
Dalam usia kandungannya yang semakin lama semakin bertambah sehingga perut Kia semakin lama juga semakin terlihat membesar dengan perkembangan dari calon bayinya yang sangat baik. Sudah dua minggu setelah masa perceraian terakhir itu berlalu. Nisa, Surya dan Sinta akan kembali pulang untuk sementara waktu. Namun saat keluarganya akan pulang Kia ingin ikut pulang ke rumah orang tuanya itu untuk menginap di sana dalam beberapa hari.
Saat Kia pergi menginap di rumah kedua orang tuanya itu, banyak tentangga yang menanyakan di mana penghuni rumah yang Kia tinggali itu. Karena rumah yang Kia tinggali seperti kosong tidak berpenghuni tanpa lampu tidak menyala di rumah itu.
Ibu Sulis adalah tetangga Kia yang senang menggosip. Setiap ada berita baru tentang hal buruk di tentangganya pasti ia selalu mengetahuinya terlebih dahulu.
Banyak gosip beredar bahwa Kia sudah berpisah dengan Akbar, namun banyak juga tetangga yang tidak tau tentang perceraian mereka, terlebih sekarang Kia sedang hamil.
Kabarnya perpisahan mereka dilandasi oleh perselingkuhan, keduanya sudah mempunyai pasangan masing-masing sehingga memutuskan untuk bercerai.
Dugaan itu diperkuat saat beberapa tetangga yang sedang berbelanja di warung yang tidak jauh dari rumah Kia, beberapa warga terutama ibu - ibu melihat Kia dan Akbar masing-masing membawa orang lain yang di duga masyarakat adalah kekasihnya.
Setiap hari warga yang tinggal di komplek itu selalu membicarakan tentang kondisi rumah tangga di keluarga Kia. Sehingga gosip itu sampai kepada Ketua Rt setempat. Ketua Rt bertanya kepada mereka yang mengetahui bahwa Kia dan Akbar masing - masing sudah memiliki kekasih sehingga mereka bercerai.
Beberapa hari setelah Kia pulang dari rumah orang tuanya, Kia berbelanja di warung yang tak jauh dari rumahnya itu. Di sana ada beberapa ibu - ibu yang juga sedang berbelanja. Di saat kia sedang memilih sayuran beberapa dari ibu - ibu itu berbisik bisik dengan melihat Kia. Saat itulah Kia merasa kalau dirinya sedang menjadi bahan pembicaraan mereka. Kia merasa tidak nyaman saat berbelanja di warung tersebut. Ia ingin segera pergi dari warung itu
"Kok belanja sendirian bu Kia. Suaminya mana?" tanya ibu - ibu itu.
"Iya bu." Jawab Kia dengan singkat.
Saat itu Kia berbelanja dengan mengunakan jaket yang sedikit besar, sehingga banyak orang tidak mengetahunya bahwa dirinya sedang hamil.
"Suaminya mana bu? " ucap salah satu dari ibu - ibu itu.
__ADS_1
"Maaf ya bu, saya mau membayar sebentar." Ucap Kia sambil berjalan menuju kearah kasir karena ia benar - benar sudah ingin cepat - cepat pergi meninggalkan warung itu.
"Di tanyain suaminya mana kok enggak menjawab. Jadi orang kok sombong sekali."
"Enggak punya mulut kali bu, ha .. ha.. ha.." Mereka menertawakan Kia saat dirinya sudah pergi.
"Iya bener. Pantesan saja suaminya meninggalkannya." katanya dengan sadis
Di saat itu Kia hanya berdiam dan langsung pergi begitu saja tanpa mendengarkan atau menggubris omongan tetangga - tetangganya itu yang sudah menghinanya.
Setelah mendengarkan ada beberapa tetangganya yang membicarakan dirinya, ia hampir tidak pernah keluar rumah. Ia keluar rumah hanya pergi untuk membeli sesuatu yang benar - benar penting untuknya.
Memasuki usia kehamilan enam setengah bulan Kia di sarankan oleh dokter untuk selalu aktif bergerak. Supaya proses persalinan nanti berjalan dengan baik. Dokter yang memeriksa kehamilan Kia memberikan beberapa saran kepada Kia agar nanti ketika melahirkan kondisi bayi dan bundanya semuanya selamat dan sehat.
Setelah mendengarkan saran dari dokter Kia mulai berjalan - jalan di pagi hari sendirian dengan masih mengunakan pakaian dasternya. Karena usia kandungan kini telah bertambah, bentuk perut yang semakin membulat kini terlihat semakin sangat jelas. Warga yang mengetahui Kia sedang hamil kini semakin geram karena mereka berfikir kalau Kia bukanlah wanita baik - baik, karena ia di pandang oleh warga, seorang wanita janda yang hamil tanpa suami.
Banyak warga yang pergi ke rumah ketua RT dan RW setempat. Mereka berunjuk rasa untuk mengusir Kia dari kompeknya karena membuat malu warga kompek tersebut. Sebelum mereka berbondong bondong warga datang dengan ramai - ramai untuk mengusir Kia dari tempat tinggalnya sendiri mereka mendatangi rumah ketua Rt dan Rw terlebih dahulu.
"Pak Rt saya mau wanita itu jekuar dari komplek kita!" Seru salah satu seoran warga.
"Iya pak betul, setuju. Komplek kita ini hanya bole di tinggali oleh orang baik baik. Bukan seperti dia, hamil tanpa mempunyai suami." Sahut warga yang sedang berdemo itu.
"Tenang tenang semuanya. Kita bisa bicarakan semua ini baik - baik kepada ibu Kia." Kata ketua RT .
__ADS_1
"Tetapi pak. Dia sudah hamil dan bercerai dengan suaminy lama. Entak sekarang siapa bapak dari janin itu."
"Pokoknya kita sepakat untuk mengusir wanita itu dari komplek kita pak Rt. Kalau pak Rt dan pak Rw tidak bisa kita akan datang langaung ke rumah Kia dan mengusirnya bersama sama." Teriak serentak warga yang sedang berdemo.
"Baik, baik, saya akan bicarakan dengan ibu Kia. Mari kita ke rumahnya sekarang. Tetapi saya tolong kalian jangan membuat ke kisruhan. Kasihan karena dia sedang hamil."
Akhirnya warga, ketua Rt, dan ketua Rw setempat pergi beramai ramai menuju rumah Kia. Kia saat itu sedang istrirahat membaringkan tubuhnya. Ia mendengar suara ramai rami dari luar pintu gerbangnya. Mendengar keramain itu, ia keluar dari dalam rumah. Ia kaget bukan main melihat banyak orang di depan rumahnya. Pak Rt dan pak Rw menyuruh warga untuk menunggu di luar karena ia akan membicarakan baik baik atas pengusiran itu.
"Ada apa ini pak? Kenapa ramai ramai mendatangi rumah saya? " Tanya Kia dengan wajah yang binggung.
"Begini bu Kia, bolehkah kita membicarakan di dalam saja."
"Iya pak, baik baik. Mari silahkan masuk." Ucap Ki sambil memepersilahkan masuk.
Saat itu ketua Rt dan Rw pun masuk ke dalam rumah dan membicarakan baik baik kepada Kia mengenai warga menyuruh untuk Kia segera meninggalkan komplek yang ia tinggali saat ini, warga beramai ramai menunggu di luar pintu gerbang.
Cleo tidak sengaja lewat di depan rumahnya dan melihat banyak orang yang sedang berkerumun di rumah Kia. Ia lalu berhenti dan mendekati rumah Kia. Ia bertanya kepada salah satu warganya.
"Permisi ada apa ini ya bu? Kenapa ramai sekali? "
Ucap Cleo yang berfikir Kia pingsan lagi saat itu.
Bersambung...
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️