
Keluarlah Sinta dari dalam mobil, lalu ia menghadapi Nindi dan juga Dewi yang sedang di balik pintu mobilnya itu.
"Pelangi sayang, keluarlah nak, ini nenek. " Ucap Dewi sambil mengetuk - ngetuk pintu kaca mobil.
"Heh, wanita tua. Menyingkirlah dari mobilku. " Kata Sinta dengan nada tinggi.
"Pelangi, ini nenenk nak." Cakap Dewi tanpa memperdulikan Sinta yang sedang mengusirnya itu.
"Hey minggir! Kalian ini ya memang tidak tahu malu! Di mana urat malu kalian?!" Cakap Sinta dengan mendorong tubuh Dewi.
"Kak, kenapa kakak tega mendorong ibukku?!"
"Karena aku geram dengan tingkahnya yang egois! Apa lagi dia ini sudah membuat adikku hancur! Minggir, aku tidak suka kalian kembali untuk kehidupan adikku!
"Kak, kamu ini gila ya!"
"Apa kamu bilang aku gila?! Yang gila itu justru ibu kamu!"
"Kak, kamu ini sedang berbicara dan berhadapan dengan orang yang lebih tua dari kamu! Aku minta bersikaplah yang sopan kepadanya!"
"Sopan kepada dia. Aku tidak akan sudi bahkan aku tidak akan mau melihat dan berurusan dengan dia apa lagi keluarga kamu! Di memang sudah tua. Tetapi otaknya sudah terlalu kehilangan banyak akal! Bawa di pergi dari sini sekarang Nin! Aku muak dengan sikapanya yang seperti orang gila! "
"Kak, berhenti! Kamu silahkan jika akan mengusir atau membentak - bentakku, tapi tolong hargai ibukku kak Sinta!"
"Apa kamu menyuruhku untuk sopan kepadanya?! Aku tidak akan pernah mau! Ccuuuiiihhh jijik aku dengan kalian!
"Dasar kamu wanita tidak tahu diri! Kamu wanita gila!" Tutur Dewi sambil menuding Sinta yang sedang marah - marah.
"Ibuk sudah tenanglah. Lebih baik kita pulang sekarang. "
"Tapi aku ingin pulang bersama Pelangi Nin. "
"Jangan harap kalian bisa membawa atau betemu Pelangi lagi!
"Kamu!" Ucap Dewi seakan akan tangannya maju ingin menamparnya tetapi Nindi menghalangi sikap ibuknya itu.
"Apa kau wanita tua? Mau menamparku?! Tampar saja! Aku tidak pernah takut sama kamu! "
"Ibuk sudah ibuk mari kita pulang."
"Tunggu Nin, aku ingin mencakar - cakar wanita tidak tahu diri itu! "
"Jangan buk, Nindi mohon. Mari kita pulang sekarang." Ujarnya sambil mengeret geret badan Dewi yang terlihat masih marah - marah kepada Sinta.
"Iya pergi sana jauh - jauh. Kalian akan lebih bagus untuk tidak berada di dunia ini!" Teriak Sinta menggusir Dewi dan Nindi.
Dirinya pun kembali masuk ke dalam mobil slesai menghadapi kelakuan Dewi. Di mobil Bella, beby sister dan juga pelangi melonggo saat melihat Sinta marah - marah dengan meraka.
__ADS_1
"Bel, kamu jangan mencontoh sikap bunda tadi ya."
"Bunda menakutkan."
"Ha.. ha... Ha.. hiraukan saja nak.
"Bun, mereka orang jahat ya?"
"Ya seperti yang kamu lihat nak, "
"Mengapa mereka ingin sekali mengambil Pelangi bun? "
"Sudahlah, hiraukan mereka, sekarang Bella fokus ke sekplah ya, agar menjadi anak pintar, bemarkan Pelangi." Kata Sinta.
"Hu.um." Ucap Bella.
Kemudian mereka pergi menuju ke sekolah Bella.
-------
Sedangjan Dewi dan Nindi pulang menuju rumahnya. Namun, Dewi masih saja mengiceh karena, ia di perlakukan tidak sopan kepada Sinta.
"Wanita itu benar - benar sudah hiang akal! Dia tidak pernah sopan kepadaku. Dia pikir dia itu siapa?! Berengsek!
"Sudah buk, ibuk yang sabar. "
"Ya kita mau gimana lagi buk. Semua ini juga salah keluarga kita."
"Salah keluarga kita dari mana?! Mereka saja yan tidak tahu diri! "
"Coba deh ibuk pikir. Kalau dulu saja ibuk tidak memprovokasikan mas Akbar untuk tidak menceraikan Kia mungkin sampai sekarang ibuk bisa bersama Pelangi setiap saat. Apa lagi dahulu sewaktu kak Kia hamil, ibuk juga sama sekali tidak mau menggap cucu ibuk sendiri kan. "
"Apaan sih kamu Nin. Apa apa salah ibuk, heran ibuk sama kamu. "
"Tapi benerkan yang Nindi katakan ini?"
"Gak tahu lah. Sekarang itu mulut kamu tidak usah menyalahkan ibuk terus."
"Lalu kita akan berbuat apa sekarang buk?"
"Ya kamu mikir dong gimana caranya biar Pelangi bisa bersama kita."
"Maksud ibuk? Kita ambil Pelangi dari mereka?"
"Iya."
"Tapi buk gimana caranya?"
__ADS_1
"Ya ibuk juga enggak tahu? Nanti kita bicarakan saja dengan Akbar saat sampai di rumah."
Merekapun melanjutkan perjalanannya kembali pulang ke rumah.
--------
"Aku sudah terlalu lama menjalani semua kehidupan ini tanpa seorang pria di sisihku. Aku tidak tahu ini semua bisa terbilang sebagai trauma atau tidak. Entah lah, yang pasti aku menginginkan hidup bahagia saat ini entah dengan dia yang selalu menemani aku dan banyak berkorban untukku. Cleo, terimkasih atas segalanya. Terimakasih juga untuk perhatian yang selama ini kamu berikan untukku." Ucap Kia dari dalam hati sambil memandangi wajah Cleo yang saat itu merek sedang makan malam bersama di sebuah restourant yang terlihat jelas bintang berkilau di langit, sebab restourant itu berada tepat di pesisir pantai.
Sedangkan Pelangi yang sedang berlarian bermain bersama baby sisternya.
"Hay, Kia?"
"Owh, iya mas maaf sampai mana tadi kamu bicara?"
"Kamu ini kenapa melamun."
"Emm, enggak apa - apa sih. Iihat tuh Pelangi. Sepertinya dia sangat senang malam ini.
"Iya, aku bersyukur bisa melihat pelangi tersenyum. Emm, mas terima kasih banyak ya atas semua perhatian, pengorbanan, dan juga kasi sayang kamu kepada Pelangi."
"Kamu ngomong apa sih. Selama ini aku tidak berbuat apa - apa. Aku hanya ingin melihat orang yang aku cintai hidup bahagia. Dan aku tidak ingin kamu mau pun Pelangi menjadi susah."
"Iya, terimakasih ya mas."
"Tapi, bagaimana dengan perasaanmu? Apakah aku bisa menduduki dan memperbaiki hatimu yang dulu pernah hancur itu."
"Emm, mungkin bisa. "
"Jadi sekarang aku boleh memangilmu dengan sebutan sayang?"
"Au ah mas, apaan sih. Malu tahu, kalau Pelangi sampai mendengarkannya." Kata Kia yang tersenyum manis kepada Cleo dan berlari mendekati pelangi.
"Kia, tunggu. Aku serius. "
"Aku mau bermain dengan Pelangi mas. Ha.. ha.. ha.."
Waktu itu Kia mendekati Pelangi dan bermain dengan putrinya.
"Tidak mudah mendapatkan mu. Aku baru pertama kali ini menemukan wanita yang susah sekali untuk masuk di dalam hatinya. Tapi itu semua tidak masalah buatku. Aku yakin aku akan memenangkan hati kamu Kia. Yang terpenting di hidupku saat ini bisa melihat kamu dan Pelangi hidup bahagia." Ucap Cleo dari dalam hatinya yang duduk melihat Kia dan Pelangi bermain bersama dengan tertawa bahagia.
Kemudian Cleo berlari meyusul mereka yang sedang asik bermain dan memeluk Kia dari belakang, lalu Pelangi mendekati mereka berdua.
"Ayah, bunda, Pelangi sangat sayang dengan kalian. "
Mereka bertigapun saling berpelukan layaknya sebuah keluarga yang harmonis dengan disaksian baby sister nya.
Bersabung...
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️