
Beberapa jam kemudian Ida datang ke rumah sakit.
“Mah, mamah sudah datang.” Ucap Kayla yang bersandar di bahu hospital bednya.
“Hem, sudah nak. Kenapa?” Jawab Ida sembari meletakan sekantung buah untuk Kayla.
“Gimana mah sudah ketemu sama Kia? Mama sudah ke sana?” tanya Kayla yang berharap penuh Kehadiran Kia.
“Sudah nak,”
“Terus Kia giamana mah? Dia mau untuk datang ke sini?” tanya Kayla.
“Enggak tahu deh Kay, semoga saja Cleo memperbolehkan Kia untuk datang ke sini.”
“Kok gitu mah?”
“Iya tadi Riri sudah melarang Kia untuk ke sini karena kejadian saat kamu dan Akbar memperlakukan mereka dengan tidak baik. Riri seperti tidak menerima kalau menantunya di buat sakit hatinya.” Kata Ida.
“Emm... aku bodoh sekali ya mah. Coba kalau kemarin aku menyambut dia dengan baik mungkin dia mau datang ke sini. Apakah nanti aku mati akan meninggalkan banyak dosa ya mah?” ucap Kayla sambil melamun.
“Kamu jangan bicara seperti itu nak, mama yakin kalau Kia dan Cleo pasti mau akan ke sini. Tenanglah.”
“Semogga ya mah, aku sangat mengharapkan mereka datang ke sini. Beruntung ya jadi Kia mah.”
“Kenapa?”
“Setelah dia berpisah dengan suaminya, kehidupannya justru terlihat sangat lebih bahagia. Lihat saja suaminya yang sekarang, dia begitu sangat sangat mencintai Kia, walau pun Kia sudah bersetatus janda dan mempunyai satu anak. Apa lagi ibu mertuanya yang begitu memperdulikan dia. Tidak seperti aku, kehidupanku bukannya lebih membaik lagi, tetapi justru hidupku semakin lama semakin hancur. Hisk... hisk... hisk...” Ucap Kia.
“Nak, kamu ini ngomong apa sih? Sudahlah, jangan bicara seperti itu. semua ini sudah takdir nak.”
“Lihat buk, lihat aku buk, wajah aku yang sudah terlihat peyot, rambut pun sudah tidak punya lagi. Apa yang bisa di banggakan dari aku buk? Aku... aku, hanya seorang sampah yang tidak berguna. Hisk... hisk... hisk...”
“Sudahlah nak, kamu jangan berkata seprti itu, semua orang memiliki cerita hidupnya masing – masing.”
“Aku sangat menyesal dengan apa yang sudah aku lakukan selama aku masih sehat dulu mah. Aku bodoh tidak bisa menjaga diri aku sendiri, aku benar – benar bodoh mah. Hisk... hisk... hisk...”
“Kay, sudah, mama tahu kalau penyesalan itu datang terakhir kali. Tapi semuanya sudah terlamat, semuanya juga sudah terjadi. Sekarang kamu istirahat ya sayang. Mama akan menemanimu.” Pinta Ida untuk menenangkan hati dan pikiran putrinya itu.
Kemudian Kayla pun mulai mengubah posisinya yang awalnya bersandar di bahu hospital bednya sekarang dia berbaring.
__ADS_1
“Anak ini kenapa? Kok tidak seperti biasanya. Kayla yang aku kenal dulu begitu kuat. Tapi kenapa hari ini dia begitu baper banget ya sama omongannya sendiri.” Ucap Ida dari dalam hati sambil berdiri di samping hospital bed milik Kayla.
Mungkin perkataan Nindi tadi begitu menyakitkan untuk hati Kayla sehingga yang ada di pikiran Kayla itu hanyalah kata – kata yang keluar dari mulut Nindi tadi. Dia juga menyadari bahwa dirinya sudah salah melangkah.
Setelah itu, Kayla tertidur dengan sendirinya, Ida kemudian keluar dari kamar Kayla untuk menelepon Akbar untuk menanyakan tentang Kayla. ia tidak mau kalau Kayla mendengar Akbar dan Ida bercakap – cakap di telepon.
“Hallo.”
“Iya, hallo. Ada apa ya tan?”
“Nak Akbar, Kayla kenapa sih? Kok tumben sekali dia jadi baperan gitu.”
“Maksudnya tan?”
“Iya, dia setiap ibuk berkata apa saja, dia langsung menyalah – nyalahkan dirinya sendiri.”
“Emm, mungkin karena Tadi Nindi datang ke rumah sakit.”
“Nindi ke rumah sakit? Ngapain?”
“Aku juga tidak tahu tan, mungkin dia menjenguk Kayla.”
“Tapi mereka tadi tidak bertengkarkan Nak?”
“Terus Kayla kenapa ya. Ya sudah kalau begitu nak.”
“Iya.”
Akbar mememang sengaja berbicara bohong mengenai Nindi yang marah – marah dengan Kayla tadi saat di rumah sakit. Dia tidak ingin Ida menyalahkan Nindi.
**
Kia ingin meminta ijin kepada Cleo tentang dirinya akan pergi ke rumah sakit, namun Kia takut kalau Cleo tidak akan mengijinkan istrinya itu untuk pergi ke sana. Akan tetapi Kia tidak bisa berhenti – hentinya memikirkan Kayla saat itu, bagaimana pun Kia tidak ingin dendam dengan Kayla walaupun dulu dirinya sudah sering di sakiti oleh Kayla. Kia mencoba untuk memberanikan dirinya meminta ijin kepada Cleo karena dia akan pergi ke rumah sakit.
Sore hari itu, setelah Cleo pulang dari kantor dan selesai mandi membersihkan tubuhnya yang terlihat seperti lelah akibat sehari kerja mengurus perusahaanya itu. Kia membuatkan secangkir teh hangat untuk suaminya yang duduk di ruang tengah itu.
“Ini Ay teh hangatnya.” Ucap Kia sembari memberikan teh hangat itu kepada Akbar.
“Makasih ya sayang.”
__ADS_1
“Sama – sama Ay,”
“Pelangi mana? Kok aku tidak melihat dia dari tadi?”
“Owh, Pelangi sedang pergi bersama bunda ke rumah temannya bunda mas.”
“Aaaaiiiahhhhhh, waktunya kita bisa berduaan dong.” Ucap Cleo sambil melingkarkan tanganya ke pinggang Kia yang saat itu sedang duduk di samping Cleo.
“Apaan sih kamu mas.” Kia tersenyum memerah di pipinya itu.
Kemudian Cleo sepontan mencium pipi Kia dan melepaskan pelukannya itu. menurut Kia ini adalah waktu yang tepat baginya untuk meminta ijin kepada suaminya meminta ijin akan datang ke rumah sakit untuk menjenguk Kayla. Kia meminta ijin dengan perlahan – lahan.
“Ay,”
“Kenapa sayang?” tanya Cleo.
“Eeemmm, aku...” sambil memengang satu tangan Cleo dan memainkan cincin tunangannya itu.
“Apa? Kamu mau apa?” tanya Cleo lagi.
“Ay. Aku ingin pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Kayla.” ucap Kia sambil mengigit ujung bibirnya itu.
“Emm, enggah usah!”
Cleo berpikir, kalau dirinya tidak rela istrinya akan di perlakukan tidak baik saat beberapa waktu yang lalu oleh Kayla. di saat itulah Cleo melarang Kia untuk datang mengunjungi Kayla.
“Tapi mas....”
“Kia, aku tidak suka kamu di perlakukan semena – mena sama Kayla. aku tidak rela istriku di sakiti, pokoknya aku tidak memperbolehkan kamu untuk pergi ke rumah sakit, apa lagi menemui Kayla.”
“Emm, mas, Kayla sakit kritis, kata tante Ida dia ingin meminta maaf sama aku. Makannya aku ijin ke kamu. Tapi, kalau memang kamu enggak memperbolehkan aku untuk datang ke sana, ya , sudah aku tidak akan melakukannya mas.”
Dan Cleo pun hanya terdiam memikirkan Perkataan Kia. Dia tetap melarang Kia untuk datang ke rumah sakit menemui Kayla, walaupun Kayla kritis, sebab di pikirannya masih teringat sifat Kayla kepada Kia beberapa waktu lalu.
“Aku tidak ingin kamu di rendahkan oleh mereka sayang. Aku enggak mau kamu di perlakukan tidak baik sama mereka. Jadi bukannya aku tega dengan Kayla. kamu tahu kan maksudku?” tanya Cleo.
“Iya sayang, aku tahu kok, udah ya jangan cemberut.
Ketika selesai meminta ijin kepada Cleo, Saat itu Kia langsung diam dan seperti memikirkan sesuatu. Cleo melihat wajah Kia yang gelisah karena tidak di perbolehkan untuk datang atau menemui Kayla di rumah sakit.
__ADS_1
Bersambung..
❇️❇️❇️❇️❇️