Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Cek up


__ADS_3

Kia pergi sendirian ke rumah sakit karena hari ini adalah jadwal cek up kehamilannya. Kia menunggu di kursi tunggu pasien. Di sana banyak sekali ibu hamil yang akan memeriksakan kehamilannya.


Mereka datang berdua dengan di temani suaminya masing - masing. Namun, Kia disana hanya sendirian saja. Ia menoleh ke arah kanan, kiri, depan dan belakang tidak ada satupun ibu hamil yang sendirian di sana seperti Kia.


Kia merasa minder ketika melihat mereka seperti mendapatkan perhatian dari suaminya yang sedang hamil. Berbeda dengan Kia, di saat hamil justru ia di tinggalkan oleh suaminya. Apalagi akhir - akhir ini banyak sekali masalah yang selalu di hadapinya seorang diri.


Namun, Kia tidak berkecil hati. Setiap ia mengusap usap perutnya dan merasakan detak jantung anaknyalah yang bisa membuat dirinya menjadi merasa lebih tenang. Apa lagi saat calon bayinya menendang - nendang lembut di dalam perutnya saat itulah hati Kia merasa begitu tenang.


Di usia kandungannya sekarang, Kia sudah bisa merasakan kehidupan anaknya di dalam perut.


"Nak, bunda melihat banyak orang yang bahagia menantikan buah hatinya di sini. Bunda juga bahagia menantikan kelahiran kamu. Tetapi, kita enggak boleh berkecil hati ya. Semua ibu - ibu hamil di sini mereka akan memeriksakan kehamilannya oleh dokter. Mereka juga ditemani oleh suaminya masing - masing, namun kita hanya berdua. Tidak jadi masalah sih untuk kita melihat keharmonisan mereka. Yang terpenting kamu sehat terus. Dan selamat sampai nanti lahir. Bunda mencintaimu. " Ucapnya dari dalam hati sambil memegang perutnya dan mengusap usapnya dengan lembut.


Setelah menunggu beberpa jam nama Kia di panggil oleh perawat untuk masuk ke dalam ruangan dokter kandungan dan akan melakukan Usg. Kia menanyakan jenis kelamin dari calon bayinya dengan umur kandungannya sekarang.


"Dokter, apakah saya bisa mengetahui jenis kelamin anak saya dengan umur kehamilan sekarang?"


"Bisa, mari kita lihat." Ucap dokter sambil mengusap - usap perut Kia dengan alat USG.


Beberapa detik kudian dokter melihat dan mengatakan bahwa jenis kelamin anak Kia adalah perempuan. Dokter juga mengatakan bayinya juga aktif sekali. Di saat dokter memeriksa dengan alat USG itu, dokter menjelaskan kepada Kia beberapa gambar yang terlihat itu adalah bagian - bagian tubuh si kecil.


Hati Kia sangat bahagia melihat perkembangan yang bagus melalu USG dan alat untuk mendeteksi detak jantung bayi. Disaat dokter menjelaskan Kia tersenyum bahagia dengan menerima kabar yang dokter ucapkan bahwa kondisi bayinya sehat sekali dan aktif di dalam perutnya.


"Ini bayinya aktif sekali mbak. Terus di pertahankan ya gizi dan juga kondisi mbak Kia supaya nanti semua lahir dengan selamat. Jangan lupa ikut senam hamil dan juga olahraga kecil seperti berjalan jalan di pagi hari mbak. Nanti saat mbak Kia ikut senam hamil di sana banyak sekali ilmu yang akan kita dapat untuk para ibu - ibu dengan kehamilan pertaman nya dan nanti mbak Kia tidak mengalami baby blues syndrome yang di alami oleh kebanyakan ibu - ibu muda saat kehamilan pertaman nya. Maka dari itu saya menyarankan mbak Kia untuk rajin - rajinlah mengikuti kelas senam hamil.


"Baik dokter. baby blues syndrome itu seperti apa sih dok." Tanya Kia saat sedang berbaring di houspital bad nya.


"Baby blues syndrome dapat dialami karena setelah melahirkan akan terjadi berbagai perubahan, yang dapat membuat ibu kaget. Kehadiran bayi dapat membuat ibu merasa bingung dan khawatir terkait cara merawat bayi dengan baik dan apakah dirinya sudah mampu menjadi ibu yang bertanggung jawab. Seperti itu mbak Kia. Semuanya baik. Detak jantungnya juga bagus. Saya hanya akan memberikan vitamin saja ya mbak. Vitaminnya juga harus setiap hari di minum dan tambahannya minum susu ibu hamil untuk menambahkan Nutrisi yang belum terpenuhi di tubuh kita."


"Iya dokter. Terimkasi." Ucap Kia sambil terbagun dari houspital bad nya.


Selesai memeriksakan dirinya. Kia pergi ke mall sendirian untuk melihat dan menghibur dirinya sendiri. Ia berhenti untuk melihat - lihat perlengkapan bayi.


Ia berdiri tepat di baju - baju bayi perempuan. Lalu ia mengambil beberapa baju dan sarung tangan bayi motif perempuan. Ia sudah tidak sabar menantikan kelahiran anaknya.


Tak lama setelah ia membayar barang belanjaannya itu, ia berjalan lagi dan berhenti di salah satu tempat makan, karena ia sudah lapar.

__ADS_1


Kia memesan makanan dan minuman. Lalu ia duduk untuk menunggu makanan yang ia pesan di antar oleh Waitress. Tidak jauh dari tempat duduknya Kia melihat seseorang yang berdiri itu ia seperti mengenalnya. Orang itu seperti Cleo. Tenyata benar yang Kia lihat itu Cleo. Kia memanggil - manggil Cleo yang sedang berdiri itu.


"Mas Cleo? Mas, mas Cleo."


Ketika Cleo mendengar ada yang memanggilnya ia menoleh mencari asal suara yang telah memanggilnya. Lalu ia melihat Kia yang sedang berdiri memanggilnya dengan mengibas ngibas tanggannya dan ia mendekati Kia.


"Loh Kia?"


"Mas Cleo."


"Kamu sedang apa di sini mbak Kia?"


"Rumah orang tuaku kan dekat sini mas. Mas Cleo kenapa sampai sini? "


"Saya tadi habis nganter teman di daerah sini mbak."


"Owh, Mari singgah di rumah orang tua ku mas."


"Mbak Kia sendiri?"


"Iya sendiri, soalnya mama tadi lagi ada acara, terus kak Sinta sedang rapat orang tua wali murit mas, tadi saya habis dari rumah sakit, soalnya hari ini jadwal cekup kehamilan terus mampir ke sini pengen jalan - jalan saja."


"Mas Cleo sudah makan? Kalau belun mau pesan apa?" Tanya Kia.


"Aku mau ini ajah mbak, milktea yang bubblegum ya mbak." Pinta Cleo kepada waiters itu.


"Baik tunggu sebentar ya mas, pesanan akan segera kami antar." Jawab waiters itu kepada Cleo.


Sambil bercerita Kia menyantap makanannya. Tak lama minuman pesanan Cleo datang. Mereka bercerita banyak hal.


"Usia kandungan mbak Kia sudah masuk berapa bulan mbak?" Tanya Cleo kepada Kia.


"Panggil aku Kia saja mas, tidak usah pake mbak. Usia kehamilan ku sekarang sudah jalan tujuh bulan mas."


"Sebentar lagi sudah mau lahiran ya? Sudah kekihatan jenis kelaminnya belun mbak. Eh.. maksud saya Kia." Ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tadi saya tanyakan sih sama dokter."


"Terus, terus? Dokternya bilang apa?"


"Kepo banget sih mas. Ha .. ha .. ha .. "


Senyum pertama kali Kia yang terpancar setelah sekian lama ia merasakan kesedihan.


"Beneran nih. Aku tuh salut kalau melihat wanita."


"Salut? Kenapa?"


"Wanita itu kuat. Mereka bisa melakukan segalanya. "


"Ha.. ha.. ha.. kamu ini ada - ada saja mas." Ucapnya sambil tersenyum sendu.


"Sejak aku mengenalmu baru kali ini aku melihat kamu bisa tersenyum. Ternya wanita dihadapanku ini sangat manis jika ia sedang tersenyum. " Kata Cleo dari dalam hatinya dengan melamun.


"Mas? Mas Cleo. Woe.." Sahut Kia sambil mengkibas kibaskan tangannya di depan Cleo.


"Eh.. Maaf, maaf, gimana ki? Sampai mana kita tadi?"


"Kamu ini di ajak ngobrol malah ngalamun. Lagi mikirin apa?" Tanyanya dengan wajah sedang bersandau - gurau.


"Ternyata kamu kalau sedang tersenyum manis juga ya. Ha .. ha.. ha.."


"Apaan sih mas."


"Serius. Gimana kamu belum jawab pertanyaanku yang tadi loh."


"Yang mana?"


"Jenis kelamin anakmu. "


"Kenapa sih kamu kepo banget mas?

__ADS_1


Bersambung.


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2