Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Kia di rumah Riri


__ADS_3

Sudah tiga hari berturut - turut acara pernikahan itu di selengarakan. Kia di ajak oleh Cleo untuk tinggal di rumahnya dan menetap di sana. Supaya Riri ada yang menemani dan mengurusnya.


Selesai acara pernikahan Kia dan Cleo pulang ke rumah Riri.


"Selamat datang Kia dan Pelangi. Selamat datang di rumah kami." Ucap Riri yang memberikan sambutan untuk Kia dan Pelangi.


"Besar banget ya bun rumah ayah." Cakap Pelangi.


"Pelangi sekarang ibu Riri ini adalah nenek Pelangi. Coba panggil nenek."


"Hallo nenek. Aku tidak mengerti. Kenapa aku memanggil semua itu nenek."


Semua pun hanya tertawa setelah mendengarkan Pelangi berkata seperti itu.


"Kalau begitu mari semua masuk."


"Iya bun. Yuk nak. "


Mereka pun masuk dengan mengeret koper yang berisikan pakaian.


"Ayah, ini rumah nenek besar sekali. Seperti istana yang ada di cerita dongeng."


Lalu mereka pun tertawa kembali setelah mendengarkan Pelangi berbicara dengan apa adanya.


"Bik, bik," teriak Riri memanggil asisten rumah tanganya.


"Iya, nonya."


"Buk tolong bawa ke kamar Cleo semua koper ini ya."


"Baik nyonya."


Lalu koper itu di bawa oleh asisten rumah tangga Riri.


"Nak, kamu jangan malu - malu tinggal di rumah sini ya. Kalau ada yang mau kamu butuhkan bilang saja sama bibik, atau kalau bibik sedang tidak ada di rumah. Kamu bilang saja ke bunda. Janga sungkan ya."


"Iya bun,"


"Bunda, aku istirahat dulu ya bun. Aku capek bangat rasanya."


"Iya sana istirahat dulu semua."


"Sayang, Pelangi nanti tidurnya di sebelah kamar bunda sama ayah ya di sana. Pelangi mau tidur sekarang?" Tanya Cleo.


"Iya Pelangi tidur dulu ya. Nanti kalau sudah bangun tidur Pelangi boleh mainan." Cakap Kia.


"Baik bun."

__ADS_1


"Anak pintar."


"Kalau begitu kalian istirahat dulu saja. Bunda mau ke ruanh tv ya." Kata Riri.


Kia dan Cleo berjalan menuju kamarnya. Lalu kia menemani Pelangi masuk ke dalam kamarnya dan membereskan pakaian yang di bawanya.


Selesai menemani Pelangi tidur, Kia berjalan menuju kamar Cleo dan menemani suaminya itu.


Dia melihat kamar besar milik Cleo yang baru pertama kali dilihatnya. Dan tentu saja rapi.


Cara menjadi menantu dari keluarga Charles itu mencoba mengamati dengan sesama letak barang-barang suaminya yang ada di sana. Dia hanya tidak ingin barang-barang tersebut bergeser dan membuat sang suami kebingungan nantinya.


Melihat kopernya yang masih berdiri di dekat sofa dia merasa miris dengan isinya. Kia baru menyadari bahwa barang-barang miliknya berbeda sangat jauh dengan apa yang dimiliki oleh Cleo. Dia sangat yakin jika pakaian termahalnya adalah pakaian termurah bagi Cleo.


"Ay," ucap Kia yang memanggil suaminya itu dengan sebutan Ayang.


Sebab dirinya mencari Cleo yang tidak nampak di kamar megahnya itu.


Tak beberapa lama Cleo keluar dari kamar mandi, ia sudah terlihat segar dengan rambut yang masih lembab. Kaos polos hitam dan celana pendek selutut nya, membuat terlihat begitu tampan.


"Mandi?" Tanya Kia.


"Iya Ay, mandi dulu sana, biar rasa capekmu hilang." Kata Cleo


Kemudian Kia mengangguk dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sebab suaminya meminta Kia untuk membersihkan tubuhnya yang terlihat letih itu.


" ini adalah keputusan yang udah aku ambil dan nggak akan bisa mundur lagi Kia, " ucapnya pada dirinya sendiri di depan cermin itu.


"Aku harus bisa melindungi diriku sendiri mulai sekarang dari orang-orang yang jahat atau mereka yang merendahkan ku. Aku tidak ingin Rumah tanggaku hancur seperti dulu lagi. " Gumam Kia sambil berbalik menuju shower untuk memulai membersihkan tubuhnya itu.


Dia berusaha menguatkan dirinya sendiri jika kehidup barunya bersama Cleo mungkin akan terjadi seperti dahulu atau membuatnya kewalahan lagi.


Kia keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi, lalau ia melihat suaminya entah melakukan apa di sofa kamarnya. Sebab ada rasa sungkan dan menggelayut di dada. dirinya merasa ini semua seperti mimpi karena sudah berada di satu kamar dengan si Cleo.


Sedangkan selama ini mereka hanya bisa pergi bersama saja, meskipun gugup tapi dia berusaha Tetap tenang dan biasa. Karena saat ini Cleo sudah bersetatus sebagai suaminya, tidak lucu rasanya jika dia berlari terbirit - birit atau menghampiri kamar pelangi yang berada di satu rumah itu.


"Sayang!" Ucap Cleo.


"Kenapa ay?" Tanya Kia


"Kamu sudah wudhu?" Tanya Cleo.


Lalu ia menganggukan kepalanya. Cleo mendekat dan berdiri di depan Kia untuk menatap istrinya itu.


"Ayo." Ajak Cleo


"Kemana Ay?"

__ADS_1


"Sudah ikuti aku saja."


Kia mengikuti Cleo dari belakang dan berhenti di ruang kecil yang tembok depannya ada gambar Ka'bah. Ternyata Cleo mengajak Kia menuju Ruang salatnya di kamar pribadi Cleo.


Kia paham jika suaminya memang laki-laki yang taat beribadah, meskipun jarang menjalankan yang sunnah. Karena Cleo pernah mengatakan itu pada sik Kia dulu saat masih belum mempunyai ikatan kepada istrinya itu. Selesai menjalankan kewajibannya, Cleo mengajak Kia untuk duduk di sofa yang tadi dia duduki nya.


"Sayang, untuk saat ini kita belum bisa pergi honymoon sampai satu bulan ke depan mungkin." kata Cleo sambil menggenggam tangan kanan Kia.


Dan memainkan cincin pernikahan di jari manis Kia itu yang tadi pagi dipakaikan olehnya.


" Enggak usah honeymoon juga nggak masalah kok ayy, aku juga nggak nuntut untuk itu. Aku tahu kalau kamu sangat sibuk dengan pekerjaanmu, lagi pula aku tidak tega untuk meninggalkan Pelangi sendirian kalau Kita pergi honeymoon." Cakap Kia


Namun Cleo menggelengkan kepalanya, Ia seperti tidak menyetujui Apa yang diucapkan oleh sang istri.


"Tidak, kita akan tetap honeymoon dan kita akan pergi bersama dengan pelangi. aku juga tidak akan mungkin meninggalkan Pelangi sendirian. Kita kan adalah orang tuanya walaupun kita pergi honeymoon tapi kita juga harus bisa membahagiakan Pelangi." Ucap Cleo.


Kemudian setelah mengucapkan seperti itu. Cleo berdiri dan berjalan untuk mengambil dompetnya. Di bukalah dompet itu, lalu dia memberikan sesuatu untuk Kia


"Sayang kemarilah, ini untuk kamu." ucap Cleo sambil memberikan atau menyodorkan sebuah kartu kecil.


Ternyata Cleo telah memberikan kartu yang Kia Tahu betul itu kartu debit dan kartu kredit.


"Ini apa Mas?" tanya dia sambil memperlihatkan sebuah kartu kecil itu yang baru saja Cleo berikan.


"Mulai hari ini. Kamu yang pegang kartu ini kamu bisa membeli apapun dengan kartu ini."


"Ini untuk aku?" tanya Kia.


Lalu Kia menerima pemberian kartu kredit dari Cleo .


"Iya itu untuk kamu ay, untuk masalah keuangan rumah tangga aku percayakan semua padamu. Setiap bulannya aku akan transfer beberapa ATM yang kamu pegang itu. Kalau kamu menginginkan sesuatu kamu nggak perlu menahan nya. Sebab mulai sekarang apa yang menjadi milikku adalah milikmu juga. kita harus bisa saling berbagi susah maupun duka. bukan kah begitu istriku " ucap Cleo sembari tersenyum manis kepada Kia.


Lalu Cleo mengangkat dagu Kia dengan telunjuknya agar bisa memandang sang istri yang sedari tadi menunduk Sambil memandangi kartu - kartu yang diberikan oleh Cleo itu.


Kemudian Cleo, mendekati wajah Kia, lalu mengecup bibir Kia dengan perlahan - lahan dan berlama - lama, Cleo menikmati wangi mulut Kia, ia seakan akan tidak bisa berhenti untuk melakukan ciumannya dengan sang istri tercinta. Kia pun juga membalas kecupan mesra dari bibir suaminya itu. sambil berdekapan untuk menghangatkan tubuhnya masing - masing.


"Aku sangat mencintaimu Kia, sungguh aku cinta banget sama kamu." Katanya di depan bibir Kia.


Kia saat itu yang sedanh merasakan jantungnya yang berdegup kencang seakan - akan mau copot, hanya bisa membalas dengan jawaban mengangguk anggukan kepalanya saja.


" aku juga mencintaimu mas.." balas Kia


Dan untuk sisa malam ini, ia melupakan apa yang menjadi beban pikirannya karena kebersamaannya bersama dengan suaminya itu.


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2