Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Cleo


__ADS_3

Selesai menganti pakaiannya Cleo duduk di sofa ruang tamu milik Kia dengan handuk yang tersampir di atas kepalanya. Kemudian ia meminum teh hangat yang telah Kia buatkan tadi.


Kia menyanyikan lagu It Will Rain milik Bruno Mars yang duduk disamping Cleo, lalu Cleo memandangi wajahnya yang sedang bergumam menyayikan lirik lagu itu. Lagu itu adalah lagu favoritnya yang setiap hari ia nyanyikan bersama Cleo saat berangkat atau pulang dari kerja. Mereka berdua menyukai lagu ini. Karena itu dia selalu tersenyum memandang lurus ke depan wajah Kia dan sesekali bersenandung.


Bagian terbaiknya, Cleo selalu ikut bernyanyi di bagian reffrain lagu itu. Suara Cleo selalu agak dipelankan agar Cleo dapat mendengar suara indah Kia bernyanyi. Dan setelahnya, Cleo mengajaknya bersandau gurau malam yang dingin itu. Sebab Cleo ingin membuat Kia menjadi miliknya.


"Besok kita beli mikrofone karaoke ya."


"Untuk apa mas?"


"Untuk latihan."


"Latihan apa?"


"Sebentar lagi kamu kan akan mengadakan konser."


"Ha.. ha.. ha.. "


"Loh kenapa kamu tertawa?"


"Tahu deh. Terserah kamu mas."


"Habisnya, kamu itu hobi banget kalau di suruh bernyanyi. Mending kamu jadi penyanyi saja. Aku yakin pasti banyak yang....."


"Yang apa? Kok enggak di lanjutin ngomongnya?"


"Banyak yang apa ya Ki?" Ucap Cleo sambil tersenyum menjahili Kia.


"Bilang saja, banyak yang kambur setelah mendengarkan ku bernyanyi. Iya kan, itu maksud kamu mas."


"Betul sekali. Aku enggak sampai hati mau bilang gitu sama kamu Ki. Pisstt,,,"

__ADS_1


"Dasar, gini - gini dulu waktu aku SMA juara lomba menyanyi tahu."


"Masak sih. Enggak percaya aku."


"Kamu mah gitu mas, ngehina aku mulu."


"Ha.. ha.. ha.. Habisnya kamu itu ngegemesin tahu. Pelangi sudah tidur ?"


"Sudah baru saja mas."


"Yah padahal aku masih pengen bermain sama dia."


"Besok - besok juga masih bisa ketemu kan."


"Kamu enggak capek Kia?"


"Enggak biasa saja tuh."


"Ini juga sudah malam, aku akan pamit pulang. Tidak enak di lihat tetangga. Lagian hujannya sudah mulai sedikit reda.


"Lumayan sih. Kamu mau tahu tidak apa yang bisa membuat aku hangat?"


"Apa?"


"Melihat senyummu."


"Tuh kan gombal lagi. Udah sana pulang."


"Ngusir nih."


"Enggak katanya tadi mau pulang."

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.. Iya, iya."


"Kalau begitu aku pulang dulu ya." Kata Cleo sambil berdiri dan membawa handphonenya.


"Hati - hati di jalan ya mas."


"Iya, emm, Kia?"


"Iya?"


"Selamat malam dan beristirahatlah. Hilangankan semua beban mu hari ini. Agar esok kamu terbangun dengan tubuh yang fit."


"Iya mas. Kamu juga ya, hati - hati di jalan."


"Aku mencintaimu. " Kata Cleo


Kia pun hanya tersenyum dengan pipi yang memerah.


Pada malam hari yang sunyi dan di temani dinginnya cuaca dengan di iringi angin yang menusuk dalam tulang, Kia kembali melihat setangkai bunga mawar yang baru saja Cleo berikan untuk Kia ketika akan pulang. Ia pun mulai merasa jika Cleo sungguh - sungguh mencintai dirinya dan juga anaknya.


Cleo pun langsung berjalan ke arah mobilnya. Kemudian ia pulang ke rumahnya.


-----------


Sesampai di rumah dirinya melamun memikirkan Kia. Sejak hari pertama Cleo mengenal Kia hingga saat ini, ia melihat Kia adalah sesosok wanita yang begitu memukau, misterius, dan tentunya memiliki paras yang sangat manis bagi dirinya. Semakin hari rasa penasaran dirinya tentang Kia semakin kuat hingga akhirnya Cleo tahu siapa sosok wanita yang dia idolakan selama ini.


Semakin lamanya waktu mereka bersama, Cleo yakin bahwa Kia sudah bisa memberikan lampu hijau untuk membuka ruang di hatinya. Bagi Cleo, Kia adalah sosok wanita yang benar - benar dia cari selama ini. Rasa untuk memiliki dirinya pun semakin megebu - gebu. Akan tetapi Cleo masih akan tetap bersabr hingga Kia bisa memanggil dirinya dengan sebutan sayang.


Sekarang, dipikiran Cleo selalu teralihkan oleh Kia. Cleo melihat foto - foto mereka berdua saat rekreasi kemarin wajah Kia sangat ceria. Ia tersenyum manis dengan lengannya yang memeluk bahu Cleo. Saat itu juga Cleo tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia tersenyum senyum sendiri di kamarnya setelah melihat foto itu. Selalu terbayang di pikirannya hanyalah wajah Kia.


"Dia sederhana, apa adanya dan tidak banyak gaya. Tingkah laku dan gaya bicaranya juga biasa, tidak dibuat-buat. Beda sekali dengan kebanyakan perempuan di masa sekarang yang selalu up to date tentang style-style terkini, dia tampil sebagai dirinya sendiri. Dia pendiam, tapi luar biasa ramah kalau sudah akrab. Dia juga lucu, candaannya parah dan konyol yang sering membuaku harus menahan tawa kalau ngobrol dengannya. Dia orangnya tidak tegaan, dia rela rugi demi supaya orang lain untung. Dia tidak masalah dibohongi walau dia tahu dibohongi itu menyakitkan. Entah dia bodoh atau terlalu baik hati, tapi, aku lebih setuju jika di bilang dia adalah sesorang yang sangat baik hatinya. Aku akan tetap selalu menunggu cinta darimu Kia, entah selama apa." Ucapnya dari dalam hati.

__ADS_1


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2