
Alex mulai berfikir tenyata apa yang pernah Nindi katakan saat bertemu di toko buah itu benar adanya, bahwa Kayla sendang sakit parah. Ia sangat tidak menyangka kalau ternyata wanita yang pernah ia jadikan budak napsu birahinya itu mempunyai penyakit kanker. Menurutnya penyakit itu sungguh mengerikan. Kayla memiliki gaya hidup yang glamor dan ia tidak mau di anggap miskin oleh siapapun sehingga dirinya menjual diri dan ternyata imbasnya seang di arasakan saat ini.
“Apa kanker serviks? Astaga kenapa bisa sampai dia mempunya penyakit seperti itu? berarti dia selama ini tidak hanya berhubungan dengan aku atau teman – temanku saja. berarti selama ini Kayla menjual dirinya kepada laki – laki hidung belang? Lalu bagaimana kondisinya saat ini? Aku tidak bisa membayangkan.” Ucap Alex dari dalam hatinya sendiri sambil mengisap rokok dan dengan posisi duduk yang masih sama dengan yang tadi.
Keesokan harinya, Alex berniatan untuk pergi ke rumah sakit seorang diri. Karena ia ingin sekali melihat kondisi Kayla saat ini. Ia bertanya kepada petugas rumah sakit itu, untuk menanyakan pasien atas nama Kayla yang sedang di rawat di ruangan sebelah mana dan di mana. Lalu petugas itu menjelaskan kepad Alex mengenai kamar rawat inapnya itu.
“Dok, saya mau tanya, pasien atas nama Kayla yang menderita kanker di sebelah mana ya?” tanya Alex kepada petugas rumah sakit itu.
Kemudian petugas rumah sakit itu memberikan arahan jalan menuju kamar Kayla kepada Alex supaya ia bisa langsungsung menemui kamar inap pasien atas nama Kayla trsebut. Setelah beberapa langkah kakamr Kayla sudah akan terlihat, tiba – tiba ia melihat Akbar dari kejauhan yang juga berjalan menuju kamar Kayla.
“Bukannya itu Akbar? Katanya mereka sudah bercerai. Beberapa waktu lalu aku menyuruh orang untuk mencari informasi mengenai hubungan mereka dan mereka bilang kalau Akbar dan juga Kayla sudah akan berpisa. Masak perpisahan itu di batalkan? Mana mungkin. Sedangkan berkas – berkas bukti semua sudah di tumpuk di pengadilan agama. Tapi kenapa Akbar ke sini?” gumam Alex dari dalam hati sembari mengintai Akbar yang baru saja masuk ke dalam kamar inap Kayla itu.
Alex menyadari jika Akbar melihat dirinya datang ke rumah sakit dan menemui Kayla, ia berpikir kalau nanti Akbar akan memukulinya lagi dan mereka pasti akan adu jotos di sana. Alex tidak mau kalau itu terjadi. Ia ingin menemui Kayla untuk mengetahui kondisinya sekarang.
Kemudian Alex berpikir akan menunggu Akbar pergi atau keluar dari kamar Kayla itu. lalu Akbar menunggu di tempat duduk yang tak jauh dari kamar Kayla itu. Satu jam, dua jam berlalu, namun ia belum juga melihat Akbar yang keluar dari kamar Kayla. Akhirnya rasa jenuh itu tiba Alex mulai berpikir akan datang lain waktu di saat ia tidak bertemu dengan Akbar di rumah sakit.
Beberapa hari kemudian, Alex kembali lagi ke rumah sakit itu. ia berjalan atau melangkahkan kakinya dengan sangat cepat supaya segera sampai ke kamar Kayla. Karena ia tidak ingin kalau Akbar yang duluan sampai di kamar Kayla dan dia harus bertemu atau berhadapan langsung dengan Akbar. ia tidak mau, niatnya untuk membesuk Kayla batal lagi gara – gara harus menunggu Akbar keluar dari dalam kamar.
“Aku harus duluan sampai ke kamar Kayla. jangan sampai aku bertemu dengan laki – laki brengsek seperti Akbar itu. bukannya aku takut menghadapi dia. Aku tidak mau ribut di rumah sakit. apa lagi rumah sakit ini lokasinya tidak jauh dari kantorku. Yang aku takutkan jika ada salah satu rekan bisnisku mengetahui aku ribut di sini apa lagi mempeributkan hal yang menjijikan seperti kemarin, reportasi ku pasti akan hancur. Kalau yang mengetahui karyawanku saja sih aku tidak ada masalah,” Gumam Alex dari dalam hatinya lagi sembari berjalan begitu cepat supaya dirinya segera sampai ke kamar Kayla.
__ADS_1
Beberapa menit kemdian sampailh dirinya di kamar Kayla, saat itu dirinya tidak langsung masuk untuk menemui Kayla. ia ragu apakah Kayla akan menerima kehadirannya itu dengan baik, tapi kalau tidak. Niatnya akan sia – sia saja kan. Menurut Alex. Alex pun tanpa berpikir panjang dirinya langsung masuk ke dalam kamar Kayla tanpa mengetuk pintu.
“Kay.” Kata Alex dengan lirih.
Kayla berpikir yang membuka pintu kamarnya itu adalah Akbar. Setelah matanya terbuka Kayla Pun merasa terkejut. Sebab yang di lihatnya bukan lah wajah Akbar, tetapi laki – laki yang pernah berhubungan badan dengannya. Dan laki – laki itu pula yang membuat semuanya menjadi seperti ini.
“Kamu! Kenapa kamu bisa sampai sini.” Ucap Kayla dengan sangat terkejut.
“Tenang – tenanglah Kay. Aku ke sini hanya ingin melihat kondisimu. Jadi kamu jangan kaget seperti itu. Aku ini bukan setan, jadi aku harap kamu tenang ya.” Cakap Alex sambil mengangkat ke dua tangannya.
“Mau apa kamu ke sini?”
“Aku minta kamu pergi dari sini!” ucap Kayla dengan membentak dan menuding jarinya ke arah pintu kamarnya itu.
“Kamu ini kenapa sih Kay? Aku ke sini baik – baik loh.”
“Pergi! Cepat kamu pergi dari sini! Hiks.. hiks.. hisk..” jawab Kayla sambil menangis dengan kedua tangannya yang menutupi wajahnya itu
“Hay Kay. Kenapa kamu menanggis?” tanya Alek sembari menyentuh tangan Kayla yang tangannya saat itu menutupi wajahnya.
__ADS_1
“Karena kamu! (sambil menangkas tangan Alex yang akan mendekat atau menyentuh tangan kurus milik Kayla itu) Karena kamu yang sudah menghancurkan semua masa depanku, dan juga semua harapanku untuk hidup bersama dengan suami yang aku cintai itu.”
“sudahlah jangan berpikir seperti itu lagi. Aku tidak pernah berniat atau mempunyai pikiran untuk menghancurkan masa depanmu itu.”
“Lalu apa hem! Kamu sudah senangkan melihat aku seperti ini. Lihat kulitku sudah keriput dan bersisik seperti ini. Tubuhku kurus bagaikan tengkorang yang hidup kembali. Dan kamu lihat! Lihat lah kepalaku yang sudah habis dan tidak ada satu pun rambutku lagi yang menempel untuk menutupi kulit kepalaku ini. Hiks.. hiks.. hiks..”
“sudahlah jangan berkata seperti itu. menurut aku kamu masih terlihat cantik walaupun tanpa rambut. Keren tau. Ini aku bawakan makanan ke sukaan kamu, makanlah. Dan jangan sedih lagi ya.” Ucap Alex yang berdiri di hadapan Kayla sambil memberikan makanan kesukaan Kayla.
“kamu bisa tahu dari mana? Kalau aku sedang di rawat di sini?”
“Kamu itu seperti baru saja mengenalku. Mata – mata ku tuh banyak Kay. Tinggal perintah informasi langsung datang kepadaku dengan cepat.”
“Kamu sudah tahu kan sekarang kondisiku seperti apa? Jadi aku minta kamu segera pergi dan tinggalkan tempat ini, sebelum suamiku ke sini. Pergi!”
“Tenang Kay aku juga akan pergi dari sini, karena aku sudah tahu kondisimu seperti ini. Kalau begitu aku permisi ya. Aku harap kamu segera pulih dan penyakitmu ini bisa segera sembuh,” ucap Alex sambil berjalan ke arah pintu kamar Kayla.
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️
__ADS_1