Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Cleo dan Kia berlibur


__ADS_3

"Selamat pagi sayang," sapa Cleo kepada istrinya sambil memeluk dari belakang dan mencium pipinya Kia.


 


"Salamat pagi juga mas." Ucap Kia.


 


"Nanti sore kita dinner yuk Ay," ajak Cleo


 


"Dinner di mana?" Tanya Kia sambil meletakan piring yang berisi beberapa lauk pauk di meja makan.


 


Saat Cleo akan menjawab pertanyaan Kia, Riri datang dan berjalan menuju ke meja makan.


 


"Eh, semua udah siap dan semua ini kamu yang siapin sendiri? Bunda memang enggak salah milih menantu kayak kamu Kia. Terimakasih ya kamu sudah mempersiapkan makan pagi ini." 


 


"He.. he.. he.. Iya bun, mari bun, kita sarapana bersama." Ajak Kia, sambil mendorong kursi yang akan Riri duduki itu seperti akan mempersilahkan  mertuanya untuk duduk.


 


"Pelangi belum bangun ya nak?" tanya Riri sembari duduk di kursi miliknya itu.


 


"Belum bun. Biarin nanti kalau dia sudah bangun, baru aku suapin makan paginya bun. Aku enggak tega kalau dia, aku paksa untuk bangun.”


 


“Iya sebaiknya biarkan dia bangun dengan sendirinya. Kasihan nanti.”


 


“Kamu jadi mau mendaftarkan Pelangi sekolah yang dekat dengan koplek ini nak?”


 


“Sudah bun, kemarin sehabis liburan dari Eropa, aku langsung mencarikan sekolah untuk Pelangi. Dan mendaftarkan dia masuk ke sekolah itu bun.”


 


“Owh, ya sudah kalau begitu. Dia pasti seneng banget kumpul sama teman – teman barunya. Pelangi kan anaknya mudah bergaul.”


 


Kia pun hanya tersenyum mendengarkan Riri berkata seperti itu. ia sangat bersyukur sebab ibu mertuanya begitu sangat menyayangi Pelangi. Apa lagi Pelangi sudah di anggap seperti cucunya sendiri. Kemudian mereka sarapan bersama di meja makan dengan menu yang sudah Kia siapkan dan Kia masakan.


 


Saat itu Riri tiba - tiba menanyakan kabar tentang Kayla. Sebab dirinya sudah hampir satu bulan ini tidak mendengarkan kabar tentang Kayla. Ia juga tidak pernah menghubungi Ida. 


 


"Nak, gimana kabar Kayla ya?" Tanya Riri sambil mengambil lauk didepannya.


 


"Ehm, Kia juga sudah lama sekali tidak tahu kabar Kayla bun. Coba nanti aku ke rumah sakit ya bun. Aku juga ingin tahu ke adaanya. Sebab sudah sebulan ini Kia tidak menghubungi mereka.”


 


"Kalian ke asikan liburannya sih. Ha.. ha.. ha.."


 


Kia hanya tersenyum malu memerah di pipinya itu sambil melirik ke arah suaminya itu.


 


“Seru tahu bun, Pelangi sangat senang sekali waktu aku ajak ke beberapa tempat disana. Baru pertama dia diajak di sana Pelangi langsung ingat nama – nama tempat itu bun. Pokoknya dia itu pintar sekali bun. Iya kan sayang.”


 


Kia kembali tersenyum dengan menjawab apa yang telah suaminya katakan itu.


 


**


 


Selama satu pekan di tiga minggu yang lalu, Kia, Cleo, dan juga Pelangi ternyata telah menghabiskan waktu untuk berlibur di negara Eropa tepatnya di Swiss. Sebab selama ini Cleo sudah berjanji akan membawa istri dan juga anaknya itu untuk pergi berlibur menikmati semua suasana yang ada di luar sana.

__ADS_1


 


Di sana mereka berkunjung di beberapa tempat yang begitu indah dan bagus. Beberapa tempat mereka datangi. Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah di jembatan Chapel. JembatanChapel yang sudah terkenal tua ini terbuat dari kayu dengan melintasi ditengah danau kota Lucerne. Mereka berfoto atau berselfi dengan latar belakang jembatan bersejarah itu. Sebab ketika mereka sedang berada di atas Chapel Brideini, mereka bisa melihat banyak angsa – angsa cantik yang sedang berendam atau berenang di tengah danau itu dengan pemandangan yang sangat luar biasa.


 


“Sayang, kita selfi di sini dulu yuk. Biar punya kenang – kenangan di sini. Bagus banget pemandangannya. Lihat di sana banyak angsa putih yang lagi berenang. ” Ajak Cleo yang tidak mau membuang kesempatan itu.


 


Lalu mereka ber - tiga pun selfi atau berfoto – foto dengan wajah bahagianya dan hati yang sangat senang.


 


Kemudian mereka melanjutkan perjalananya menuju tempat ke dua yang akan mereka kunjungi di swiss adalah di Swiss museum of transport di sana mereka mengenalkan beberapa kendaraan transportasi kepada Pelangi. Pelangi begitu sangat menyukai saat mendatangi museum transportasi tersebut, sebab di sana banyak menampilkan beberapa macam bentuk transportasi, mulai dari mobil, lokomotif, pesawat, kapal, helikopter, pesawat ulak – alik, dan masih banyak lagi. Apa lagi di museum itu juga di sediakan dengan beberapa macam wahana dan simulator untuk para pengunjung yang akan menikmati wahana yang telah tersedia.


 


Cleo memang tidak memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri. Ia mengajak istri dan juga anak sambungnya itu berlibur dengan tujuan supaya Pelangi juga mendapatkan ilmu dari berliburnya itu. karena Cleo ingin melihat Pelangi tumbuh besar dan pintar seperti dirinya.  


 


Kemudian masih banyak tempat – tempat indah yang mereka kunjungi di sana. Mulai dari mengunjung chillon castel, Zurich, lucerne lakedan masih banyak lagi. Akan tetapi Pelangi sangat – sangat menyukai salah satu tempat di mana tempat itu bisa mengenal beberapa macam – macam atau jenis – jenis hewan yang ada di Zoo Zurich. Sebab di sana Pelangi bisa menemukan dan melihat langsung aneka macam satwa dari berbagai negara yang ada di dunia. Apa lagi Pelangi sangat menyukai binatang kuala, ia juga membeli boneka – boneka Kuala untuk di bawa pulang ke negranya.


 


Apa yang saat itu di minta oleh Pelangi, Cleo selalu mengabulkannya saat sedang berada di Eropa. Dari mulai mainan, boneka, pakaian, dan beberapa makanan kesukaannya. Namun, kia dan juga Cleo sering berdepat kecil memperdepatkan tentang Pelangi. Cleo yang selalu ingin memanjakan anaknya itu bertolak belakang dengan pendapat Kia yang tidak ingin anaknya selalu di manja dan di belikan apa yang dia mau. Kia tidak ingin anaknya akan tumbuh menjadi anak yang manja.


Akan tetapi Cloe berpikir kalau itu semua ia lakukan hanya karena ia tidak ingin melihat anaknya sedih, ia ingin melihat Pelangi bahagia.


 


Setiap kali Kia sedang bersungut – sungut kepada suaminya itu, Cleo selalu mencoba merayu  dan menciumi istrinya supaya istrinya itu tidak marah lagi kepada dirinya. Namun, Kia tidak pernah bisa marah kepada Cleo walaupun mereka sering berdepat kecil karena masalah mendidik Pelangi.


 


Beberapa tempat masih mereka kunjungi selama satu pekan yang lalu. Di mana Cleo mengajak Kia di salah satu tempat indah. Di sana Cleo memberikan kejutan yang membuat Kia begitu sangat menyukai kejutan yang di berikan dari suaminya itu.


 


Cleo mengajak Istrinya di puncak gunung Davos. Di sana terdapat pemandangan yang begitu sangat luar biasa, tempat itu berada di lereng gunung Alpen. Ia mengajak istri dan juga anaknya untuk menaiki kereta gantung Gotschnayang dapat melihat pemandangan gunung es dari ketinggian tertentu.


 


“Waww.. bagus banget ayah, bunda.” Ucap Pelangi yang terlihat begitu sangat mengagumi pemandangan yang dia lihat di kereta gantung itu.


 


 


“Suka banget yah.”


 


“Makasih ya mas, kamu sudah mau mengajak kami pergi berlibur.”


 


“Iya bunda. Kalian suka dengan tempat ini?”


 


Kia hanya mengangguk – anggukan kepalanya sambil tersenyum manis kepada suaminya itu, sembari kepalanya yang di sandarkan di bahu Cleo.


 


“Jangan pernah tingalkan aku ya mas. Aku sangat mencintai kamu. Terimakasih Tuhan telah mengantikan ku dengan suami yang sangat luar biasa.” Ucap Kia kepada Suaminya itu.


 


“Iya sayang, aku enggak akan pernah meninggalkan kalian berdua. Aku janji akan selalu di samping kalian. Eemuachh...” Kata Cleo sembari mengecup kening istrinya itu yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Cleo.


 


Malam terakhir mereka berlibur menghabiskan waktu di negara Eropa tersebut, Cleo mengajak Kia ke sebuah kafe yang tidak jauh dari hotel yang mereka tempati. Di sana Cleo sudah memesan salah satu ruangan yang begitu sangat romantis. Cleo meminta Kia untuk menutup matanya sebentar sebelum sampai di mana tempat yang sudah Cleo pesan. Di iringi dengan beberapa musik yang begitu sangat merdu dengan nuansa romantis malam hari itu.


 


Kemudian setelah sampai di tempat yang banyak terlihat pemandangan yang begitu sangat indah dari atas. Cleo kemudian meminta Kia untuk melepas penutup mata itu dengan perlahan – lahan. Setelah mata Kia terbuka ia melihat di hadapannya pemandangan yang benar – benar sangat luar biasa dengan hiasan – hiasan lampu di kota kecil yang di slimuti oleh putihnya warna salju yang turun.


 


Kekaguman Kia begitu tidak bisa ia katakan, ia berulang – ulang kali mengatakan kepada suaminya bahwa tempat dan pemandangan yang saat ini sedang ia lihat adalah pemandangan yang sangat luar biasa.


 


“Ttaarraaa....” ucap Cleo sembari membuka penutup mata yang saat itu Kia kenakan.


 

__ADS_1


“Wwaaww... serius bagus banget mas. Beneran deh mas, aku enggak menyangka ternyata pemandangan dari atas sini begitu sangat indah sekali. Banyak lampu – lampu rumah penduduk yang bersinar menyinari kota kecil itu apa lagi dengan sedikit di tutupi salju yang nampak putih bersi ini begitu sangat – sangat menakjukan. Aku enggak menyangka, aku bisa sampai sini. Tempat impian yang selama ini aku impikan.” Ucap Kia sambil terkagum – kagum.


 


“Aku memang sengaja ajak kamu ke sini. Aku tahu tempat yang selama ini kamu impikan.” Kata Cleo sembari memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.


 


Kemudian Cleo meminta kepada pelayan kafe itu untuk mengiringi musik yang di bunyikan dengan nada – nada romantis. Musik sudah di bunyikan, Cleo pun berniat mengajak Kia untuk berdansa malam hari kala itu. di sana mereka berdansa dengan begitu bahagia. Di tengah – tengah musik romantis itu di bunyikan, seketika itu Cleo menempelkan hidungnya di wajah Kia. Mereka berdua saling tatap menatap dengan rasa cinta dan kasih sayang yang begitu besar.


 


“I love you.” Ucap Cleo dengan lirih.


 


“I love you too dear.” Balas Kia.


 


Eeemmuuaacchhhh..... ( mereka saling berciuman sambil berdansa )


 


“Temani aku ya, untuk selama – lama nya.” Cakap Cleo sambil memeluk Kia.


 


“Pasti. Aku akan terus selalu bersama kamu untuk selama – lamanya.” Jawab Kia.


 


“Terimakasih sayang. Aku tidak akan pernah bosan mengatakan “Aku mencintai kamu”.”  Kata Cleo.


 


Kia pun hanya tersenyum dan menikmati pelukan yang penuh cinta itu dari suaminya. Mereka melanjutkan makan malam romantis itu dengan ditemani meja yang telah di hiasi dengan bunga mawar merah yang di tata rapi berbentuk hati.


 


“Sayang, kamu suka dengan semua kejutan yang aku berikan ini?”


 


“Terimakasih ya sayang. Aku benar – benar sangat menyukai semua kejutan yang kamu berikan.” Ucap Kia


 


Cleo kemudian menggenggam kembali tangan Kia, ia kemudian mencium tangannya. Tidak hanya tempat dengan pemandangan indah itu saja kejutan yang ia berikan untuk suaminya itu. masih ada sati kejutan lagi yang akan Cleo berikan kepada istrinya itu. Cleo meminta Kia untuk menutup matanya lagi. Tapi kali ini mata Kia di tutup sendiri tanpa menggunakan penutup mata atau yang lainnya.


 


Kia pun menuruti permintaan suaminya itu untuk menutup mata. Cleo kemudian berdiri dan beranjak dari tempat duduknya. Lalu dia melangkahkan kakinya menuju belakang Kia. Ia juga mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah. Di kotak itu terlihat berisi sebuah kalung berlian cantik yang akan di pasang di leher Kia.


 


Kia kaget karena Suaminya tiba – tiba berada di belakang dan memasang sesuatu di lehernya itu. Kia kemudian membuka matanya dan melihat sebuah kalung berlian yang di pasang oleh suaminya itu.


 


“Astaga, apa ini mas?”


 


“Bagus gak? Kamu suka tidak dengan liontinnya?”


 


“Mas, apakah ini tidak berlebihan?”


“Kenapa berlebihan. Semua ini untuk istri yang sangat aku cintai. Buat aku semua ini belum ada artinya. Yang sangat membuat ku berarti adalah melihat senyum di wajah kedua bidadariku. Kamu suka kan dengan kalung ini.”


 


“Eemm, iya mas. Sekali lagi terimakasih ya. Semua ini tidak akan pernah aku lupakan mas. Aku akan selalu mengenang hari di mana kamu memberikan aku banyak kejutan.”


 


“Iya sayang, semua ini aku lakukan karena aku ingin melihat kamu dan juga Pelangi bahagia.” Ucap Cleo dengan matanya yang penuh cinta.


 


Kemudian mereka melanjutkan makan malam romantis itu. dan selesai menyantap hidangan yang mewah itu, mereka kembali pulang. Kia takut kalau pelangi akan mencari mereka berdua, Mereka memang sengaja keluar di tegah malam karena ia menunggu Pelangi  tertidur, sebab waktu itu Pelangi hanya di temani oleh baby sitter, asisten pribadi Cleo, dan ke dua saudara Cleo.


 


Itulah cerita di saat mereka sedang berlibur di luar negeri tepatnya di negara Eropa, selama satu pekan di tiga minggu terakhir sebelum Kayla kritis.


 Bersambung....

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️❇️


 


__ADS_2