
“Tenang saja kak. Aku mempunyai banyak rekan pengacara yang sudah profesional dalam menangani kasus hak asuh anak. Biar nanti aku menghungi mereka.”
“Aku percayakan semuanya kepada kamu Nin. Yang terpenting keinginan ku untuk mendapatkan pelangi bisa terlaksana.
“Akbar, Nindi tolong batalkan semua rencana kalian. Sudah cukup Kia menderita selama ini.”
“Ibuk? Ibuk sehatkan?”
“Iya ibuk baik – baik saja. Ibuk hanya menyesali semua yang telah ibuk lakukan selama ini kepada dia.”
“bagus ya buk. Dulu ibuk yang selalu menyuruh ku untuk pergi dari kehidupan Kia. Sekarang ibuk menyuruhku untuk mengorbankan anakku lagi agar aku tidak bisa bersamanya! Apa sih mau ibuk?” kata Akbar sambil mengangkat tubuhnya itu dari tidurnya.
“Akbar, bukan itu maksud ibuk.”
“Lalu apa buk? Akbar sudah lelah menuruti semua kemauan ibuk. Kemauan ibu semua sudah aku laksanakan dan aku wujudkan tapi semua itu hanya membuat aku menderita. Dan kali ini aku tidak bisa lagi untuk menuruti semua kata ibuk. Aku hanya ingin Pelangi hidup dan tumbuh bersama ku.”
“Tapi nak.”
“Sudahlah buk, ibuk ini kenapa sih menghalang - halangi niat mas Akbar? Aku setuju dengan semua keputusan suamiku buk." Ucap Kayla.
"Ibu hanya takut kalian akan menyesal nantinya."
Keluarga Akbar melanjutkan rencananya untuk mengambil hak asuh Pelangi. Namun, Dewi tidak ingin melanjutkan permasalahan ini. Dewi memberikan saran kepada anak – anaknya akan tetapi saran yang Dewi ucapkan tidak sama sekali di dengarkan oleh mereka. Sebab Akbar sudah sangat berharap bisa hidup dan tinggal bersama Putrinya itu. Harapan yang tinggi membuat dirinya semakin tidak bisa terkontrol sifat egoisnya. Begitupun dengan Nindi yang selalu mendukung apapun yang akan di perbuat kakaknya itu.
Nindi mempunyai banyak teman – teman pengacara handal dalam menangani khasus ini. Akbar menyuruh Nindi untuk mencari pengacara yang profesional agar dirinya bisa memenangkan hak atas Pelangi.
Beberapa haripun berlalu. Kia tidak menyangka bahwa ancaman itu benar –benar di lakukan oleh Akbar beserta keluarganya. dirinya mendapatkan sebuah surat panggilan dari pengadilan untuk datang di persidangan.
Saat itu Kia bercerita kepada Cleo bahwa ancaman yang Akbar katakan benar – benar dia lakukan. Kemudian Cleo tidak mau tinggal diam. Sudah beberapa kali mereka membuat ulah. Dan sudah beberapa seringnya mereka membuat hidup wanita yang dia cintai menderita.
Sudah cukup mereka memperlakuakn Kia seperti ini. Cleo akhirnya pergi bersama Kia ke pengacara pribadinya. Kemudian ia menceritakan apa yang terjadi kepada pengacara itu. Kia pun meminta agar dirinya bisa memenangkan persidangan itu. Dia ingin keluarga Akbar tidak berani lagi dan mengusik – usik kehidupannya.
Kemudian, Cleo meminta kepada asisten pribadinya menyuruh untuk mencari tahu semua tentang Akbar. Entah itu dari kerja, kehidupan dan lain – lain. Cleo juga meminta agar asisten pribadinya itu bergerak cepat mencari informasi tentang Akbar.
Setelah bebrapa hari Cleo mendapatkan informasi bahwa Akbar berkerja di salah satu perusahaan xxx, lalu Cleo meminta semua informasi yang lebih detail dan akurat kepada asistennya itu. Tak lama ia mendapatkan beberapa informasi. Cleo merencanakan untuk menghubungi beberpa kerabatnya pemilik dari perusahaan di mana Akbar bekerja. Ia meminta kepada kerabatnya itu untuk mengeluarkan Akbar dari tempat kerjanya. Lalu Cleo menceritakan semua keburukan akbar kepada kerabatnya itu. Tak lama kerabatnya itu mengabulkan permintaan Cleo untuk mengeluarkan karyawannya yang bernama Akbar.
Tak lama Akbar di keluarkan dari tempat kerjanya dengan alasan pengurangan karyawan. Dan setelah itu Akbar mencari kerja dan mendaftarkan dirinya ke beberapa perusahaan di kota itu. Akan tetapi semua perusahaan dari kalangan yang terkecil sampai yang paling besar semua menolak berkas lamaran Akbar. Sebab semua itu satu dari rncana Cleo agar Akbar jera dengan prilakunya. Hampir semua pemilik perusahaan di kota itu mengenal Cleo. Akbar pun mulai mencurigai hal yang menganjal ini.
Lalu ia mulai berfikir semua ini ulah dari pacar Kia yang tak lain adalah perbuatannya Cleo. Sebab tidak mungkin ini terjadi, dirinya pun sangat mengenal Cleo yang memiliki banyak perusahaan. Apa lagi kebanyakan pemilik perusahaan ternama di kota itu adalah kerabat Cleo. Kemudian Akbar mendatangi kantor Cleo dan bertemunya langsung dengan Cleo.
Asisten melarang Akbar untuk menenui Cleo, sebab dia tidak mempunyai Undangan atau janji kepada Cleo. Namun, Akbar tetap nekat dan berusaha masuk ke ruangannya, Scurity pun akhirnya datang dan menghalangi Akbar untuk bertemu dengan Cleo. Dan asisten itu menelephone Cleo sebab ada orang yang mencari dirinya dan ia tidak bisa di kendalikan atau di kasih tahu tentang aturan yang ada. Cleo pun meminta asisten itu untuk menyuruh Akbar masuk ke ruangannya.
" Hallo pak,"
"Iya kenapa?"
"Ini ada seseorang yang ingin bertemu bapak."
"Siapa dia? Ada perlu apa dia datang ke mari?"
"Saya tidak tahu pak, dia ke sini dengan marah - marah. Nama laki - laki ini adalah Akbar. "
"Akbar? Biarkan dia masuk."
"Baik pak."
Kemudian Akbar masuk kedalam ruangan Cleo.
“Ada apa kamu ke sini?”
__ADS_1
“Tidak usah banyak tanya kamu! Aku tahu kamu yang sudah membuat semua perusahaan di kota ini untuk menolak Cv ku kan?”
“Ternyata kamu pintar sekali.”
“Apa sih mau kamu?!”
“Aku hanya ingin kamu merasakan apa yang Kia rasakan.”
“Owh jadi kamu mau ikut campur urusan ku dengan dia?”
“Aku menyayangi dia. Aku tidak ingin melihat dia selalu kamu korbankan, aku juga tidak ingin dia terlalu lama menderita akibat ulah dan keegoisan kamu!”
“Memang kamu ini siapa?! Berani beraninya ikut campur urusan ku? Hem..”
“Sudah aku katakan, aku tidak ingin melihat wanita yang aku cintai menderita. Jika kamu terus menerus membuat masalah dengannya aku pun tidak akan pernah tinggal diam.”
“Kamu!" Ucap Akbar dengan tangannya yang di angakat seakan - akan ingin menghajar Cleo.
“Apa?! Aku hanya akan berpesan kepadamu, semua ini belum seberapa. Aku akan membutmu lebih dari ini jika kamu masih mengusik- usik kehidupan Kia.”
“Aku tidak akan pernah takut denganmu!”
“Baiklah, jika itu semua yang kamu inginkan. Aku akan meminta semua anak buah ku untuk selalu memantau gerak gerikmu. Dan yang perlu kamu ingat, cabut laporanmu untuk hak asuh Pelangi.”
“Aku tidak akan sudi menyetujui semua keinginanmu. Aku akan melanjutkan proses pengadilan agar Pelangi bisa hidup bersamaku.” Kata Akbar membalikan badannya dan membelakangi Cleo.
“ya, terserah kamu semua ada di tangan kamu. Kalau kamu ingin hidupmu tenang cabut laporanmu itu. Semua usahamu akan sia – sia.”
Setelah itu Akbar pergi meninggalkan Cleo. Ia pulang ke rumah dengan wajah marah. Sesampainya di rumah, ia melemparkan tas kerjanya di sofa.
“Kamu ini kenapa lagi sih kak?” tanya Nindi.
“loh bagaimana bisa? Memang kamu sudah berbuat kesalahan apa sehingga kamu di pecat dari kantor?” tanya Dewi.
“semua ini gara – gara Cleo. Dia sudah ikut campur dalam urusanku dengan Kia.”
“Cleo?” sahut Nindi.
“siapa Cleo?” tanya Dewi
“Iya, dia adalah kekasih Kia. Dia dulu mantan bos aku. Dan sekarang dia ingin ikut campur dalam urusan ku. Dia ingin menjadi pahlawan kesiangan untuk Kia.”
“Sudahlah nak, urungkan saja niatmu untuk membawa Kia ke jalur hukum. Kalian akan sia – sia melakukan semua ini.”
“bu, ibuk bisa diam tidak! Bukannya membatu atau mendukung aku, tetapi ibuk justru selalu saja menyudutkan semua ke inginan ku,”
Setelah di bentak Akbar Dewi hanya terdiam. Tanpa mengtakan kata – kata lagi.
“Sudahlah kak, kamu yang sabar. Lebih baikl sekarang kamu istirahat dulu kak.”
“kamu sudah temui Pengacaraku Nin?
“lalu apa yang dia katakan?”
“Dia mengatakan akan mengurus semuanya. Dan dirinya berjanji akan memenangkan kasus hak asuh anak kak Akbar.
“Baiklah kalau begitu. Di mana Kayla?”
“Kak Kayla sedang pergi dari tadi. Aku tidak tahu dia pergi kemana.”
__ADS_1
“Dia itu tidak tahu apa ya kalau suaminya sedang ke susah seperti ini! Yang di pikirannya hanya shoping dan bersenang – senang seenaknya.”
“Yah, begitulah istri kamu itu kak.”
“Lebih baik sekarang kamu istirahat dahulu nak.”
“Iya.”
Ternyata Kayla pergi untuk menemui Alek.sebab dirinya ingin mengakhiri hubungan gelapnya bersama Alex. Akan tetapi Alek tidak ingin pisah dengan Kayla. Alek tergila gila kepada paras wajah Kayla yang sangat cantik dan bertubuh indah layaknya gitar spanyol yang ada di pikiran Alex. Namun, Kayla ingin tetap memutuskan atau mengakhiri hubungannya denga dia. Sebab dirinya takut jika Akbar mengetahui Kayla mempunyai hubungan dengan laki - laki lain selain Akbar.
Ketika itu Kia langsung bertindak. Ia datang seorang diri menuju rumah Akbar. Dan sesampai di sana dirinya bertemu dengan Dewi yang sedang menyirami tanaman di halaman rumah. Dewi yang mengetahui Kia datang matanya tercengang melihatnya. Kemudian dia memeluk Kia, dan mengatakan kata maaf.
"Kia?" Ucapnya sambil berjalan mendekati Kia.
Kemudian dirinya memeluk begitu saja ketika sudah berada di hadapannya.
"Kia, maafin ibuk nak, gara - gara keegaoisan ibuk, kamu jadi menderita. Ibuk minta maaf nak. ibuk mohon maafkan ibuk nak."
"Sudah cukup. ( dengan mendorong badan Dewi ) Hentikan sandiwaramu. Selama ini aku diam dan mengalah. Tetapi, aku selalu saja kalian tindas."
"Maafkan ibuk nak, aku benar benar menyesali semua perbuatan ku. "
"Kalian memeng sudah tidak tahu malu. Dulu waktu aku hamil kalian menuduhku sehingga warga mengusirku dari komplek. Aku mengandung Pelangi selama sembilan bulan sepuluh hari, aku rasakan sendiri. Sampai akhirnya aku melahirkan dan menaruhkan nyawa aku sendiri demi melawan rasa sakit yang luar biasa semua sendirian. Sehingga Pelangi tumbuh menjadi anak pintar. Setelah itu kalian mau mengambil dari aku begitu saja?! Jahat kalian! Di mana hati kalian?! "
"Kia, aku sunguh - sungguh minta maaf. Semua ini bukan salah ibuk. Ibuk sudah menyuruh Akbar untuk membatalkan niatnya, tetapi dia tidak mendengarkan ibuk nak."
Tidak lama Nindi keluar karena melihat Kia yang sedang berdiri di halaman depan rumahnya. Nindi mendekati ibu dan juga Kia. Ia melihat ibunya sedang mennaggis. Lalu Nindi mengira apa yang sudah Kia lakukan sehingga ibunya menanggis.
"Kak Kia? Ada urusan apa kak Kia ke sini?
"Kamu. Aku kira sifat kamu itu tidak sama dengan keluargamu. Tapi ternyata aku salah dan kamu juga tidak jauh beda dengan mereka. Kamu juga ikut - ikutan dalam masalah ini."
"Maaf kak, aku hanya mencoba adil kepada kalian. Karena bagaimana pun kak Akbar juga mempunyai hak asuh atas Pelangi karena dia anak kandung dari Kak Akbar. "
"Enak sekali ya kamu bilang! "
Tak lama akbar datang dengan Kayla.
"Ada perlu apa lagi kamu ke sinj?" Tanya Akbar.
"Sudah nak, ibu mohon kalian jangan ribut. Mari kita hicarakan baik - baik."
"Enggak usah buk, ngapain kita suruh dia masuk rumah?!"
"Kamu kira aku mau masuk ke rumah mu?! Aku sudah muak dengan tingkah laku kalian. Dan untuk kamu, ( sambil menunjuk ke arah wajah Akbar ). Aku tidak akan tinggal diam untuk hak asuh Pelangi. Semakin ke sini aku semakin membenci kamu! Kalian sama sekali tidak mempunyai hati nurani sedikitpun. Aku berjanji, akan aku menangkan kasus hak asuh anak itu dan kalian di sini tidak akan pernah bisa bertemu Pelangi seumur hidup kalian! Ingat itu baik - baik. Sampai matipun aku tidak akan melepaskan pelangi kepada kalian!"
"Heh Kia, buktikan saja omongan mu itu." Kata Kayla.
"Kamu juga *******! Ingat ya, aku akan memenangkan pengadilan itu. Sudha cukup kalian membuat drama murahan semacam ini! Aku tidak akan tinggal diam untuk anakku. Walaupun dengan menaruhkan nyawaku!"
"Halah, sudahlah kalau kamu bicara tidak penting seperti ini silahkan pergi saja dari sini!" Ucap Akbar untuk mengusir Kia.
"Tidak perlu kamu usir aku akan akan segera pergi dari sini! Aku hanya mengingatkan kepada kalian semua terutama kamu (menunjuk ke arah Akbar). Jangan harap kamu bisa mendapatkan Pelangi. Aku akan membuktikan bahwa aku lah yang akan memenangkan dan mendapatkan hak asuh Pelangi. Dan yang perlu kalian ingat , setelah hak asuh itu jatuh kepadaku kalian tidak akan pernah bisa bertemu dengan Pelangi seumur hidup kalian. Ingat itu baik - baik." Cakap Kia lalu pergi meninggalkan mereka.
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1