Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Meminta kepada Kia


__ADS_3

“Tumben tante ida mencariku. Ada apa ya sebenarnya? Apa, Kayla kenpa – kenapa ya? Sepertinya ini benar – benar hal serius yang dia mau bicarakan.” Gumam Kia dari dalam hatinya.


“Kia, kamu kenapa? Kok ngalamun?” tanya Riri yang duduk di sampingnya itu.


“Owh, enggak apa – apa kok bun.” Jawab Kia yang saat itu masih menyetir mobil.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah. Mereka langsung turun dan masuk ke dalam rumah sambil mengendong Pelangi yang sudah tertidur di pangkuan Riri.


“Ida.” Sapa Riri kepada seorang tamu yang sedang ada di rumahnya itu.


“Hay.. Pelangi udah tidur?” tanya Ida dengan suara lirih sambil tersenyum kepada mereka.


Lalu Kia meminta kepada Riri untuk bergantian mengendong Pelangi karena ia akan di bawa ke tempat tidur atau kamar Pelangi di lantai atas.


“Bun, sini biar Kia saja yang mengendong dan membawa Pelangi ke kamarnya.” kata Kia.


“Owh, iya ini nak. Bunda akan menemani tante Ida dulu, sambil menunggu kamu selesai menidurkan Pelangi di kamar." Ucap Riri sambil menyerahkan Pelangi kepada Kia.


Riri pun memberikan Pelangi dengan sangat berhati – hati kepada Kia, karena takut kalau cucunya itu akan terbangun, agar Pelangi bisa langsung di tidurkan ke kamarnya terlebih dahulu. Kemudian Riri mempersilahkan Ida untuk duduk kembali. Selanjutnya Riri dan Ida duduk bersama di satu sofa yang panjang dan mereka pun saling bercakap – cakapan.


“Tante ida sebentar ya aku bawa Pelangi ke kamar dulu. Biar aku tidurkan Pelangi dulu ya tan. Enggak apa – apa kan tan?”


“Iya nak, silahkan. Tante enggak apa – apa kok.”


“Owh, ya sudah kalau begitu Kia mau ke kamar Pelangi dulu ya tan.” cakap Kia


“Iya – iya nak.”


“Tante enggak keburu – buru mau pulangkan?” tanya Kia lagi.


“Enggak kok sayang. tante tunggu di sini bersama bunda dulu ya." ucap Kia.


Setelah itu, Kia berjalan pergi meninggalkan mereka dan membawa Pelangi masuk ke dalam kamarnya. di saat Kia akan meletakan Pelangi ke atas tempat Tidur, Pelangi putri kesayangan Kia itu justru terbangun dan meminta kepada Kia untuk menemaninya untuk melanjutkan tidurnya yang lelap tadi.


Sedari tadi saat Kia berpamitan kepada Ida untuk mentidurkan Pelangi, bebapa menit Ida terus dan terus melihat ke arah belakang, sebab dia telah menunggu Kia yang tak kunjung kelihatan.


“Kia kok lama ya jeng?" Tanya Ida kepada Riri sambil melihat – lihat ke arah belakang sebab ia sedang menanti – nanti kedatangan Kia dan ia ingin sekali bertemu lalu mengatakan kalau putrinya ingin sekali bertemu dengan dirinya dan meminta maaf kepada Kia.


“Mungkin Pelangi bangun da. Coba aku suruh asisten rumah tangga ku utuk memanggilnya dulu.” Cakap Riri,


“Bik, bibik.” Teriak Riri memanggil Asisten rumah tangganya itu.


Tak lama sistern rumah tangganya itu mendekati Riri yang sedang memanggil – manggil dirinya.

__ADS_1


“Iya nyonya. Ada apa ya?” tanya asisten rumah tangga itu.


“Bik tolong panggilkan Kia dong. Dia sedang bersama Pelangi. Dia lagi nidurin Pelangi. Tapi dari tadi belum keluar dari kamar Pelangi.”


“Baik nyonya.” Jawab Asisten rumah tangga itu.


“Eeeehhhh, bik satu lagi!" Seru Riri memanggil Asisten rumah tangganya itu untuk menghentikan langkah kakinya.


“Apa lagi nyonya?” tanya Asisten rumah tangganya itu sambil menundukan kepalanya di hadapan Riri.


“Bik, nanti pelan – pelan ya kalau mau masuk untuk memanggil Kia di kamar Pelangi. Takutnya nanti Pelangi bangun lagi.”


“Baik nyonya. Saya akan segera panggilkan Nyonya muda.”


“terimakasih ya bik.” ucap Riri.


Di dalam hati Ida berkata,


"beruntung banget ya Kia itu, dia sudah janda punya satu anak, terus menikah dengan orang konglomerat. Apa lagi, aku perhatikan Riri begitu sangat menyayangi Pelangi seperti cucu kandungnya sendiri. Bisa di lihat sih, dari perkataanya. Semoga Kia selalu bahagia. coba kalau dulu Kayla enggak salah jalan seperti ini, di pasti sudah bahagia. Huft!" gumam Ida sembari melihat wajah Riri.


Lalu asisten rumah tangga Riri pergi meninggalkan mereka dan ia berjalan ke arah kamar Pelangi. Sesampai di kamarnya Pelangi, bibik itu memanggil Kia dengan pelan – pelan, karena ia takut akan membangunkan Pelangi.


Tok.. tok.. tok.. (suara pintu)


“Iya bik, aku akan segera turun. Tolong bilangin ke bunda kalau Kia sebentar lagi akan segera turun ke bawah ya bik. ” Jawab Kia


“baik nyonya.” Jawab bibik itu.


“Terimakasih ya bik.” Ucap Kia memelankan suara bicaranya.


Asisten rumah tangga itu turun dan mengatakan kalau Kia sebentar lagi akan turun ke bawah untuk menemui Ida. Namun, Riri menanyakan kepada Ida hal penting apa yang akan dia katakan dengan Kia. Riri pun mulai merasa penasaran.


“Eh Da, sebenarnya ada apa sih? Memang hal penting apa yang akan kamu bicarakan dengan menantu ku itu Da?” tanya Riri yang begitu penasaran.


“eemmm ini soal...” cakap Ida memutuskan omongannya itu.


“Soal apa? Ceritakanlah saja sama aku. Tentang Akbar? Atau tentang Kayla?” tanya Riri lagi dan dengan raut wajah yang begitu sangat penasaran.


“Iya Ri. Kenapa lagi sih Da?” tanya Riri.


Akan tetapi sebelum Ida mau melanjukan ceritanya ternyata Kia sudah datang. Kemudian Kia pun duduk bersama mereka di ruang tamu itu untuk menemui dan berbincang – bincang ida dengan rasa penasaran.


“Tante." sapa Kia sembari akan duduk.

__ADS_1


“Nak.” Ucap Ida.


“Silahkan tan, tante mau ngomongin apa ya tan?” tanya Kia.


“Jadi kedatangan tante ke sini ingin bicara sesuatu yang penting sebelum Kayla pergi jauh.”


“Maksud tante?”


“Iya da. Kamu ini ngomong apa sih. Buruan katakan saja apa yang ingin kamu bicarakan da.” Cakap Riri dengan wajah tegas yang masih penuh rasa penasaran.


“Kia, kedatangan tante disini sebenarnya, tante ingin meminta bantuan kepadamu."


"Minta tolong apa tan?"


"Tolong kamu datang ke rumah sakit untuk menemui Kayla ya nak."


“Kamu ini gimana sih Da, kan anakmu sendiri yang bilang kalau tidak mau melihat Kia datang ke rumah sakit? Aku tidak mau kalau menantuku ini di rendah kan oleh orang lain.”


“Bukan itu Ri, aku ke sini itu justru Kayla yang meminta kepadaku untuk menemui Kia. Dia ingin bertemu dengan Kia. Aku juga binggung dengan apa yang Kayla pikirkan. Kemarin dia sempat koma lagi karena kedatangan Alex di rumah sakit.”


“Tapi tante, bukannya aku tidak mau datang menemui Kayla, suamiku.....”


“Iya tante tahu, pasti Cleo tidak memperbolehkan kamu ke rumah sakit lagi kan karena Kayla sudah memperlakukan kamu dengan tidak baik beberapa waktu lalu? Tante minta maaf ya Kia. Tante sudah binggung harus gimana lagi.” terlihat dengan wajah yang bingung.


Karena Kia hatinya begitu lembut dan dia tipe orang yang tidak tega dengan orang lain, dia pun merasa iba dengan Ida. Ia ingin meminta ijin kepada Cleo terlebih dahulu ketika akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Kayla.


“Nanti coba aku akan meminta ijin sama mas Cleo dulu ya tan. Semoga mas Cleo mengijinkan aku untuk datang ke rumah sakit.”


“Iya nak, tante sangat mengharapkan kehadiran mu. Tante mohon, bantu tante kali ini saja ya."


“Tapi Kia, bunda enggak rela kalau kamu di perlakukan kasar seperti kemarin.” Kata Riri.


“Bun, Kia enggak apa – apa bun. Kia tahu kalau Kayla melakukan itu semua karena dia masih belum bisa menerima apa yang sudah terjadi sama dirinya sendiri tentang penyakit yang dia derita.”


“ya udah deh, terserah kamu saja. tapi Da, aku enggak mau melihat atau mendengar menantuku di perlakukan seperti kemarin, aku ingin Kayla meminta maaf kepada Kia.”


“Iya Ri, itu adalah tujuan utama Kayla, aku juga sudah bilang ke Kayla untuk meminta maaf kepada Kia dan juga Cleo.” Ucap Ida dengan wajah memelas.


Kemudian selepas itu, Ida pun berpamitan untuk pulang dan akan ke rumah sakit untuk menjaga Kayla. Ida merasa tidak enak hati dengan keluarga Riri karena kelakuan anaknya pada waktu itu sangat tidak baik menyambut kedatangan mereka untuk menjenguk


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2