
Kesokan harinya Kia bangun pagi, seperti biasa dia menyibukan dirinya untuk mempersiapkan sarapan dan juga baju kerja suaminya itu. namun tidak seperti biasa, Cleo waktu itu bangun lebih awal, dia langsung berjalan ke arah dapur. Ia melihat istrinya itu sedang berdiri menghadap kompor. Cleo sengaja, tidak ingin mengeluarkan suaranya. Ia berjalan perlahan – lahan dari belakang badan istrinya, kemudian setelah jarak yang sudah sangat dekat Cleo begitu saja mendekapi tubuh Kia dari belakang sambil menciumi leher bawah telinga Kia pagi itu.
Kia pun kaget karena suaminya sudah bangun lebih awal. Sebab tidak seperti biasanya, suaminya itu bisa bangun sangat pagi sekali. Kia pun membalas dengan membelai lebut pipi Cleo.
“Masak apa sayang.” Tanya Cleo yang masih mendekapi tubuh Kia.
“Emm, ini aku cuman goreng ikan aja Ay, tumben kamu bangunnya pagi banget?” tanya Kia sembari tangannya masih membelai lembut wajah suaminya dari samping.
“Kayaknya enak.”
“Iya, karena aku masaknya kan pakai hati. Biar cinta kamu enggak pernah luntur ke aku, Ay.” Ucap Kia sambil tersnyum mengobal kepada suaminya itu.
“Ih, istriku udah pintar ngegombal deh. Cinta ku itu tidak akan pernah pudar buat kamu sayang beneran. Kamu itu akan selalu di hati aku selama – lamanya sampai nanti aku mati."
“Udah deh buruan mandi sana. Bauk tau Ay,”
“Bau badanku ini yang membuat kamu selalu rindu sama aku iya kan Ay. He.. he.. he..”
“Apaan sih, Dasar," kata Kia sambil tersenyum lepas.
Tiba – tiba terdengar suara orang batuk dari belakang mereka yang sedang berdekapan.
“ehem.. ehem..”
Mereka pun langsung menenggok ke belakang kemudian Cleo seketika melepaskan tangannya. Mereka tersenyum malu kepada Riri, karena sudah melihat sikap romantis Cleo pagi hari itu.
“Bunda.” Ucap Kia dan Cleo melihat Riri berdiri di belakang mereka.
“Emm, kamu masak apa nak?”
“Aku sedang mengoreng ikan bun, bunda dari tadi di sini?” tanya Kia yang masih merasa malu.
“Enggak, kalian tenang saja, bunda baru saja kok berdiri di sini. (sambil tersenyum)”
“Kalau gitu aku mandi dulu ya bun.” Kata Cleo sambil mengaruk – garuk kepalanya yang seperti salah tingkah.
“Heemm sana mandi. Jangan ganggu istrimu yang lagi masak. Dasar anak nakal.”
“He.. he.. he..” suara ketawa Cleo.
Cleo pun kemudian pergi meningalkan dapur itu dan Kia melanjutkan masaknya.
“Bunda seneng deh lihat kalian berdua romantis kayak gitu tadi. Jadi inget sama ayahnya Cleo.”
“Emm, iya bun,”
“Cleo itu sama seperti ayahnya. Dulu, bunda sering di peluk dari belakang kalau bunda sedang masak, nyapu, dan lain – lain. Ayah Cleo sering banget manja sama bunda. Emm, Kia, bunda percaya kamu bisa menjadi istri yang baik buat anak bunda.”
“Iya bun, bunda jangan sedih lagi ya, Kia janji sama bunda kalau Kia akan menjadi istri yang baik untuk mas Cleo.”
“Terima kasih ya sayang. Sekarang kita lanjutin masaknya. Sini mana yang harus bunda bantu nak?”
__
siang harinya, suara hp Kia berbunyi di saat Kia sedang menemani Pelangi bermaian. Ada panggilan masuk yang bernama “My Dear”, Cleo tiba – tiba menelepon Kia.
__ADS_1
“Hallo.”
“Ay, kamu lagi ngapain?”
“Lagi nunggu Pelangi bermain mas. Kenapa?”
“Nanti aku pulang jam tiga, jadi aku mau ngajak kamu keluar sebentar.”
“Kemana mas?”
“Ya, nanti kamu juga tahu sendiri. Tapi kita pergi berdua saja ya. Biar sementara Pelangi di rumah saja dulu sama bunda.”
“Owh iya mas, iya kalau begitu aku akan siap – siap sebelum kamu sampai rumah.”
“Okey sayang. Tunggu aku di rumah ya.”
“Iya mas, pulangnya hati – hati ya.”
Telepon itu kemudian di tutup oleh Cleo. Cleo kembali mengerjakan pekerjaannya. Sedangkan Kia sehabis menerima Telepon dari suaminya dia langsung bergegas untuk menyiapkan dirinya. Supaya jika Cleo pulang dari kantor Kia sudah siap. Namun, Pelangi masih bermain dengan baby sisternya.
“Pelangi sayang, bunda mau ke kamar dulu ya. Pelangi bermain sama mbaknya ya.”
“Iya bun.”
“Mbak tolong di jaga ya Pelangi. Temani dia main. Aku mau siap – siap, soalnya mas Cleo mau ngajak aku pergi.”
“baik nyonya.”
“Makasih ya mbak.”
Setelah beberapa menit kemudian, Kia yang sudah rapi dengan pakainnya dan slempang yang akan di bawanya pergi bersama Cleo turun ke bawah. Lalu, dia bertemu dengan Riri saat berjalan turun dari anak tangga. Riri bertanya kepada Kia.
“Emm, tadi mas Cleo telepon Kia bun katanya mau di ajak pergi gitu.”
“Memang Cleo tidak memberi tahu ke kamu mau pergi ke mana gitu?”
“Enggak bun, mas Cleo cuman bilang sama aku, kalau akau harus siap – siap gitu aja sih bun.”
“Sama pelangi juga?”
“enggak bun. Mas Cleo bilang Pelangi di rumah saja.”
“Owh gitu, biar nanti Pelangi bunda ajak ke rumah temen bunda.”
Kemudian waktu sudah menunjukan pukul tiga sore. Lalu Cleo datang dan masuk kedalam rumah.
“Sayang, Sayang.” Panggil Cleo kepada istrinya.
“Iya mas, kamu sudah datang.”
“Iya aku baru saja sampai rumah. Kamu udah siap?”
“Udah mas.”
Pelangi pun melihat Cleo pulang kemudian Pelangi langsung berlali mendekati Cleo.
__ADS_1
“Ayah, ayah sudah pulang?”
“Iya sayang, Ayah baru saja sampai rumah.”
“Ayah sama bunda mau pergi ke mana?”
“Ayah sama bunda mau pergi sebentar. Pelangi di rumah dulu ya sama nenek.”
“Enggak mau, Pelangi mau ikut ayah sama bunda.”
“Iya sayang, Pelangi ikut nenek saja yuk. Nanti kita pergi ke rumah Amel.” Ucap Riri.
“Enggak mau nek. Pelangi mau ikut bunda sama ayah.”
“Gimana dong mas. Kita bawa Pelangi saja ya. Kasihan aku dia merenggek – renggek gitu. Enggak tega aku lihatnya.” Kata Kia.
“Emang kamu mau ajak istrimu kemana sih Cleo? Kenapa kamu tidak ingin Pelangi ikut?” Ucap Riri
“Iya, mau kemana sih mas?” tanya Kia lagi.
“Ya udah kalau begitu Pelangi kita ajak saja. bun, kami pamit ya.”
“Heeemmm, ya hati – hati di jalan.”
Kia dan Cleo akhirnya pergi dengan membawa Pelangi dan juga baby sister nya. Di dalam perjalanan Cleo sama sekali tidak memberi tahu Kia kalau dia akan membawanya kemana. Akan tetapi arah jalan yang sudah hampir mendekati tempat tujuan Cleo itu, Kia mulai menyadari bahwa jalan itu menuju ke arah rumah sakit Kayla.
Kia pun langsung bertanya kepada suaminya, sebab suaminya tidak mengatakan apapun saat mengajak pergi.
“Loh mas, ini kan jalan mau ke arah rumah sakit Kayla?”
“Iya, memang.”
“Tapi bukannya kamu kemarin tidak....”
“Aku tahu, saat aku tidak memperbolehkan kamu datang ke sini, aku melihat wajah kamu waktu itu kecewa kan?”
“Iya, aku hanya kasihan saja dengan Kayla mas. Kan enggak ada salahnya kalau kita datang dan memaafkan dia.”
“Kamu itu ya emang orang yang sangat baik. Aduh, beneran deh. Aku udah binggung mau ngungkapin gimana lagi melihat kebaikan mu.”
“Apaan sih mas. Aku kan cuman mau nolong saja. kasihan tahu.”
“Iya sayang.” Ucap Cleo sambil mencium tangan Kia.
Sesampai nya di rumah sakit. Cleo langsung mengendong Pelangi dan mereka berjalan ke arah kamar Kayla. Terlihat dari kejauhan di sana ada Ida, Dewi dan juga Akbar. Hati Cleo sebenarnya sangat membeci kalau ia harus bertemu dengan Akbar atau melihat wajahnya. Cleo sangat tidak menyukai Akbar.
Sebab menurut Cleo, Akbar itu adalah laki – laki pecundang yang selalu meremehkan semua wanita. Apa lagi sikap dia kepada Kia yang terlihat sok gagah dengan membuat hidup Kia menderita dulu. Akbar pun sangat – sangat membenci Akbar.
“Ada dia di sana Ay.” Cakap cleo yang berjalan sambil mengendong Pelangi.
“Iya. Aku juga lihat. Biarkan saja.” balas Kia.
“Sebenarnya aku sangat benci jika harus bertemu dengan dia lagi.” Cakap Cleo
“Sudah mas kita tidak usah memperdulikan dia atau pun mendengarkan dia berbicara. Karena bagiku dia itu hanyalah orang gila. Niat kita hanya ingin bertemu dengan Kayla.” ucap Kia sambil berjalan.
__ADS_1
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️