Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Masih sama


__ADS_3

“tapi jeng aku ingin menjenguk Kayla. Bisakan?”


“Kayla tidak suka di besuk oleh siapap pun sekarng. Kemarin Kia datang untuk membesuk dia, tetapi dia justru marah – marah kepada Kia. Dia justru mengusir Kia.”


“Kia? Kenapa bisa Kia tau tentang ke adaan Kayla? Kalian masih saling berhubungan?”


“Kia ternyata sudah menikah dengan anak dari sahabatku.”


“Sungguh?”


“Iya, aku juga kaget mengapa aku bisa bertemu dengannya lagi. Aku enggak tahu bagaimana bisa Kia menikah dengan anak konglong merat.”


Kring.. kring.. kring..


Tiba – tiba suara hp Ida berbunyi. Dia di telepon oleh pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit memberikan kaber kepada Ida kalau Kayla uring – uringan lagi. Kemudian Ida bergegas untuk meningalkan Dewi.


“Aku harus segera ke rumah sakit. “


“Kenapa jeng? Ada apa dengan Kayla?”


“Kayla, kayla ngamuk – ngamuk lagi di rumah sakit.”


“Kalau begitu aku antar kamu ke rumah sakit. Kamu tidak naik mobilkan?”


“Baik, tolong anterin aku ya Dew,”


Akhirnya Dewi dan Ida bergegas segera meninggalkan resto itu dan mereka pergi menuju rumah sakit agar segera tau kondisi Kayla saat itu. Di dalam perjalanan raut wajah Ida begitu tegang, dirinya sangat menghawatirkan kondisi Kayla saat itu. Kedua jari tangannya ia mainkan sendiri. Sambil mulutnya terlihat berbicara sendiri.


Dewi melihat Ida sembari menyetir mobil, dirinya tidak tega melihat Idah yang terlihat cemas dan khawatir akan putrinya itu. Beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah sakit, di mana Kayla di rawat di sana. Ida langsung turun dari mobil kemudian ia berlari menuju kamar atau bangsal dimana Kayla diinap. Dengan sangat kencang kakinya telah ia gerakan agar segera sampai di kamar Kayla. Terlihat dari kejauhan ada beberapa orang yang sedang berdiri menghadap atau melihat di pintu kamar Kayla. Terlihat di sana ada Scurity, dokter dan beberapa perawat yang sedang berdiri di depan kamar Kayla.

__ADS_1


Kemudain sesampai di kamar Kayla Ida langsung masuk begitu saja dengan di susul oleh Dewi yang berlari di belakang Ida. Lalu ida seketika memeluk Kayla yang duduk termenung sepertiorang gila di pojok ruangan  dengan ke dua kakinya yang terlentang.


“Kayla sayang.”


Kayla hanya melihat wajah Ida. Namun sama sekali dirinya tidak mengucapkan satu patah kata. Akan tetapi setelah mata Kayla tertuju pada poandangannya yang melihat wajah Dewi sedang berdiri di belakang tubuh ida itu. Kakinya langsung beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Dewi.


“Ibuk.. ibuk..” cakap Kayla,


“Ibuk, di mana suamiku? Dimana ?”


“Sayang tenang dulu tenag. Ibuk di sini ingin melihat kondisi kamu sayang, “


“Ibu, hisk.. hisk... hisk..”


Kemudian Dewi memeluk tubuh Kayla yang sedang meanggis di pundaknya.


“Ibuk, aku ingin sekjali bertemu dengan mas Akbar. Aku mencintai dia buk. Tolong kembalikan Akbar kepadaku. Hisk.. hisk.. hisk..”


Lalu Mereka duduk.


“Ibu temukan aku denga suamiku. Aku ingin suamiku ada di sini. Hisk.. hisk.. hisk..” jawab Kayla.


“Kayla sayang dengari ibuk, ibuk janji akan menemukan kamu dengan Akbar. Tetapi Kayla sekarang coba tenang dulu ya.”


Berulang kali Dewi mencoba untuk menengkan Kayla saat itu. Setelah Kayla sudah bisa di tenangkan, dokter dan juga perawatnya bergegas masuk ke kamar Kayla unuk memberikan obat penanang. Dokter menyuntik obat di tubuh Kayla yang saat itu sudah berbaring di hospital bednya.


Setelah Kayla sudah tidur akibat pengarus dari obat tidurnya, Ida dan dewi perlahan mulai meninggalkan Kayla yang sedang berbaring itu. Semua orang meninggalkan kamar Kayla. Dan membiarkan Kayla supaya istirahat.


“Ya begini lah ke adaan Kayla sekarang Dew, kamu bisa lihat sendirikan bagaimana Kayla.”

__ADS_1


“Dia sering uring – uringan seperti inikah Da?”


“Iya, semenjak dokter memvonis penyakit yang dia derita, sejak itulah dirinya tidak bisa mengkontrol emosinya.”


“Aku tidak tega melihatnya.”


“Maka dari itu Dew, aku meminta kepadmu tolong temukan aku dengan anakmu. Sebab aku benar – benar ingin berbicara dengan Akbar.”


“Saya akan coba nanti untuk bicarakan semua ini kepada Akbar.”


“aku ingin supaya Akbar mencabut tuntutannya untuk berpisah dengan Kayla. Sebab Kayla sudah cukup menderita, jadi Akbar jangan menambahkan lagi penderitaan yang sedang Kayla alami saat ini. Dan aku ingin kalau Akbar setelah keluar dari sel tahanan, ia bisa menemui Kayla untuk yang terakhir kalinya, sebab, Kayla saat ini sudah tidak lama lagi hidupnya. Dan kata dokter perkembangan kesehatan Kayla semakin lama bukan malah semakin membaik, tetapi justru kondisinya semakin menurun. Terlebih jika dia selalu uring- uringan seperti tadi. Hisk.. hisk.. hisk..


“kamu yang sabar ya Da, Kita hanya bisa pasrah dan serahkan semua ini kepada sang Pencipta.”


“Terimakasih ya Dew, kamu sudah mau mengantarkan aku dan melihat kondisi anakku ini.”


“Sama- sama Da, berhubung ini juga sudah malam aku mau pamit dulu ya da. Aku mau pulang dulu.”


“Sekali lagi terimakasih ya Dew.”


“Kamu mau di sini atau mau pulang da?” tanya Dewi.


“Aku akan menemani putriku dulu di sini. Mungkin nanti aku akan pulang.”


“Bener? Kalau kamu juga mau pulang biar aku anterin sekalian.”


“Sudah tidak usah Dew, terimakasih. Kamu hati – hati di jalan ya .


Bersambung...

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2