
"Anjing, apa sih mau mereka?! Kia saat ini sudah benar – benar berubah. Dia dulu tidak Pernah bisa menjawab apaun yang aku katakan. Dia adalah wanita yang sangat lemah. Tapi sekarang dia sudah berani – beraninya menjawab aku seperti itu. Brengsek! Aku benar – benar benci sekali kepada mereka! Aku harus bisa membuat hak asuh pelangi jatuh di tanganku. Agar mereka tahu akibatnya jika berhadapan denganku!” ucap Akbar dari dalam hati sembari di tinggal oleh Kia dan juga Cleo.
Setelah Kia masuk ke dalam kamar Pelangi dirinya begitu bahagia karena telah melihat Pelangi bangun dari tidur panjangnya. Ia langsung memeluk Pelangi. Dirinya tak henti – hentinya untuk menciumi Pelangi, karena kerinduan yang sangat mendalam. Begitu pula dengan Pelangi yang antusias melihat kedatangan ayah dan bundanya.
“Bunda,” kata Pelangi dengan menyodorkan ke dua tangannya yang seolah – olah ingin meminta pelukan dari Kia.
ucap Kia sambil berlari mendekati Pelangi.
“Pelangi,” ucap Kia sambil berlari mendekati Pelangi.
“Bunda kesini kan nek.”
“Iya, berarti benar apa yang sudah di dengar oleh Pelangi tadi. Nenek yang tidak mendengarkan suara bunda.”
“Bunda sama ayah lama sekali ke sini. Pelangi sangat merindukan kalian.”
“Sama sayang, Bunda dan ayah juga sangat merindukan Pelangi.
“Bunda, besok jika Pelangi sudah di bolehkan pak dokter pulang, bunda dan ayah kan yang menjemput Pelangi?”
“Kita lihat nanti ya nak. Pelangi gimana? Sudah enakan badannya sayang?” tanya Kia sambil memandang wajah mungil nan cantik itu.
“Sudah bunda. Bunda Pelangi ingin tidur bersama bunda lagi. Pelangi ingin pulang dan bermain lagi dengan kak Bella.”
“Pasti, Pelangi pasti akan segeara kembali pulang dan bermain lagi bersama kak Bella. Yang terpenting saat ini Pelangi harus sembuh dulu ya.”
“Iya bunda,”
Ketika Dewi menyaksikan betapa kebahagiaan yang terpancar di wajah kecil mungil itu. Ia melihat bahwa kebahagiaan sebenarnya yang di miliki Pelangi adalah hidup bersama orang yang benar – benar ia cintai, yaitu Kia ibundanya dan Cleo yang di anggap sebagai ayahnya dari dulu.
Senyuman yang di miliki Pelangi itu tidak akan pernah bohong karena senyuman itu adalah senyuman lugu yang dimiliki oleh sebagian besar anak kecil pada umumnya. Dewi sunguh – sunguh meraskan betapa bahagianya keluarga kecil sedehana yang saat ini bersama Kia. Apa lagi ketika melihat cucunya sangat senang setelah bertemu dengan ibundanya.
“Pelangi cucuku. Senyumanmu ini yang di tunggu – tunggu oleh banyak orang. Nenek tahu, kebahagian yang kamu miliki adalah jika kamu bisa hidup bersama ibumu nak. Nenek sudah raskan itudan melihat dengan kepala mata nenek sendiri. Betapa cerianya kamu saat di sampingmu ada ibu dan juga seseorang yang telah kamu anggap ayah itu. Cucuku sayang, tetaplah tersenyum seperti ini. Sebab senyumanmu ini membuat hati nenek sangat tenang. Nenek tidak ingin melihat kamu murung, apa lagi harus menutup matamu seperti kemarin. Janji nenek hanya akan membuat kamu hidup bahagia bersama ke dua orang yang benar – benar kamu cintai. Semoga masa depan kamu tidak sepeti ibundamu nak. Doa nenek untukmu adalah, semoga kamu selalu di kelilingi oleh orang – orang yang sangat sayang dan cinta kepadmu dengan tulus ya nak. Jadilah anak yang baik.” Tuturnya dari dalam hati sambil melihat mereka bertiga bersandau gurau bersama.
Akbar melihat dari kejauhan atau ia melihat mereka dari balik pintu kaca kamar pelangi. Emosinya semakin meledak – ledak sebab ia melihat keceriaan di wajah Pelangi saat bersama ibundanya. Apa lagi ia mendengarkan Pelangi memanggi Cleo dengan sebutan AYAH. Sedangkan selama ini Pelangi tidak pernah bisa memanggil Akbar sama seperti Pelangi memanggil Cleo dengan sebutan AYAH sedangkan ayah kandung Pelangi adalah Akbar.
__ADS_1
Hatinya sungguh – sungguh sudah sanagat marah sekali. Ia ingin sekali meluapkan kemarahannya itu kepada seseorang. Namun dirinya tidak bisa. Tak lama Dewi pun keluar dan ia memberikan beberapa waktu agar Pelangi bisa bersama mereka dan mereka pun bisa saling melepas rindu. Lalu ia keluar dan mencari Akbar, akan tetapi dirinya tidak melihat Akbar ada di sana. Lantas Dewi mengambil handponenya ia menelepon Akbar untuk menanyakan keberadaan dirinya saat ini.
“Hallo nak,”
“Iya ada apa buk!” jawabnya dengan sadis.
“Kamu dimana sekarang? Ibuk mencari – cari kamu.”
“Aku sedang keluar sebentar. Aku tidak ingin melihat mereka tersenyum bahagia!”
“lalu sekarang kamu dimana? Ibuk dari tadi mencari kamu.”
“Kan sudah aku katakan kalau aku sedang ingin sendiri dulu buk. aku sedang pergi sendiri dan tidak ingin bertemu dengan siapapun. Sudah aku akan menutup teleponnya. Ibuk kasih kabar ke aku, nanti ketika mereka sudah tidak bersama Pelangi. Aku akan kembali ke rumah sakit.”
“Tapi kamu baik – baik saja kan nak.”
“Iya buk. Aahhgghh!”
Dimatikan lah telephon itu oleh Akbar. Dewi menunggu mereka di luar kamar Pelangi sambil bermain dengan handponenya sendirian. Bebrapa menit Kia keluar dari kamar. Ia menemuia Dewi di depan kamar Pelangi. Ia menyuruh Dewi agar pulang dan beristirahat, kerena Kia yang akan menemani Pelangi di rumah sakit hingga putrinya itu tertidur.
“Tapi nak Kia. Ibu takut jika nanti Abar akan marah kepadaku.”
“Tidak akan. Tenaglah buk. biar aku dan juga mas Cleo giliran menjaga Pelangi. Sebab ibuk terlihat sangat lelah dan capek sekali. Ibuk pulang dan beristirahatlah di rumah. Jika nanti Pelangi sudah tidur akau akan menghubungi ibu untuk kembali mejaga Pelangi di sini.”
“Kamu memang berhati lebut. Kamu selalu memikirkan keadaan ibuk. Dan kamu selalu baik kepadku nak.”
“Sudah, sekarang ibuk istrirahat sja di rumah.”
“Baiklah kalau begitu ibu akan kembali ke rumah dan beristirahat sebentar ya nak.”
“Iya buk. hati – hati di jalan ya buk.”
“Iya, iya nak.”
Lantas dirinya segera pulang dan beristirahat di rumah. Di rumah sakit itu Kia selalu menjaga dan menemani Pelangi. Ia menyuapi anaknya, menceritakan buku cerita kesukaan anaknya, membuatkan susu, dan juga merawat Pelangi dengan penuh kasih sayang. Cleo juga masih setia menemani Kia dan juga Pelangi di sana. Ia juga selalu mengajak bermain Pelangi supaya Pelangi tidak jenuh di kamar terus. Damai sekali setelah meliaht senyum manis yang di keluarkan di bibir kecil nan mungil milik putrinya itu.
__ADS_1
Waktu berlalu dengan cepat. Waktu juga sudah menunjukan jam tidur untuk Pelangi. Di saat itu dirinya menceritakan atau memberikan dongeng kesukaan Pelangi sebelum tidur. Berulang ulang kali Pelangi sudah menguapkan mulutnya yang menandakan dirinya sudah sangat begitu mengantuk. Pelangi berbaring sambil memeluk boneka karakter atau boneka kesayangannya yaitu littel poni yang baru saja di belikan oleh Cleo saat dirinya akan menjenguk Pelangi di rumah sakit. Lalu ia di temani oleh Cleo dan juga Kia. Kia duduk di hospital bad sebelah kanan Pelangi, kemudian Cleo menemani Pelangi yang duduk di sebelelah krinya sambil tangannya mengusap usap kening Pelangi.
Sembari menunggu Pelangi tertidur Kia menghubungi Dewi agar segers kembali ke rumah sakit. Karena waktu sudah menunjukan mereka harus segera pergi meninggalkan pasien. Ia sengaja meninggalkan putrinya itu setelah Pelangi tertidur pulas. Namun, sebelum Pelangi tidur dirinya berpesan kepada Kia dan juga Cleo supaya tidak meninggalakannya sendirian di sana.
“Bunda, ayah.”
“Kenapa sayang?”
“Pelangi sudah mengantuk.”
“iya bunda tahu. Sekarang Pelangi tidur ya yang nyenyak.”
“Tapi bunda, sama ayah jangan tinggalin Pelangi ya.”
“Iya sayang ayah sama bunda akan selalu ada untuk Pelangi.”
“Janji?” ucap Pelangi sambil mgajukan jari kelingkingnya.
“Iya sayang. Bunda janji. Bunda enggak akan pernah meninggalkan Pelangi. Sekarang Pelangi tidur ya. Nanti bunda akan pergi sebntar untuk mengambil pakaian untuk menjaga buah hati buanda di sini.”
“Tapi nanti bunda akan kembali ke sini lagi kan ?”
“Iya sayang. Udah ah sekarang anak bunda yang lucu ini tidur ya.”
“Ceritain buku cerita ya bun.”
“Iya, ini bunda sudah siapkan. Sekarang Pelangi tutp matanya dan jangan lupa berdoa sebelum tidur ya. Supaya Pelangi selalu di berikan keselamatan oleh Tuhan.”
“Iya bun.”
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1