Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Pelangi memanggil Akbar


__ADS_3

Suatu ketika Kia, Cleo dan Pelangi sedang berjalan - jalan di mall karena saat itu mereka sedang libur bekerja. Akan tetapi mereka tidak sengaja bertemu dengan Akbar dan juga Kayla di mall.


"Bunda, itu om Akbar." Kata Pelangi sambil menunjuk ke arah Akbar dan Kayla yang sedang berjalan.


Ketika Kia mendengar Pelangi berkata seperti itu, dirinya terkejut dan terheran - heran kepada putri kecilnya itu.


"Siapa nak?" Tanya Kia yang sangat terkejut mendengar Pelangi berkata seperti itu.


"Itu ada om Akbar bunda."


"Om Akbar. Mana?" Tanya Kia sambil melihat tudingan Pelangi. Ketika itu Kia berfikir yang di tunjuk Pelangi bukanlah Akbar mantan suaminya itu.


"Itu loh bunda."


Kemudian Pelangi berlari mendekati Akbar dan Kayla. Kia melihat anaknya yang akan mendekati Akbar, lalu Kia dan Celo berlari menyusul Pelangi. Pelangi pun memanggil - manggil Akbar yang sedang berjalan mengandeng tangan Kayla.


"Om Akbar. Om Akbar." Teriak Pelangi sembari berlari kecil.


Akbar pun menoleh ke belakang dan melihat Pelangi yang sedang berlari menyusul Akbar. Sesaat wajah Kia terlihat sangat terperangah karena Pelangi bisa mengenal dan menyebut atau memanggil - manggil Akbar. Apa lagi Akbar yang di maksud adalah mantan suaminya.


Mereka berempat pun saling berhadap - hadapan dan bertatap muka. Sedangkan posisi Pelangi saat itu di gendong oleh Cleo setelah Cleo berhasil meraih tangan Pelangi yang berlari kecil menuju Akbar.


"Hallo om Akbar." Sapa Pelangi dengan lugunya sambil mengibas - ibaskan tangannya yang mungil itu.


"Kia?" Ucap Akbar


"Mas Akbar." Sahut Kia.


"Om Akbar, ini bunda dan ayah pelangi." Dengan tangannya yang menunjuk Kia dan Cleo.


Akbar pun melihat mereka menganga keheranan karena Pelangi memanggil Cleo dengan sebutan ayah. Sedangan ayah kandung Pelangi itu adalah Akbar. Akan tetapi selama ini Pelangi tidak pernah mau memanggil Akbar dengan sebutan ayah. Akbar juga mengenal Cleo. Sebab Cleo adalah mantan bosnya dahulu saat dirinya masih bekerja di perusahaan garment. Ia juga merasa terheran, karena Kia bisa bersama Cleo.

__ADS_1


"Hay mas," Sapa Kia.


"Hay juga Kia. Hallo pak Cleo." Balas sapaan Akbar kepada Cleo.


Saat Akbar menyapa Kia, Kayla cemberut karena cemburu melihat meraka saling sapa menyapa. Sebab saat itu suaminya bertemu dengan mantan istrinya.


"Loh kamu mengenalku?" Tanya Cleo.


"Iya, saya mengenal anda. Karena dahulu saya pernah bekerja di perusaah garment anda yang lokasinya di kawasan xxx."


"Owh begitu, berapa lama bekerja di perusaan saya?"


"Kurang lebih empat tahun."


"Kenapa keluar dari garment mas siapa tadi?" Ucap Cleo dengan tersenyum sambil mengendong Pelangi.


"Saya Akbar. Kebetulan saya dahulu pindah tempat tinggal jadi saya mengundurkan diri."


Kemudian Kia mengajak Cleo untuk segera meninggalkan mereka. Lalu mereka pun pergi dan beralasan akan mencari tempat makan.


"Mas, ayo kita cari makan di sebelah sana." Ucap Kia dengan mengajak Cleo.


"Silahkan jika kalian akan mencari makan. " Ujar Akbar.


"Saya tinggal ya mas Akbar. Mari." Ucap Cleo berpamitan kepada Akbar.


"Da .. da .. Om Akbar." Kata Pelangi.


Sesampai di tempat makan. Kia menjelaskan kepada Cleo bahwa yang mereka temui tadi adalah mantan suami Kia.


"Dia itu tadi mantan suami aku mas. Dia itu yang namanya Akbar. Dia dulu bekerja di perusahaan kamu."

__ADS_1


"Owh, itu yang namanya Akbar. Tapi bagaimana bisa Pelangi mengenal dia. Sedangkan Kamu tidak pernah memberitahukan kepada Pelangi tentang Akbar kan?"


"Aku juga enggak tahu. Coba nanti aku tanyakan."


Kemudian Kia terbengong karena putri kecilnya itu bisa mengenali Akbar. Lalu dia bertanya kepada Pelangi pelan - pelan perihal dirinya bisa mengenal Akbar.


"Sayang, bunda mau tanya."


"Tanya apa bun?"


"Pelangi mengenal om Akbar? "


"Iya Pelangi mengenal om Akbar."


"Eemm, kenal di mana?"


"Tante Nindi yang mengenalkannya om Akbar kepada Pelangi bun."


"Di mana tante Nindi mengenalkan Pelangi dengan om Akbar?"


"Di rumah nenek."


"Nenek?" Kata Kia dalam hatinya.


Setelah Pelangi berkata seperti itu Kia mencurigai Nindi, karena selama ini Nindilah yang sering mengajak Pelangi berpergian. Dan Nindi setiap hari selau datang ke rumah beralasan ingin bermain bersama Pelangi.


Kia juga sebelum ini curiga, sebab setiap hari Nindi membelikan mainan begitu banyak. Akan tetapi, Kia tidak terlalu memikirkan hal itu. Karena ia sudah percaya penuh terhadap Nindi.


"Ternyata Nindi selama ini sudah membohongiku. Dia selalu meminta ijin kepadaku untuk membawa Pelangi dengan alasan akan mengajaknya pergi ke mall. Tapi nyatanya diam - diam dia membawa anakku ke rumah ibunya. Dan dia berani - beraninya mempertemukan Pelangi dengan Akbar dan Dewi. Kenapa Nindi tega sekali membohongiku dan dia juga sudah menghancurkan kepercayaan ku. Ternyata selam ini Pelangi sering bermain di rumah mantan mertuaku dulu. Aku tidak bisa tinggal diam seperti ini. Aku tidak mau mereka bisa seenaknya saja dengan ku. Kali ini aku tidak bisa mengalah. Apa lagi dengan mudahnya mereka bisa bertemu dengan Pelangi tanpa menyadari kesalahamnya waktu lalu. Mereka tidak ingat dengan kelakuannya dulu kepadaku." Kata Kia di dalam hatinya. Kia tidak terima jika anaknya harus mengenal mereka.


Bersambung..

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2