Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 105. Permohonan Bu Lisa


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Ray dan Tisha turun dari mobil, setelah mendengar kata-kata Bu Lisa kalau dia tau dimana Zee dan Rasya berada.


"Katakan! dimana Zevanya dan anak saya berada?" tanya Ray langsung pada intinya


"Saya akan memberitahu kalian keberadaan anak kalian dan keberadaan anak saya, tapi saya punya syarat" jelas Bu Lisa tegas


"Beraninya ibu mengajukan syarat untuk nyawa anak saya!" Tisha melotot, dia emosi pada Bu Lisa yang menganggap bahwa nyawa Rasya bisa ditukar dengan syarat.


"Jangan bicara soal syarat dengan kami Bu Lisa, kami tidak akan memenuhi apapun keinginan bi Lisa yang berkaitan dengan keselamatan anak kami" kata Ray tegas pada wanita paruh baya itu


"Syarat ku tidak banyak, aku hanya ingin kalian melepaskan Zevanya setelah kalian mendapatkan anak kalian kembali. Anggap saja ini pertukaran" intinya, Bu Lisa ingin Tisha dan Ray memaafkan putrinya untuk terbebas dari jeratan hukum.


"Omong kosong apa ini! maaf Bu, tapi tanpa bantuan ibu sekalipun kami tetap bisa menemukan anak kami!" seru Ray kesal mendengar ucapan Bu Lisa yang ingin menyelamatkan putrinya.


BRUGH!


Bu Lisa menjatuhkan dirinya di depan Tisha, wanita paruh baya itu berlutut di depan nya. Tisha terpana melihat nya.


"Tolonglah! saya mohon pada kamu Latisha...saya hanya ingin menyelamatkan anak saya. Saya janji setelah kalian membebaskan anak saya, saya akan membawa Zee jauh-jauh dari kehidupan kalian. Kalian tidak akan pernah melihat kami lagi selamanya, tapi tolong lepaskan Zee. Dia masih muda jadi dia melakukan kesalahan saat itu, tolong maafkan dia" pinta Bu Lisa yang masih berlutut di bawah kaki Tisha.


"Dia masih muda? jadi dia melakukan kesalahan? kenapa ibu berbicara seolah-olah Bu Zevanya adalah anak kecil yang tertangkap mencuri permen? hanya karena dia masih muda saat itu jadi dia pantas dimaafkan?" Tisha sedih mengingat nyawa ibu dan kakak nya yang mati tragis di dalam mobil. Belum lagi wanita bernama Zevanya itu adalah perusak rumah tangganya.


"Saya tau..kesalahan Zee sudah tidak bisa ditolerir lagi..Tapi saya mohon berikan kesempatan untuk mengubah hidup nya. Anak saya tidak akan seperti ini kalau bukan karena cinta buta nya pada pria ini" Bu Lisa menatap tajam ke arah Ray, dia menyalahkan semua yang terjadi pada Zee adalah ulahnya.


"Dia yang mengejar ku, kenapa aku yang disalahkan?" Ray tidak terima disalahkan, dia melotot pada wanita itu.

__ADS_1


"Maaf Bu, tapi saya bukan malaikat yang bisa dengan legowo memaafkan kesalahan Bu Zevanya, saya hanya manusia biasa yang memiliki rasa marah. Sudah cukup putri ibu membuat kami menderita, saya tidak bisa lagi memaafkan kesalahan nya" sudah cukup terluka hati Tisha dengan kehilangan ibu dan kakaknya, hancur rumah tangga nya, sekarang anak nya diculik oleh Zevanya. Dia tidak bisa memberikan lagi kesempatan pada Zevanya begitu saja.


Bu Lisa memegang kedua kaki Tisha dengan erat, "Tolonglah! bukankah kamu seorang ibu juga? kamu pasti akan melakukan apapun untuk menyelamatkan anakmu kan? sama seperti ku yang ingin menyelamatkan Zee. Kumohon berilah dia kesempatan, kumohon Latisha..."


Wanita itu terus berlutut di depan Tisha, ada rasa tidak tega di hati Tisha melihat wanita itu harus berlutut di depannya demi Zevanya. Betapa besar kasih sayang Bu Lisa pada Zevanya sampai Bu Lisa rela melakukan apa saja untuk putrinya itu.


"Jangan maafkan dia Tisha! aku akan menghukum nya dengan sangat berat!" seru Ray dengan wajah kesalnya pada Bu Lisa.


"Latisha, kamu masih punya hati kan? kamu seorang ibu? anggaplah aku sedang meminta mu menyelamatkan nyawa putriku! kumohon... selamatkan Zee" Bu Lisa bahkan sampai menangis di depan Tisha.


Tisha membantu wanita itu berdiri, "Bu Lisa, katakan dimana anak saya berada?"


Bu Lisa tercekat mendengar pertanyaan Tisha, apa itu artinya Tisha setuju memaafkan Zee. "Ka-kamu setuju untuk memaafkan Zee?"


"Kalau anak saya dalam keadaan baik-baik saja, saya akan mencoba memberikan Bu Zevanya kesempatan. Tapi bukan berarti dia bebas dari hukuman, saya hanya akan meringankan hukuman nya"


Ibu, kakak, apa yang aku lakukan ini sudah benar? apa kalian baik-baik saja karena aku memaafkan pembunuh kalian? Hati Tisha bertanya-tanya.


"Saya akan memberitahu dimana Zee membawa anak kalian" Bu Lisa mulai tersenyum kembali, dengan bersungguh-sungguh dia akan mengatakan keberadaan Zee dan Rasya.


"Tisha! kenapa kamu memaafkan nya begitu saja?! kenapa kamu seperti ini??" tanya Ray heran dengan keputusan yang diambil Tisha.


"Ini bukan demi Bu Zevanya, tapi demi seorang ibu yang memohon untuk anaknya. Dan seorang ibu itu butuh kesempatan, rela melakukan apa saja untuk menyelamatkan anaknya. Aku yakin bahwa ibu dan kakak ku juga setuju dengan keputusan ku, kak.. dan aku tidak memaafkannya begitu saja, ini demi Rasya" Tisha tersenyum pahit, dia juga seorang ibu sama seperti Bu Lisa dan dia pasti melakukan hal yang sama bila anaknya dalam bahaya.


Ray terdiam mendengar keputusan Tisha, dia tidak berkomentar apa-apa. Ray menghargai keputusan Tisha walau dia tidak suka.


"Terimakasih Raymond.. terimakasih Latisha.." Bu Lisa menangis, dia mengatupkan kedua tangannya seraya berterimakasih pada Tisha dan Rasya dengan tulus.

__ADS_1


"Jangan berterimakasih dulu, berharap lah anak kami baik-baik saja. Jika Zevanya menyentuh anak kami sedikit saja, maka tidak ada maaf untuk nya" ancam Ray


"Ba-baik, saya akan menghubungi Zee dulu untuk menanyakan keadaan anak kalian, semoga dia mengangkat telpon saya" ucap Bu Lisa sambil mengambil ponselnya. Dia langsung memencet tombol memanggil nomor Zee.


Tuttt...


Tutt...


Bu Lisa harap-harap cemas ketika menelpon anaknya. Lama sekali berdering dan tidak diangkat. Ray dan Tisha menatap Bu Lisa dengan tajam, mereka menunggu Zee mengangkat telpon nya.


"Halo ma" jawab Zee


"Loud speaker" bisik Ray pada Bu Lisa. Wanita paruh baya itu langsung mengangguk setuju dengan permintaan Ray dan menyalakan loud speaker di ponselnya.


"Zee, apa kamu masih ada disana? cepat serahkan anak itu, kamu sedang dicari oleh polisi" kata Bu Lisa pada putrinya


"Kenapa aku harus menyerahkan anak si*l*n ini? sama saja aku cari mati ma, aku tidak mau mati" ucap Zee dengan suara yang sedih dan frustasi


"Jika kamu melepaskan anak itu dalam keadaan baik-baik aja, kamu akan selamat dari Raymond. Jadi, sekarang lepaskan dia ya nak.. jangan buat dosa lebih banyak lagi" Bu Lisa memohon pada anaknya untuk


"Enggak mau ma, aku mau mati saja bersama anak ini. Supaya semua orang bahagia, khususnya aku. Jika anak ini tiada, maka tidak ada lagi yang bisa membuat ku sedih" Zee menggigit bibir nya dengan gemas.


Tisha dan Ray terperangah mendengar ucapan Zee yang berniat membunuh Rasya.


"Tidak! kamu tidak boleh membunuh anakku!!" teriak Tisha panik


...---***---...

__ADS_1


Hai Readers, sambil nunggu novel ini up lagi. Author ada rekomendasi novel yang seru banget 😍



__ADS_2