
Selama ini Nindi sering sekali datang dan bermain bersama Pelangi di rumah Kia. Karena ia juga sangat menyayangi Pelangi, ia pun sama seperti yang lain tidak ingin ketinggalan pertumbuhan Pelangi ketika masih bayi hingga saat ini. Akan tetapi selama ini Kia memang belum memberi tahukan kepada Pelangi siapa nama Ayah kandungnya dan juga ia tidak memperbolehkan siapapun untuk memberitahukannya ayah kandung Pelangi. Setiap Pelangi bertanya mengenai ayah kandungnya Kia tidak pernah mau menceritakan, ia selalu membelokan pembicaraannya agar putri kecilnya itu lupa tentang pembahasannya tersebut.
Suatu ketika Nindi meminta ijin kepada Kia untuk pergi bermain mengajak Pelangi. Kia pun memperbolehkan Nindi mengajaknya untuk pergi. Kia pun berpesan kepada Nindi kalau dirinya boleh mengajak Pelangi pergi asalkan tidak boleh ke rumah Dewi. Walaupun itu hanya satu detik saja. Kia takut jika Dewi melihat Pelangi ia akan memperlakukan hal buruk terhadapbpelangi atau mengambilnya dari Kia.
Nindi pun memahami maksud Kia itu. Waktu itu Nindi mengajak Pelangi ke mall. Ia membelikan beberapa pakaian untuk Pelangi. Selesai berbelanja, Pelangi meminta Nindi untuk pergi ke tempat mainan. Lalu merekapun pergi ke sana. Nindi menunggu Pelangi bermain di Playtime sarana dan wahana yang disediakan untuk anak seusia Pelangi bebas bermain dalam mengekspresikan dirinya seperti melompat, berlari-lari hingga memanjat dalam beberapa jam.
Selesai bermain Nindi mengajak Pelangi untuk pergi mencari makan. Mereka berhenti di salah satu tempat makan. Di sana mereka memesan makanan yang di sukainya. Akan tetapi mereka tidak sengaja bertemu dengan Akbar, Dewi, dan juga Kayla yang saat itu mereka juga sedang berjalan - jalan di mall itu. Mereka melihat Nindi lalu menyapanya saat Nindi dan Pelangi akan mulai menyantap makanannya itu. Pelangi yang masih kecil, dengan polosnya makan sambil asik memainkan mainannya yang di beli tadi.
"Nindi." Sapa Kayla kepada Nindi.
"Loh Kay Kayla. Kenapa ada disini?" Tanya Nindi dengan wajah terkejut. Ia takut jika ibunya melihat dirinya sedang pergi bersama Pelangi.
"Kamu ini gimana sih. Namanya juga mall tempat umum ya wajar dong kakak ke sini." Jawab Kayla sambil tersenyum.
"Sama siapa ke sini kak? " Tanya Nindi lagi
"Sama ibuk, dan mas Akbar. Kak Akbar sedang membayar pesanan kita. Ibuk lagi ada di toilet tuh." Jawab Kayla.
"Owh, begitu. Silahkan duduk sini kam bersama kita." Ajak Nindi.
Tak lama Dewi dan Akbar mendekati Kayla. Ibunya bertanya kepada Nindi sedang apa dirinya di sana dan bersama siapa dirinya itu.
"Kamu di sini juga nak."
"Iya buk. "
"Ini anaknya siapa yang kamu ajak sekarang ini?" Tanya Dewi kepada Nindi sambil melihat ke arah Pelangi yang sedang asik memainkan mainannya dan boneka barunya itu.
"Hallo. Namaku Pelangi." Ucap Pelangi dengan polosnya memperkenalkan diri kepada mereka.
__ADS_1
Akbar saat itu hanya terdiam, karena terbesit di ingatanya bahwa Nindi pernah menceritakan kepadanya tentang anak Kia. Seingatannya Akbar, anak Kia itu bernama Pelangi. Akbar langsung memandang pelangi dengan penuh rasa penasaran. Matanya mengarah pada Nindi melihatnya begitu tercengang. Di hatinya mulai bertanya tanya sendiri setelah bertemu dengan Pelangi. Ia ingin bertanya kepada Nindi tentang Pelangi akan tetapi Dewi yang duduk di sampingnya. Akbar takut nanti ibunya kembali marah apabila dia bertanya kepada Nindi jika Pelangi yang saat ini bersamanya adalah anak Kia.
"Pelangi?"
"Iya om, namaku Pelangi. Om ini siapa?" Ucap Pelangi dengan suaranya yang masih belum terlalu jelas itu dan mulutnya yang masih dipenuhi makanan.
"Anak pintar. Om ini kakaknya kak Nindi. Salam kenal juga." Jawan Akbar sembari tangannya mengusap usap kepala Pelangi.
"Wajahnya kenapa seperti mirip sekali dengan Akbar ya. " Ucap Dewi di dalam hatinya.
"Kenapa saat aku menyentuhnya, aku seperti mempunyai ikatan batin dengan anak ini. Dia sangat cantik, imut dan mengemaskan." Kata Akbar dari dalam hati.
Akhirnya mereka duduk dan bergabung dengan Pelangi dan juga Nindi. Kala itu Nindi tidak membahas apapun mengenai ayahnya Pelangi, sebab dirinya mengingat ingat pesan Kia. Jika dirinya melanggar apa yang telah Kia ucapkan. Kia tidak akan lagi memperbolehkan Nindi untuk bertemu, bermain atau pun mengajak pergi Pelangi.
Akan tetapi Nindi mengatakan yang sebenarnya kepada keluarganya bahwa anak kecil yang ia bawa itu adalah anak Kia. Sebelum Nindi menjelaskan kepada mereka, Kayla mengajak dan menemani Pelangi untuk bermain di tempat khusus untuk anak - anak seusia Pelangi bermain. Sebenarnya Kayla memang sangat menyukai anak - anak, terlebih anak yang usianya seperti Pelangi. Antusiasnya terlalu tinggi kepada anak - anak.
"Pelangi ini adalah anak Kia buk. Sejujurnya aku sering bermain ke rumah kak Kia selam ini. Karena aku sangat menyukai dan menyayangi dia buk. Lihatlah wajahnya mirip sekali dengan kakak."
Di dalam hati Dewi pun berkata bahwa anak itu benar memiliki wajah yang sangat mirip dengat Akbar.
"Apa?! Jadi hasil tes DNA itu postif bahwa anak yang di kandung Kia adalah anakku? Kenapa aku baru mengetahuinya sekarang? " Tanya Akbar
"Bukankah kak Kia sudah mengirimkan hasil DNA nya ke tempat kakak beberapa tahun yang lalu? "
"Tapi aku belum sama sekali menerima surat itu."
"Berarti?" Ucap Nindi dan Akbar secara bersamaan.
"Selama ini Kayla sering uring uringan, ternyata dia mengetahui bahwa anak itu anakku. Mungkin dia yang sudah menerima surat itu."
__ADS_1
"Pelangi cucuku." Dengan terenga - enga dia melihat ke arah Pelangi.
Lalu Dewi memanggil Pelangi supaya mendekat kepada dirinya. Pelangi pun mendekati Dewi kemudian ke dua tangannya memegang ke wajah pelangi dengan besimpu di hadapan pelangi. Lalu ia memeluknya dan menanggis karena melihat pelangi yang begitu pintar dan cantik.
Begitu pula dengan Akbar yang langsung menatap mata Pelangi dengan berlinang air mata, lalu ia memeluknya. Tentu saja dengan cara yang tidak pernah diduga sebelumnya bahwa yang berada di hadapannya kini adalah anak kandungnya sendiri.
Penyesalan datang kepada mereka, terutama Dewi yang telah menyia - nyiakan cucu nya sendiri. Dewi memeluk dan mencium Pelangi tak henti - henti. Akan tetapi Pelangi merasa risih kemudian dirinya pergi berlari mendekati Nindi. Pelangi bertanya kepada Nindi.
"Tante, kenapa nenek itu menanggis? Nenek itu juga terus mencium dan memeluk pelangi?"
"Tenang saja Pelangi. Nenek itu hanya merindukan cucunya yang sama persis dengan Pelangi."
"Terus om itu juga menanggis? Pelangi tindak nakal kepada mereka, tetapi kenapa setelah mereka melihat Pelangi justru malah menanggis?"
"Pelangi sayang, om itu menangis bukan karena Pelangi nakal. Tapi om itu juga merindukan anaknya yang tumbuh seperti pelangi. Coba kamu balas pelukan mereka."
"Tapi Pelangi takut tante."
"Tenang saja, ada tante di sini. Mereka semua baik. Mereka hanya menginginkan pelukan dari Pelangi." Kata Nindi menjelaskan kepada Pelangi.
Kemudian Pelangi berjalan mendekati Akbar dan Dewi dengan di temani Nindi di sampingnya. Setelah itu Pelangi memeluk Akbar dan juga Dewi. Ketika Dewi merasakan pelukan sederhana dari pelangi ia begitu merasakan penyesalan karena telah menyianyiakan waktu melihatnya waktu Pelangi masih bayi.
Begitu pun dengan Akbar yang benar - benar merasa bersalah ketika merasakan balasan pelukan hangat dari Pelangi.
"Aku tidak percaya dengan semua ini. Di hadapan ku kini adalah peri kecilku yang telah aku sia siakan selama ini. Dia tumbuh dengan cantik dan pintar. Selama ini aku telah menyianyiakan waktu untuk anak ku. Betapa bodohnya aku selama ini. Begitu pintarnya kamu nak. Aku yakin, pasti Kia telah berjuang untuk membesarkan dan mendidiknya sehingga dia sangat pintar. Maafkan aku anakku. Aku adalah seorang ayah yang bodoh!" Ucapnya di dalam hati dengan memeluk erat Pelangi.
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1