Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Nindi menemukan sesuatu di dalam mobil Alex


__ADS_3

"Mas Alex aku sekarang mau menuju kantor kamu. Udah lama sekali kita tidak bertemu. Kamu hari ini kerjakan mas?"


"Em, Nindi, aku hari ini sedang tidak enak badan. Jadi aku tidak berangkat kerja. Jadi kamu tidaj usah repot - repot ke kantor."


"Ya ampun, memang kamu sakit apa mas? Kalau begitu aku sekarang ke rumah kamu saja ya mas. Aku mau lihat kondisi kamu."


"Enggak perlu beb, aku mau tidur dulu. Besok kalau aku sudah enakkan aku akan hubungin kamu ya."


"Tapi mas, kamu kan sedang tidak enak badan. Nanti biar aku bawa makanan ke sukaan kamu. Share lokasi ya mas. Lagian selama kita pacaran, aku belum pernah main atau datang ke rumahmu. Biar aku bisa kenalan gitu sama mama kamu mas."


"Sudahlah, tidak perlu repot - repot beb. Kamu tenang saja, aku pasti akan segera sembuh. Besok kalau aku udah sehat aku janji, aku bakal ajakin kamu makan berdua ya."


"Yah gimana sih mas,"


"Nin, udah dulu ya aku mau tidur. Pusing benar nih kepala ku."


"Ya udah lah kalau begitu kamu istirahat. Semoga lekas sembuh ya mas. Kabarin kalau kamu ada apa - apa. Supaya aku enggak khawatir."


"Iya sayang."


Sedangkan saat itu Alex dan teman - temannya sedang melakukan hubungan intim bergilir dengan Kayla. Alex memang jarang pergi ke kantornya. Empat hari atau tiga hari sekali dirinya selalu pergi perusahaannya itu.


Selama Nindi dekat atau berpacaran dengan Alex, dia tidak pernah di beri tahu tempat tinggal Alex. Alex hanya memberi tahukan kepada Nindi tempat kerja Alex.


Selesai melakukan permainannya di atas rajang Alex dan teman temannya meninggalkan Kayla di kamar hotel sendirian. Alex keluar dari hotel, dan lanjut mengemudikan kendaraanya.


Tidak sengaja Nindi melihat mobil Alex yang baru saja keluar dari dalam hotel itu. Ia melihat Alex sedang mengemudi mobiknya. Nindi mengambil hanponenya dan menelepon Alex lagi.


"Kamu dari mana mas?"


"Maksud kamu beb?"


"Iya, aku ada di belakang kamu sekarang."


"Di belakang?"

__ADS_1


"Kamu berhenti dulu deh."


Kemudian Alex menghidupkan lampu seinnya untuk berhenti di pinggir jalan. Diikuti oleh mobil Nindi yang juga menghentikan lajut setirnya di pingir jalan.


"Nindi?" Kata Alex keluar dari mibol.


"Katanya kamu sedang tidak enak badan mas?"


"Hemm, iya aku sedang tidak enak badan."


"Lalu dengan siapa kamu tadi?"


"Maksud kamu apa? Kamu lihat aku hanya sendirian kan."


"Kamu jujur saja. Ada keperluan apa kamu ke hotel? Kamu ada perempuan lain ya selain aku?"


"Owh, kamu lihat keluar dari hotel?"


"Kamu bilang kamu sedang sakit atau tidak enak badan. Dan kamu bilang ke aku kalau kamu mau tidur. Kenapa kamu bohong mas?"


Lalu Nindi berjaan ke arah mobil Alex. Ia ingin memeriksa kedalam mobilnya Alex, jika ada barang bukti milik wanita lain. Dan ternyata benar, setelah beberapa menit Nindi memeriksa mobil Alex, Nindi menemukan celana dalam di dashboard mobil Alex.


"Milik siapa ini mas?! Hem! Jawab mas! " Ucap Nindi sambil melempar celana dalam itu ke wajah Alex.


Alex hanya terdiam dan tidak berkata apa pun. Dia juga tidak bisa mencari alasan lagi untuk membela dirinya sendiri.


"Jawab mas. Kenapa kamu diam saja!"


"Em, i.. tu.." katanya dengan terbata bata.


"Berengsek kamu mas! Aku enggak menyangka ternyata kamu sudah menghianati aku. Aku kira selama ini aku sudah tepat untuk memilih laki - laki yang benar - benar aku cintai. Tapi semua itu salah. Ternyata aku berpacaran dengan laki - laki berengsek dan bejat seperti kamu! Dan aku telah salah menilai kamu selama ini."


"Nin, aku bisa jelasin semuanya."


"Mau jelasin apa lagi mas? Kamu mau bilang kalau celana dalam itu milik ibu atau adikmu gitu! Aku kecewa mas sama kamu!"

__ADS_1


Nindi kemudian berjalan meninggalkan Alex dan ia kembali ke mobilnya dengan wajah penuh luka.


Hatinya hancur berkeping keping setelah dirinya melihat dan menemui sendiri bukti yang ada di dalam mobil Alex.


Ia menangis meraung - raung meratapi kekecewaannya terhadap kelakuan Alex. Dirinya tak kuasa menahan amarah dan juga kesedihannya itu. Setelah dirinya sudah jauh meninggalkan Alex dirinya berhenti lagi di pinggir jalan.


"Hiks, hiks, hiks. ( Menanggis ). Aku telah salah menilaimu selama ini mas. Aku pikir kamu berbeda dengan laki - laki lain. Aku engak menyangka kamu bisa menghancurkan hatiku dalam waktu sekejap. Kenapa kamu tega sakali menghianatiku mas. Aku bodoh! Aku benar - benar bodoh!" Gumamnya dari dalam hati sendirian di dalam mobil.


Handphonenya Nindi pun sedari tadi setelah meninggalkan Alex berbunyi dan tidak berhenti sama sekali. setelah bergumam sendirian, ia menghapus air matanya yang telah membasahi pipinya itu. Kemudian ia mengambil hpnya. Di lihatlah panggilan masuk itu, terlihat nama kontak yang bertuliskan " my Dear ".


Akan tetapi Nindi tidak ingin menerima telepon dari Alex. Berulang - ulang kali ia menreject panggilan masuk dari Alex. Tetapi suara hpnya tidak berhenti. Alex masih saja berusaha untuk menelepon Nindi sampai dia mengangkatnya.


Sehingga terlihat urutan nomer panggilan ke 42 akhirnya dia menjawab telepon dari Alex.


"Apa lagi! "


"Nin, aku mau menjelaskan semuanya. "


"Tidak perlu. Aku mau mengakhiri hubungan kita. Aku sudah tidak percaya denganmu."


"Tunggu Nin, dengarkan aku bicara."


"Mas, kamu tahu tidak bagaimana perasaanku saat ini? Kamu tahu gimana rasa sakit yang aku rasakan sekarang?"


"Makannya aku mau menjelaskan kepadamu. Agar kamu tidak salah paham."


Tot.. tot.. tot..


Dimatikanlah telepon itu oleh Nindi dengan seketika. Sebab Ninda sudah benar - benar tidak ingin melihat atau mendengar suara Alex karena sudah menghiyanati cintanya yang begitu dalam.


"Kamu jahat mas. Kamu jahat. Aku benci kamu. Aku sangat benci sama kamu mas. Hiks hiks hiks. Sakit banget hati ini. Aku benar - benar tidak habis pikir dengan kelakuan dia. Kenapa dia tega sekali kepadaku. Aku kira kamu adalah cinta sejati ku mas." gumamnya lagi dan berteriak sendirian untuk meluapkan sakit hatinya yang saat ini penuh dengan kekecewaannya terhadap pacarnya itu di dalam mobil.


Namun, Alex justru merasa biasa - biasa saja setelah di putus oleh Nindi. Dirinya juga tidak merasa bersalah karena sudah menyakiti hati Nindi dengan menghiyanatinya.


"Sepertinya dia sangat sakit hati karena telah menemukan celana dalam milik Kayla. Ah, bodo amat. Dia mau nangis sambil berguling - guling juga bukan urusan aku. Lagian Kayla sekarang sudah tidak lagi tinggal di rumah itu. Jadi aku tidak susah payah untuk mengakhiri hubungan bersama dia." ucap Alex dari dalam hatinya.

__ADS_1


Bersambung....


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2