Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Kia dan Riri


__ADS_3

Wajah Ida begitu sangat malu melihat anaknya yang memperlakukan Kia seperti itu. Riri dan juga Ida yang saat itu berdiri di dekat Pelangi langsung melerai Kayla yang mendorong tubuh Kia.


“Kayla, sudah nak, sudah. Kamu jangan seperti ini. Semua yang terjadi bukan salah Kia sayang.”


“Bukan salah Kia mama bilang. Semua ini salah dia ( sambil menuding Kia ). Dia yang membuat anakku meninggal, dia juga yang membuat suamiku pergi meninggalkan ku mah, hisk.. hisk.. hisk.


“Sudah sayang jang bilang begitu. Kia mempunyai maksud baik datang ke sini sayang.” Kata Ida sambil menanggis dengan posisi memeluk Kayla yang saat itu Kayla jatuh bersujud.


“Kay, aku ke sini hanya ingin melihat kondisi kamu. Aku tidak ingin apa- apa dari kamu.”


“Diem kamu. Kamu ke sini hanya ingin menghinaku kan! Kamu ingin melihat aku yang tidak berdaya seperti ini bukan?! Aku tahu maksud kamu! Hisk.. hisk.. hisk..” Kayla menanggis dengan berteriak – teriak.


“Nak ini tante Riri, aku sahabat ibu kamu nak. Kami hanya ingin melihat kondisi kamu. Jadi kamu jangan salah paham dengan kami.”


“Pergi kalian dari sini! Pergi! Aku tidak ingin melihat wajah kalian.”


“Kalau itu yang kamu inginkan, baiklah kami akan pergi dari sini. Kayla dengar, aku tidak pernah menganggap kamu itu musuh ku. Tapi aku selalu menggapmu itu sebagai saudaraku sendiri, Kayla, sebenarnya setelah aku melihat kondisimu seperti ini, aku ikut prihatin. Apa lagi dengan ke adaanmu ini yang vonis doter.”


“Aku benci kamu. Benci Kia. Kenapa semua yang baik selalu berpihak kepadamu! Sedangkan aku selama ini susah payah ingin mendapatkan sesuatu. Tapi kamu dengan mudahnya mendapatkan itu semua,”


“Tapi Kay. “


“Tapi apa?! Hem! Lihat ini rambutku semua rontok akibat kemo yang aku alami. Dan semua ini karena kamu Ki. Aku benci kamu aku sangat membencimu..”Ucap Kyala sambil mengeret rambutnya sendiri.


Rambut Kayla saat dririnya di vonis dokter atas penyakut yang dia derita semakin hari rambut itu menghilang. Sehingga banyak sisi – sisi yang terlihat sudah petak. Akibat banyak rambut yang jatuh rontok.

__ADS_1


Mengetahui Kayla seperti itu yang tidak bisa terkontrolkan kondisinya, Kia dan juga Riri langsung berpamitan untuk pulang atau pergi meninggalkan Kayla. Ia tidak tega melihat Kayla seperti itu.


“Kia, maafkan Kayla ya nak karena dia sudah seperti itu kepada kamu tadi.”


“Iya tante, Kia mengerti kok bagaimana keadaannya sekarang.”


“Begitulah Kayla, dia selalu uring – uringan sendiri, apa lagi setelah melihat foto Akbar dan kamu. Dia selalu marah seperti itu atau selalu membanting semua barang yang ada di dekatnya. Jadi tante minta sama kamu tolong maafkan dia ya nak.”


“Tante tidak usah khawatir, Kia tahu kok dan mengerti dengan semua ini.”


“Terimakasih ya Kia. “


Kemudian Riri meminta kepada Ida, ijin untuk pergi pulang bersama dengan Kia, sebab di saat dirinya berada di rumah sakit, selama menjenguk Kayla Pelangi hanya di titipkan kepada baby sisternya saja, dan mereka hanya menunggu nenek dan juga bundanya di taman bermain dekat dengan rumah sakit. Dan karena di rumah sakit itu tidak di perbolehkan untuk membawa anak kecil.


“Da, aku dan menantuku sebaiknya pulang saja deh. Aku takut kalau anakmu marah – marah lagi kepada kami.”


“Iya Ri, terimakasih ya karena kalian sudah mau membesuk kami. Apa lagi kamu Kia. Sekali lagi tante minta maaf ya sama kamu.”


“Iya tante. Kalau begitu kami pamit pulang ya tan semoga Kayla lekas sembuh dan di angkat penyakitnya sama Allah. Aamiin..”


“Iya, nak aamiin.”


“Pokoknnya kamu yang sabar ya Da, banyakin sholat dan ibadahnya biar anakmu cepat sembu.


“Iya Ri. Kalian pulangnya hati – hati ya.”

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pergi berjalan meninggalkan kamar bangsal milik Kayla it. Mereka benar – benar tidak menduga ternyata selama ini Kayla sedang sakit yang amat serius, sehingga tubuhnya yang dulu terlihat seperti bak gitar sepanyal, rambutnya yang terurai canti seperti drama korea – daram korea, kulitnya yang terlihat putih mulus kini berubah drastis. Kulitnya yang dahulu segar kini menjadi layu dan keriput, matanya yang dulu bersinar dengan olesan – olesan berbagai macam warna blush on kini nampak terlihat layuh. Rambutnya yang dahulu terurai begitu lebat, kini nampak terlihat sebagian dari kepalanya yang botak.


Kia berjalan saat akan meninggalkan ruang Kayla hanya bisa terdiam dan melongo karena, dirinya benar – benar tidak menduga, kalau selama ini yang orang yang telah merusak rumah tangganya itu ternya ta sedang mengalami penyakit yang teramat serius.


Riri melihat ke arah menantunya yang sedang berjalan di samping bersamanya itu hanya terdiam saja, raut wajahnya seperti mengambarkan ke tidak percayaannya setelah bertemu dengan Kayla di rumah sakit itu tadi.


Mereka kemudian menjemput Pelangi beserta baby sisternya untuk kembali pulang. Di dalam mobil saat perjalanan pulang Kia hanya terdiam membisu seribu kata. Dririnya masih tidak percaya dengan apa yang di lihat dan di alami tadi.


Bunda Riri, memperhatikan wajahnya yang masih sama Kia terlihat begitu masih kaget, lalu Rini memulai membicarakan cerita awal itu.


“Kasihan ya anaknya bu Ida, bunda tidak habis pikir kenapa anaknya bisa setega itu ya nak terhadap ibunya sendiri.”


“Iya bun, aku pun juga tidak bisa mempercayai semua ini. Apa lagi melihat Kayla, aku benar – benar tidak menyangka, aku masih benar – benar syok bun dengan yang aku lihat tadi. Sebab dahulu aku melihat tubuhnya yang begitu indah dang wajahnya begitu sangat cantik tetapi sekarang...”


“Iya, tapi kenapa dia begitu sangat membencimu sih nak? Memang dahulu kalian mempunyai masalh Pribadi ya? Sehingga membuat dia begitu dendam dengan kamu.”


“Kalau aku sih tidak mempunyai dendam apaun dan kepada siapa pun sih bun. Dulu Kayla itu menyukai mantan suamiku yaitu Akbar, Dia dan Akbar berhubungan sehingga akhirnya Akbar memutuskan untuk menggugat cerai aku bun atau berpisah dengan ku, dia memilih untuk hidup bersama dengan Kayla, sedang aku yang istrinya sendiri dan saat itu sedang mengandung Pelangi justru di tinggalkan. Terlebih yang membuat aku sakit hati adalah, dia tidak mengakui kalau Pelangi ini adalah anak kandungnya sendiri. Dia lebih mempercayai orang lain ketimbang istrinya sendiri bun. mereka dulu sudah banyak membuat aku sengsara, dan hidupku menderita, tetapi semua sudah ada balasannya, Tuhan itu adil.”


“Tega sekali ya mereka sama kamu. Diaman hati mereka. Apa lagi kamu ditinggalkan saat sendang hami. Tapi nak, bukankah perceraian itu akan di tunda jika istrinya sedang hami?”


“Dahulu aku memang sengaja tidak memberitahuan kepada hakim bun.”


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2