
Pelangi dan akbar menghabiskan waktu bersama untuk makan malam dan pergi jalan – jalan. Tidak hanya makan malam saja, akbar juga mengajak pelangi untuk pergi berbelanja apa yang dia inginkan. Mulai dari baju, aksesoris, dan masih banyak lagi.
“sudah yuk yah belanjanya, ini sudah banyak banget.”
“beneran? Kalau pelangi masih mau milih milih baju lagi boleh kok. Ayah ingin memanjakan pelangi hari ini.”
“Ayah, sepertinya ini sudah banyak banget.”
“Ya sudah, kalau begitu kita pulang ya. Ini soalnya sudah dua jam lebih. Sedangkan bunda Kia memberikan kita waktu hanya dua jam saja. nanti bunda marah kalau ayah kemalaman mengajak kamu pergi nak.”
“Iya yah. Kita pulang sekarang ya yah.”
Kemudian mereka akhirnya pulang setelah makan malam dan berbelanja. Akbar sangat senang karena ia bisa membelikan barang – barang untuk pelangi. walau pun barang – barang itu tidak semewah apa yang Cleo berikan untuk pelangi.
“ayah tahu gak? Pelangi bener – bener seneng banget hari ini yah.”
“Kenapa?”
“Iya karena, pelangi bisa pergi sama ayah akbar. sekali lagi terimakasih banyak ya yah, karena ayah sudah mau meluangkan waktunya untuk pelangi.”
“Sama – sama nak. semua ini tidak ada harganya di bandingkan pemberian ke dua orang tua kamu nak.”
“aaahhh.... ayah. Jangan banding – bandingkan gitu lah. Menurut pelangi semua sama. Yang penting itu kasih sayang yang ayah berikan untuk pelangi.”
Akbar pun hanya tersenyum sembari mengemudikan mobilnya. Beberapa menit kemudian mereka sampai ke rumah. Setelah mereka sampai mereka pun turun dari mobil. Pelangi berjalan menuju ke dalam rumah. Akan tetapi Kia sudah menunggu mereka di depan pintu.
“Bunda...” ucap pelangi sambil berjalan mendekati dirinya dengan membawa beberapa belanjaanya.
“iya nak.” jawab Kia sambil memeluk anaknya itu.
“Lihat bunda ayah beliin ini semua untuk pelangi.”
“Pelangi suka?”
“suka banget bun. Ayah sekali lagi terimakasih banyak ya.”
“Iya nak. sama – sama.”
Kia pun kemudian menunduk – menundukan kepalanya.
“Owh, iya nak, ayah juga mau pamit, mungkin besok ayah akan pulang. Soalnya urusanny tante nindi sudah selesai dan akan di lanjut dua minggu lagi.”
“Iya ayah. Emm, pokoknya kalau ayah ke sini. Sempatkan waktu untuk pelangi ya yah.”
“Iya nak, pasti.”
__ADS_1
“Pelangi, sekarang kamu masuk ke dalam ya.”
“Iya bun. Ayah pulangnya hati – hati ya.” Ucap pelangi sambil mencium tangan ayah nya itu.
Pelangi pun kemudian masuk dengan hati yang sangat senang. Setelah pelangi masuk ke dalam, akbar pun kemudian juga pamit akan kembali pulang.
“kia maaf ya aku tidak tepat waktu mengajak pelangi pergi. Harusnya waktu yang kamu berikan dua jam, tapi aku molor satu jam. Tadi pelangi lama yang memilih – milih bajunya.”
“kali ini aku akan maafkan. Tapi kalau kamu mengulanginya lagi aku tidak akan mengizinkan kamu bertemu dengan pelangi.
Akbar pun hanya menghela nafas panjang setelah mendengarkan Kia berbicara.
“Nindi punya masalah apa lagi? anaknya masuk ke sel lagi?” tanya Kia dengan begitu sadis kepada akbar.
“enggak, bukan itu masalah yang nindi hadapi saat ini.”
“Lalu apa?” tanya Kia sembari berjalan membelakangi Akbar.
“Dia, dia sedang mengurus kasus perebutan anak oleh Alex. Alex menuntut nindi untuk merebut anaknya.”
“Owh, sekarang dia merasakan apa yang dulu pernah aku rasakan ya. Dia baru tahu kan, gimana rasanya anaknya menjadi bahan rebutan orang. Yah begitulah ya namanya roda kehidupan itu berputar. Tapi aku harap nindi bisa melewati masa sulitnya dengan Ikhlas.”
Akbar hanya terdiam saat kia mengatakan seperti itu.
“Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya kia. mungkin aku akan kembali setelah dua minggu lagi untuk menengok putriku. Terimakasih kamu sudah izinkan aku untuk pergi bersama pelangi hari ini.”
“Kalau gitu aku permisi dulu ya.”
“Silahkan. Salam untuk brayen dan juga istrimu. Semoga brayen segera pulih.”
“amin. Terimakasih.”
Akbar kemudian pergi dan pulang menuju ke rumah Nindi. setelah akbar pergi, kia kemudian masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke kamar Pelangi.
Tok.. tok.. tok..
“iya masuk.”
Kia pun masuk ke dalam kamar Pelangi, ia melihat pelangi yang sedang mencoba – coba bajunya yang baru saja ia beli bersama ayahnya.
“Bunda, lihat bagus enggak?” kata pelangi sambil memperlihatkan baju barunya itu.
“Bagus.”
“Kamu suka?”
__ADS_1
“Suka banget bunda. Pokoknya pelangi seneng banget hari ini bun.”
“Senang kenapa?”
“Seneng karena pelangi bisa pergi sama ayah akbar.”
“Owh.”
“Nih bunda, lihat, ayah tadi menyuruh pelangi untuk membeli barang yang pelangi suka. Ya sebenarnya sih, pelangi enggak ke pengen apa – apa. Tapi kasihan ayah, ayah sengaja ingin melihat pelangi senang, ya udah deh pelangi akhirnya beli baju sama aksesoris ini bun. Baguskan bun.”
“Iya bagus. Tapi lain kali jangan langsung ambil banyak. Kasihan ayah kamu.”
“Iya bun.”
Melihat pelangi bahagia seperti ini, kia pun juga ikut bahagia.
“bahagia sekali kamu nak, setelah bertemu dan pergi bersama ayah kamu. mungkin akbar memang sudah berubah. Dia mungkin tidak seperti dulu lagi. padahal dulu pelangi tidak mau sama sekali disentuh atau di gendong oleh dia ( akbar ), untuk mengatakan kata ayah ke akbar pun pelangi seperti tidak pernah dan tidak mau. Tapi semua sudah berubah. Anakku sudah bisa menilai. Benar apa yang suamiku katakan, kalau ini adalah waktu nya untuk pelangi bisa dekat dengan ayah kandungnya lagi. lagi pula dia juga sudah tau bagaimana menderitanya aku karena ulah akbar. tapi aku melihat, pelangi sudah bisa menilainya sendiri. Dan itu semua hanya masa lalu.” Gumam Kia sambil melihat anaknya itu mencoba – coba pakaian yang baru ia beli.
**
Pagi harinya di mana Calvin sering antar jemput pelangi ke kampus. Pelangi dan calvin sering menghabiskan waktu mereka bersama – sama. Hingga rasa cinta pelangi pun tumbuh di hatinya karena sifat romantis yang sering Calvin berikan kepada pelangi. tidak hanya kata nyaman saat sedang dekat dengan Calvin, akan tetapi kata paling tepat adalah rasa bahagia setiap kali dekat dengan Calvin. Perasaan cinta kepada brayen pun kini telah memudar karena berjalannya waktu. ia sudah tidak lagi memikirkan brayen, di hatinya kini hanya ada nama Calvin. Calvin pun kembali mengungkapkan isi hatinya kepada Pelangi dan menanyakan kepada pelangi perihal dirinya akan menerima cintanya atau tidak.
Di sebuah taman Caffe yang begitu dingin karena hembusan angin malam saat itu, calvin pun duduk menghadap wanita yang dia cintai. Di teman suara melodi melodi romantis yang sedang di mainkan itu pun menambah kesan yang sangat romantis malam itu. calvin pun kemudian mengungkapkan isi hatinya kepada pelangi.
“Pelangi. kedua kalinya ini, aku mengungkapkan isi hatiku yang benar – benar sangat mencintaimu. Aku menunggu kamu dari dulu sampai sekarang, tapi, hati ini tidak bisa menahan lagi untuk mengungkapkan isi hati ku yang sebenarnya kepada kamu.”
Calvin pun kemudian mengambil ke dua tangan pelangi. ia lalu menyatakan isi hatinya.
“Pelangi, apakah kamu kamu menjadi kekasihku? Aku mencintaimu benar – benar mencintaimu. Kamu adalah wanita yang bisa mengisi hati ku ini. Aku cinta sekali sama kamu pelangi. terimalah aku untuk menjadi kekasihmu. Aku janji, aku tidak akn pernah menyakiti hatimu. Aku akan terus menjaga hati ku untuk selalu mencintaimu pelangi.”
Pipi pelangi memerah karena apa yang telah mendengarkan ungkapan isi hati Calvin malam itu. ia sungguh tidak menyangka calvin begitu sangat romantis. Pelangi juga sudah lama tidak memberikan kepastian kepada calvin. Sehingga saat malam itulah, dirinya menerima Calvin untuk menjadi kekasihnya.
“Kak calvin, terimakasih ya, kamu sudah mau menunggu ku, kamu juga sudah sabar menghadapiku. Terimakasih juga karena kak calvin sudah mau mengerti keadaan ku yang beberapa hari belakangan ini aku sedang menghadapi beberapa masalah. Di sini dan di teman ini, aku mau menjadi kekasih kakak. Aku juga sangat cinta dan sayang sama kak Calvin.” Kata pelangi sambil tersenyum manis kepada Calvin.
“jadi, kamu mau menjadi pacarku pelangi?” tanya Calvin dengan sangat kegirangan.
Pelangi pun kemudian mengangguk – anggukan kepalanya dengan mengatakan cinta.
“I LOVE YOU”
Calvin pun langaung mengajak Pelangi untuk berdiri lalu berdansa di tengah – tengah lagu yang bermelodi romantis mengisi hangatnya suasana malam itu. Calvin begitu terlihat sangat kegirangan karena cintanya telah diterima oleh pelangi. ia tak henti – hentinya menatap wajah pelangi. malam itu suasana di cafe tempat ia menyatakan cintanya kepada pelangi terlihat begitu sangat ramai dan banyak orang – orang yang mengajak pasangannya masing - masing. Lalu selesai berdansa calvin pun kemudian lari di tengah – tengah taman yang saat itu sedang banyak orang. Di sana Calvin berteriak karena cintanya telah diterima oleh wanita yang dia cintai selama ini.
“Pe... langi... aku cinta sama kamu.” teriak Calvin malam itu yang begitu sangat bahagia.
sedangkan setelah Calvin berteriak semua pengunjung cafe itu langsung melihat ke arah calvin.
__ADS_1
Pelangi pun juga terlihat sedikit malu karena calvin nekat berteriak di tengah – tengah kerumunan banyak orang itu dan semua orang memfokuskan pandangannya ke arah calvin.
“Pelangi, kamu tahu aku bahagia sekali, bahagia sekali. Karena cintaku sudah kamu terima. Makasih ya pelangi. aku janji aku tidak akan mengecewakan kamu, setelah kamu menjadi pacar ku. Aku janji itu. aku akan menjagamu dan tidak akan membuat kamu bersedih.” Ucap Calvin sambil memeluk Pelangi.