
"Ya enggak apa - apa. Aku tuh seneng aja lihat bayi atau anak kecil gitu saat mereka lagi asik asiknya bermain. "
"Iya anak - anak itu memang sangat lucu. Apa lagi kalau melihat mereka tertawa karena hal yang biasa, bahagia mereka itu sederhana ya mas. "
"Yah begitulah anak - anak."
"Tadi sih, kata dokter jenis kelamin anakku kemungkinan perempuan mas."
"Pastinya dia cantik nanti. Owh, iya kamu naik apa Kia ke sininya?"
"Aku tadi naik Go-car mas."
"Kalau gitu, pulangnya biar aku anterin saja."
"Emm, enggak usah mas. Biar nanti aku pesen Go-Car."
"Katanya tadi aku di suruh main. Kan biar sekalian ketemu sama mama kamu."
"He.. he.. he.. iya boleh sih."
"Mau jalan jalan dulu apa habis ini mau langsung pulang?"
"Ya, aku masih kepengen lihat - lihat dulu sih mas."
"Berarti aku temenin ya. Enggak apa apa kan?"
"Boleh boleh." Ucapnya sambil tersenyum manis kepada Cleo.
Semenjak Kia tinggal dirumah orang tuanya. Dia merasa kehidupannya sangat damai. Karena di rumah itu ada Bella yang selalu menghibur Kia. Di situ juga kakak dan mamanya yang selalu memperhatikan kondisinya.
Selesai makan Kia berjalan melihat - lihat keperluan bayi. Mereka berhenti di depan stoller bayi.
"Bagus ini Kia buat anakmu nanti. Nanti dedeknya kamu tidurkan di stroller sini terus ajak dia jalan - jalan deh." Ucap Cleo.
"He.. he.. he.. Kamu itu lucu ya mas. Anakku belum lahir, kamu sudah berimajinasi."
"Ya kebanyakan ibu - ibu gitu setelah anaknya lahir. Bener kan apa yang aku katakan ki?"
"Iya deh bener. Tapi aku nya saja yang hamil tidak sampai berfikir seperti itu. Kamunya suda berandai andai sampai sana."
"Tapi enggak apa apa kan? He.. he.. he.."
Di saat mereka sedang asik berbicara datanglah pramuniaga menghampiri mereka yang berdiri.
__ADS_1
"Permisi kak. Ada yang bisa saya bantu."
"Mau ambil ini dong mbak."
"Mas? " Tanya Kia sambil menatap Cleo dengan wajah binggung. Karena Cleo langsung memesan stroller yang ada di depan mereka tanpa menawarkan Kia terlebih dahulu.
"Apa? Ini aku belikan buat anakmu. Bukan buat kamu. Jadi kamu enggak boleh nolak. Yang boleh nolak cuman anakmu."
"Ha? Mana mungkin anakku bisa nolak memangnya kamu bisa liat wajahnya untuk menolak pemberian kamu ini."
"Ha.. ha .. ha .. Makannya itu."
"Silahkan ini notanya kak. Biar nanti barangnnya saya siapkan di dekat kasir." Kata pramuniaga itu.
"Owh, iya terimakasih ya mbak."
Setelah mereka membayar barang yang telah ia pesan. Mereka berjalan menuju lobby mall, Cleo langsung mengantarkan Kia pulang. Rumah orang tua Kia tak jauh dari moll itu. Setelah beberapa menit mereka sampai di rumah.
Cleo membukakan pintu mobil Kia dan mengambil beberapa belanjaan yang mereka beli di mall tadi.
"Mah,"
"Loh, kok bisa sama nak Cleo?
"Ha? Di mall? Bukannya kamu tadi dirumah sakit kan nak untuk cekup?" Tanya Nisa yang bertanya kepada putrinya itu.
"Iya mah, habis cekup aku mampir sebentar di mall, eh, enggak tahunya bertemu dengan mas Cleo disana."
"Terus ini kok banyak banget belanjaannya?"
"Ini semua itu yang beliin mas Cleo mah."
"Ya ampun nak kok repot - repot banget. Mari masuk."
Mereka masuk ke dalam rumah dan setelah masuk mereka duduk di ruang tamu. Namun, Kia saat itu tidak menimbrung Nisa dan Cleo di ruang tamu. Kia pergi ke dapur membuat minum untuk Cleo.
"Memang nak Cleo td dari mana? Kok bisa sampai sini?"
"Tadi saya habis mengantar teman di daerah sini tan, terus mampir ke moll buat cari makan. Eh, Kia manggil - manggil aku. Ya udah aku hampiri Kia."
"Owh, begitu. Ya enggak apa - apa. Nak Cleo jadi bisa tahu rumah tante. Ya beginilah rumah tante nak. Tidak besar tetapi nyaman untuk di tinggali."
"Ah sama saja tan. Rumah Cleo juga biasa. Yang terpenting itu ke harmonisan di dalam rumah tan."
__ADS_1
"Iya betul."
"Ini mas minumnya silahkan di minum."
"Owh, iya terimakasih Kia."
Bella berlari dari luar rumah. Ia berteriak memanggil mnggil tantenya.
"Tante, tante, tante Kia. Bella pulang."
"Eh, keponakan tante yang endut sudah pulang. Bunda mana?
"Tuh, masih di luar. Lagi masukin mobil."
"Owh. Bella kenalin ini om Cleo."
"Pacar tante Kia ya?" Ucap Bella dengan polosnya sambil menutup mulutnya dengan kedua tanggannya dan tersenyum.
"Heh, kamu itu. Om Cleo ini teman tante. Udah sana masuk ganti bajunya dulu."
"Iya tante Kia yang cantik." Sambil mencium pipi tantenya.
Tak lama Sinta masuk ke dalam rumah.
"Assalammuallaikum mah, "
"Waalaikumsalam."
"Loh ada mas siapa ini lupa aku."
"Ini nak Cleo sin."
"Owh iya. Kok bisa sampai sini?" Sambil berjabat tangan.
"Iya kak, tadi enggak sengaja bertemu Kia di mall."
"Owh, gitu. Ya udah kalau gitu. Kakak tinggal ngurusin Bella dulu ya."
"Iya mari kak silahkan. "
Bersambung..
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1