Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
MALAM PERTAMA ITU


__ADS_3

Dengan senang hati dan tanpa rasa ragu akbar pun masuk ke kamar kayla. Ia berbaring tepat di samping kayla. Saat mereka sedang berbaring berdua di satu ranjang dan di satu selimut mereka pun hanya terdiam dan berkedip kedip tanpa berkata apapun.


"Selamat malam mas. " Ujar kayla sambil mematikan lampu kamarnya yang berada di meja samping dekat dengan bantal yang ia kenakan .


"Iya, selamat malam juga kay. "Jawab akbar,


Setelah mematikan lampu kamarnya, kayla tidur berbalik arah membelakangi akbar. Akbar pun tidak bisa memejamkan matanya, mengingat kejadian yang ia lihat tadi, apa lagi ia tidur seranjang dengan kayla yang menambah gairah. Ia menahan dirinya, karena rasa birahi yang sudah akan memuncak. Ketika itu akbar tidur dengan menghadap ke arah tubuh kayla yang putih mulus sambil memegang sebuah kejantanannya sendiri karena sudah sepeti ereksi.


Akbar mengira kayla sudah tertidur. Namun, tiba tiba kayla langsung berbalik arah dan melihat wajah ke arah akbar. Karena setiap harinya ia selalu tidur tanpa busana, hari ini ia tidur dengan mengunakan kimono namun ia tidak bisa tidur karena ia merasa risih dengan balutan kimono nya.


Karena kayla melihat akbar sudah tidur, ia bangun dari ranjangnya dan ingin pindah ke kamar sella.


"Mas, akbar sudah tidur. Aku akan pindah tidur saja di kamar sella, aku gak bisa tidur kalau aku harus mengunakan kimono ini. biasanya aku tidur hanya mengunakan bra dan celana dalam saja." Kata kia berbicara sendiri.


Akbar yang sedang berpura pura tidur langsung terbangun.


"Aku sebenarnya juga belum tidur kay."ujar akbar sambil mengangkat tubuhnya untuk bersandar di tempat tidur.


"Kamu belum tidur mas, aku kira kamu sudah... "


Saat akan melanjutkan perkataannya akbar berdiri dan mendekati kayla. Ia memeluk kayla dari belakang tubuh kayla. Kayla terkejut dan dadanya yang sedari tadi sudah dag-dig-dug-der sejak akbar tidur di sampingnya.


"Kay, lepaskan saja kimono mu ini jika kamu merasa gerah saat akan tidur ya manis. "Ujar akbar sambil memeluk kayla dari belakang dan mencoba meraba raba tangannya mencari tali kimono kayla.


"Mas, apa kamu......."

__ADS_1


"Kamu mencintaiku kan ? Kamu yang sudah membuat burung kecil ku ini bangun. Jadi kamu harus bertanggung jawab kayla yang manis," kata akbar dengan melanjutkan tangannya membuka tali kimono kayla.


"sebenarnya,,, Aku sungguh mencintaimu mas, aku sayang kepadamu,"


"Kalau begitu mari kita buktikan pengorbanan cinta dan sayangmu manis," sambil membuka kimono dan mendorong tubuh kayla ke ranjang hingga kayla terjatuh tepat di bawah tubuh akbar.


Akbar yang sudah berhasil membaringkan tubuh kayla yang hanya mengunakan bra dan celana dalamnya dengan posisi tubuh di bawah badan akbar dengan bertatapan muka, ia langsung meraba raba bagian bagian terpenting setiap lekukan lekukan yang menghiasi tubuh kayla.


Akbar mengecup kecup mesra di leher kayla dengan tangannya yang meraba raba di dua aset milik kayla.


"Kayla manis, aku menyukai harum tubuh mu ini, semua terasa kenyal. Kulit putih kamu yang lembut mulus dengan dua pemandangan eksotis bagian di depan dada ini sayang."


"Aahh mas,, sentuhan mu, membuat aku merasakan dunia yang sangat nikmat."


"Benarkah itu, mari kita bermain bercinta malam ini dengan di temani suara hujan rintik rintik ya sayang."


Dengan hening nya malam dan kesunyian. Saat malam itu hujan turun. Di temani gemercik air hujan yang turun, dinginnya suasana, dan didukung oleh kesunyian malam yang hanya ada mereka saja di rumah itu.


Akbar membuka satu persatu apa yang kayla kenakan, begitupun dengan kayla, ia dengan perlahan lahan tangannya menuju bawah perut akbar untuk membuka celana yang akbar kenakan.


Saat semua pakaian yang kayla kenakan sudah terlepas, bibir akbar berjalan turun mendarat untuk berpindah mengecup ke arah dua aset berharga milik kayla. Kayla yang merasakan kenikmatan yang akbar berikan dengan tangan yang mengelus elus bagian bawah perut milik akbar.


"Enakkan saat aku kecup di buah dada mu ini sayang."


"Aahhhh mas, aku menyukai semua sentuhan sentuhan tangan dan bibirmu itu. Jajaki Lah tubuhku ini mas,"

__ADS_1


"Benarkah yang kamu katakan ini sayang, aku juga menyayangimu manis ku yang seksi."


Akbar melanjutkan permainannya saat itu. Ia benar benar menikmati semua tubuh kayla malam itu. Bibirnya selalu mengecup semua bagian bagian sensitif dari tubuh kayla. Mulai dari ia mengecup bibir kayla, turun sedikit menuju leher kayla, turun lagi menuju buah dada kayla, lagi lagi mengecup kecup dari perut sampai ke arah bagian bawah milik kayla.


Akbar mulai membuka kaki kayla dan ia mulai meraba raba semua yang nampak jelas di hadapannya saat malam itu. Tangganya yang sudah terlihat tidak ragu ragu lagi langsung ia gerayai bagian bawah yang sangat sensitif milik kayla itu. Kayla pun menjerit karena tangan akbar yang tiba tiba di masukan ke dalam sebuah lubang kecil milik kayla itu. Dengan merasa sakit namun ia sangat menikmatinya.


"Mas,, ahhh,, ahhh, mas,"


"Kenapa sayang ku, kamu kesakitan ?"


"Iya sayang sakit yang nikmat, lanjutkan saja sayangku." Kata kayla sambil memegang tangan akbar yang sedang mengerayai bagian sensitifnya itu.


"Aku akan lanjutkan ya manis,"


Detik demi detik mereka lakukan apa yang mereka sukai dan mereka begitu menikmati malam itu, dengan gaya yang berbeda beda. Tangan akbar yang selalu meremas remas dengan lembut di bagian dua aset milik kayla yang berharga. Dia juga menahan gejolak dalam dirinya yang sudah mulai memuncak, saat Akbar memiringkan tubuhnya menatap punggung Kayla yang tidur membelakanginya, tanpa dia sadari tangannya mulai memegang bagian bawahnya. Darahnya seakan mendidih saat hasrat dalam dirinya semakin memuncak meminta untuk di salurkan. Kalimaks yang sudah akbar tahan tahan beberapa jam ini,mulai menemukan titik di mana semua akan berkahir dengan mengeluarkannya di wajah cantik dan imut milik kayla itu.


"Kay, sebentar lagi burung kecilku ini akan mengeluarkan sesuatu. dan akan aku letakan di wajahmu kay, apakah kamu mau menerimanya ?"


"Berikan saja mas, akan aku buka mulutku dan letakan saja di mulutku. Aku ingin mencoba menelannya mas."


"Baiklah jika itu yang kamu mau, akan aku beri semuanya untukmu kay."


Beberapa detik kemudian hasrat akbar terpenuhi, Selesai bermain malam itu mereka tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukan pukul setengah empat merekapun tertidur berdua di satu ranjang tanpa busana dan saling berpelukan.


Bersambung...

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2