Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
persidangan pertama dan pergi dengan pelangi


__ADS_3

Malam hari itu beberapa berkas – berkas untuk persidangan sudah ia siapkan. Ia menyiapkan semuanya dengan teliti, sebab besok ia akan menghadapi persidangan dengan orang yang benar – benar sangat licik.


Akan tetapi di hati nindi sebenarnya, ia juga masih mengharapkan alex bisa berubah untuk menjadi yang lebih baik lagi. Sebab nindi memang memiliki karakter dengan sifatnya yang keras kepala. Ia juga tidak mudah mencintai orang lain. Atau pun melupakan orang yang dicintainya dengan mudah walau pun hatinya pernah di sakiti. Ia ingin memiliki keluarga yang utuh, berkumpul bersama suami dan juga anaknya.


Sakit memang yang ia rasakan di hatinya ketika harus menerima semua apa yang Alex lakukan kepada dirinya. Akan tetapi, rasa cintanya tidak akan pernah hilang untuk alex. Setiap hari harapannya sangat besar kepada alex. Ia ingin sekali alex kembali kepada dirinya dan hidup menjalin cinta bersama – sama  atau membangun keluarga yang bahagia. Keinginannya juga sama besar dengan harapannya supaya alex bisa berubah dan menikahi dirinya.


“alex. Hati ini memang masih sakit, kecewa dan terluka. Tapi entah aku yang memang bodoh atau kamu yang memang tidak pernah mengerti perasaanku. Rasa cinta ini sungguh sangat dalam kepadamu alex. Cinta ku tidak akan pernah berubah sampai kapan pun. Dan entah kenpa aku bisa sangat mencintaimu. Tapi kenapa, kenapa kamu tidak pernah menghargai perasaanku ini alex. Mungkin semua hanyalah sebuah mimpi bagi ku untuk bisa membanggun keluarga yang untuh dan bahagia sejahtera. Besok aku akan membuktikan kepadamu. Betapa dalam cinta ku sama kamu alex selama ini.”Gumam nindi dengan menyandarkan kepalanya pada daun pintu di kamarnya.


**


Keesokan harinya di mana hari persidangan pertama akan segera di mulai. Ia berdoa dan selalu mencium dion sebelum berangkat ke pengadilan. Dirinya ingin supaya persidangan pertamanya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.


“Pagi ma.”


“Pagi juga sayang.”


“Mama siap?”


“Siap. Mama harus siap. Doakan agar semua berjalan dengan lancar ya nak. kamu jaga rumah sebab sebentar lagi paman akan datang ke sini.”


“baik ma. Emm, mama hati – hati ya berangkatnya.”


“iya nak. owh, iya nanti kalau paman sudah datang tolong kamu bilang ke paman untuk menyusul mama datang ke pengadilan ya nak.”


“Iya ma.”


Nindi pun kemudian bergegas pergi menuju ke arah mobilnya. Saat akbar telah sampai di depan pintu gerbangnya dengan menggunakan taksi online, nindi pun sampai – sampai tidak melihat kakaknya yang baru saja datang itu. sebab saat itu nindi hanya fokus dengan persidangan pertamanya yang akan ia hadiri.


“nin, nindi.” teriak Akbar kepada adiknya itu.


Sebelum ia keluar dari rumah, akbar pun telah sampai tepat di depan pintu gerbang rumah nindi. ia kemudian masuk ke dalam rumah . ia lalu bertemu dengan Dion.


“Pagi paman.”


“Pagi dion. ibu kamu kenapa terburu – buru? Jadwal pengadilannya jam berapa memang?”


“aku kurang paham juga paman jam berapanya. Tapi tadi bunda bilang pagi ini akan menghadapi sidang pertamanya. Dan mama meminta kepada dion untuk meminta paman agar segera menyusul mama di pengadilan.”


“Owh. Gitu. Emm, paman mau rebahan sebentar, terus habis itu paman mau menyusul mama kamu untuk datang ke pengadilan.”


“Silahkan paman kalau paman akbar mau istirahat. Biar dion buatkan teh ya paman.”


“Iya nak, boleh juga. Terimakasih banyak ya nak .”


**


Persidangan pertama akan dimulai. Alex terlihat datang dengan percaya diri di pengadilan itu. ia datang dengan mengenakan kemeja berwarna putih, dan setelan jas, celana yang berwarna abu – abu. Ia juga terlihat membawa beberapa pengacaranya sambil berjalan melangkahkan kakinya menuju ke ruang sidang.


Nindi pun melihat dari kejauhan orang yang ia cintai. Sulit di percaya dengan semua yang akan ia hadapi. Hatinya masih cinta kepada alex, tapi ia juga merasakan kekecewaan yang telah alex berikan untuk dirinya. Mungkin memang membingungkan dengan apa yang nindi rasakan. Melepas dia pun berat rasanya, tapi hatinya sakit setiap melihat wajah alex.


“Semoga kamu bisa mengerti apa yang aku mau alex. Melepasmu terasa berat. Tapi aku juga sakit setiap kali melihat kamu. aku nggak pernah  bisa untuk membuang perasaan cinta ini kepadamu. Mungkin memang aku yang terlalu bodoh. Semoga setelah ini, kamu bisa berubah, menjadi pribadi yang lebih baik lagi alex.” Gumam nindi sambil melihat ke arah alex.


Persidangan di mulai, mereka duduk menempatkan dirinya ke kursi – kursi yang sudah tersedia. Hakim menerima semua laporan yang telah alex buat. Begitu pula dengan Nindi yang juga menyerahkan semua bukti – bukti yang telah dia siapkan jauh – jauh hari.


Waktu itu persidangan berjalan dengan biasa – biasa saja tanpa adanya kegaduhan atau ke ributan hingga acara tersebut selesai. Nindi langsung menemui alex yang akan masuk ke dalam mobilnya.


“Apa kamu yakin kamu akan dapatkan semua yang kamu inginkan untuk mengambil dion dari hidupku?” tanya Nindi kepada alex dari arah samping tubuh alex.


Alex pun hanya terdiam tanpa melihat nindi dan hanya menundukan kepalanya.


“Alex. Aku percaya kamu orang yang baik. Apa kamu tidak mau kembali bersama ku dan membangun keluarga kecil. Kita perbaiki hubungan kita yang pernah hancur.”


“Untuk apa? Kenapa kamu masih mengharapkan aku supaya kembali bersama mu?” tanya Alex tanpa melihat sedikitpun wajah nindi.


“sekarang kamu sudah tahu wajah anakmu. Kamu juga sudah tahu bagaimana dia tumbuh besar dan pintar sepertimu? Apa kamu tidak ada sedikitpun ke inginan untuk memperbaiki kesalahanmu dulu? Aku masih mau menerima kamu kembali untuk kami.”


“Sudah lah, kamu jangan terlalu mengharapkan aku. aku tahu kamu sangat membenciku, karena aku sudah berulang – ulang kali menyakiti hati kamu.”


“Alex, aku memang kecewa, marah, bahkan hatiku sangat terluka. Tapi entah kenapa, rasa cinta ku kepadamu tidak pernah pudar dan  hilang begitu saja. Sejak kamu meninggalkanku, aku berusaha mati – matian untuk melupakan kamu alex. Tapi hati memang tidak bisa di bohongi. Ternyata aku sama sekali tidak bisa menghilangkan rasa itu dari pikiran dan hati ku alex. Kamu tahu, setiap hari, aku sangat berharap kamu kembali kepada aku dan juga anak kita. Aku mengharapkan kamu mau membangun rumah tangga bersama – sama dengan ku lagi. Dan yang sangat aku impi – impikan selama ini adalah melihat kebahagiaan anakmu. Yang perlu kamu tahu tentang anakmu alex, sebenarnya anakmu sangat menginginkan untuk memiliki keluarga yang utuh dan mendapatkan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Coba kamu pikirkan itu baik – baik alex, pikirkan untuk anakmu bukan untukku. Satu hal lagi yang perlu kamu tahu. Aku... masih mau menerima kamu.”


Alex pun terdiam. Ia tidak menggubris sama sekali apa yang di katakan oleh nindi. setelah itu dia masuk ke dalam mobil dan meminta kepada supir pribadinya untuk menjalankan mobilnya.


Nindi pun terdiam dan melihat mobil alex yang pergi meninggalkan dirinya. Dari kejauhan terlihat akbar yang sedang mencari nindi, kemudian akbar mendekati adiknya itu.


“Kamu di sini? Kakak mencari kamu ke mana – mana nin.”


“Iya kak.”


“Kamu kenapa? Kamu baik – baik saja kan?”


Nindi pun seketika memeluk kakaknya yang sedang berdiri di belakangnya itu, akbar pun terlihat sangat binggung dengan Nindi yang tiba – tiba memeluk dirinya sambil menangis.


“Kak, aku enggak sanggup kak?”


“Hey.. hey.. kenapa?”


“Kak, kenapa semua ini terjadi kepada ku. Kenapa aku merasakan apa yang kia rasakan dulu?  Hisk... hisk... hisk... dan kenapa aku tidak bisa menghilangkan rasa cintaku kepada alex. Padahal dia sudah menyakitiku berulang – ulang kali. Tapi, kenapa aku masih mengharapkan dia datang di hidupku kak? Apa aku ini memang bodoh kak?” ucap nindi yang memeluk kakaknya sambil menangis.


“sudah nin. ( kata akbar sambil mengusap – usap punggung belakang nindi ). Kakak tahu apa yang sekarang kamu rasakan. Kamu harus bangkit nindi. lupakan dia. Lihatlah anakmu. Dia ingin melihat kamu bahagia. Jangan mengharapkan dia lagi untuk kembali di hidupmu nin. Dia tidak pantas mendapatkan wanita yang baik seperti kamu. jangan mau dibodohkan oleh perasaan nindi. sudah berulang – ulang kali kamu di sakiti, di kecewakan, dan di buang oleh dia. Sadar nindi, sadar. Dia bukan laki – laki baik untuk kamu.” ucap Akbar.


“Tapi.. kak... hisk.. hisk.. hisk...”


“Sekarang kita pulang yuk. Jangan menangis lagi ya. Kakak tahu kamu adalah wanita kuat. Kamu bisa melewati semua ini nindi.”


Nindi pun hanya terdiam dengan melepaskan pelukannya itu sambil menghapus air mata yang jatuh dipipinya. Setelah itu akbar menuntun nindi berjalan menuju ke arah mobilnya.


Dalam perjalanan pulang, nindi hanya terdiam sampai ia di rumahnya. Setelah sampai rumah nindi langsung pergi begitu saja menuju ke kamarnya. Ia kemudian menangis sendirian di kamarnya. Dion yang mengetahui mamanya yang menangis seperti itu langsung mendekatinya dan bertanya kepada mamanya.


“Ma. Mama baik – baik saja kan?”


“sayang.” ucap Nindi sambil memeluk anaknya itu.


“Mama kenapa menangis?”


“Sayang, maafin mama. Mama sayang sama kamu dan ayah kamu. mama enggak bisa menghilangkan rasa cinta ini untuk ayahmu nak. walaupun mama sudah banyak di sakiti oleh ayahmu. Tapi mama enggak bisa melepaskan ayahmu nak. mama enggak mau munafik, mama masih cinta sama dia nak.”


“Tapi ma, dion ingin mama sadar, kalau dia bukan orang baik untuk kita ma.”


“Nak, entah di hati kecil mama mengatakan kalau ayah kamu pasti bisa berubah.”


Dion pun kemudian terdiam. Sebab, percuma jika dia bicara, karena ia tahu kalau nindi akan tetap keras kepala mencintai alex.


**


Di dalam mobil, ia memikirkan apa yang nindi katakan tadi. Ia tidak percaya kalau nindi bisa mengatakan seperti itu kepada dirinya. Ia sangat heran sekali dengan nindi yang masih mencintai dirinya walaupun ia sudah berulang – ulang kali menyakiti dia.

__ADS_1


“Apa benar Nindi masih mau menerima ku? Kenapa dia tidak membenciku? Kenapa dia justru malah mengharapkan aku untuk datang di kehidupannya? Apakah aku masih pantas mendapatkan cinta dari kamu nindi?” gumam Alex dari dalam hatinya.


Alex kemudian membuka hpnya dan melihat foto – foto kenangan dia saat masih bersama nindi dulu. Selama ini alex sengaja tidak menghapus foto – foto bersama dengan nindi. ia masih menyimpannya di memory hpnya. Sedangkan dari sekian banyak wanita – wanita yang dekat dengan dirinya, foto nindi lah yang pertama kali di simpan oleh alex di hpnya itu. dia terus memikirkan perkataan nindi tadi yang ingin membangun rumah tangga dan membuat keluarga kecil yang bahagia bersama – sama.


**


Karena alex memiliki waktu kosong ia menyempatkan dirinya untuk bisa bertemu dengan pelangi. selesai dari persidangan, alex kemudian pergi mencari rumah Kia. beberapa menit kemudian, akbar menemukan alamat yang dia cari. Akbar pun berhenti di depan pintu gerbang rumah kia. ia sangat kagum melihat rumah mewah dan megah itu.


“Owh, ini tempat tinggal kia sekarang? besar sekali ya ternyata rumahnya? Sangat berbeda jauh dengan rumah yang aku tempati bersama dia dulu. Apa lagi rumahku yang tidak ada nilainya dari tempat tinggal kia sekarang. megah, mewah dan luas seperti rumah yang kia tempati sekarang. bersyukurlah dia sekarang bisa hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Mungkin jika dia masih bersama ku, dia tidak akan bahagia seperti sekarang. huft.... sudahlah, biarkan itu menjadi masa lalu. Yang penting sekarang aku dan kia sudah hidup bahagia dengan keluarga kecil kita masing – masing. Aku akan coba masuk ke dalam. Semoga pelangi ada di sana.” Gumam Akbar yang masih berada di dalam mobilnya sambil melihat ke arah rumah Kia.


Beberapa menit kemudian akbar masuk ke dalam halaman rumah Kia. ia lalu berjalan menuju pintu rumah kia. ia membawa sebuah boneka little pony yang sangat Pelangi sukai.


Ting tong... tiong tong..


Tak lama di buka lah pintu rumah itu oleh asisten pribadi kia.


“sore.”


“Mau cari siapa tuan?” tanya pembantu rumah tangga itu kepada akbar.


“Cari pelangi ada?”


“Owh, nona pelangi? sebentar saya akan panggilkan nona pelangi. silahkan tunggu dulu di ruang tamu tuan.”


“Baik bik, terima kasih.” Ucap akbar sambil duduk di ruang tamu dengan membawa boneka yang akan dia berikan kepada pelangi.


Sedangkan pembantu rumah tangga kia langsung memanggilkan pelangi. tetapi, di saat akbar menunggu pelangi, kia bertanya kepada asisten rumah tangganya itu.


“Siapa bik?”


“Saya kurang paham nyonya, katanya sih mau mencari nona pelangi.”


“Pelangi? cowok yang cari pelangi?”


“Iya nyonya, yang mencari nona pelangi seperti seumuran nyonya, laki – laki paruh baya.”


Kia pun merasa penasaran, dan ia kemudian berjalan melihat tamu yang datang mencari pelangi itu.


“Owh, kamu. ternyata kamu datang juga ke sini. Aku pikir, kamu tidak akan ke sini dan memperdulikan pelangi.”


“Maaf kia, aku baru saja datang ke kota ini. Sebab ada urusan mendadak. Terus aku menyempatkan waktu ingin bertemu dengan putriku. Pelangi ada?”


“Ada. Dia lagi di kamarnya. Tunggu saja, nanti juga dia turun. Owh, iya, gimana anak kamu? sudah sembuh?”


“iya sudah mendingan sekarang.”


“Syukurlah kalau gitu. “


“Kemarin aku ingin menyempatkan diri untuk bertemu dengan pelangi. tapi ternyata aku enggak bisa, aku di kejar – kejar sama pihak kantor untuk segera berangkat kerja.”


“Owh, enggak penting juga sih untuk aku. memang dari dulu pelangi enggak pernah penting kan untuk kamu.”


“Enggak kia, pelangi anakku. Dia juga penting untuk aku.”


Mereka pun berhenti sejenak. Akbar merasa tersindir dengan ucapan kia tadi. Akan tetapi akbar tidak memikirkan itu semua dan tidak terlalu ia masukin dalam hati.


“Kia,” ucap akbar.


“Hem.”


“kalau kamu mau berterimakasih, terima kasihlah sama suamiku saja. dia yang bisa membuat pelangi menjadi anak yang baik. Dan dia juga seorang ayah yang baik untuk keluarganya.”


“Owh,, iya. Aku tahu itu. aku tahu kalau suami kamu orang yang sangat baik.”


“Jelas itu. Cleo adalah sosok laki – laki yang sangat menyayangi anak – anaknya. Dia tidak pernah bisa melihat sedikitpun aku dan juga anak – anak sedih atau menderita.”


“Syukurlah kalau begitu, aku senang dengarnya. Setelah kamu pisah sama aku. ternyata kamu mendapatkan penggantiku yang jauh lebih bagus.”


“Iya begitulah. Tuhan itu baik, Tuhan itu juga adil. Aku merasakan bagaimana perubahan hidupku sekarang. dulu aku menderita, dan berjuang sendiri. Tapi sekarang perjuangan ku tidak sia – sia. Tuhan telah menggantikan itu semua dengan kebahagian. Aku sangat bersyukur karena suamiku sangat – sangat baik.”


Kia memang sengaja mengatakan seperti itu kepada akbar. sebab kia ingin akbar tahu kalau kehidupannya sekarang bahagia. Apa lagi ia telah memiliki suami yang begitu sangat baik dan sangat menyayangi dirinya.


Tak lama pelangi pun datang di saat Kia dan akbar sedang berbincang - bincang karena menunggu pelangi. pelangi terlihat sangat senang karena akbar datang ke rumahnya untuk menemui dirinya. Ia juga tidak menyangka kalau ternyata ayahnya mencari dirinya.


“Ayah akbar?” sapa pelangi sambil tersenyum.


“Pelangi?”


“kok ayah tahu rumah pelangi?”


“Iya, bunda Kia yang menyuruh ayah datang ke sini. Terus bunda yang kasih alamat sini ke ayah. Katanya bunda kia, kedatangan ayah ke sini adalah kejutan untuk putri ayah tercinta ini.”


“Bunda...terimakasih ya bunda karena bunda sudah mau mengizinkan ayah datang ke sini.” ucap pelangi sambil melihat ke arah Kia.


Kia pun hanya tersenyum. Akbar memang sengaja berbohong kepada pelangi kalau kedatangannya itu adalah sebuah kejutan untuk pelangi. karena akbar tidak ingin pelangi tahu, kalau kia masih terlihat belum ikhlas melihat akbar datang di kehidupan pelangi lagi.


Pelangi kemudian berjalan mendekati akbar dan bersalaman dengan dia.


“Pelangi, ayah bawakan boneka ini untuk kamu nak.” kata Akbar sambil memberikan boneka itu.


“Ya ampun, ayah. Terimakasih ya. Ini boneka kesayangan aku. aku suka banget ayah. Terimakasih banyak ya ayah.”


“Iya nak. sama – sama. Ini hanya pemberian kecil dari ayah. Dan boneka ini tidak sebanding dengan semua yang telah bunda kamu korbankan untuk membesarkan dan juga menjaga kamu nak.”


“Iya ayah. Pelangi tahu itu. bunda, terimakasih ya karena sudah membesarkan dan merawat pelangi dari kecil.”


“Iya sayang.” ucap Kia.


Setelah itu Akbar kemudian meminta ijin kepada Kia untuk mengajak Pelangi makan malam di luar. Sebab akbar sudah sangat ingin bisa pergi bersama dengan putrinya itu. kia pun kemudian memperbolehkan akbar untuk mengajak pelangi pergi. Akan tetapi Kia memberikan waktu kepada akbar hanya dua jam saja untuk mengajak pelangi keluar.


“Emm, kia, aku minta ijin ya sama kamu, untuk mengajak pelangi makan malam dengan ku sebentar.”


“Iya ya bun, boleh ya, aku ingin pergi dengan ayah akbar.”


“iya nak, silahkan kamu ajak pelangi keluar. Tapi ada syaratnya.”


“Syarat apa Kia? kenapa aku ingin mengajak anakku pergi makan saja harus kamu kasih syarat?”


“Menurut kamu? iya harus, aku enggak mau hal yang dulu akan terulang lagi. aku izinkan kamu mengajak pelangi pergi, tapi hanya dua jam saja setelah kamu pergi meninggalkan rumah ini.”


“Tapi bun, pelangi kan pergi sama  ayah kandung pelangi sendiri bun. Kenapa bunda memberikan ayah waktu seperti itu bun.”


“Pelangi, pelangi, sudah nak. ayah tidak apa – apa. Dua jam itu juga sudah cukup nak.”


Pelangi pun terlihat cemberut karena kia telah memberikan waktu hanya dua jam saja untuk bisa bertemu dan pergi bersama ayah kandungnya.

__ADS_1


“Ya sudah, kalau begitu pelangi ambil tas, dompet sama hp dulu ya yah.”


“Iya nak. ayah tunggu kamu di sini ya, bonekanya jangan lupa di bawa ke kamar nak.”


“iya ayah.”


 Setelah itu pelangi langsung bergegas mengambil tas, dompet dan juga hpnya ke kamar. Namun, beberapa menit kemudian, Cleo pulang dari kerja.


“sayang aku pulang.” Ucap Cleo sambil berjalan mendekati pintu depan rumahnya.


Kia yang mengetahui kalau suaminya sudah pulang pun langsung mendekati dan menghampiri suaminya itu sambil membawakan tas kerja suaminya itu.


“Eh mas Cleo kamu sudah pulang. Tumben pulangnya sore?”


“Iya tadi kebetulan pekerjaan ku di kantor bisa aku selesaikan dengan cepat. Terus akhirnya aku bisa pulang lebih awal dari biasanya.”


Ia kaget melihat akbar yang sedang duduk di ruang tamu dan sedang berada di rumahnya itu.


“ada tamu ya?” tanya Cleo


“Iya mas.” Ucap Kia.


“Siap?” tanya Cleo sambil berjalan dan melihat tamu itu.


“Emm... ayahnya Pelangi mas.” Ucap kia.


“Akbar?” cakap Cleo yang begitu kaget.


“Hay, cleo.”


“Kamu ke sini?”


“Iya aku ke sini. Aku ingin bertemu anakku.”


“Owh, tapi kamu sudah bertemu pelangi?”


“Sudah kok Cleo, aku ingin mengajak dia makan malam sebentar di luar.”


“silahkan, silahkan kamu mau ajak dia pergi. Ngomong – ngomong, gimana kabar kamu?”


“Aku baik. Kamu baik juga kan?” tanya akbar.


“Ya begini lah. Aku baik – baik saja bersama anak – anak dan juga istriku.” Kata Cleo sambil merangkul istrinya yang sedang ada di sampingnya itu.


Akbar pun hanya menunduk – menundukan kepalanya. Tak lama pelangi turun menghampiri mereka. pelangi pun juga berpamitan kepada Cleo karena ia akan pergi makan malam bersama akbar.


“Ayah, ayah sudah pulang?”


“Sudah nak, baru saja ayah sampai rumah. Kamu mau pergi dengan ayah akbar ya?”


“Iya yah. Boleh kan yah?”


“Boleh dong sayang. silahkan kalau kamu mau pergi makan di luar.”


“makasih ayah Cleo, pelangi sayang ayah.” Ucap pelangi sambil memeluk Cleo di depan Akbar.


“Kalau begitu kami pergi dulu ya Cleo, Kia.”


“Iya, kalian hati – hati di jalan ya.” Ucap Cleo sambil memberikan senyuman kepada mereka.


“Bye, ayah dan bunda.”


Kia dan Cleo kemudian melambai – lambaikan tangannya ke arah Akbar dan juga pelangi. akan tetapi wajah Kia sangat cemas karena pelangi pergi dengan Akbar. cleo pun menyadari kalau istrinya terlihat begitu tidak tenang ketika anaknya pergi.


“Kamu kenapa bunda?”


“Enggak apa – apa kok mas?”


“Khawatir? Cemas?”


Kia kemudian hanya mengangguk anggukan kepalanya.


“kenapa sih harus cemas? Pelangi itu kan pergi sama ayah kandungnya sendiri, bukan dengan orang lain. dia pasti aman kok. Kamu jangan khawatir ya sayang. berikan mereka waktu untuk bersama – sama sayang.”


“Iya mas.”


“senyum dong.”


Kia kemudian kembali tersenyum kepada suaminya itu, sebab Cleo sudah membuat dirinya merasa lebih tenang. Setelah itu mereka masuk, kia kemudian menyiapkan makan malam untuk suaminya itu.


**


“sepertinya hidup mereka sangat bahagia sekali. Cleo seperti sangat menyayangi pelangi dan kia. aku bersyukur, akhirnya pelangi dan kia mendapatkan penggantiku. Mereka mendapatkan ayah atau suami yang benar – benar sangat sayang kepada mereka. apa lagi pelangi tidak kehilangan figur seorang ayah. Terimakasih ya Cleo kamu sudah mau menerima anakku seperti anak kandungmu sendiri, walaupun aku tahu kamu sudah mempunyai anak sendiri.” Gumam Akbar sambil mengemudikan mobilnya.


Saat itu pelangi sedang berbicara, tentang betapa bahagianya dirinya sekarang karena dia bisa berhadapan dengan ayah kandungnya.


“ayah, pelangi senang sekali rasanya sekarang.”


Akan tetapi akbar melamun.


“Ayah...” panggil pelangi sambil menggoyang goyangkan bahu akbar.


“Hem.. apa nak?”


“Ayah tidak mendengarkan pelangi berbicara tadi ya?”


“Maaf, maaf nak. ayah tadi...”


“Iya ayah melamun saja tadi. Ayah sedang banyak masalah ya?”


“Enggak kok sayang. ayah hanya bahagia melihat kamu bisa hidup bahagia bersama ayah Cleo dan juga bunda kia.”


“beneran yah?”


“iya. Ngomong – ngomong, kamu sayang sekali ya sama ayah Cleo?”


“iya yah, ayah cleo itu baik banget sama pelangi. pokoknya ayah Cleo itu adalah panutan untuk masa depan aku yah.”


“Owh, begitu ya. Ayah senang mendengarnya. Pokoknya pelangi janji sama ayah akbar, kalau pelangi akan terus menjadi anak yang baik untuk bunda dan ayah Cleo ya.”


“Iya ayah.”


Bersambung...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2