Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Sepotong surat


__ADS_3

Setelah mendengarkan kabar dari dokter, ida kemudian berlari menuju ruang ICU itu. hatinya kosong, pikirannya pun kalut, wajahnya lunglai, lemah dan ia juga nampak terlihat limbung.


“Kayla, jangan pergi tinggalin mama sayang. Bangun nak. Bangun. Mama masih di sini untuk menemani kamu. Hisk.. hisk.. hisk..” teriak Ida dengan menggoyang – goyangkan tubuh Kayla berulang – ulang kali dan air matanya menetes tiada henti.


Semua yang menyaksikan Ida seperti itu pun merasakan hal yang sama. Mereka sama – sama kehilangan sosok manja seorang Kayla. Kia mencoba untuk memberikan kekuatan kepada Ida, sebab Kia sangat bersimpati atau merasa kasihan karena Ida begitu terlihat sangat luka dan perih hatinya selepas kepergian Kayla untuk selama – lamanya.


**


Terlihat air mata yang terus bercucuran membanjiri wajah Ida itu, ketika membacakan surat yasin yang di depannya adalah jasat putrinya sendiri dengan di slimuti sebuah jarik berwana coklat. Matanya pun terlihat begitu sangat sembab karena ia tidak bisa menghentikan tangisannya. Sebab ia telah kehilangan orang yang begitu dia cintai.


Sementara itu Kia selalu ada di samping Ida dari mulai Kayla meninggal dunia di rumah sakit hingga pemakaman akan di lakukan.


“Kasihan tante Ida aku tidak bisa membayangkan, bagaimana rasanya kehilangan anak yang begitu sangat dia cintai. Aku juga seorang ibu, aku bisa merasakan apa yang sekarang tante ida rasakan. Semoga kamu tenang di sana ya Kay, kamu pasti sudah tidak lagi merasakan sakit di tubuhmu.” Ucap Kia di dalam hatinya sembari merangkul ida yang sedang bersimpuh di hadapan makam Kayla.


Di sana Ida juga mengatakan hal yang sama,


“Sayang, tenanglah kamu alam sana ya. Mama akan terus mendoakan kamu. Sekarang kamu tidak lagi merasakan lancipnya jarum suntik, selang dan kabel yang sering di pasang di tubuh kamu nak. Wajah kamu pasti sudah terlihat sangat cantik dengan rambut yang terurai. mama akan berusaha tegar menerima kenyataan yang begitu pahit ini. Mama akan melepas kepergianmu sayang. Jangan menanggis lagi ya, tersenyumlah disurga anakku.” kata Ida sendiri dihadapan tanah basah yang baru di kuburkan jasat Kayla di situ.


Akbar juga terlihat sangat terpukul dan merasa kehilangan Kayla. karena ia selalu menemani Kayla di rumah sakit. Ia berdiri disamping tanah kubur Kayla. dengan mengunakan pakaian yang serba hitam.


“Aku yakin kamu sudah bahagia di sana. Kamu akan tetap menjadi istriku, walaupun kamu pernah berbuat salah kepadaku. Terimakasih kamu sudah mau menemani hidupku dan pernah menjadi bagian dari hidupku walau hanya sebentar saja. tidurlah yang nyenyak di sana Kay. Aku tidak akan melupakan masa – masa terakhir kita bertemu.” Gumam Akbar dari dalam hatinya.


Cleo pun juga ikut di pemakaman, ia berdiri tepat di belakang Ida dan juga istrinya. Setelah Ida menaburkan bunga - bunga di tanah kubur Kayla, Ida kemudian meminta Kia untuk mengantarkan pulang ke rumah.


Sesampai di rumah Ida, semua tamu yang hadir untuk takziah pun satu persatu meninggalkan atau pulang sendiri – sendiri ke rumahnya, sehingga rumah Ida mulai sepi. Di sana hanya masih terlihat Akbar, Dewi, Riri, Cleo dan juga Kia.


Ida kemudian berjalan ke dalam kamar pribadi Kayla, ia mengambil sepotong surat dari Kayla untuk di berikan kepada Akbar. Sebab sebelum Kayla meninggal, ia pernah berpesan kepada Ida untuk memberikan surat itu kepada Akbar. Dan isi surat itu adalah,


“*


Mas Akbar, aku tahu kamu pasti akan merasa sedih karena kepergianku.


Mas Akbar yang sangat – sangat aku cintai. Terimakasih ya, karena kamu sudah pernah singgah di hati ku, dan membuat cerita di dalam hidupku. Karena kamu juga lah yang selalu membuat aku selalu nyaman menikmati kehidupan yang benar – benar kejam seperti ini.

__ADS_1


Kamu tahu mas, melihat senyummu adalah hal terindah yang aku temui selama aku hidup di dunia ini. Kebahagianku yang nyata untukku sebenarnya hanya bisa selalu berada di dekapanmu. Kamu yang selalu bisa membuat aku tertawa, kamu juga begitu sangat sabar menghadapi semua perilakuku yang manja ini.


Aku mencintaimu.


Owh, iya ada hal satu lagi yang harus aku katakan kepadamu mas. Aku ingin kamu hapus semua rasa dendam kamu kepada Kia. Sebab dia adalah seorang wanita dan ibu yang sangat baik, dia juga sudah berjuang keras melawan kematian hanya karena melahirkan anak kamu mas. Berikan dia kesempatan untuk hidup bahagia dan tenang bersama putri kecilnya dan juga suami yang saat ini sedang bersamanya.


Jangan membuat hidup Kia sengsara lagi. Sudah cukup dengan semua  yang kita lakukan kepada dia dulu. Aku tahu kamu adalah sosok ayah yang sangat baik untuk putri kecilmu. Maka dari itu aku mohon berikan kebahagian untuk mereka ya mas. Aku yakin kam


Pesanku hanya satu mas, sebelum kamu menyesal di kemudian hari, lebih baik mulai dari sekarang cobalah untuk belajar menerima kenyataan, dan Ikhlaskan semua keadaan yang terjadi mas.


Sekali lagi terimakasih sayang ku...*”


Selesai membaca surat dari Kayla itu, Akbar kemudian menangis, sebab dirinya menginggat dengan perbuatan yang pernah dia lakukan kepada Kia dan Pelangi. Akbar merasa kalau Pelangi saja sudah tidak mau menganggap dia sebagai ayah kandungnya, di tambah dia juga harus kehilangan istrinya yang telah pergi untuk selama – lamanya.


Penyesalan itu memang datang terlambat. akan tetapi untuk memperbaiki kesalahan yang pernah di buat masih bisa di lakukan. 


Kayla menulis surat itu karena dia pernah mendengarkan sendiri cerita dari Riri ketika Kia harus melawan kematiannya setelah melahirkan Pelangi.


Setelah membaca isi surat dari Kayla itu, Akbar kemudian melihat Kia dari jauh, sebab ia ingin meminta maaf kepadanya. Saat itu Kia sedang berpamitan kepada Ida karena ia akan pulang.


“Tante, saya pamit pulang ya. Tante ida enggak apa – apa kan saya tinggal?” tanya Kia kepada Ida.


“Iya nak, terimaksih banyak ya.” Kata Ida.


“Ida, kamu harus yang kuat, kamu yang tabah, jangan menyerah ya. Kami pamit dulu. Besok aku dan Kia akan sering main – main ke sini, supaya kamu tidak merasa ke sepian lagi.”


“Iya Ri, terimakasih banyak ya.”


“tante kami pulang dulu ya,” ucap Cleo sambil bersalaman kepada Ida.


“Ibuk, Kia pulang ya.” Ucap Kia kepada Dewi.


“Hati – hati ya nak. Ibuk akan menemani tante Ida dulu di sini.” Ucap Dewi.

__ADS_1


Kemudian Akbar memanggil Kia,


“Kia tunggu.” Panggil Akbar.


Kia dan juga Cleo pun berhenti karena mendengar Akbar memanggil dirinya. Lalu Kia dan Cleo saling beradu kening setelah mendengarkan akber memanggil mereka.


“Apa lagi? Hem!” jawab Cleo dengan mengerutkan ke dua alisnya.


“Maafkan semua perbuatanku selama ini kepada kalian. Aku sadar kalau aku banyak salah, emm, aku titip putri kecil kita kepada kamu ya Kia. Aku yakin dia akan tumbuh besar dengan baik bersama kalian, bersama orang – orang yang begitu mencintai dia. Aku tidak akan lagi menganggu hidup kalian lagi. Sebab kalian berhak bahagia.”


“Hem! Kami sudah memikirkan masa depan Pelangi jauh – jauh hari. Jadi kamu tidak perlu bersandiwara seperti ini. “ ucap Cleo, karena Cleo tidak mempercayai apa yang Akbar katakan.


“Mas sudah jangan begitu.” Ucap Kia sambil memegang tangan suaminya itu.


Akbar pun tidak menjawab apa yang Cleo katakan. Dia hanya terdiam.


“Iya, aku akan terus menjaga Pelangi dan kami akan memberikan masa depan yang baik untuknya. Jadi kamu tidak usah khawatirkan itu. Kami juga sudah hidup bahagia sekarang.” Kata Kia kepada Akbar.


“Sekali lagi maafkan aku. Terima kasih karena kamu sudah berjuang untuk melahirkan anakku.”


Kia hanya membalas dengan senyuman. Lalu mereka masuk ke dalam mobil, dan pergi meninggalkan rumah Ida.


**


Semenjak kematian Kayla, semua kehidupan berubah. Akbar yang dulunya terlalu egois, sekarang ia mulai sadar dan merubah sikapnya itu. Akbar menyibukan dirinya untuk bekerja agar pikirannya tidak kalut semenjak kepergian istrinya itu. Semenjak Nindi meninggalkan rumah dan memutuskan untuk hidup bersama Alex,  Nindi sama sekali tidak ada kabar dan berita apapun mengenai hidupnya itu. Entah bagaimana kondisinya yang saat ini di jalani oleh Alex dan Nindi.


Sedangkan Dewi selalu memikirkan putrinya itu. Dia sudah sangat merindukan Nindi, dia selalu berharap Nindi kembali lagi untuk pulang ke rumah.


Ida memang hidup sendiri, namun Kia dan juga Pelangi sering sekali main ke rumah Ida. Kehadiran Pelangi membuat Ida tidak merasa kesepian. Ida sangat – sangat menyayangi Pelangi. Dia merasa Kayla datang lagi di sampingnya setiap melihat dan bermain bersama Pelangi.


Karena Cleo adalah orang yang sangat baik dan mempunyai kekayaan yang tidak pernah habis, dia mau menanggung semua biaya hidup Ida. 


❇️❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2