Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Kia dulu


__ADS_3

Cerita Kia dulu...


Semenjak menikah bersama Cleo hingga akhirnya Kia mengandung anak pertama dari Cleo, Cleo memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di Denmark. Cleo dan keluarga memulai hidup barunya di Aalborg, Denmark. Kepindahan mereka ke Denmark ini karena ingin melanjutkan studi jenjang S3 di Energy Technology Department. Di sana mereka hidup bertiga. Riri memang tidak bisa ikut dengan anaknya yang mau melanjutkan sekolah di luar negri, sebeb ia yang harus mengontrol semua perusahaa yang ada di tempat tinggalnya.


Di saat umur kehamilan Kia berjalan delapan minggu, Cleo sengaja untuk membawa Kia ke luar negri dan menemani dirinya untuk bersekolah di Denmark. Sedangkan baru pertama kalinya Kia tinggal dan hidup di sana hanya dengan anak dan suaminya.


Mereka juga tinggal di perumahan yang ada di Aalborg. Selama Kia di sana ia sama sekali tidak pernah keluar ke mana – mana. Ia hanya di dalam rumah menemani Pelangi bermain.Kia juga sama sekali tidak pernah main ke rumah tetangga di sebelah rumah yang ia sewa itu. Kia hanya berani keluar kalau Cleo sedang ada di rumah atau sedang bersamanya. Kia juga sudah memberikan kabar kepada pihak sekolah yang baru saja ia daftarkan kalau Pelangi tidak bisa melanjutkan sekolah di Indonesia. Berhubung waktu itu pelangi masih usia tiga tahun, Kia berpikir kalau dirinya akan menunda sekolah Pelangi dalam beberapa tahun sampai anak ke duanya telah lahir. Di sana Kia tidak membawa baby sister Pelangi dari Indonesia. Hingga akhirnya di saat Kia sudah hamil tua, Ia mulai mencari daycare untuk Pelangi di sana.


Di Denmark, ada dua macam daycare untuk anak usia dini seperti Pelangi. Dagpleje dan Vuggestue, sedangkan Kia memilih daycare  Vaggestue. Kenapa , karena Vuggestue adalah institusi daycare, pengasuh profesional bekerja dalam konteks pengasuhan berbasisi pusat atau mayoritas adalah lembaga penitipan anak yang tersedia mewajibkan penyediaan penitipan anak untuk mendapatkan pelatihan ekstensif dalam pertolongan pertama. Di daycare itu anak juga banyak di ajarkan untuk bersosialisasi, berkreatif dan juga memotifasi diri agar bisa mengembangkan kinerja otak.


Dan di saat ia melahirkan anak ke duannya ia merasa kalau dirinya kualahan jika harus mengurus dua anak sekaligus tanpa ada yang membantu. Berhubung Kia tipe orang yang tidak mudah percaya dengan orang yang baru ia kenal, ia sama sekali tidak mencari pengasuh khusus untuk Pelangi dan juga bayi yang baru saja lahir di sana, sedangkan Cleo sudah berulang kali berbicara kepada Kia dan meminta supaya dirinya mencari pengasuh untuk ke dua anaknya itu agar Kia tidak ke repotan untuk mengurus dirinya dan ke dua anaknya itu saat Cleo sedang tidak ada di rumah.


Akan tetapi Kia masih takut di saat ia harus hidup berpisah dengan Pelangi beberapa tahun yang lalu karena perebutan hak asuh anak itu, Kia masih sangat trauma. Semenjak kejadian itu, dirinya tidak lagi bisa mempercayai orang begitu saja. apa lagi ia baru saja dan pertama kalinya hidup atau tinggal di tempat asing yang jauh dari keluarga, kerabat dan juga saudara. Mulai dari pengalaman itulah ia benar – benar tidak bisa mempercayai orang lain untuk  anak – anaknya.


Beberapa tahun berlalu Kia sudah mulai bisa beradaptasi di lingkungan tempat tinggalnya. Ia juga sudah bisa menata waktunya untuk mengasuh ke dua buah hatinya itu sendiri, kia kemudian mulai mencari sekolahan untuk pelangi di Denmark. Pelangi masuk e taman Kanak – kanak saat sudah berusia kurang lebih 6 tahun, sehingga dua tahun setelah itu dia baru masuk ke Sekolah Dasar. Di sana memang sudah menerapkan usia yang lebih tua untuk memasuki sekolah. Apa lagi anak – anak di sana tidak terlihat mengalami hal yang buruk karena mulai bersekolah pada usia yang lebih tua, tidak hanya di Denmar saja yang menerapkan hal seperti itu, sudah banyak negara – negara maju lainnya yang menerapkan seperti itu. contohnya seperti Finlandia dan Jerman yang menerapkan sekolah seperti di Denmark ini.


Beberapa tahun berlalu, tingkat sekolah Taman kanak – kanak Pelangi sudah selesai. Apa lagi Cleo juga sudah selesai untuk mengejar S3 nya di Denmark. Di saat usia Pelangi kurang lebih delapan tahun, mereka kembali ke Indonesia. Dengan cepat Kia langsung mencari Sekolah Dasar untuk Pelangi, sebab pendidikan di luar negri berbeda dengan di dalam negri. Pelangi memulai Sekolah dasar dengan usianya kurang lebih delapan tahun.


Pelangi memang umurnya paling tua sendiri dikelasnya, bukan karena Pelangi bodoh, tetapi karena ia pernah ikut ayahnya di luar negri dan di saat usia pelangi sudah enam tahunan ia baru di daftarkan di sekolahan taman kanak – kanak di Denmark oleh ke dua orang tuanya. Sebab di luar negri sudah menerapkan usia yang lebih tua untuk memasuki atau memulai sekolah baru.


Studi ini juga menyatakan bahwa orang tua yang lebih kaya memiliki kecenderungan untuk menunda anaknya masuk sekolah hingga lebih tua satu atau dua tahunan. Studi seperti ini memberikan catatan penting untuk semua orang tua yang mengalami hal seperti yang di alami Kia.


Sebab ia pernah mendapatkan sebuah ilmu yang di berikan oleh Penelitian Psikologis tentang tumbuh kembang anak menekankan pentingnya permainan imajinasi untuk membantu anak mengendalikan emosi dan membangun intelektualitas diri yang sangat baik.


Kia dan Cleo juga yakin kalau studi seperti di Denmark ini menyimpulkan bahwa anak – anak yang menunda masuk sekolah sesuai usia yang di anjurkan, akan memiliki waktu yang lebih lama dan lebih cukup untuk memahami dunia sekitarnya. Menurut Kia itu semua bukanlah hal yang buruk untuk anaknya jika kemudian ia harus menjadi yang lebih tua dari teman – teman di sekolahnya itu. Yang terpenting adalah anaknya tidak kebinggungan atau menemui masalah untuk beradaptasi pada dunia sekolah.


Kia juga tidak memperdulian orang mau mengatakan apa tentang dirinya atau anaknya sebab dia sudah mendapatkan ilmu yang menurut dia itu baik untuk perkembangan otak anak saat Pelangi masih di daycare saat mereka tinggal di Denmark beberapa tahun lalu itu. Ia yakin kalau Pelangi mampu dan bisa mengikuti kondisi yang di hadapi apa lagi bergaul dengan teman di bawah usiannya itu.


Pernah suatu ketika Pelangi mengalami kecelakan bersama beberapa teman temannya saat dia sudah duduk di bangku Sma. Dia dan juga beberapa teman – temannya saat itu sedang akan pulang ke rumah masing – masing karena mereka baru saja menyelesaikan tugas belajar kelompok yang diberikan oleh gurunya itu.


Dan di waktu itu Pelang tidak diatar oleh supir pribadinya, sebab supir pribadinya sedang izin pulang kampung. Kemudian awal ketika kecelakaan itu berlangsung ia justru sedang mengendarai sendiri mobil pribadinya yang di belikan oleh Cleo saat putrinya itu sedang berulang tahun. Ia menjemput dan mengantar beberapa teman – temannya untuk pulang ke rumah. Akan tetapi di saat selesai mengantar semua teman – temannya pulang ke rumah, ia pun kembali mengemudikan mobil pribadinya sendiri dengan mata sedikit mengatuk.


“Nis, gue pulang dulu ya.”


“Iya Pelangi. Makasih ya udah nganterin aku sampai rumah. Ini sudah malam, apa enggak sebaiknya kamu bermalam di rumahku saja?”


“Enggak Nis, takut ntar nyokap nyariin gue.”


“Kamu yakin? Ini udah jam sebelas malem loh. Lagian gue juga sendirian di rumah. Nyokap ama bokap gue pada keluar negri. Mendingan lo temani aku saja untuk menginap di sini. Lagi pula besok kan tanggal merah.”


“Makasih Nis, tapi tadi nyokap meminta gue untuk pulang. Ya udah kalau gitu gue duluan ya.”

__ADS_1


“Ya udah deh terserah lo aja. lo hati – hati ya Ngik.” ( Ngik adalah kata panggilan Pelangi yang sering di ucap oleh teman – temannya)


“Yo.. i.. Bay..”


Tiinn...


Pelangi pun melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumahnya. Akan tetapi saat di tengah perjalanan akan pulang ke rumah. Pelangi menabrak tiang lampu yang ada di pinggir jalan. Ia mengalami kecelakaan tunggal. Sebab saat itu ia mengemudi dengan sangat mengantuk. Beberapa masyarakat yang mengetahui ada kecelakaan itu langsung menolong dan membawa Pelangi ke rumah sakit yang dekat dengan kejadian. Sesampai di rumah sakit dokter mencari Identitas diri Pelangi karena pihak rumah sakit akan memberikan kabar kepada keluarga korban.


Ketika waktu menunjukan pukul 23.30, malam itu telepone rumah berbunyi, Kia memang belum bisa tidur karena ia menunggu kepulangan Pelangi dari belajar kelompoknya, suara telepon rumah itu kemudia ia angkat dan ia menjawab telepon masuk di tengah malam.


“Iya hallo dengan keluarga Pramajaya di sini?”


“Maaf bu, kami dari pihak rumah sakit, ada korban yang baru saja di larikan di rumah sakit ini, korban tersebut adalah wanita dengan nama menurut kartu tanda penduduknya adalah Zaskia Pelangi Pramajaya.”


“Apa?! Iya dia putri saya sus. Bagaimana kondisinya?” ucap Kia yang begitu sangat terkejut mendengar kabar yang hampir membuat separuh nyawanya hilang.


“Jadi kami di minta untuk menghubungi keluarga pasien. Dan dari pihak rumah sakit meminta agar salah satu dari keluarga pasien segera ke rumah sakit untuk melihat kondisi pasien dan mengisi data pasien.”


“Baik, baik sus, saya akan ke sana sekarang.”


Dengan wajah yang penuh kekhawatiran Kia langsung bergegas menuju kamarnya lalu menganti pakaian dan membangunkan suaminya untuk menemaninya pergi ke rumah sakit. Begitu mendengar kabar dari istrinya kalau Pelangi kecelakaan Cleo langsung bergegas bangun dan langsung pergi ke mobilnya.


Di saat semua keluarga itu mendapatkan kabar kalau pelangi kecelakaan semua langsung panik terutama Cleo dan Kia. Ia sangat mengkhawatirkan kondisi anaknya. Hingga akhirnya pelangi segera di larikan ke rumah sakit lalu di berikan pelayanan intensif di rumah sakit. Ketika mendengarkan kabar kalau Pelangi koma dan luka parah, jiwa Kia saat itu seperti hilang separuh. Ia tidak mau makan dan juga minum. Ia benar – benar tidak bisa berpikir apa – apa lagi mengenai keadaan putrinya yang berbaring di ruang UGD kala itu. doa dan harapan yang begitu besar yang membuat ia bisa kuat melihat kondisi putrinya itu.


“Sudah kamu yang tenang. Kita serahkan semuanya kepada Tuhan.”


“Aku tidak akan memaafkan diriku kalau sampai terjadi apa – apa sama Pelangi mas.”


“Semua ini atas kehendak – Nya. Jadi kamu jangan menyalahkan diri kamu. Yang penting kita jangan sampai putus doa untuk Pelangi.


“Harusnya tadi aku melarang Pelangi mengemudi mobilnya sendiri. Aku memang bodoh.”


“Sayang, tenang ya.” Ucap Cleo yang mencoba menenangkan hati istrinya yang kala itu begitu sangat mencemaskan keadaan putrinya.


Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang UGD ia memberikan kabar mengenai kondisi Pelangi. Dokter mengatakan kalau Pelangi harus di rawat intensif untuk sementara waktu sampai ia sadarkan diri dari komanya.


Dan sudah hampir satu minggu Pelangi masih koma dan belum sadar. Semua teman – teman dan guru banyak yang datang ke rumah sakit untuk membesuk Pelangi. Anis teman yang terakhir di antar pulang oleh Pelangi pun juga membesuk.


“tante, tante yang sabar ya.”


“Iya Nis, tante minta dianya ya supaya Pelangi bisa segera bangun dari komanya dan sadarkan diri.”

__ADS_1


“Iya tante, kemarin saat dia mengantarkan pulang Anis dia sempat berkata kalau dia sangat mengantuk tan. Anis menyuruh Pelangi untuk bermalaman di rumah Anis tapi Pelangi tidak mau, katanya tante sudah menunggu dia pulang.”


“Iya tante memang meminta dia untuk pulang, tante enggak tahu kalau akhirnya Pelangi harus seperti ini. Hisk.. Hisk.. Hisk..”


“Tante yang sabar ya tan.”


“Iya nak, terimakasih banyak. Tante ingin Pelangi segera sadar dari komanya.”


Setelah itu Anis pamit kepada Kia untuk pulang. Anis pergi meninggalkan rumah sakit. Sedangkan Kia masih setia duduk di samping Pelangi menunggu putrinya sadarkan diri dari koma itu.


Setelah dua minggu berlalu Pelangi mulai sadarkan diri. Kia memanggil dokter untuk memeriksa ke adaan Pelangi kala itu. Dokter mengatakan kalau kondisi Pelangi sudah sedikit membaik, hanya tinggal menunggu pemulihan di tubuhnya saja. Pelangi memang sudah sadarkan diri akan tetapi ia masih mengunakan alat penyangga leher.


 


Setelah beberapa minggu berlalu, Kia memutuskan untuk menunda lagi sekolah Pelangi, hingga akhirnya Pelangi harus menunda satu tahun lagi sekolahnya karena untuk memulihkan kondisi tubuh dan juga mental atau pesikis Pelangi. Kia takut kalau Pelangi masih trauma dengan kejadian yang belum lama menimpa putrinya itu. Hingga Akhirnya Pelangi harus lulus SMA dengan umur dua puluh tahun.


**


Kembali ke cerita di mana Pelangi dan Brayen bertemu di sebuah universitas saat sedang melakukan kegiatan ospek. Di mana Brayen adalah ketua di satu kelompok ospek dengan Pelangi.  Ketika ada sebuah tugas yang mengharuskan Pelangi berpasangan dengan Brayen tugas tersebut adalah memainkan sebuah permainan tradisional bersama pasangannya yang sudah terpilih secara acak.


Permainan tradisional kucing – kucingan, Brayen yang saat itu menjadi kucing dan Pelangi yang menjadi tikus. Sedangkan teman – teman di kelompoknya yang bertugas sebagai penghalang kucing untuk menangkap si tikus. Permainan ini menceritakan seekor kucing yang sedang memangsa tikus. Sedangkan tugas kucing adalah menangkap tikus. Dan si tikus harus bisa melarikan diri dari kejaran si kucing. Permainan ini juga mempunyai aturan di mana  para tikus tidak bisa di tangkap oleh si kucing ketika sedang berada di dalam atau di luar lingkarang saat penghalang semua sedang jongkok. Akan tetapi jika di salah satu penghalang ada yang berdiri si kucing ataupun si tikus boleh melarikan diri dari dalam atau luar lingkarang penghalang.


Ketika semua asik bermain kucing – kucingan seperti itu, Brayen kemudian berhasil menangkap Pelangi dan mereka pun tidak sengaja jatuh bersama dengan posisi tubuh Pelangi di bawah dan Brayen jatuh di atas tubuh Pelangi. Mereka pun kemudian saling tatap menatap muka satu sama lain. Jantung Brayen tiba – tiba berdetak sangat kencang dan kuat. Brayen menatap wjah Pelangi tanpa berkedip sedikitpun, begitu pula dengan Pelangi. Hingga Akhirnya semua teman – teman yang melihat kejadian itu berteriak kepada mereka berdua.


“Wanita ini ternyata sangat manis dan cantik juga.” Gumam Brayen dari dalam hatinya sembari menatap wajah Pelangi yang begitu mempesona.


“Woe, jangan lama – lama jatuhnya.” Teriak teman – teman itu sambil tertawa melihat posisi mereka jatuh.


Pelangi dan brayen kemudian sama sama berdiri, setelah mendengarkan teman – temannya berteriak. Mereka berdua sama – sama terlihat malu, pipi Pelangipun terlihat jelas memerah. Pelangi seketika langsung menebas - nebaskan bajunya yang ia kenakan saat itu.


“Gila lo. Enak ya tadi posisi jatuhnya.”


“Apaan sih, gue kagak sengaja tau!”


“Sengaja juga enggak apa – apa. Toh jatuhnya juga pas banget di bawah tubuh wanita cantik dan seksi.” Kata teman Brayen.


“Songgong!” jawab Brayen.


Sejak acara ospek itu berlangsung Brayen mulai melirik dan juga mencuri – curi pandang ke arah Pelangi. Begitu pula dengan Pelangi ia juga sering mencuri pandangannya menatap Brayen.


Bersambung...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2