Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Nindi bertemu dion


__ADS_3

Sesampai di rumah Calvin, nindi kemudian bergegas turun dari mobilnya dan sesegera mungkin ia memencet tombol bel yang terpasang dipintu rumah calvin. Dan setelah itu, tak beberapa lama terdengar ada yang membukakan pintu rumah. Asisten rumah tangga calvin lah yang membukakan pintu itu.


“Selamat siang, nyonya mau bertemu dengan siapa ya?”


“Em, mbak, calvin ada?” sahut pelangi.


“Ada nona, biar saya panggilkan tuan muda sebentar. Mari silahkan masuk dan duduk di sana ( sambil menunjuk ke arah sofa ruang tamu). Dengan nona siapa?”


“Bilang saja, pelangi yang mencari dia.”


“Cepet ya bik.” Ucap Nindi.


“iya baik nyonya.”


Asisten itu pun kemudian pergi untuk memanggil calvin. Saat calvin tahu kalau Pelangi datang ke rumahnya, calvin pun kaget. Sebab baru pertama kalinya Pelangi datang ke rumah Calvin.


Tok.. tok.. tok..


“Iya,” ucap Calvin sambil berjalan membukakan pintu kamarnya.


“permisi tuan.”


“Iya gimana bik?”


“Ada tamu yang sedang mencari tuan.”


“Siapa bik?”


“Nona pelangi tuan. Dia mencari tuan muda, dan sedang menunggu di ruang tamu.”


“Ha? Pelangi?”


“Iya tuan.”


“Owh, makasih bik. Biar saya temui dulu.”


Asisten rumah tangga itu kemudian melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Calvin langsung bergegas turun untuk menemui Pelangi.


“Hay, pelangi. kok tahu rumah aku?”


“Iya, jadi tadi aku datang ke mess nya dion, aku pikir dion masih tinggal di mess itu, tapi katanya security sana kalau dion sudah tidak tinggal di mess. Terus katanya sekarang dia kerjanya jadi supir pribadi ayah kamu. Makannya aku ke sini.”


“Owh, iya. Dion sekarang jadi supir pribadinya ayah ku.”


“emm, gitu. Bisa enggak kalau aku menemui dion sekarang.”


“Aduh, maaf banget pelangi. aku enggak tahu ayah sekarang di mana. Hari ini katanya mau pergi ke rumah temannya gitu. Tapi rumahnya mana aku enggak tahu.”


“Owh, gitu.”


“Nak, nak, emm, tolong telpon kan ayah kamu. Dan tanyakan mereka ada di mana.”


“tante ini siapa kalau boleh tahu?”


“Jadi gini kak, kenalin dulu, tante ini adalah mamanya dion.


“Calvin tante.


“sebenarnya, aku mencari dion karena aku mau mengantarkan tante untuk bisa bertemun dengan anaknya. Tante juga ingin sekali meminta maaf dengan dion. Tante sangat khawatir dengan ke adaan dion sekarang.”


“Owh, gitu. Sebentar, coba aku hubungi ayah dulu.”


Calvin pun kemudian mencoba menelpon ayahnya. Akan tetapi, ayahnya susah sekali di hubungi. No hpnya pun sedang tidak aktif. Karena ayahnya sulit di hubungi maka Calvin mencoba untuk menghubungi Dion. Namun, hasilnya sama saja. no hp dion saat itu tidak lowbet dan di non aktifkan.


“Maaf nih tante, mereka enggak bisa di hubungi semua. Ayah susah banget di hubungi. Dion juga sama saja.”


“Coba sekali lagi nak. Tante mohon.”


“Owh, iya. Calvin coba dulu ya.”


Calvin pun mencoba berkali – kali menghubungi Dion dan juga ayahnya itu. tapi tetap saja salah satu dari mereka sama sekali tidak bisa di hubungi.


“sepertinya mereka sedang tidak bisa di hubungi deh tante. Coba nanti kalau mereka sudah pulang bisar aku sampaikan ke dion. Kalau dia di cari sama tante.”


“Enggak usah nak. Tante minta no hp Dion saja. biar nanti tante yang menghubungi.”


“Owh, iya tante. 0871 xxx xxx.”


“terimasih ya nak calvin.”


“sama – sama tante.”


“kalau gitu kita pulang kan tante sekarang.”


“Nanti saja pelangi. tante akan menunggu dion di sini.”


“Tapi kita kan tidak tahu dion pulang jam berapa dan sampai kapan dia perginya tante.”


“Enggak pelangi. tante masih ingin menunggu dion di sini. Tante nunggu dion di sini enggak apa – apa kan nak calvin?”


“Silahkan tante. Kalau begitu tante dan pelangi mau minum apa? Biar saya panggilkan asisten rumah tangga saya.”


“Apa saja nak. Maaf ya tante jadi ngerepoti kamu.”


“Enggak kok tan. Tenang saja.”


Calvin lalu memanggil asisten rumah tangganya untuk membuatkan minum ke pada tamunya waktu itu. karena pelangi tidak enak hati dengan Nindi, ia pun kemudian menemani nindi untuk menunggu Dion di rumah Calvin. Sehingga calvin dan pelangi saling bercapak – cakapan. Terdengar suara hp pelangi berdering, pelangi kemudian menerima telepon dari Kia. saat itu Kia menanyakan kepada pelangi karena pelangi belum sampai rumah juga. Pelangi pun kemudian menerima telepon itu di depan pintu rumah Calvin.


“hallo bun.”


“Kamu di mana nak? Kenapa belum pulang. Ini sudah sore loh sayang.”


“Jadi gini bun, pelangi sekarang sedang ada di rumah kak Calvin.”


“Loh kenapa kamu di sana? Bukannya kamu sedang di rumah sakit?”


“Em, pelangi mengantarkan tante nindi bertemu dengan dion bun.”


“Apa? Kenapa memang tante kamu?”


“Kasihan tante nindi mencari – cari dion terus bun. Pelangi enggak tega terus pelangi anterin tante untuk bertemu dengan dion.”


 


“Tapi ini udah sore loh nak. Apa lagi Ini sudah mau menjelang gelap. Sekarang lebih baik kamu bilang sama tante nindi, kalau kamu harus pulang sekarang.”


“iya bun. Mungkin tga puluh menit lagi pelangi akan mengajak tante pulang.”


“Jangan lama – lama ya pelangi. pokoknya kamu harus pulang sekarang.”


“Iya bun.”


Setelah menerima telpon itu, pelangi kemudian masuk ke dalam rumah dan duduk di dekat Nindi. ia juga bertanya kepada pelangi siapa yang sudah menelpon dirinya.


“Siapa yang menelpon kamu nak?” tanya nindi.


“Emm... bunda tante.”


“Owh bunda. “


“Iya tante, memang bunda bilang apa sama kmu pelangi?”


“Bunda meminta aku untuk segera pulang tante.”


“Emm, gitu ya. Tante sudah menduga pasti kamu akan di telpon oleh bundamu.”


“Kita pulang sekarang saja yuk tante. Lagian kita kan sudah menunggu dion tiga jam si sini. Tapi dion belum juga pulang atau kembali. Gimana kalau besok kita ke sini lagi. Pelangi juga kasihan sama tante nindi, pasti tante juga capekkan?”


“nindi kemudian terdiam dan menundukan kepalanya. Sebenarnya ia masih ingin sekali menunggu dion. Karena harapannya waktu itu dan hari itu juga ia ingin sekali bertemu dengan anaknya. Akan tetapi semua harapnnya pun tidak ada yang terwujut. Karena ia juga kasihan kepada pelangi akhirnya ia pun berpamitan pulang dengan Calvin.

__ADS_1


“Ya sudah, kalau begitu mari kita pulang sekarang pelangi.”


“Beneran tante?” tanya pelangi.


“Iya, tante juga tidak bisa memaksakan ke adaan, sebab tante tahu kalau keluargamu pasti sudah pada khawatirin kamu. Karena kamu sejak pagi sampai sekarang belun juga pulang.”


“Tante, tenang saja, nanti biar aku bicara sama ayah supaya besok dion bisa di rumah.” Ucap Calvin karena ia tidak tega melihat Nindi yang berharap sekali bisa bertemu dengan anaknya.


“Beneran calvin. Tante minta tolong sama kamu ya calvin. Tante ingin sekali bertemu dengan dion. Tolong sekali, bantuin tante bertemu dengan dion.”


“Iya tante. Tante tenang saja. calvin juga akan membantu tante.” Kata Calvin


“Tuh, tante sudah dengar sendiri kan kak calvin mau menolong tante. Jadi sekarang tante enggak usah khawatir, besok kita ke sini lagi.”


“Iya pelangi. tante ucapkan terimakasih banyak ya Calvin dan juga kamu pelangi.”


“sama – sama tante.” Ucap Calvin.


Pelangi pun hanya tersenyum. Setelah itu nindi dan pelangi pergi menunggalkan rumah calvin. Hati nindi sedikit tenang karena ia sudah mendapatkan no hp dion dan sudah tahu di mana dion kerja atau berada sekarang.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Pelangi. Nindi pun turun dan meminta maaf kepada Kia karen telah mengajak pelangi pergi untuk menemani dirinya mencari keberadaan anaknya.


“Bun. Pelangi pulang.”


“Kamu udah pulang.” Tanya Kia yang menyambut anaknya itu.


“kak kia, maafin nindi ya. Karena aku sudah mengajak pelangi untuk menemani ku mencari dion tanpa ijin dari kak kia.”


“Pelangi kamu sebaiknya sekarang masuk dan bersihkan badan mu nak.”


“Iya bun. Tante pelangi masuk dulu ya.”


“Iya pelangi. terimakasih banyak ya sayang, hari ini.”


“Sama – sama tante.”


Pelangi pun menuruti perintah bundanya untuk masuk ke kamar dan membersihkan badannya. Namun, di depan ruang tamu. Kia masih menemui Nindi.


“Aku sih sebenarnya enggak masalah, kalau kamu mau meminta tolong kepada pelangi untuk menemani mencari anakmu. Tapi setidaknya tolong hargai aku sebagai orang tuanya. Bisa kan kamu kasih kabar atau minta ijin dulu ke aku, karena aku adalah ibu nya pelangi.”


“Iya kak, aku minta maaf, aku sadar kalau aku keliru dan salah.”


“apa lagi, kamu ini juga sudah seorang ibu loh. Jadi kamu tahu kan apa yang sekarang aku rasakan? Dan aku tidak menjelaskan panjang lebar sama kamu.”


“Iya kak. Sekali lagi aku minta maaf. Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya kak.”


“Hem.. silahkan. Hati – hati.”


“terimakasih ya kak kia.”


Nindi pun kemudian pergi meninggalkan rumah kia dan kembali pulang ke rumahnya. Ketika sampai di rumah, ia pun kemudian mencoba menghubungi no hp dion. Akan tetapi no hp dion masih tidak bisa di hubungi atau sedang tidak aktif. Nindi pun juga sering dan hampir setiap hari mendoakan dion. Ia selalu berdoa supaya dion selalu selamat di mana pun dia berada. Nindi juga berdoa supaya dion di berikan kesehatan. Ia sudah tidak sabar menunggu besok pagi. Karena ia sudah sangat ingin bertemu dengan dion.


Di saat dirinya akan merebahkan tubuhnya di ranjang, hpnya pun berdering. Ia berharap Dion yang menghubunginya kembali. Akan tetapi dugaan dia salah, ternyata elsa yang menelpon Nindi.


“Eh, nindi. gimana kabar kamu? Lama banget kita enggak bertemu.”


“Kamu elsa. Kirain siapa.”


“Iya ini aku elsa. Aku sudah satu bulan ini di indonesia. Besok kamu sibuk enggak?”


“Kenapa emang?”


“temenin aku yuk sama anak – anak. Kangen nih.”


“Em, besok aku hubungi kamu lagi ya. Rumah kamu yang dulu itu kan?”


“Enggak, aku sudah lama banget enggak tinggal di sana. Rumah ku dulu sudah aku jual. Sekarang aku pindah di perumahan xxx”


“Apa perumah xxx?”


“Iya, kenapa emang?”


Nindi mengira itu hanya kebetukan saja tempat tinggal elsa sama dengan perumahan di mana rumah calvin berada.”


“Oke say. Beneran loh ya. Aku kangen banget ke pingin jalan – jalan seperti dulu. BTW, kamu jadi nikah kan sama alex?”


“Besok aku ceritain ya. Panjang ceritanya.”


“Oke. Oke. deh. Soalnya sih, masalahnya laki ku tuh masih komunikasi gitu sama alex.”


“Beneran?”


“Iya say, makannya aku tanya sama kmu.”


“bodo amat lah. Aku udah enggak mikirin dia.”


“Iya. Iya deh. Kalau begitu met malam ya say. Aku tunggu loh besok.”


“Oke elsa.”


To.. tot.. tot...


“Hem, sepertinya kehidupan yang elsa jalani sekarang bahagia banget ya. Dia menikah dengan orang yang di cintainya, apa lagi suaminya sayang banget sama dia. Enggak seperti aku. aku yang terobsesi dengan semua pemberian Alex waktu itu, dan bodohnya aku, hubungan ini sampai sekarang masih di gantungkan oleh dia. Dari aku hamil sampai sekarang dia tidak pernah mau melihat ataupun menemui ku, jangan kan menemuiku, untuk melihat sedikit wajah anaknya pun dia tidak pernah. Aku jadi sadar, ternyata selama ini hidup anak ku sangat kasihan sekali. Tapi aku harus  semangat. Aku enggak mau lagi menyia – nyiakan dion seperti dulu. Aku akan lebih perhatian lagi sama dia setelah kita bertemu nanti. Tunggu mama ya sayang. Mama akan menjemputmu.”Gumam Nindi dari dalam hatinya sambil mengenggam hpnya.


**


Sedangkan malam itu keluarga Cleo sedang menonton tv bersama. Di sana ada Amel, kia, Cleo, dan juga riri. Pelangi keluar dari kamar dan ikut duduk di samping bundanya.


“Pelangi, sini sayang.” Ucap Kia memanggil anaknya itu.


“Iya bun.” Pelangi pun duduk di antara cleo dan juga Kia.


Sebenarnya pelangi ingin menceritakan kepada Kia kalau dirinya tadi di rumah sakit bertemu dengan Akbar. namun, pelangi berpikir lagi, ia takut jika dirinyamenceritakan kepada Kia, pelangi takut kalau Kia akan khawatir berlebihan seperti kemarin – kemari. Akhirnya Pelangi membatalkan niatnya untuk bercerita kepada Kia. akan tetapi pelangi mencoba memancing sebuah perkataan yang menyinggung tentang akbar.


“Bun, kalau misal pelangi bertemu dengan ayah akbar gimana bun?”


“Hem?” ucap Kia yang kaget dengan pertanyaan pelangi sambil mengerutkan ke dua alisnya.


“Iya, kalau misal pelangi bertemu dengan ayah akbar gimana bun?”


“Kamu kenapa tiba – tiba tanya seperti itu pelangi?”


“emm..”


“Kamu habis bertemu dengan ayah kamu ya?” tanya Kia.


“Enggak bun. Emm, pelangi pengen tanya saja.”


“Ayah akan selalu dukung kamu nak. Silahkan kalau kamu mau bertemu dengan ayah Akbar.” sahut Cleo.


“Tapi mas.”


“bunda, tolong ya, jangan melarang pelangi. dia berhak untuk bertemu dengan ayah Akbar.” Ucap Cleo.


“hem... kalau bun... da... ta... pi... pelangi janji sama bunda.”


“Maksud bunda? Janji apa bun?”


“Pelangi janji kalau pelangi sudah bertemu dengan ayah akbar, pelangi enggak boleh ninggalin bunda. Bunda enggak mau pelangi jauh dari bunda, pelangi harus terus bersama bunda.”


“Bunda sayang. Pelangi janji. Pelangi enggak akan pernah ninggalin bunda. Karena pelangi sayang banget sama bunda.”


“Bener ya, janji.” Ucap Kia sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke arah pelangi, seperti mengisyaratkan kalau mereka berjanji.


**


Keesokan harinya di mana mereka melakukan kegiatan dan ke sibukan masing – masing. Cleo yang di sibukan karena akan berangkat kerja, begitu pula dengan amel dan Pelangi yang sama sama sibuk menyiapkan diri untuk pergi ke sekolah atau ke kampus.


“Bunda, ayuk bun. Sudah siang ini bun.”

__ADS_1


“Iya sebentar, bunda lagi ambil tas dulu.”


“Amel tunggu di bawah ya bun.”


“Iya sayang.”


Tak lama Kia pun turun dan menghampiri amel. ketika mereka sedang akan keluar dari rumah dan menuju ke mobilnya masing – masing pelangi memanggil – manggil Kia.


“Bun, bunda.”


“Iya kenapa sayang?”


“Em, pelangi berangkat ke kampus dulu ya bun.”


“Iya, hati – hati di jalan. Emm.. tapi bun, nanti selesai dari kampus aku mau ke rumah sakit neggokin brayen ya bun.”


“Owh, iya terserah kamu sayang.”


“makasih bunda.”


Akhirnya mereka pergi sendiri – sendiri.


**


Namun disisi lain pagi itu nindi langsung pergi ke rumah calvin karena ingin bertemu dengan dion. Di jalan ia mengemudikan mobilnya dengan kencang. Sehingga ia sampai di rumah calvin hanya dengan waktu beberapa menit saja. ia langsung turun dan menekan tombol bel di samping pintu rumah. Di buka lah pintu rumah itu oleh asisten rumah tangga calvin. Karena asisten rumah tangga itu masih inggat dengan wajah Nindi, ia pun langusung memanggilkan Calvin.


Nindi kemudian duduk dan  menunggu calvin datang untuk menemui dirinya. Akan tetapi hp nindi berdering, dan ia pun langsung mengambilnya dari dalam tas. Dan ternyata panggilan masuk itu dari elsa.


“Hallo.”


“Hallo nin. Kamu di mana? Jadi enggak?”


“Sebentar aku lagi ada urusan sebentar. Nanti aku hubungi lagi ya.”


“Owh, oke. Jangan lama – lama ya.”


“Iya say.”


Di tutuplah telepon itu, sebab Calvin sedang terlihat sedang berjalan menuju ke arah Nindi.


“Pagi tante.”


“Pagi juga nak. Di mana dioa?”


“Sebentar aku panggilkan dia ya tante.” Dia sedang tidur di belakang.”


“Iya – iya nak calvin. Tapi nak calvin.”


“kenapa tante?”


“Emm, jangan bilang ya sama dion kalau tante yang mencarinya.”


“Iya tante. Tunggu sebentar ya tan.”


“Iya nak, iya.”


Calvin kemudian berjalan menuju ke kamar dion. Ia lalu mengetuk – ngetuk pintu kamar dion.


Tok.. tok.. tok..


“dion? Kamu masih tidur?”


“Em, iya sebentar. Aku sudah bangun dari tadi.”


Di buka lah pintu itu oleh dion.


“gimana bang?”


“Em, ada yang ingin mencari kamu.”


“Siapa?”


“Ada deh. Ikut aku ke depan yuk.”


“Siapa sih bang?”


“udah, ayuk ikut saja. ntar juga tahu sendiri.”


Dion pun kemudian ikut berjalan di belakang calvin. Sesampai di ruang tamu dion pun kaget melihat nindi nindi duduk di sana.


“tante.”


“haa.. dion sayang.”


“Mama?”


“Iya sayang ini mama nak.”


“Kenapa mama bisa tahu kalau aku di sini?”


“Sayang, mama ingin sekali bertemu dengan kamu sayang. Mama ingin minta maaf sama kamu. Hisk.. hisk.. hisk..”


“dion, kamu selesaikan dulu masalah kamu sama mama kamu ya. Aku tinggal ke dalam dulu.”


“Iya bang. Makasih.”


Calvin pun kemudian pergi meninggalkan dion dan juga nindi di ruang tamu. Sebab dia tidak ingin menganggu waktu mereka.


“Sekang mama mau apa lagi? Bukankah mama sudah tidak ingin melihat aku ada di samping mama?”


“sayang, mama minta maaf nak. Mama akan cabut semua omongan mama ini sayang. Mama tidak mau kehilangan kamu. Hisk.. hisk.. hisk..”


“Semua sudah terlambat ma. Dion senang menjalani hidup dion sekarang ma.”


“sayang, mama janji, mama akan berubah. Mama sudah sadar, kalau mama selama ini sudah banyak menyakiti hati kamu nak. Ma.. ma.. minta maaf dion.” Ucap Nindi sambil duduk bersimpu di lantai dekat dengan kaki dion.


Dion yang melihat nindi bersimpuh di dekat kakinya pun langsung menarik tubuh ibunya untuk berdiri.


“Ma.. mama berdiri ya.”


“Tapi, apakah dion mau memaafkan mama nak?”


“Ma, beridiri yuk. Sini berdiri. Dion sudah memaafkan mama. Dion tidak pernah berpikir kalau mama ini punya salah sama dion. Dion tahu, mama seperti itu kepada dion karena mama tidak mempunya teman yang selalu ada untuk mama. Dion mengerti kok mama menjalani hidup sendiri dan bersusah payah hanya untuk membesarkan dion. Sekarang mama berdiri ya.”


Nindi pun kemudian berdiri dan langsung memeluk dion dengan erat dan air mata yang keluar membanjiri pipinya.


“Dion, mama benar – benar menyesal. Mama tidak ingin kehilangan kamu lagi sayang. Hisk.. hisk.. hisk.. dion kita sekarang pulang yuk.”


“Mah, dion minta maaf, dion akan pulang kalau dion sudah sukses ma.”


“enggak nak. Hisk.. hisk... dion pulang sekarang. kita hidup bersama – sama lagi ya sayang. Dion teruskan sekolah dion. Dan mama janji mama akan memberikan perhatian penuh sama dion. Ya sayang. Hisk.. hisk.. hisk..”


“Ta.. pi.. ma..”


“Sayang, mama mohon ya nak. Kali ini saja, tolong ya nak. Tolong kamu pulang dan temani mama di rumah.”


Karena dion tidak tega melihat nindi yang terlihat begitu benar –benar menyesali perbuatannya, akhirnya dion mau pulang ke rumah. Akan tetapi, sebelum dia mengemasi semua barang – barangnya, dion berpamitan kepada Bayu, elsa dan juga Calvin.


Namun, bayu meminta dion waktu beberapa minggu sampai bayu mendapatkan pengantinya. Dion pun juga tidak bisa menolak apa yang di minta oleh bayu. Sebab menurut dion, keluarga calvin sudah sangat berjasa sekali kepada dirinya.


“Dion, emm.. saya boleh bertemu dengan mama kamu?”


“Iya pak, silahkan. Mama saya kebetulan sedang menunggu saya di ruang tamu.”


“Baiklah, saya dan ibu, akan menemui mama kamu sebentar. Supaya kita bisa membicarakan pengunduran diri kamu ya. Soalnya saya sudah terlanjur suka sama kinerja kamu yang sabar menunggu dan menemani saya.”


“Baik pak.”


Bayu dan elsa kemudian berjalan menuju ruang tamu. Dan setelah sampai di ruang tamu mereka sama – sama terkejut. Sebab mereka tidak menyangka akan bertemu. Sedangkan bayu dan elsa tidak menyangka kalau dion ini adalah anak nindi.

__ADS_1


Bersambung...


 


__ADS_2