Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Akbar berdebat


__ADS_3

"Apa? Apa apaan dia berani - beraninya melarang kamu untuk bertemu dengan Pelangi. "


Sesudah itu Akbar keluar dan mendekati mereka yang sedang berbicara di depan rumah. Ia juga menanyakan akan kedatangan Pelangi. Ia sangat berharap hari itu dirinya bisa melihat dan bermain bersama anaknya. Akan tetapi semua itu hanya sebuah harapan kosong bagi dirinya. Kini ia tidak akan pernah lagi untuk bisa bertemu dengan putrinya.


"Sudahlah buk, semua ini juga salah ibuk. Kata Akbar dengan wajah penuh kekecewaan.


"Gimana bisa kamu bilang ini salah ibuk? " Tanya Dewi dengan tanpa rasa bersalah.


"Sebab ibuk dulu yang membuat kak Akbar berpisah dengan Kia dan juga anaknya. Apa lagi ibuk dulu juga tidak mau menganggap cucu di saat Kia sedang hamil."


"Tapi itukan dulu. Sekarang berbeda, dulu ibuk tidak tahu kalau ternyata wanita itu sedang mengandung cucuku. Setelah hasil DNA menyatakan dia anak kandung Akbar. Ya, ibuk tidak salah kan ingin bertemu dengan cucuku sendiri. Apa lagi sekarang cucuku sudah tumbuh besar dan pintar."


"Ibuk itu sadar engak sih, ucapan ibuk membuat kak Kia sakit hati.


"Kamu itu kenapa sih Nin! Sepertinya selalu berpihak sama dia? Kamu sudah di kasih apa sama dia? Sampai - sampai kamu nurut saja dan berpihak kepadanya?! " Tanya Dewi dengan melotot.


"Terserah lah buk. Aku malas berdebat sama ibuk." Cakap Nindi


Nindi seketika langsung meninggalkan Dewi yang sedang berdiri di depan rumah. Karena kecerobohannya Nindi, ia menjadi kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Pelangi.


"Kalau aku sih seneng - seneng saja Pelangi tidak lagi main ke rumah. Ngapain juga aku harus mikirin anak itu. " Ucap Kayla dari dalam hati.


Akbar pun juga pergi meninggalkan Dewi di depan rumah, karena bagi dia percuma akan memperdebatkan hal itu dengan Dewi. Karena Akbar tahu karakter ibunya itu seperti apa.


Sudah beberapa hari ini Dewi memikirkan Pelangi. Setiap hari di saat Pelangi berada di rumahnya, ia selalu mengendong dan memainkan semua mainan Pelangi yang ada di rumahnya itu. Ia benar - benar ingin bertemu dengan Pelangi.


Rasa rindu ingin sekali bertemu dengan Pelangi. Ia juga merenungkan dan mengingat disaat dirinya akan menyuapi makan Pelangi, menemaninya bermain, tidur bersama Pelangi dan selalu memandikan Pelangi disaat cucunya itu akan di antar pulang.


Begitupun dengan Akbar yang juga sangat merindukan Pelangi.Ia selalu mengingat wajah dan senyum manis Pelangi. Setiap hari ia melamun memikirkan Putrinya itu. Kerinduannya kepada anaknya selalu membuat dia menjadi uring - uringan setiap hari. Apa lagi ketika Kayla berbicara, Akbar selalu membentak dia dan berkata kasar kepadanya.


Kerinduan kepada anaknya itu membuat dirinya nekat pergi ke rumah Kia sendirian. Akbar tidak memikirkan apa yang akan keluarga Kia lakukan ketika dirinya berada di sana dan mencari Pelangi. Tetapi Akbar belum mengetahui bahwa Kia tidak lagi tinggal di rumah yang dulu mereka tinggali. Kemudia ia meminta alamat rumah Kia kepada Nindi.


"Nin, kamu tahu Kia tinggal di mana sekarang?" Tanya Akbar.


"Kak Akbar mau datang ke sana? "


"Iya Nin, kasih tahu aku alamat rumah Kia saat ini. Cepat ya. Karena aku sekarang sedang berada di depan rumah lamanya. Aku tidak tahu kalau Kia sudah pindah dari rumah lamanya."


"Tapi kak."


"Cepat! Kasih tahu aku di mana rumahnya!" Bentak Akbar kepada Nindi.

__ADS_1


"Baik, nanti akan aku kirim Wa alamat rumah kak Kia."


Kemudian setelah Nindi memberikan alamat tempat tinggal Kia, Akbar pun langsung menuju ke rumah Kia. Ia mengemudi dengan sangat cepat saat akan menuju kerumah Kia. Tak lama ia oun sampai di rumahnya. Kemudian ia keluar dari mobil dan mengetuk ngetuk pintu rumah Kia. Akan tetapi rumah itu terlihat kosong dan sepi. Akbar pun langsung menelfone dan bertanya kepada Nindi.


"Nin, aku sudah sampai rumahnya. Tapi rumahnya seperti sedang tidak ada orang. Kamu tahu tidak Kia menaruh Pelangi di mana?"


"Iya memang kak setiap hari rumah itu kosong karena kak Kia pasti sedang pergi bekerja di jam - jam seperti ini. Kemungkinan Pelangi di titipkan di rumah orang tuanya."


"Berarti sekarang Pelangi di sana ya Nin. "


"Coba sajak kak Akbar ke rumah orang tua kak Kia. "


"Baiklah kalau begitu."


Akbar akhirnya pergi menuju rumah kedua orang tua Kia. Beberapa jam kemudian ia sampai di rumah itu. Lalu ia turun dari mobil dan berjalan masuk ke halaman rumah orang tua Kia.


"Pelangi, Pelangi."


"Iya siapa ya?" Jawab Nisa sambil berjalan menuju depan rumah.


"Aku ingin bertemu dengan Pelangi mah. "


"Saya ingin bertemu dengan anak saya mah."


"Untuk apa?! Bukan kah keluarga mu sendiri yang mengatakan bahwa Pelangi ini bukanlah bagian dari keluarga mu!"


Terdengar suara keributan dari luar rumah Surya langsung berjalan keluar mengikuti suara yang sedang berisik itu. Ia mendengar Nisa sedang marah - marah kepada Akbar.


"Mah tolong kasih aku kesempatan untuk bertemu dengan Pelangi kecikku mah. Aku sangat merindukannya mah. "


"Hei kamu! Wajah kamu memang sudah hilang ya?! Dasar orang tidak tahu malu! Kenapa kamu ke sini! Ternyata apa yang dulu pernah aku katakan kepadamu semuanya terjadi! Kamu baru menyesali semua ini sekarang?! "


"Aku tidak perduli kalian akan menghinaku seperti apa pun, aku hanya menginginkan bisa bertemu dengan Pelangi kecil ku. Aku mohon."


"Kita tidak akan pernah menemukan kamu dengan Pelangi sekalipun kamu sudah sekarat! Sekarang kamu pergi dari sini! " Tutur Surya.


Iya pergi sana! Dasar tidak tahu malu!" Cakap Nisa.


Akbar merasa dirinya sudah tidak ada gunanya lagi untuk berlama - lama dan memohon agar dirinya di pertemukan Pelang. Sedangakn dirinya sudah di usir dan mendapatkan caci maki dari ke dua orang tua Kia. Ia pun mulai membalikan badannya dan berjalan menuju mobilnya itu.


Akan tetapi di saat dirinya berjalan lemah lunglai meninggalkan Nisa dan Surya ada mobil yang berhenti di depan gerbang rumah. Kemudian dari kejauhan terlihat Bella sedang mengandeng Pelangi sambil berlari kecil masuk ke dalam rumah. Saat itu Akbar melihat Pelangi yang sedang berlari kecil dan ia segera berjalan ke arah pelangi kemudian memeluknya dengan erat sambil menanggis melepas kerinduannya itu.

__ADS_1


Sinta yang melihat Akbar menyentuh apa lagi memeluk tubuh Pelangi, Sinta refleks menarik tangan dan tubuh Pelangi itu. Kemudian ia menyuruh baby sisternya untuk mengajak masuk Bella dan juga Pelangi.


"Mbak, bawa Bella dan Pelangi masuk di rumah dulu. Jangan biarkan laki - laki pengecut ini menyentuh atau mengambil Pelangi." Cakap Sinta dengan mata kejam atau sedikit meloto ke arah Akbar."


"Baik nyonya."


"Pelangi, Pelangi. Ini ayah nak. Ayah Akbar, kemarilah nak, ayah merindukan mu." Ujar Akbar sambil menatap mengikuti jalannya Pelangi masuk rumah.


"Heh! Ngapain kamu ke sini?!"


"Ijinkan aku menemui Pelangi kak Sinta."


"Pentingkah Pelangi untukmu?!"


"Iya kak, separuh nyawaku semua ada di Pelangi." Kata Akbar dengan berlinang air mata.


"Apa? Separuh nyawamu. Seharusnya juga nyawamu tuh sekalian hilang. Mudah sekali kamu berkata bahwa dia separuh nyawamu?! Kemana aja kamu Bar, saat Kia sedang hamil?! "


"Tapi kak, aku mohon. Pertemukan aku dengan putri kecilku?" Rengek Akbar.


"Enak ya kamu bilang begitu?! Aku minta kamu pergi dari sini."


"Kak aku mohon kak. Aku sangat ingin bertemu dengan Pelangi. " Kata Ambar.


"Pergi kamu dari sini? Pergi! ", Tutur Sinta dengan telunjuk yang menghadao pintu gerbang Nisa.


"Aku mohon kak," pinta Akbar dengan bermuram durja.


"Aku tidak peduli lagi kepadmu dan juga keluargamu! Aku minta kamu tinggalkan rz gumah ini, dan cepat pergi dari Sini!"


Akbar pun Pergi meninggalkan rumah itu. Dengan hati yang berluka karena kekecewaan. Tak lama ia pun menghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah itu. Di dalam mobil hatinya sangat kesal karena ia tidak bisa bertemu dengan Pelangi, dan hanya caci makian yang diterima oleh dirinya saat itu.


Ia pulang dengan raut muka yang jengkel dan kecewa. Apa lagi dirinya di sambut oleh Kayla yang sedang marah - marah. Sebab, Akbar di hubungi tidak pernah bisa dan ia tidak ijin atau memberi kabar bahwa dirinya entah sedang pergi kemana kepada Kayla.


"Kamu ini dari mana saja sih mas? Di hubungin enggak bisa, pergi enggak bilang - bilang. Heran aku sama kamu! Atau kamu tadi sedang menemui Pelangi?!" ujar Kayla.


"Kamu kenapa sih cerewet banget!" Bentak Akbar.


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2