Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Kayla ketahuan selingkuh


__ADS_3

Dengan wajah yang sangat murung, mata yang terihat menonjol, dan bola mata berubah warna menjadi ke merahan dirinya pulang ke rumah. Ibu dan juga kakaknya bertanya mengenai ke adaan yang sedang terjadi kepada dirinya. Dengan hati yang seperti sedang teriris iris oleh pisau yang sangat tajam, dirinya menceritakan kepada kakak dan juga ibunya dengan air mata yang bercucuran tiada henti.


Setiap kata dia ucapkan dengan sesengukan karena ia tak kuasa merasakan sakit hatinya. Melihat kesedihan yang saat ini sedang di rasakan oleh adiknya, Akbar merasa tidak terima adiknya sudah di perlakukan seperti itu. Ia ingin sekali menemui pacar Nindi, lalu menghajarnya.


Nindi melarang Akbar untuk datang menemui kekasih hatinya Nindi. Dia tidak ingin ada keributan lagi yang menimpa keluarganya itu. Terutama kepada Akbar. Sebab saat ini Akbar sedang mengalami banyak masalah di hidupnya. Mulai dari persidangan, istrinya yang tak kunjung memberikan kabar, anaknya yang tidak bisa dekat dengannya lagi dan di tambah tuntutan dari Ida yang mengancamnya agar Kayla segera di temukan.


Namun, beberapa kali Nindi sudah melarang Akbar untuk menemui Alex. Akan tetapi Akbar masih saja tetap pada tekat bulatnya. Ia tetap ingin menemui Alex lalu menghajar wajahnya itu, sebab ia tidak terima adiknya di sakiti hatinya. Dia datang ke kantor itu tanpa sepengetahuan Nindi. Jika Nindi tahu kakaknya pergi ke kantor itu, dirinya akan marah besar.


Suatu ketika, dirinya mendatangi kantor Alex, akan tetapi di saat dirinya sedang berjalan ke arah scurity ia melihat Kayla yang melintas di hadapannya dengan jarak kurang lebih dua setengah meter dari hadapanya. Kemudian dirinya mencoba membuntuti langkah kaki Kayla saat itu, ia memang sengaja tidak ingin memanggil istrinya, karena ia ingin tahu keperluan Kayla datang di kantor itu.


Akbar pun mengira keberadaan Kayla saat itu adalah hanya sebagai karyawan yang bekerja diperusahaan Alex. Ia tidak menyangka dengan apa yang di lihat saat dirinya melihat dengan matanya sendiri.


Dan akirnya langkah kaki Kayla terhenti di salah satu ruangan dengan papan nama yang bertuliskan " Chief Executive Officer (CEO) " lalu Kayla masuk ke dalam ruangan itu. Begitu pula dengan Akbar yang perlahan - lahan berjalan mendekati pintu kaca itu. Ia mencoba menempelkan telinganya pada pintu itu. Dirinya mendengar sangat jelas Kayla sedang memanggil seseorang dengan sebutan " sayang " di balik pintu kaca milik Alex. Tanpa berpikir panjang, Akbar kemudian membuka pintu kaca itu.


Betapa terkejutnya wajah mereka saat mengetahui Akbar yang membukakan pintu itu.


Begitu pula dengan Akbar yang melihat Kayla sedang berdekapan dengan Alex.


"Mas." Ucap Kayla yang terkejut itu.


"Kenapa kamu ada di sini?!" Tanya Akbar dengan wajah yang marah.


"A..ku.. ha..nya.." Ujar Kayla yang binggung mencari alasan untuk pembelaan dirinya.


"Hanya apa?! Hanya ingin berdua - duaan dengan dia di sini?! Owh, bagus ya,"


"Mari coba kita selesaikan ini baik - baik. Kamu jangan salah paham dulu."

__ADS_1


Alex mendekati Akbar untuk mengajaknya duduk dan berbicara baik - baik. Akan tetapi hati dan pikirannya saat itu sudah sangat tidak bisa lagi di kontrol atau sudah kacau balau setelah melihatnya sendiri kelakuan Kayla. Tiba - tiba tangan Akbar melayang mengenai tulang pipi Alex.


"Salah paham kamu bilang! Anjing kamu! Dasar keparat!" Sahut Akbar sambik mencincing kerah baju Alex.


Blam! ( Suara pukulan )


Alex pun tersungkur terjatuh karena pukulan dari Akbar yang mendarat dengan cepat berulang - ulang kali di tulang pipi Alex. Kemudian Kayla mencoba membantu Alex yang terjatuh itu untuk kembali bediri.


"Kamu sudah gila ya?!" Tanya Alex dengan memegangi tulang pipinya.


"Kalian itu yang gila. Ada hubungan apa sebanarnya kalian berdua ini! Hem! Aku tidak menyangka kalian bisa menghianati aku dan juga adikku. Manusia macam apa kalian itu!" Ucapnya sambil menuding nuding Alex


"Ka....mi..." Ucap Kayla dengan takut melihat Akbar yang sedang marah itu.


"Enak ya kamu memanfaatkan keadaan yang ada. Aku suruh pergi dari rumah tapi kamu justru memanfaatkan utuk bertemu dan bermain di belakangku dengan laki - laki lain ya. Apa lagi kamu sudah berpacaran dengan pacar adik ipar kamu sendiri ya. Dasar kamu memang *******!" Teriak Akbar.


"Tidak perlu kamu jelaskan semua sudah terbukti. Dan bukti ini sangat jelas di hadapanku sendiri. Apa lagi yang akan kamu jelaskan? Aku jijik melihat kamu sekarang. Minggir!" Katanya dengan mendorong tubuh Kayla.


"Mas kamu hanya salah paham. Tolong dengarkan aku." Kata Kayla lagi.


"Kamu ternyata sudah menghianatiku dengan berpacaran bersama pacar dari adik iparmu sendir Kay! Tega ya kamu Kay. Dan kamu juga! Sudah tahu dia adalah kakak ipar Nindi, apa lagi dia juga sudah memiliki suami, tetapi kamu justru malah mengoda dia dan merusak rumah tangganya. Sekarang mau kalian apa?! Hem!"


"Baik, aku akan menjelaskan kepadamu. Aku mempacari adikmu Nindi itu supaya aku bisa dekat dengan istrimu. Aku dan juga istrimu memang sudah sangat lama berhubungan sebelum aku mengenal adikmu. Aku tidak benar benar mencintai adikmu yang bodoh itu. Dia sudah aku manfaatkan. Tetapi masih saja bodoh seperti kamu! Apa lagi istri kamu ini. Dia juga sudah menjadi budak untuk memuaskan rasa birahiku. Aku juga sudah membelikan atau memenuhi semua apa yang dia mau. Sehingga dia bisa mendapatkan barang - barang mewah. Ha.. ha.. ha.. Kamu sudah tahu kan betapa busuknya istrimu itu. Dan yang lebih aku sukai, dia ( sambil menunjuk wajah Kayla ) sudah mau di gilir untuk melakukan hubungan intim dengan teman - temanku."


"Apa! Berengsek kamu! Keparat! ********!


Blam! Blam! Blam! ( Suara memukul )

__ADS_1


Alex pun membalas pukulan dari Akbar. Mereka berdua saling beradu jotos di ruangan Alex. Sekertaris Alex saat itu datang dan melihat sedang ada pertikaian di dalam ruangan bosnya, lalu dirinya bergegas memanggil security untuk datang ke ruangan bosnya itu.


Sedangkan saat itu Kayla hanya bisa menyaksikan dan mencoba meleraikan adu jotos yang sedang berlangsung sambil menanggis. Kayka berdiri dengan menanggis sesenggukan.


Karena setelah mendengarkan Alex yang hanya menginginkan tubuhnya saja, apa lagi dia ternyata tidak mencintai dirinya, hati Kayla pun seketika seperti remuk redam hancur berkeping - keping. Padahal dia juga sudah selalu memenuhi semua keinginan Alex dari melakukan hubungan intim, memenuhi hasrat dengan teman - teman Alex itu.


Kayla berpikir kalau selama ini Alex mencintai dirinya.


"Sudah hentikan. Kalian berhenti." Teriak Kayla yang sedang melerai mereka dengan menanggis.


Namun, mereka tidak mengubris dengan teriakan Kayla itu. Mereka masih melanjutkan adu jotos. Setelah scurity datang bersama dua rekannya dan melerai mereka yang sedang berkelahi di dalam ruangan Alex, akhirnya mereka pun berhenti.


"Sudah hentikan, hentikan pak!" Kata security itu.


"Lebih baik bapak keluar saja sekarang." Ucap scurity lagi.


"Usir dia, kalau perlu seret mereka keluar dari sini." Cakap Alex sambik memegangi wajahnya yang babak.


"Ingat ya kamu. Urusan kita belum berakhir samapi di sini! Dasar berengsek! Anjing!"


Lalu, Akbar menyeret paksa tangan Kayla dan menyuruh Kayla untuk ikut dengannya. Sebab Akbar akan membawa Kayla kepada Ida. Dan memberitahukan kepadanya tentang kelakuan anaknya itu.


Dengan wajah berantakan yang penuh dengan luka lebam dan darah yang mengalir dari ujung mulutnya itu. Akbarpun pergi bersama Kayla meninggalkan kantor Alex. Dia kemudian memaksa Kayla untuk masuk ke dalam mobilnya. Tanpa berkata kata apapun Kayla menuruti apa yang di katakan oleh Akbar untuk masuk ke dalam mobilnya.


Akbar mengemudi dengan sangat kencang, supaya cepat sampai kerumah Ida. Dan memperlihatkan apa yang sedang terjadi. Ia juga akan memberitahuka kepada Ida mengenai kelakuan anaknya itu. Sebab, Akbar masih berpikir kalau Kayla itu masih menjadi istrinya dan masih memiliki tanggung jawab atas Kayla.


Bersambung...

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2