
Sebulan berlalu dewi selalu menanyakan perihal sudah atau belum akbar mentalak istrinya. Ketika dewi menanyakan itu, akbar langsung berdiam tidak ingin menjawab pertanyaan apapun dari dewi.
Suatu malam akbar mendekati kia yang selalu tidur sendiri setiap hari di atas ranjang. Akbar bertanya bagaimana kabarnya sudah lama dia dan kia tidak pernah lagi berdua.
"Kamu sudah tidur?"
"Belum, ada apa mas ?"
"Enggak ada apa apa sih, "
"Bicaralah apa yang ingin kamu katakan ?"
"Aku ingin bertanya kepadamu. Apakah kamu masih mencintaiku kia?"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Aku merasa aku bukan suami sempurna untuk kamu kia.."
"Cinta seorang istri itu bukan seperti anak remaja yang sesaat setelah itu menyudahinya , apapun akan aku korbankan demi keutuhan rumah tangga kita. Aku sangat mencintaimu ."
"Kenapa kamu masih mencintaiku? Sedangkan perbuatan ku kepadamu sudah sangat menyakiti hatimu."
"Karena aku tau itu bukan kamu mas.."
__ADS_1
"Kenap kamu seyakin itu dengan ku ? Dan kenapa kamu selalu percaya dengan hatiku ?"
"Karen aku yakin kamu adalah laki laki baik, aku tau apapun perbuatan mu kepadaku itu semua bukan dari dalam hatimu."
"Kamu memang wanita yang kuat. Aku mencintaimu.. "
"Pernikahan itu bagi aku bukanlah sebuah permainan. Bisa kalah atau menang dan tidak mudah juga mempertahankan kekeuatan cinta dari perasaan masing masing."
"Satu pertanyaan lagi ki,"
"Apa mas ? Katakanlah ? Jika kamu masih meragukanku .."
"Jika suatu saat aku meninggalkan mu apakah kamu masih menyimpan perasaan cinta itu untukku."
"Apakah itu sebuah rencana mu?"
"Baik akan aku jawab, ketika aku di berikan pilihan di situ aku harus bisa menerima apapun itu resiko yang akan aku hadapi. Seperti halnya aku memilihmu untuk menjadi suamiku, resiko terbesar dan terberatku adalah berpisah dengan mu. Dan aku harus bisa menerima semua itu jika memang membuatmu bahagia."
"Terimakasih sudah mau menjadi istriku saat ini."
"Kenapa saat ini. Aku milikmu untuk selamanya mas bukan saat ini saja. Tapi selamanya .. "
"Bolehkah aku memelukmu malam ini ?"
__ADS_1
"Aku milikmu seutuhnya mas, semua ini milikmu,."
Selesai berbincang bincang sejenak akbar memeluk kia, dan malam itu merka melakukan hubungan suami istri karena sudah satu bulan mereka tidak berhubungan intim. Rasa ingin menyetubuhi kia selalu akbar pendam, di malam itu akbar melepaskan semua hasratnya kepada kia.
Kia juga menikmati sentuhan sentuhan tangan akbar yang menyentuh bagian bagian sensitif dari tubuhnya. Remasan tangan akbar mendarat di dua gunung kembar milik kia. Akbar membuka semua pakaian juga dalaman yang kia kenakan. Mencium bibir mungil yang lembut dan mencipok leher kia dengan desahan desahan kenikmatan. Malam yang dingin dengan di temani rintikan rintikan hujan mereka memainkan permainan dengan sangat lembut sedikit kasar. Memadu kasih dengan kehangatan yang sangat mereka rindukan berdua di satu ranjang tanpa di tutupi sehelai kain.
Tubuh kia berbaring merebahkan diri dengan wajah menghadap belakang yang di tindihi badan akbar, mereka sama sama tidak mengenakan pakian satupun di badannya. Kia menjerit kesakitan karena permainan akbar di malam yang dingin itu.
Butiran butiran keringat akbar bercucuran menetes di tubuh kia yang sedang bergoyang goyang melimpahkan nafsu birahinya yang sudah lama ia pendam.
"Mas pelan pelan mas, aku merasakan sakit."
"Iya sayang, aku sudah lama menahan birahiku ini. "
"Aaahhhhh,,," jeritan kia..
"Nikmati saja sayangku." Ucap akbar sambil mengoyang goyang maju mundur badannya di belakang kia dengan perlahan dan mengisap isap dua gunung kembar kia, akbarpun sudah puas melepaskan birahinya.
Setelah dua jam melakukan permain bercumbu di atas ranjang, akbar seperti sudah kelelahan, dan mereka tidur saling berpelukan dengan badan tanpa busana yang sama sama mengelurkan keringat.
Akbar mengecup kening kia dan berkata.
"Terimakasih istriku."
__ADS_1
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️