
"Sebaiknya tante tanya langsung saja kepada anak tante. Ayo mah kita pulang sekarang." Sambil menanggis berjalan menuju keluar rumah.
Ida dengan tidak enak hati berpamitan pulang kepada Dewi karena anaknnya yang langsung pergi begitu saja tanpa menjawab apa yang sedang terjadi kepada mereka sehingga Kayla menanggis dan pergi pulang.
Ketika Ida dan Kayla pergi dari rumah Dewi. Dewi langsung saja mendekati Akbar yang masih berada di gazebo dekat dengan kolam renangnya.
"Akbar, ada apa sih dengan kalian. Kenapa Kayla menanggis dan langsung pergi pulang?"
Akbar hanya bisa terdiam dan tidak mengatakan apapun kepada Dewi.
"Akbar, kamu mendengarkan ibuk bicara enggak sih! " Kata Dewi dengan membentak anaknya itu.
"Aaaaggghhhh! Sudahlah buk, aku capek."
"Akbar! Tunggu, ibuk belum selesai bicara! "
"Apa lagi sih buk yang ibuk inginkan dariku lagi? Semua yang ibuk inginkan sudah aku penuhi. Sekarang apa lagi buk?"
"Kamu ini kenapa sih? Ada apa dengan kamu? Apa yang sedang kamu fikirkan?!"
"Aku capek buk. Capek menjadi boneka ibuk."
Ppplllaaaakkkk!!! ( Dewi menampar Akbar )
"Berani - beraninya ya kamu mengatakan sperti itu kepada ibu? Ibu yang sudah mati - matian membesarkan kamu, menyekolahkan kamu dan mendidik kamu menjadi seorang laki - laki yang sukses seperti saat ini dengan keringat ibuk sendiri, tapi dengan mudahnya kamu bilang kalau ibuk sudah menjadikanmu seperti boneka? Katakan dari segi apa ibuk sudah membuatmu merasa menjadi seperti boneka?!" Ucap Dewi dengan marahannya.
"Buk, aku ingin hidup bebas. Tolong jangan mengatur hidup Akbar buk. Akbar sudah merelakan untuk meninggalkan orang yang Akbar cintai bahkan dia sedang mengandung sekarang. "
"Apa kamu bilang? Owh, berarti kamu masih mengharapkan untuk bisa kembali dengan wanita itu?! Akbar buka mata kamu, buka mata kamu nak. Kenapa kamu begitu mudahnya percaya dengan wanita itu? Berfikirlah dengan logika kamu. Ibu sudah berapa kali mengatakan kepadamu bahwa dia bukan sedang mengandung anakmu! Sadarlah kamu Akbar!"
"Tetapi jika anak yang Kia kandung itu benar - benar anak Akbar bagiamana buk?"
__ADS_1
"Sudahlah Akbar, kamu harus berfikir rasional. Bukan hanya menjadi seseorang yang bodoh dengan kebohongan yang telah di ucapkan oleh wanita itu. Wujutkan masa depan kamu. Buat hidup kamu bahagian dan lupakan wanita yang tidak berguna itu. Hiduplah dengan wanita lain yang bisa membuat kamu menjadi seorang laki - laki."
"Akbar butuh waktu buk. Tidak semudah itu." Ucap Akbar smbil berjalan meninggalkan Dewi.
"Akbar tunggu. Ibuk minta kamu harus melanjutkan hubunganmu dengan Kayla dan menikahlah dengannya. Ibuk enggak mau tahu, pokoknya besok kamu harus meminta maaf kepada dia. Mengerti kamu! Jika sampai kamu tidak mendengarkan semua kata - kata ibuk, kamu jangan menyesal di kemudian hari. Ibuk melakukan semua ini demi masa depan mu. " Pinta Dewi sambil pergi meninggalkan Akbar.
Lalu Akbar pergi menuju kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya dan memikirkan semua yang telah terjadi. Ia berfikir apakah ia akan terus seperti ini. Dan saat itu juga Akbar mulai menegaskan dirinya sendiri untuk memilih jalan hidupnya. Ia sudah memutuskan untuk memilih Kayla dan berfikir akan hidup bersamanya. Lalu mereka akan tinggal menjauh dari kota yang menjadi sebuah kenangan bersama Kia. Ia juga akan melupakan Kia. Akbar sudah menekatkan dirinya dan semuannya karena ia tidak menginginkan kehidupan ke duanya akan berakhir dan hancur seperti pernikahan pertamannya.
Akhirnya Akbar memutuskan untuk pergi menuju rumah Kayla dan meminta maaf kepadanya atas apa yang telah membuatnya kecewa dan menanggis malam itu.
"Kamu mau ke mana nak? " Tanya Dewi.
"Aku mau ke rumah Kayla. " Jawab Akbar
"Nah gitu dong, jangan sia - siakan semuanya apa yang ada di hadapan kamu. Ibuk melakukan seperti ini demi masa depan mu nak."
"Baik, kalau begitu buk. Akbar juga sudah memutuskan akan hidup bersama Kayla."
"Akbar sudah merencanakan semua dan memutuskan secara matang matang. Mungkin dengan Akbar menikah dengan Kayla, Akbar bisa sedikit demi sedikit melupakan Kia wanita yang aku cintai. Dan aku juga akan menghargai perasaan Kayla yang mencintai aku. Secepatnya aku akan melamar Kayla dan menikahinya. Akan tetapi setelah aku menikah nanti, aku akan pergi jauh dari sini dan akan meninggalkan semua kenangan kenangan ku bersama Kia. Entah akan tinggal di mana yang terpenting jauh dari kota ini. Dan satu lagi buk. Setelah aku menikah nanti aku mohon ibuk jangan lagi ikut campuri urusan rumah tanggaku. Supaya aku bisa tenang membangun rumah tangga keduaku yang nanti aku jalani."
"Jadi setelah kamu menikah nanti kamu berencana akan meninggalkan ibuk sendiri di kota ini?"
"Iya buk, Akbar sudah memikirkan matang - matang. Akbar akan pergi kelaur dari kota ini dan akan tinggal berdua dengan Kayla."
"Yah, kalau ibu sih terserah kamu saja."
"Kalau begitu aku akan pergi ke rumah kayla sekarang."
Akbar pergi mengunjungi Kayla di rumahnya. Ia ingin meminta maaf kepadanya karena malam itu telah membuat dirinya menanggis dan merasa sakit hati. Tak lama ia sampai di rumah Kayla.
Ting tong.. ting tong..
__ADS_1
Di bukalah pintu rumah, Kayla membukakan pintu rumahnya. Ia terkejut saat mengetahui siapa yang datang di rumahnya.
"Owh kamu mas, ada apa kamu kesini?"
"Aku mau ngobrol sama kamu Kay."
"Mau ngomong apa lagi mas, aku enggak ada waktu. Kalau mau ngomong silahkan ngomong saja. Jangan lama lama." Ucap Kayla sambil berdiri di depan pintu dengan wajah sedikit masih terkihat marah.
"Apakah kamu benar benar mencintaiku?"
"Kalau kamu ke sini hanya untuk bertanya seperti itu sebaiknya kamu pulang saja mas. Aku tidak mau melihat kamu berlama lama di sini karena aku sudah terlalu mencintaimu. Dan jika kamu tidak yakin dengan perasaanku sebaiknya kamu pergi." Ucapnya sambil akan menutup pintunya.
"Tunggu Kay. ( Dengan menarik lalu mengenggam kedua tanggan Kayla ). Beri aku sedikit waktu agar bisa melupakan semua yang sudah terjadi. Aku janji akan melamar dan menikahimu. Aku juga berjanji tidak akan memberikan harapan palsu lagi untukmu. Dan kita akan hidup bersama menjauh dari kota ini. Aku minta maaf telah membuat mu kecewa tadi malam. Jujur di pikiran ku saat itu benar - benar sedang tidak karuan Kay. "
Dengan memahami ucapan dan kondisi akbar saat itu Kayla mulai mengerti kondisi Akbar.
" Sebenarnya kamu itu cinta sama aku enggak sih mas?"
"Sebenarnya aku mencintai kamu dan juga Kia. Tetapi aku sudah bercerai dengannya dan tidak mungkin lagi untuk kembali bersamanya. Namun aku juga mencintaimu. Maka dari itu aku membutuhkan sedikit waktu untuk melupakan semua apa yang telah terjadi. Dan aku janji akan hidup berdua denganmu Kay. Kamu mengertikan apa maksudku?"
"Tapi kamu janji akan menikahiku mas?"
"Iya aku janji."
"Baik, aku akan memberikan sedikit waktu untukmu agar kamu bisa benar benar mencintaiku. Tapi aku tidak ingin kamu membohongiku mas."
"Iya kay, aku berjanji." Kata Akbar sambil menyibakan rambut Kayla.
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1