Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Surat pengadilan datang


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Kia menghabiskan banyak waktunya untuk pergi bermain main dengan keponakannya. Mulai dari pergi berbelanja membeli beberapa pakaian, pergi makan, pergi bermain di taman dan lain - lain. Kia sudah tidak lagi sedih dengan keadaan yang sedang ia alami. Tetapi masa libur sekolah Bella sudah akan berakhir. Bella pamit kepada tantenya karena ia akan pulang.


"Tante, Bella pulang dulu ya, karen liburan sekolah sudah usai. Bella janji besok kalau liburan sekolah, Bella akan main lagi bersama tante." Kata Bela berpamitan sebelum naik ke dalam mobil.


"Iya sayangnya tante. Tante enggak apa apa kok. Bella harus belajar yang rajin supaya bisa menjadi anak yang pintar ya." Pesan Kia untuk Bella.


"Baik tante." Ucap Bella sambil mencium tangan Kia.


Saat akan masuk ke mobil bersama ayahnya tiba - tiba Bella menoleh ke belakang dan berlari ke arah Kia. Ia memeluk Kia dan berpesan kepada Kia.


"Tante, tante Kia enggak boleh nangis lagi ya. Bella suka lihat tante tersenyum terus." Ucapnya dengan penuh rasa sayang.


"Iya Bella, tante janji. Mulai sekarang dan seterusnya tante enggak akan nanggis demi Bella." Kata Kia sambil menanggis terharu.


Kia terkejut mendengarkan apa yang di ucapkan oleh ponakannya itu, ia menanggis terharu dengan ucapan anak sekecil Bella bisa menghargainya dan menyayanginya dengan setulus hatinya.


"Bener ya tante. Tante sudah janji sama Bella. Bella enggak mau adik Bella yang ada di perut tante juga sedih." Ucap Bella sambil memegangi perut Kia.

__ADS_1


"Iya sayang, tante janji." Ujar Kia sambil mengecup kening Bella.


Ketika semua yang menyaksikan dan mendengar apa yang di katakan anak sekecil Bella, Nisa dan Sinta juga ikut meneteskan air matanya. Karena mereka terharu dengan kasih sayang sederhana yang di miliki Bella untuk tantenya. Apa lagi tantenya sedang menghadapi dunia yang kejam ini. Pulanglah Bella bersama ayahnya. Sinta masih tetap berada dan menemani Kia di rumahnya. Namun, Sinta selalu pulang setiap empat hari sekali untuk mengontrol putrinya. Ia akan kembali setelah perceraian Kia selesai dan di sahkan oleh hakim atau pengadilan agama.


Hari berjalan begitu saja tanpa ia sadari umur kandungannya sudah berjalan empat setengah bulan, kini mulai nampak terlihat perutnya yang sedikit membesar. Hari persidangan terakhir akan segera di mulai. Namun kia menyadari, dirinya tidak akan mungkin hadir di persidangan itu dengan perut yang sudah mulai sedikit membesar dan sudah sedikit terlihat jelas.


Seperti biasa, kurir pengantar surat datang mengantarkan panggilan surat dari pengadilan agama bahwa ini adalah persidangan terakhirnya.


"Permisi."


"Iya sebentar."


"Owh, iya mas, terimakasih ya."


"Iya buk, silahkan tanda tangan di sebelah sini. Karena ini bukti bahwa surat sudah di terima oleh penerima."


"Sini ya mas, baik saya akan tanda tangani. Sudah mas." Kata Nisa sambil menanda tangani sepotong kertas.


"Kalau begitu saya permisi ya buk, mari."

__ADS_1


"Iya, iya, mas makasih ya."


Surat dari pengadilan agama itu diterima oleh Nisa yang saat itu ia sedang duduk di depan rumah. Ia menemui kurir dan menerimanya surat berwarna coklat itu. Setelah malam harinya mereka sedang asik berkumpul dan melihat film yang di tanyangkan di televisi. Nisa memberikan surat itu kepada Kia.


"Nak, tadi siang ada kurir nganterin surat ini kesini. Terus mama yang nerima, soalnya kamu tadi siang sedang tidur pulas." Kata Nisa sambil menyodorkan surat itu.


"Apa ini mah?" Tanya kia sambil menerima sepotong surat dari tangan Nisa.


"Sepertinya panggilan dari pengadilan agama. Coba kamu buka."


"Owh iya mah, ini dari pengadilan agama memberitahukan bahwa persidangan terakhir Kia besok." Ucap Kia dengan memegangi surat itu.


"Mendingan kamu besok enggak usah dateng. Biar kakak sama papah saja yang datang dengan pengacaramu ke pegadilan besok dik." Kata Sinta.


"Iya nak, sebainya kamu di rumah saja, apa lagi perut kamu sudah semakin terlihat jelas. Nanti jika hakim mengetahui kamu hamil, proses perceraian kalian akan semakin lebih lama lagi." Ujar Nisa.


Bersambung.


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2