Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
diok ke rumah alex


__ADS_3

“Hallo kak.” sapa nindi dalam mengucapkan sama lewat telepon.


“Iya kenapa nin?”


“Kak, hisk.. hisk.. hisk..”


“Kamu kenapa menangis?”


“Hisk.. hisk.. hisk.. alex kak.”


“dia ngapain kamu lagi nin?”


“Dia tadi datang ke kantorku kak, dia mengancam aku. dia bilang dia akan merebut dion dari aku. “


“Coba kamu tenang dulu ya nin. Kamu tidak usah khawatir, dion sudah dewasa dia tahu apa yang harus dia lakukan. Apa lagi dion sayang sama kamu. sebentar lagi akan ada libur panjang. Kakak akan bantu kamu nin. Jika dia macam – macam sama kamu. kamu langsung hubungi kakak, atau kamu mencari bantuan nin.”


“Iya kak. Nindi taku kalau ancamannya akan benar - benar dia lakukan kak. Aku enggak mau hidup berpisah sama dion kak. Aku enggak mau. Hisk.. hisk.. hisk..”


“Iya kakak tahu, kamu sekarang tenang dulu, dan kamu coba berpikir pelan – pelan rencana untuk menghadapi laki – laki berengsek itu. jangan sampai dia duluan yang akan menghancurkan hidup kamu lagi nin.”


“Iya kak. Aku akan coba pikirkan supaya dia menyerah.”


“sekarang lebih baik, kamu tenang. Dan tidak usah berpikir yang bukan – bukan dulu ya nin. Kakak janji, liburan panjang nanti kakak akan datang ke rumah kamu dan membantu menyelesaikan permasalahan kamu dengan alex.”


“Iya kak terimakasih banyak.”


Di matikan lah telepon itu oleh akbar. akbar sudah sangat geram dengan sikap alex yang seenaknya saja mempermainkan kehidupan adiknya itu. apa lagi sejak nindi kembali berhubungan dengan alex. Rasa benci akbar semakin menjadi kepada Alex. Dan lagi setelah dewi meninggal dunia karena memikirkan Nindi yang berhubungan dengan alex.


Setelah selesai telepon dengan akbar, nindi pun mulai memikirkan bagaimana ia harus bisa mengalahkan alex. Sebelum alex melakukan sesuatu untuk menghancurkan hidupnya. Di betranjak dari posisi duduknya sehingga membuat dion penasaran dengan apa yang sedang ibunya pikirkan itu.


“ma, mama sedang memikirkan apa?”


“Nak, mama sedang berpikir bagaimana caranya untuk dapat mengalahkan ayah kamu, supaya ayah kamu jera dengan perbuatannya yang selama ini selalu menghancurkan hidup mama nak.”


“Coba mama konsultasi saja dan menanyakan kepada teman – teman mama yang sudah berpengalaman mah. Siapa tahu mereka memebrikan saran yang tepat untuk mama.”


“Iya nak. kamu benar. Nanti mama akan mencoba tanya kepada teman – teman senior mama yang pernah mempunyai klien dengan permasalahan yang sama seperti mama.”


“Iya ma.”


“Nak, kalau begitu, mama pergi dulu ya. Kamu jangan ke mana – mana untuk sementara waktu. mama tidak mau kamu kenapa – kenapa. Atau di culik oleh orang – orang pesuruh Alex.”


“Tenang mah, dion akan tetap di rumah dan menunggu mama pulang.”


“Baiklah, kalau begitu mama pergi ya nak. kamu jaga diri kamu baik – baik.”


“Iya mah. Mama hati – hati di jalan ya ma.”


Nindi pun kemudian langsung pergi meninggalkan dion. sedangkan dion sangat tidak tega melihat ibunya yang seperti orang kebinggungan dan juga terlihat begitu sangat cemas. Setelah nindi pergi meninggalkan dirinya, dion pun lagsung berpikir kalau dia ingin menemui ayahnya, lalu meminta kepada ayahnya untuk tidak lagi membuat hidup mamanya menderita lagi.


“kasihan mama. Ternyata mama benar – benar sangat mengkhawatirkan aku. mama juga tidak mau jauh dari aku lagi. aku sekarang bisa melihat, kalau mama benar – benar sudah berubah. Aku harus bisa membantu mama untuk menyelesaikan masalah ini dengan ayah yang sekarang sedang akan ia hadapi. Aku tidak tega melihat mama seperti orang ke binggungan. Tapi aku bisa bantu mama apa?” gumam Dion sambil berjalan mondar mandiri di depan pintu rumahnya setelah mengantarkan nindi pergi.


Hati dion benar – benar sangat ingin membantu nindi. ia kemudian menemukan sebuah ide yang menurutnya ide itu sangat bagus sekali untuk menyelesaikan masalah mamanya dengan alex.


“Aku tahu, aku akan menemui dia, dan meminta kepada dia supaya dia membatalkan atau mencabut semua ancaman yang telah ia berikan kepada mama. Tapi, bagaimana ya supaya aku bisa bertemu dengan dia? Aku kan tidak tahu dimana rumahnya apa lagi kantornya.” Gumam Dion dari dalam hatinya yang masih berusaha memikirkan untuk membantu ibunya itu.


Ia pun kemudian mendapatkan lagi sebuah jalan keluar untuk membantu ibunya.


“em, aku tahu, aku sekarang akan pergi menemui om bayu, aku akan tanyakan di mana alex bekerja, atau pun tempat tinggalnya. Aku yakin om bayu pasti akan menolong aku dan memberi tahu kan kepadaku alamat tempat tinggal alex berada. Lihat saja aku tidak akan pernah mmau memaafkan dia kalau sampai dia mencelakai mama ku. Lihat saja!” gumam dion dari dalam hatinya.


Dan setelah itu, dion pun langsung berjalan menuju ke motornya. Ia pun kemudian pergi menuju rumah bayu atau elsa. Sesampai di rumah bayu, dion langsung berjalan menuju depan pintu rumah bayu atau pun elsa. Dion lalu menekan tombol bel rumahnya. Setelah beberapa menit kemudian di bukalah pintu rumah itu oleh elsa. Elsa pun binggung dengan ke datangan Dion secara tiba – tiba itu. elsa lalu meminta dion untuk masuk ke dalam rumahnya.


Tanpa berbasa basi, dion langsung bertanya kepada Elsa mengenai di mana tempat tinggal alex atau pun kantor alex. Akan tetapi elsa tidak terlalu paham dengan keberadaan alex.


“dion?” ucap elsa yang terkejut saat melihat dion datang ke rumahnya.


“Tante. Maaf saya menganggu tante.”


“Tidak kok nak. silahkan masuk nak.”


“Terimakasih tante.”


Dion pun masuk ke dalam rumah lalu duduk di ruang tamu.


“Ada apa kamu ke sini nak? kamu tidak sedang marah sama mama kamu kan?”


“tidak kok tante, emm.. kedatangan saya ke sini sebenarnya, ingin sekali menanyakan sesuatu sama tante.”


“soal?”


“Soal alex tan.”


“alex? Memang dion mau bertanya apa tentang alex nak?”


“tante,  dion ingin tahu, dimana tempat tinggal alex tante?”


“Mamang ada apa nak?”

__ADS_1


“Jadi gini....” kata dion yang langsung menceritakan kepada elsa apa yang telah terjadi kepada nindi.


“begitulah ceritanya tante. Jadi sebenarnya saya kesini untuk mencari informasi tentang tempat tinggal alex atau pun tempat kerjanya alex tante.”


“Astaga, dia sudah gila sepertinya. Tapi nak, tante sangat minta maaf sekali sama kamu. jadi bukannya tante tidak ingin memberi tahukan kamu tempat tinggal ataupun kantornya Alex. Karena apa, karena tante tidak tahu dan tidak terlalu dekat dengan alex nak. tapi coba kamu tanya saja langsung kepada om bayu. Mungkin om bayu tahu nak.”


“Owh, gitu ya tante. Kalau begitu, om bayu ada tan?”


“Coba kamu cari dia di kantornya nak. dia masih bekerja sih sekarang, tapi tante tidak tahu om ada di kantor atau di mana. Tante hubungi dari tadi, dia sama sekali tidak menjawab telepon dari tante.


“Em,, kalau begitu dion akan coba datang ke kantor om bayu ya tan,


“Iya silahkan nak.”


Dion pun kemudian pergi ke kantor bayu dan mencari bayu di sana. Hingga akhirnya dion bertemu dengan bayu. Dion juga menceritakan lagi kepada bayu, kalau nindi baru saja di ancam oleh alex. Karena bayu sudah mendengar semua yang dion ceritakan sehingga membuat bayu merasa sangat iba dengan dion. bayu pun lalu memberitahu dion kantor dan juga tempat tinggal alex yang sekarang alex tempati.


Setelah mendapatkan alamat tempat tinggal dan juga kantor milik alex, dion pun kemudian pergi mencari alamat yang sudah bayu berikan.


“Terimakasih ya om,”


“Sama – sama dion. emm,,, dion.”


“Iya om?” ucap Dion


“om harap kamu bisa bertemu dengan ayahmu. Om akan mencoba membatu untuk berbicara kepada ayahmu jika om bertemu dengan dia.”


“Iya om. Terimkasih ya om.”


“Iya nak. sama – sama. Kamu hati – hati ya.”


Dion pun pergi meninggalkan kantor bayu dan bergegas pergi ke alamat yang akan dia tuju. Dia tidak ingin mamanya tahu kalau dirinya baru saja menemui alex. Karena ia tahu, jika nindi mengetahu itu, nindi pasti akan sangat marah kepada dion.


“Aku harus cepat – cepat pergi mencari alamat rumah dia sebelum bunda sampai rumah.” Gumam dion sendirian sambil melihat sepotong kertas yang tertulis alamat tempat tinggal milik alex.


Ia mencari alamat itu hingga menghabiskan waktu beberapa menit di salah satu komplek paling elit. Tak lama ia menemukan rumah yang ada di alamat itu dengan bertanya kepada security yang sedang menjaga di perumahan elit itu.


Ia pun turun dari motornya dan meminta kepada pihak security yang menjaga rumah besar nan mewah milik alex untuk membukakan pintu gerbang itu. untuk berbicara dengan security pun ia harus menekan tombol yang sudah tersedia di samping pintu gerbang dengan di pasang cctv dan jugo mixrofon mini agar bisa berbicara dengan security.


“Permisi pak.”


“Iya.”


“Emm, apa benar pemilik rumah ini bernama alex?”


“Iya. Benar. Anda siapa?”


“apakah sudah ada janji kepada bos besar alex?”


“Belum pak. Saya ada kepentingan ingin bertemu dengan dia.”


“Mohon maaf, jika anda belum ada janji kepada bos besar, saya tidak bisa membukakan gerbang.”


“Tapi pak.”


Kemudian security itu memutus sambungannya kepada dion. akan tetapi dion tidak menyerah sampai di situ. Ia pun tetap menunggu alex di rumahnya dengan membelakangi cctv yang ada di sudut – sudut pintu gerbang rumah alex. Satu jam, dua jam dan hampir tiga jam ia pun menunggu alex. Akan tetapi ia sama sekali belum melihat alex pulang ke rumahnya. Ingi sekali ia pergi ke kantor, akan tetapi ia menginggat dengan pesan bayu, kalau alex jarang sekali ke kantornya, sedangkan waktu itu sudah mendekati jam pulang kerja alex. Jadi dion memutuskan untuk menunggunya di sana sampai alex pulang dari kerjanya.


Tak lama terlihat ada sebuah mobil mewah lexsus LX sport berwarna putih berhenti dan seperti akan masuk ke dala  rumah itu. dion berpikir kalau itu adalah alex. Dion kemudian langsung berlari menuju mobil lexus lx sport itu dan mengetuk – ngetuk kaca jendela mobilnya.


Tok.. tok.. tok..


Alex pun sangat kaget karena ia melihat dion ada di sana dan mengetuk – ngetuk kaca mobilnya. Alex lalu meminta supirnya untuk berhenti. Ia lalu membuka kaca mobilnya.


“Dion?”


“Iya aku dion.”


“Kenpa kamu ke sini?”


“Ada sesuatu yang ingin aku katakan sama kamu.”


Alex pun kemudian menyuruh dion untuk masuk ke dalam rumahnya yang sangat sangat megah bak istana. Dion lalu masuk ke dalam rumah itu. setelah mereka semua masuk. Alex pun langsung turun dan berjalan mendekati dion yang ada di belakang mobilnya.


“Anakku. Selamat datang di rumah kamu nak. mari – mari masuk ke dalam nak.”


“Tidak usah! Aku ke sini hanya ingin mengatakan kepada kamu. tolong berhenti menganggu hidup mama. Aku tidak ingin melihat mama bersedih karena sikap kamu.”


“Owh, jadi mama kamu sudah cerita sama kamu? anakku, bagaimana kalau kita bicarakan semua ini di dalam saja ya nak.” ucap alex sambil memegang pundak dion yang mengisyaratkan meminta dion untuk masuk ke dalam rumahnya.


Akan tetapi dion tidak mau masuk ke dalam rumahnya.


“Enggak! Aku enggak mau masuk ke dalam rumah kamu.”


Alex pun seperti tidak suka dengan perkataan dan sikap dion yang terlihat tidak menghormati dirinya. Alex pun lalu hanya diam saja dengan melihat ke bawah.


“Baiklah. Aku tidak mau basa basi di sini. Maksud kedatangan aku di sini ingin bertemu sama kamu, aku hanya ingin mengatakan kepada kamu. jangan ganggu hidup mama ku lagi. karena apa, karena aku lebih menyayangi mama ku daripada kamu.”


“tapi aku ini ayah kandung kamu loh dion. aku sudah memberikan banyak fasilitas untuk kamu sejak kamu masih ada di dalam perut ibu kamu.”

__ADS_1


“Kamu pikir, uang dan harta adalah segala – galanya untuku? Di mana saja kamu saat aku masih kecil. ( berhenti sejenak ) Di mana saja kamu saat aku sedang ke susahan membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua ku, dan di mana saja saat aku sedang sakit selama ini? Hem? Apa kamu pernah memperlihatkan diri kamu kepada ku? Ayah macam apa kamu ini? Jika memang kamu menganggap aku ini anakmu, kamu tidak akan membuang aku?! Mama sudah berjuang sendirian membesarkan dan merawatku dengan tekanan batin yang sudah kamu buat untuk dia. Kamu tidak memikirkan bagaimana dia bisa melewatkan masa sesulit itu sendirian. Kamu juga tidak tahu, perjuangan mama ku selama ini untukku.”


Plak! ( spontan alex pun menampar dion karena dirinya kesal kepada dion yang tidak sopan berbicara kepada dirinya itu )


“Anak muda, jaga ucapan kamu ya! Aku ini ayah kamu! bersikaplah sopan kepada orang yang lebih tua. Aku memang selama ini menghilang dari kalian. Tapi aku tidak pernah lepas dari tanggung jawabku untuk membiayai semua keperluan kalian! Jadi aku minta sama kamu untuk bersikap sopan kepada ayah kamu!”


“Ayah kamu bilang? Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah sudi menganggap kamu adalah ayah kandungku. Biarkan aku hidup tanpa seorang ayah seperti kamu. karena kamu memang tidak pantas untuk dijuluki sebagai seorang ayah. Kamu adalah laki – laki berengsek yang tidak mempunyai hati sedikitpun. Aku janji di hadapan mu, sampai mati pun aku akan terus melindungi mama dari laki – laki pecundang seperti kamu! dan jika kamu masih berani menganggu atau membuat hidup mama menderita. Lihat saja, aku akan membalas semua itu. aku akan terus melindungi mama sampai kapanpun!” ucap dion dengan begitu marahnya.


Dion lalu berjalan pergi dari hadapan alex. Akan tetapi masih ada yang akan dion katakan kepada alex. Ia kemudian menoleh ke belakang.


“Owh, iya satu lagi. jika kamu memang mau memaksakan apa yang kamu inginkan untuk merebut aku dari mama. Aku tidak akan pernah mau tinggal atau hidup sekalipun kepada laki – laki pecundang, pengecut dan juga laki – laki brengsek yang hanya bisa menyakiti hati perempuan sepertimu! Tamparan yang kamu berikan ini adalah saksi di mana kamu sudah berani menampar anakmu sendiri! Ingat itu baik – baik!


Setelah itu dion akhirnya pergi berjalan meninggalkan alex yang masih berdiri.


“Agh!! Brengsek kamu nindi. kamu sudah meracuni otak anakku! Kamu sudah mengajarkan dia untuk berani dan membenciku! Lihat saja kamu. aku akan membalas semua itu. aku akan membuat hidup kamu tidak akan pernah bisa bahagia bersama dion. brengsek!” gumam Alex yang begitu sangat marah setelah mendengarkan dion berbicara seperti itu kepada dirinya.


**


Sedangkan di sisi lain nindi langsung bergerak cepat. Ia berkonsultasi kepada KPAI dan juga meminta perlindungan untuk dirinya di saat alex nanti akan benar – benar melaporkan ke pengadilan untuk kasus perebutan hak asuh anak.


Ia berusaha bagaimanapun caranya supaya ia tidak lagi diganggu oleh alex. Karena nindi begitu sangat – sangat takut kehilangan anak semata wayangnya itu. ia juga ingin alex berhenti mengganggu kehidupannya dengan anaknya itu.


Banyak teman senior – seniornya yang memberikan saran dan akan membantu nindi untuk menyelesaikan permasalahannya nanti saat di pengadilan. Nindi pun sangat berterimakasih dan terharu, karena ia tidak menyangka kalau ternyata teman – temannya itu sangat peduli kepada dirinya. Sebab teman – teman nindi sudah melihat sendiri bagaimana ia berjuang  untuk membesarkan dan merawat anaknya tanpa seorang laki – laki yang sudah menghamili dirinya dulu.


**


Beberapa hari kemudian. Apa yang nindi takutkan selama ini benar – benar terjadi. Ia mendapat panggilan dari pihak kepolisian datang dan memberikan kesaksian atas laporan yang telah alex ajukan di pengadilan. Dan ternyata alex benar – benar membuktikan bahwa ancamannya itu bukan lah hanya untuk main – main saja. alex melaporkan kepada pihak kepolisian kalau nindi sudah memberatkan dirinya untuk bertemu dengan anak kandungnya sendiri, dan ia juga meminta supaya ia bisa mendapatkan hak asuh anaknya itu.


Akan tetapi nindi sudah siap untuk menghadapi semua laporan yang alex buat di pengadilan. Nindi tidak takut untuk menghadapi alex nanti saat di pengadilan. Karena nindi sudah menyiapkan semua nya jauh – jauh hari. Ia juga yakin kalau kebaikan akan berpihak kepadanya. Rencana apapun itu yang akan alex lakukan untuk mendapatkan dion, nindi sudah siap jika harus mengibarkan bendera perang kepada alex.


“Owh, jadi kamu sungguh – sungguh akan melakukan semua ancaman kamu? baiklah. Aku tidak akan diam saja kali ini. Aku akan perjuangkan anakku untuk tetap terus hidup bersama ku dan akan tetap ada di sampingku. Lihat saja kamu alex. Akan aku buat kamu meminta maaf kepada ku di depan semua orang. Kamu yang sudah membuat aku menderita, kamu juga yang harus membayar semuanya itu. perang sudah dimulai. Aku tidak akan takut lagi untuk menghadapimu, laki – laki pecundang!” gumam nindi dari dalam hatinya sembari memegang sepotong surat dari pihak kepolisian.


Sebelum pengadilan itu di mulai, ia bercerita kepada kakaknya. Ia juga menghubungi teman – teman seniornya agar membantu dirinya untuk melawan alex di pengadilan nanti. Ia juga kembali menghubungi KPAI untuk meminta perlindungan dan juga hak nya. Banyak orang dan lembaga – lembaga yang membantu Nindi untuk menyelesaikan kasus perebutan hak asuh anak dan juga perlindungan anak dan perempuan.


Saat makan malam, nindi menceritakan kalau dirinya akan menghadapi persidangan.


“Emm... dion.”


“Iya ma?”


“Kamu sungguh – sungguh sayang sama mama?”


“Iya mama. Kenapa ma?”


“kamu benar – benar akan hidup bersama mama? Dan menjaga mama sampai mama tua nanti nak?”


“Iya ma. Dion sayang sama mama. Dion akan menjaga mama. Ada apa mah? Kenapa mama bertanya seperti itu? apa ada masalah lagi?”


“Enggak sayang. mama merasa tenang kalau dion berkata seperti itu. tapi nak, mama ingin mengatakan sesuatu sama kamu.”


“Apa ma?”


“seburuk – buruk apapun sifat ayah kandung kamu kepada kita, mama minta kamu jangan pernah membenci dia ya?”


“entahlah ma.” Ucap Dion.


“Sayang dengerin mama. Dia (alex) itu ayah kandung kamu. dia memang sudah jahat sama kamu atau pun sama mama. Tapi, kamu enggak boleh membenci dia. Walau bagaimanapun juga, dia tetap lah ayah kamu.”


“tapi dia sudah banyak menyakiti hati ku dan mama.”


“iya, mama tahu itu. sesakit apapun mama, mama akan lebih sakit karena melihat kamu membenci dia nak. mama tidak ingin, kamu dibenci oleh Tuhan karena kamu sudah membenci ayah kandung kamu sendiri. Mama ikhlas dengan semua yang dia perbuat sama mama nak. tapi mama enggak akan pernah ikhlas melihat kamu benci dengan dia. Mungkin memang ini sudah menjadi jalan hidup mama. Kamu paham kan dengan apa yang mama katakan ini nak?”


“Iya ma. Tapi, nggak semudah itu, aku bisa memaafkan dia ma, dia sudah membuangku sejak aku masih dalam perut mama.”


“Enggak, dia bukan membuang kamu sayang. tapi dia hanya menitipkan kamu dan memberikan kepercayaan kepada mama bahwa mama bisa membesarkan kamu dengan sangat baik. Mungkin, selama ini dia sadar kalau dirinya belum mampu untuk menjadi orang yang baik. Jadi dia tidak mau melihat kamu akan tumbuh besar menjadi seperti dirinya. Ya itulah wanita sayang, mereka berani mengorbankan apapun demi melihat orang yang dia cintai bahagia, terutama anaknya. Kamu mengerikan sayang.”


Dion pun hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


“Satu lagi. besok mama akan menghadapi persidangan pertama atas laporan yang telah dia ajukan di pengadilan. Mama hanya ingin meminta doa dari anak mama supaya mama dapat melewati ini semua ya sayang. doakan mama, supaya kasus ini cepat berlalu. Dan kita bisa hidup bahagia bersama.”


“Iya ma, pasti. Pasti aku akan mendoakan mama.”


“Terimakasih sayang.”


“tetapi mah, kenapa mama bisa berkata seperti itu, dan meminta aku untuk tidak membenci dia? Padahal dia sudah banyak menyakiti hati mama dan membuat hidup mama selama ini begitu sangat tertekan ataupun menderita?”


“Nak, mama yakin, ayah kamu pasti bisa berubah. Mama hanya tidak ingin melihat kamu membenci ayah kandung kamu sendiri. Jika perbuatan ayah kamu itu menyakiti hati mama, biarkan itu semua menjadi urusan mama nak.”


“aku enggak menyangka ternyata mulia sekali hati mama. Aku banyak belajar dari mama. Terimakasih ya ma, karena mama sudah mengingatkan aku untuk tidak membenci ayah kandungku sendiri.”


“Sama – sama sayang. jadilah laki – laki yang pemberani ya sayang jangan mudah menyerah. Apa lagi jangan pernah lari dari tanggung jawab mu dan semua kenyataan yang memang sangat pahit dalam hidup kamu nak. itulah wanita. Wanita memang terlihat lemah, tapi sesungguhnya wanita itu lebih kuat, kuat hati dan juga raganya nak. mama hanya ingin, melihat kamu bahagia, mama tidak mau melihat kamu sedih seperti dulu. Sudah cukup kamu menderita selama ini. Pokoknya Mama janji akan membuat hidup kamu bahagia nak.” ucap Nindi sambil memegangi wajah dion.


Nindi mengatakan seperti itu karena ia teringat dengan komik yang pernah ia temui di kamar dion saat dion pergi dari rumah. Di komik itulah Dion mengungkapkan isi hatinya kalau ia hanya ingin bahagia dan memiliki keluarga yang utuh.


“aku sadar, semua yang menimpaku sekarang ini adalah balasan dari tuhan untukku. sebab aku dulu pernah mengecewakan kak Kia dengan membantu kak akbar memperebutkan hak asuh pelangi. dan sekarang semua yang kak kia rasakan telah aku rasakan. Bagaimana ketakutan seorang ibu yang anaknya di rebut dari kehidupannya. Dan ketakutan dimana ia tidak akan bisa lagi hidup bersama anaknya. Ternyata semua itu nggak mudah dan sangat sulit. Sulit menata hati, pikiran dan juga jiwa. Aku harap semua ini akan cepat berakhir. Dan sesungguhnya dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku sangat berharap kalau Alex bisa berubah. Aku hanya ingin melihat anakku tersenyum bahagia, karena hidup dengan kedua orang tuanya.”Gumam nindi sambil memegang garpu dan sendok di tangannya itu.


bersambung...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2