak.” Kata Pelangi sambil tersenyum.
Di dalam mobil pun mereka juga saling bercerita, dan bercanda satu sama lain sehingga tidak terasa kalau ternyata mereka sudah sampai di mall.
Sesampai di mall, Calvin mengajak Pelangi untuk pergi ke istana boneka. Di sana calvin ingin membelikan Boneka untuk wanita yang begitu sangat dia sukai. Ia menyuruh Pelangi untuk memilih boneka apa saja yang akan di ambil dan di bawa pulang oleh Pelangi.
“Kak, bonekanya lucu – lucu ya kak. Sampai gemes banget aku lihatnya.”
“Ambillah sesuka kamu Ngi. Apa saja yang kamu sukai ambil saja.”
“Ya ampun kak, aku memang sangat sangat menyukai boneka, tapi aku juga tidak seperti dulu.”
“Kenapa?”
“Ya dulu aku tuh suka banget sama semua boneka – boneka kak. Tapi sekarang, udah gede, masak iya sih aku harus tidur dengan semua boneka – boneka ku lagi.”
“Tapi, bisa juga sih kayak dulu waktu kamu masih kecil ngi, soalnya wajah kamu tuh imut – imut seperti bonek – boneka ini.”
“Ih kak Calvin mah gitu.” Kata Pelangi sembari memukul – mukuli kecil tubuh calvin.
“Kak Calvin sepertinya sengaja ya, bawa aku ke sini.”
“He.. he.. he.. iya.” Kata Calvin sambil mengaruk – garuk rambut belakang kepala.
“ kok kak Calvin tahu sih kalau aku suka sekali sama boneka – boneka?”
“Rahasia dong. Sekarang kamu pilih saja boneka – boneka yang kamu sukai.”
“Aku lihat – lihat dulu saja ya kak.”
Pelangi pun melihat satu persatu sekelilingnya yang penuh dengan boneka. ia ingin sekali membawa semua boneka – boneka yang ada di toko itu.
“Kak, serius kak, aku ingin sekali pindahkan semua bonek – boneka yang ada di sini untuk di pindahkan ke kamar pribadiku kak. Ih gemes – gemes banget kak.”
“Beneran kamu mau ambil semua boneka – boneka ini Ngi?”
“He.. he.. he.. bercanda kak.”
“Eh, kalau mau beneran, ambil saja semuanya ini. Aku yang akan membayarnya Ngi.”
“Kak Calvin, aku bercanda kak.”
“Iya – iya aku juga tahu kok cantik.
“Eh kak tunggu, ini sepertinya bagus ya kak?”
Waktu itu pelangi melihat satu boneka yang menurutnya boneka itu sangat – sangat mencuri hatinya. Lalu Pelangi mengambil bonek itu.
“Kak, sepertinya aku tertarik sama boneka satu ini kak. Bagus ya kak?”
“Iya, bagus banget. Kamu suka?”
“Iya kak, seprtinya ini saja deh bonek yang aku bawa pulang.”
“Kenapa kamu tidak memilih boneka Bear yang besar sekali seperti itu ngi?”
“aku sudah punya kak. Ini saja deh. Menurutku ini bagus.”
“enggak nambah lagi ngi?”
__ADS_1
“Enggak kak. Ini saja.”
“ya sudah kalau begitu kita ke kasir dulu yuk.”
Pelangi dan Calvin lalu berjalan menuju ke kasir. Ia membayar boneka yang di pilih Pelangi waktu itu. kemudian calvin mengajak Pelangi untuk mecari es cream. Calvin sengaja membawa Pelangi pergi ke mall ke tempat – tempat favorit pelangi. Ya salah satunya, istana boneka, dan juga es cream marsmellow.
“stop, stop, kita mampir di sini yuk.”
“Di sini kak?”
“Iya.”
Mereka pun kemudian masuk di salah satu tempat es cream yang terkenal dengan marsmellownya. Pelangi pun terheran – heran, karena calvin bisa mengetahui semua ke sukaan pelangi.
Sesampai di sana, mereka kemudian memesan dua es cream yang begitu sangat di sukai oleh Pelangi. Ia kemudian bertanya kepada Calvin siapa orang yang memberitahukan semua ke sukaan kesukaan Pelangi. Pelangi juga menduka kalau Calvin pasti di beri tahukan oleh Cici.
“Kak, akuy mau tanya sesuatu sama kak Calvin.” Tanya Pelangi sambil memakan es creamnya.
“Hem.. mau tanya apa? Silahkan?” kata calvin.
“kenapa kak Calvin bisa tahu semua kesukaan ku? Siapa yang memberi tahu kak Calvin?”
“Kan sudah aku katakan. Ada deh. He.. he.. he..”
“Serius kak, ayo lah siapa kak?”
“Sudah makan saja dan nikmati es creamnya.”
“Kak Calvin nih ya, selalu saja begitu.”
“Biasa saja kali Ngi.”
Lak lama kemudian mereka pulang kembali ke rumah. Calvin dan pelangi turun dari mobilnya, Calvin juga ikut masuk dan mengantarkan Pelangi ke dalam rumah. Sesampai di rumah.
“Ngi, kalau begitu ak pamit pulang ya.”
“enggak main dulu kak?”
“Ini udah mau sore, lain kali aku akan main ke rumah kamu.”
“Owh, oke deh kak. Kak Calvin hati – hati di jalan ya. Terimakasih untuk teraktiran es cream dan bonekanya ini.” Kata Pelangi sambil tersenyum kepada Calvin dengan mengoyang – goyangkan boneka yang di belinya tadi.
“Sama – sama. Emm bunda kamu di mana? “
“Sebentar aku panggil dulu ya kak,”
“Soalnya aku mau pamit sama bunda.”
“Iya kak, sebentar aku carikan dulu.”
Kemudian pelangi memanggil manggil Kia. Sebab saat itu Calvin ingin berpamitan kepada dirinya.
“Bun, bunda.
Kia lalu keluar untuk menemui Pelangi dan juga Calvin di ruang tamu.
“Iya kenapa nak?” tanya Kia kepada anaknya.
“Bun, kak Calvin mau pamit pulang.” Ucap Pelangi.
“iya tante. Saya mau pamit pulang, soalnya ini sudah mau menjelang sore.
“Loh bunda kira nak Calvin mau main dulu,”
“Lain kali saja tan, he.. he.. he..”
“Ya sudah nak calvin hati – hati di jalan ya.”
“Iya tan.” Ucap Calvin sambil menyodorkan tangannya.
Ketika Calvin sudah bersalaman dan akan berjaln keluar rumah, kia seketika memanggil – manggil Calvin.
“Iya ada apa tan?”
“Nanti malam kamu ke sini ya?”
“Loh ada acara apa tan?”
“Enggak ada acara apa – apa sih. Cuman tante ingin mengundang kamu makan malam saja di sini. Kamu bisa?”
“Siap tante, akan Calvin usahakan.”
“Kamu tidak sibuk atau mempunyai acara lain kan nak?”
“Tidak tan, kebetulan calvin nanti malam free.”
“tante tunggu ya nak.”
“Bik tan. Kalau begitu calvin pergi dulu ya tan.”
“Iya, hati – hati di jalan.”
“Mari tante, Ngi”
Pelangi dan Kia lalu masuk ke dalam rumah. Lalu Pelangi berjalan menuju ke kamarnya untuk menganti pakain, dan akan membantu Kia menyiapkan makan malam nanti.
**
Waktu sudah menunjukan hampir pukul tujuh malam, Pelangi dan Kia masih di sibukan untuk menyiapkan hidangan makan malamnya. Setelah selesai menyiapkan semua hidangan itu, pelangi kemudian bergegas untuk segera pergi mandi dan menyiapkan dirinya untuk menyambut ke dua tamu yang di undang oleh ibundanya.
Tepat pukul tujuh, terdengan seuara bel berbunyi. Kia lalu pergi untuk membuka tamu yang datang waktu itu. Kia mengira tamu yang datang waktu itu adalah teman laki – laki Pelangi yang Kia undang, akan tetapi ternyata yang hadir atau datang waktu itu adalah tante Melly. Kia pun kemudian menarik nafas dalam – dalam, bukan karena ia tidak ingin melihat tante melly hadir di rumahnya namun, ia tidak ingin acara makan malam terganggu dengan perkataan tante melly nanti. Tapi karena tante melly sudah datang ke rumah, akhirnya Kia mengajak tante melly untuk makan malam bersama.
Di saat Kia mengatakan tawarannya kepada tante melly, tante melly hanya diam dan tidak berbicara sama sekali atau tidak menjawab sama sekali tawaran dari Kia. Melly hanya langsung berjalan begitu saja meninggalkan Kia.
“Semoga nanti acara makan malamnya tidak ada keributan anatara aku dan tante Melly. Aku harus bisa mengontrol emosiku. Kalau tidak kasihan Pelangi, opasti nanti akan merasa malu di hadapan ke dua teman – temannya.” Gumam Pelangi
Kia kemudian masuk setelah dirinya membukakakn pintu dan mengajak Melly untuk makan malam. Melly duduk di dekat Riri, karena waktu itu Riri sedang asik menonton Tv di ruang tenggah. Ia bertanya kepada kakaknya itu.
“Kamu ke sini mel.”
“Iya kak, tadi aku di telpon sama Amel, katanya di sini akan ada acara makan malam. Dalam rangka apa kak?” tanya melly kepada Riri.
“Iya, memang nanti kita akan makan bersama. Sebeb Kia mengundang dua teman Pelangi. Kemarin malam Pelangi terkena musibah.”
“Musibah? Memang apa yang terjadi sama anak itu?”
Riri lalu menceritakan kejadian yang di alami Pelangi saat pulang dari kerja kelompok kemarin malam. Setelah mendengarkan cerita Riri, Melly pun hanya memanyunkan mulutnya.
“Halah, cuman insiden seperti itu saja udah heboh. Pakai undang – undang teman – teman anaknya. Yah, maklumlah namanya juga OKB ( orang kaya baru ) jadi ya gitu deh, norak. Kampungan.” Kata melly dengan sadisnya.
“Biarin lah mell. Husstt.. sudah kamu diam.”
Ternyata di saat Melly berkata seperti itu, Kia mendengarkan dari balik tempok. Kia kemudian mendatangi tante Melly.
“aku sengaja mengajak makan malam dan mengadakan acara seperti ini karena ke dua teman Pelangi sudah mau menolong anakku tan. Bukan karena aku heboh dan lainnya, tapi ya karena aku ingin mengucapkan terimakasih sama ke dua teman Pelangi. Kalau tidak ada mereka mungkin entah apa yang akan terjadi kepada Pelangi saat malam itu.”
“iya memang untuk anakmu sendiri, bukan untuk anak dari Cleo!” kata Melly, sambil memelototkan matanya di hadapan Kia. Kemudian Melly pergi begitu saja.
“Hust.. sudah jangan masukan hati apa yang tante Melly katakan. Sebentar lagi teman – teman Pelangi akan datang. Bunda tidak ingin melihat ada keributan di sini. Kasihan Pelangi, nanti dia malu sama teman – temannya.”
“Iya bun. Kia juga tahu itu. tapi kenpa sih bun tante melly sangat membenciku dari dulu sampai sekarang? Apa dia masih tidak rela kalau mas Cleo menikahi aku dengan status ku.”
“Kia, sudah. Kenpa sih, kamu masih mendengarkan kata – kata tante Melly. Sekarang bunda tanya, bunda ini ibu mertua kamu kan. Jadi bunda ingin kamu tidak usah menggubris semua apa yang di katakan oleh tante Melly. Bunda sama Cleo sama sekali tidak pernah membedakan antara Amel dengan Pelangi. Di mata kami semua itu sama. Mereka adalah bagian dari keluarga ini. Mengerti kamu nak?”
“Iya bun. Terimakasih ya bun, bunda sudah menganggap Pelangi sebagai cucu kandung sendiri.”
“Iya nak. Sudah – sudahsekarang kita duduk di sana saja sambil menunggu teman – teman Pelangi datang.
Tak lama suara bel berbunyi lagi. Namun, kali ini Brayen yang datang pertama.
__ADS_1
“Malam, “
“Brayen. Mari masuk.”
Brayen dan Pelangi kemudian masuk ke dalam rumah. Pelangi mempersilahkan Brayen untuk duduk di kursi yang sudah di persiapkan di pinggir kolam renangnya. Brayen kemudian duduk. Kia dan Cleo lalu mendekati Brayen dan Pelangi waktu itu, untuk mengucapkan selamat datang.
“Malam om, tante.”
“Malam juga nak.”
“Malam nak Brayen.”
Brayen terlihat begitu kaku atau malu - malu saat berhadapan ke dua orang tua Pelangi yang mendekati dirinya.
“nak Brayen, om sama tante ingin mengucapkan banyak terimakasih,”
“Terimakasih untuk apa om?”
“Terimakasih karena kamu sudah menyelamatkan nyawa anak om.”
“Owh, soal kemarin malam itu om?”
“Iya,”
“Ah, om. Kemarin kebetulan saja Saya sedang melintasi jalan itu, dan kemudian saya mendengar ada orang minta tolong atau minta bantuan. Karena saya tahu jalan itu banyak sekali jebakan yang di pasang sama preman – preman itu om.”
“Owh, begitu. Lain kali jangan lewat sana lagi ya nak. Kamu denger sendiri apa yang Brayen katakan.” Ucap Kia kepada Pelangi.
“Iya bun, itu yang pertama dan terakhir kalinya pelangi lewat sana. Pelangi bener – bener takut sekali.”
“Wah, bahaya sekali ya jalan itu?”
“Iya om, udah banyak korban juga di sana. Akibat ulah preman – preman.”
Kemudian terdengar lagi bunyi bel rumah. Pelangi lalu cepat – cepat berjalan untuk membukakan pintu itu. ternyata Calvin yang datang dengan membawakan setangkai bunga mawar merah untuk di berikan kepada Pelangi, wanita pujaan hatinya itu.
“Kak calvin, aku kira kakak tidak akan datang.”
“Ya aku datang dong. Enggak enak sama tante kalau aku enggak jadi datang.”
“Mari kak silahkan masuk. Sudah di tunggu bunda dan ayah di belakang.”
“Baik tuan putri. Owh, ia ini untuk kamu.”
“Bunga?”
“Iya. Baguskan?”
“terimakasih banyak ya kak. Sukak sekali.”
Lalu Calvin dan Pelangi berjalan ke arah belakang rumah.
“Malam om, tante.”
“Eh, nak Calvin sudah datang ternyata.”
“Mari – mari sini.”
Calvin pun kemudian bersalaman dengan Kia, Cleo, dan juga Brayen. Calvin menyapa Brayen, ia tidak tahu kalau ternyata Brayen juga di undang untuk acra makan malam di rumah itu.
“Owh, ada teman kamu juga Ngi?”
“Iya kak, kenalin dia Brayen.”
“Hay, Calvin.”
“Brayen”
Calvin dan Brayen saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Brayen sebenarnya tidak menyukai kalau Calvin ada di sana.
“Owh, tenyata yang di undang di acara ini bukan hanya aku saja. tetapi laki – laki yang sering bersama Pelangi. Mungkin dia ini pacar pelangi. Di lihat dari penampilannya saja dia seperti anak orang kaya. Ya, sepadan lah dengan pelangi. Tidak seperti aku. Pakaian yang aku kenakan saja berbeda jauh dari dia. Acara makan malam saja dia memakai jas, dan terlihat rapih. Sedangkan aku, aku hanya mengunakan celana jeans robek, dan kaos hitam polos dengan di tutupi kemeja. Huft, aku tidak mau berharap pelangi akan menyukai ku. Dan itu tidak akan mungkin. Perbedaan ku dengan laki – laki ini sangat terlihat, walaupun pelangi di minta untuk memilih, aku yakin dia pasti akan memilih laki – laki yang ada di dekatnya itu.”gumam Brayen dari dalam hatinya sambil melirik tajam wajah Calvin.
Lalu Kia menjelaskan kepada Calvin maksud dari dirinya mengundang mereka datang ke rumah dan makan malam bersama.
“Loh kok kamu tidak cerita sama aku tentang kejadian itu Ngi?”
“Iya, untuk apa kak? Toh aku juga enggak kenapa – kenapa kan? Untung saja ada Brayen, dia yang sudah menyelamatkan aku.”
“makasih ya brayen kamu sudah menolong Pelangi. Lain kali kamu harus lebih berhati – hati lagi ya ngi. Mulai besok kalau kamu kerja kelompok biar aku yang akan mengantarkan kamu saja ya.”
Pelangi pun hanya tersenyum kepada Calvin.
“Makannya tante sengaja mengundang kalian ke sini untuk mengucapkan banyak terimakasih kepada nak Brayen dan juga kepada nak Calvin.
“Sama – sama tante.” Ucap Brayen.
“Iya tan, sama – sama.” Kata Calvin
“Kalau begitu mari kita mulai acara makan malamnya ya.” Ajak Cleo.
“Iya yah, aku akan letakkan bunga ini dulu di kamar lalu memanggil Amel dan tante melly dulu ya yah.” Kata Pelangi.
“Bunga dari siapa itu nak?
“Dari kak Calvin bun. Sebentar ya bun.”
Ketika Pelangi mengatakan seperti itu, Brayen terlihat seperti tidak menyukainya. Pelangi kemudian berjalan menuju ke kamarnya untuk meletakan bunga pemberian dari Calvin. Dan setelah meletakan bunga itu, ia mencari amel dan juga melly untuk makan malam.
Pelangi lalu mencari amel di kamarnya. Dia tidak sengaja mendengar ucapan dari Melly. Sebab saat itu pintu kamar amel terbuka sedikit. Ia melihat amel dan juga melly sedaang berbicara. Ia lalu mendengarkan dari balik pintu kamar amel.
“Tante sebel banget tau gak sama bundamu itu.”
“Kenapa lagi sih tan?”
“Sekarang ngapain sih bundamu mengadakan acara makan malam kayak gini cuman untuk pelangi?”
“Ya enggak apa – apa kan tan. Kenapa sih emang.
“Enggak suka saja tante, bundamu itu terlalu lebai. Coba kalau dulu dia tidak menikah sama ayahmu, pasti hidupnya sudah sengasara dengan anaknya.”
“Maksud tante?” tanya Amel.
“Ah, sudah enggak usah bahas dia. Males tante sama bundamu itu.”
“tapi pasti ada yang tante sembunyikan ya dari amel?”
“Enggak sayang,”
“Kenapa tante tadi bilang kalau bunda tidak menikah dengan ayah, hidupnya akan sengsara bersama anaknya. Maksud tante.” Tanya amel dengan rasa penasaran.
“Apa? Kamu salah denger tadi mungkin. Tante enggak bilang seperti itu.” jawab Melly.
“Masak amel salah dengar tan?”
“Iya, kamu salah dengar sayang.”
“Aduh, aku ke ceplosan bilang gitu lagi sama Amel. Untung saja amel tidak menanggapi serius apa yang baru saja aku katakan. Kalau sampe amel tahu yang sebenarnya tentang kakaknya dan dia bertanya sama kak riri. Aku bakal di marah – marahi habis – habisan sama kak riri.” Gumam melly dari dalam hatinya.
Melly memang sudah berjanji dengan Riri untuk tidak mengatakan atau memberi tahu apapun kepada Amel dan juga pelangi tentang kejadin masa lalu Kia. Jika dirinya memberi tahukan kepada amel dan pelangi Riri tidak akan menganggap melly sebagai adiknya. Karena Riri tidak ingin melihat menantunya bersedih mengingat – inggat kejadian masa lalunya. Riri hanya ingin rumah tangga anaknya bisa tentram dan bahagia. Karena riri sangat menyayangi Cleo.
Pelangi sangat kaget dengan apa yang terucap di bibir Melly waktu itu. Ia tidak salah dengar dengan ucapan Melly tadi. Sebab ia berpikir Amel pun juga mendengar apa yang di ucapkan melly tadi.
“Apa maksud tante melly tadi ya? Kenapa dia bilang seperti itu? dan kenapa dia seperti sedang menutup nutupkan sesuatu. Apa yang sebenarnya tante melly sembunyikan?” kata Pelangi dari dalam hatinya dengan rasa penuh penasaran.
BERSAMBUNG...
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1