
Lalu Kia pergi ke kamar, ia beralasan kalau handpone miliknya saat itu lowbet dan akan segera di charge. Cleo pun melihat sikap Kia yang sedikit kecewa karena tidak memberikan ijin kepada istrinya itu.
kemudian Kia masuk ke kamarnya, ia berjalan mondar mandir di depan cermin atau meja rias pribadi miliknya, sebab dirinya binggung alasan yang akan Dia berikan ke Ida, dan di sisi lain Kia memikirkan ke adaan Kayla, jika yang di katakan ida itu benar kalau Kayla ingin bertemu dirinya karena dia mau meminta maaf kepadanya.
Setelah itu Kia duduk di atas kursi rias pribadinya yang berada di kamar. Tiba – tiba Pelangi masuk ke kamar dan berlari, karena Pelangi sedang bermain kejar – kejaran dengan Cleo. Seketika Kia kaget melihat Cleo yang juga masuk ke kamar.
“Kia, kamu ngapain ngalamun?”
“Emm, enggak kok mas. Aku....”
“Loh katanya kamu mau charge hp kamu? Kok masih saja kamu pegang?”
“I... ya... in.. i.. aku lagi nyari charge nya mas.”
“Ini istriku sudah mulai pikun ya rupanya, chargenya kan di loker sana sayang.” Kata Cleo sembari menunjuk ke arah meja samping tempat tidurnya itu.
“Owh, iya aku lupa. Emm, aku ambil dulu ya mas.” Kia berjalan ke arah meja itu untuk mengambil charge lalu mengcasnya.
“Iya, dari tadi loh aku sama Pelangi nungguin kamu di bawah.”
Pelangi pun langsung mendekati Kia.
“Iya bun, Pelangi itu dari tadi nungguin bunda. Main yuk bun sama ayah.”
“Ya sudah, kalau begitu kita lanjutin mainnya yuk sama ayah. Gemes tahu bunda tu sama putri kecil satu ini.” Kata Kia sambil berjalan menuju Pelangi kemudian ia mengendongnya.
Pelangi, Kia dan juga Cleo terus keluar dari kamar, namun Cleo tahu kalau Kia sebenarnya ingin sekali mengunjungi Kayla yang di rumah sakit, tapi dia tidak bisa membantah perintah suaminya atau pun melanggar larangan dari suaminya itu.
“Aku tahu, kamu pasti ingin sekali pergi ke rumah sakit, wajah kamu itu tidak pernah bisa berboh Ki, kamu memang wanita yang mempunyai hati begitu baik. Banyak orang yang menghina, menjelek – jelekan mu, bahkan membuat kamu menderita sekali pun kamu tidak pernah mau membalas atau mempunyai rasa benci kepada mereka. Aku banyak belajar dari kamu. Aku tidak salah pilih istri seperti kamu Kia. Aku bersyukur sekali bisa hidup bersama kamu.” Gumam Kia sambil memandangi senyuman istrinya yang saat itu sedang mengendong Pelangi.
Malam harinya, keluarga besar Riri makan malam. Riri bertanya mengenai Kia dan Cleo yang akan pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
“Kalian besok pagi jadi ke rumah sakit buat menjenguk anak dari temannya bunda itu? siapa namanya? Bunda lupa.”
“Kayla bun.”
“Owh, iya Kayla.”
Kia pun langsung melirik ke arah suaminya yang duduk di sampingnya dan sedang menikmati makan malamnya itu. akan tetapi Cleo hanya diam dan tidak menjawab apapun, ia masih melanjutkan menyantap hidangan atau makanan yang ada di hadapannya. Kemudian Kia menjawab pertanyaan bunda Riri.
“Enggak jadi sepertinya bun,” jawab Kia sembari memakan makanannya.
“Kenapa?”
“Emm, mas Cleo tidak mengijinkan aku untuk pergi kesana bun.”
“Ya, kalau bunda sih setuju dengan pendapat Cleo. Menurut bunda, Pendapat Cleo sangat tepat. Bunda rasa sebaiknya kamu tidak usah ke rumah sakit untuk menenggok Kayla itu nak. Lihat saja sikapnya kepadamu. Dia sama sekali tidak menghargai kamu.”
Kia hanya membalas dengan senyuman beratnya.
Masih sama seperti tadi, kalau Kia hanya membalas ucapan Riri itu dengan senyum beratnya.
**
Selesai menemani Pelangi tidur, dan memberikan sebuah cerita untuk Pelangi, Kia berpamitan kepada suaminya itu, kalau dirinya akan tidur terlebih dahulu. Sebab waktu itu Kia merasa sangat mengantuk sekali.
“Ay, aku tidur duluan ya.” Sambil berjalan meninggalkan Cleo yang masih duduk di meja kerjanya pribadinya.
“Iya sayang, emm, sayang tunggu.” Panggil Cleo
“Kenapa Ay? Mau di buatkan minum? Atau apa?”
“Sini. Aku mau bisikin kamu sesuatu. Cepetan ke sini.” Panggil Cleo kepada istrinya itu dengan melambai – lambaikan tangannya.
__ADS_1
Kia pun berjalan mendekati suaminya itu dan mendekatkan telinganya ke arah mulut Cleo.
“Apa Ay?” tanya Kia dengan wajah binggungnya.
“I LOVE YOU. Eemmuuaacchh....” bisik Cleo di telinga Kia.
“Ya ampun sayang. Kirain apaan.”
Cleo hanya tersenyum.
“Udah ah, aku ke kamar dulu ya sayng. Kamu jangan malam – malam kejanya.”
“Baik tuan putriku.” Ucap Cleo.
Lalu Kia pergi meninggalkan Cleo yang sedang bekerja di ruang kerja pribadi miliknya itu. di balik pintu kerja Cleo, Kia melamun sembari tangannya yang masih mengengam gagang pintu itu.
“Aku bersyukur karena memiliki suami yang benar – benar sayang sama aku. Dia sudah banyak berkorban untukku dan juga untuk anakkku. Dia laki – laki yang baik, setia, perhatian dan juga romantis, dulu aku tidak pernah di perlakukan seperti ini oleh Akbar. Tapi semua itu sudah menjadi masa lalu. Aku janji, aku akan setia dan terus mencintaimu sampai aku mati mas Cleo. Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu.” Ucap Kia dari dalam hatinya sambil berdiri di depan pintu kerja Cleo.
Sedangkan Cleo tahu kalau Kia masih memikirkan tentang keinginannya yang ingin sekali bisa pergi untuk menenggok ke adaan Kayla di rumah sakit.
“Aku tahu kamu sebenarnya kecewa dengan ku. Karena aku tidak memperbolehkan kamu pergi kesana. Aku tidak bisa lama – lama melihat mu memikirkan sesuatu yang kamu inginkan Kia. Kamu tidak hanya canti dari luar, tetapi hati kamu, sungguh – sungguh lebih cantik Kia.” Ucap Cleo dari dalam hatinya sambil memandangi istrinya yang akan berjalan keluar dari ruangannya itu.
Setelah beberapa jam kemudian tepatnya waktu sudah menunjukan pukul 23.00. pekerjaannya yang saat itu ia kerjakan di rumah sudah selesai. Lalu Cleo pergi ke kamarnya untuk beristirahat meninggalkan lelahnya karena seharian penuh ini Cleo bekerja dengan keras. Ia melihat istrinya yang sangat terlelap tidurnya. Kemudian ia membenarkan slimut istrinya yang belum menutupi semua bagian di tubuhnya itu. selesai membenarkan slimut itu Cleo mengecup kening sang istri dan bersandar di bahu tempat tidrnya itu.
“Sayang, selamat malam, selamat tidur. Dan semoga kamu mimpi indah ya. Aku mencintaimu. Eemmuuaaccahh...” ucap Cleo sambil mengusap usap jidat istrinya itu.
Cleo sudah berencana kalau dirinya akan mengijinkan Kia untuk pergi ke rumah sakit, tetapi dengan syarat, Kia harus pergi bersama Cleo. Cleo tidak tega jika Kia harus pergi sendirian ke sana. Dia berpikir kalau Kia sendirian, apa lagi dia bertemu dengan Akbar, pasti Kia hanya di injak – injak oleh mantan suaminya itu yang sama sekali tidak punya nyali.
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1