Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 178. Titik terang


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Pasangan suami-istri itu terkejut mendengar suara Fayra di dalam ponsel Tisha. Mereka berdua tercekat dengan mata terpana. Fayra yang sudah menghilang selama 4 bulan terakhir ini akhirnya menghubungi Tisha.


"Kak! Kakak ada dimana? Bagaimana kabar kakak? Kenapa kakak baru hubungin aku sekarang kak?" Tisha memburu Fayra dengan beragam pertanyaan, dia sedih bercampur senang karena Fayra menghubungi nya juga.


"Disana pasti sudah malam banget, maaf ya aku ganggu kalian. Kamu dan Raymond apa kabar? Unyu ku gimana? Dia pasti udah masuk sekolah dasar ya?" Fayra bicara dengan bulir air mata yang menetes jatuh membasahi pipinya, dia merindukan Tisha dan Rasya.


"Kakak jangan mengalihkan pembicaraan! Kakak ada dimana kak? Semua orang mencari kakak, kak Grace dan pak Sam mereka ingin bertemu dengan kakak."


"Seperti nya kalian baik-baik saja ya. Tisha, aku tidak akan bicara banyak.. tolong sampaikan pada Sam dan Grace, agar jangan mencari ku lagi. Aku sudah memaafkan mereka, jadi jangan pernah mencari ku lagi karena hidupku sudah tenang dan bahagia Sekarang!"


Tut...Tut...Tut...


Fayra menutup telponnya begitu saja, dia menangis sambil melepas nomor ponselnya dan menghancurkan nya. Berulang kali wanita itu mengucapkan kata maaf, entah maaf untuk apa dan maaf untuk siapa. "Kamu sudah melakukan hal yang benar Fay,"


Ray dan Tisha terkejut karena telpon yang diputus begitu saja oleh Fayra. Tisha berasumsi dengan yakin bahwa terjadi sesuatu pada Fayra di Inggris. Dia jadi mencemaskan Dewi penolong nya disaat dia sedang kesusahan dulu.


"Kak, tolong cari dimana kak Fayra! Aku takut terjadi sesuatu padanya." Tisha merengek memohon pada suaminya untuk mencari keberadaan Dewi penolong nya.


"Baiklah, dia adalah penyelamat mu dan Rasya. Mana bisa aku mengabaikan dia begitu saja. Kamu tenang saja ya sayang" Ray memeluk Tisha yang sedang cemas itu. Ray meminta nomor telepon Fayra yang baru saja menelpon nya, supaya bisa melacaknya.


***


Keesokan harinya, Tisha menjemput Rasya di rumah Athar. Tak lupa Tisha berterimakasih pada orang tua Athar yang sudah menjaga Rasya dengan baik. Sebelum pulang ke rumah Rasya minta diantar dulu ke mall, ada sesuatu yang ingin dia beli.


"Ma, jangan langsung pulang ya. Aku mau ke mall dulu sebentar."


"Mau apa sayang?" tanya Tisha sambil tersenyum ramah pada anaknya.


"Kata Athar ada video game terbaru, aku mau melihat-lihat saja." Jelas Rasya singkat.


"Baiklah. Pak Joni, kita ke mall dulu sebentar ya!"


"Baik nyonya!" jawab patuh Pak Joni yang sedang menyetir itu.


Tak berlangsung lama, mereka bertiga sampai di depan mall besar. Tisha menuntun Rasya dengan hati-hati, kemudian masuk ke dalam mall. Sementara pak Joni menunggu di dalam mobil di tempat parkir. "Nyonya, kalau nyonya butuh bantuan hubungi saya. Saya akan selalu berada disini."


"Iya pak Joni, makasih ya." Jawab Tisha sebelum wanita hamil itu dan anaknya masuk ke dalam mall.

__ADS_1


Wanita dengan buncit itu sudah tidak muat memakai celana jeans, sekarang dia hanya memakai rok panjang atau daster kalau berada di dalam rumah. Namun hal itu tidak mengurangi kecantikan nya, malah menambah kecantikan ibu hamil itu.


Sekalian saja ya aku beli daster atau baju ku yang lain. Baju-baju ku kan sudah tidak muat.


"Ma, ayo ke lantai tiga. Di lantai tiga tempat elektronik dan video game nya berada!" Rasya melirik ke arah lift eskalator, seraya meminta mama nya untuk menemani dia kesana.


"Iya sayang ayo." jawab Tisha sambil tersenyum.


Mereka berdua menaiki eskalator menuju ke lantai 3. Tempat dimana barang elektronik berada dan tempat permainan anak-anak. Sesampainya di lantai tiga, Rasya langsung berlari ketika matanya tertuju pada salah gerombolan anak kecil yang ada disana.


"Rasya, jangan lari-lari! Sayang, tunggu mama!" Tisha memanggil anaknya yang sudah berlari cukup jauh darinya. Tisha tidak bisa mengejar Rasya karena kondisi tubuhnya.


Pelan-pelan Tisha mendekati anaknya yang berada disana. Terlihat Rasya dan beberapa anak lainnya sedang melihat video game terbaru yang sedang dipamerkan. Tisha duduk di kursi panjang tak jauh dari tempat anaknya berada.


Saat itulah Tisha menghubungi Grace dan memberitahukan pada nya kalau Fayra menelpon nya. Dia beritahukan apa yang yang dikatakan oleh Fayra padanya.


****


Di rumah Sam dan Grace, Sam terlihat selesai berolahraga dengan menggunakan treadmill. Tubuhnya berkeringat, otot tangan dan dadanya terlihat sixpack. Disisinya ada Grace yang menemaninya, dia memberikan sebotol minuman pada suaminya.


"Jangan terlalu banyak olahraga, nanti kamu lelah. Tubuhmu sudah bagus kok."


Dia duduk di lantai, merentangkan kakinya. Berusaha menetralisir napas nya yang terengah-engah sehabis berolahraga.


"Bagaimana kata Tisha?" tanya Sam sambil menoleh ke arah istrinya.


"Tisha bilang kalau Fayra sudah menghubungi nya. Dan Fayra bilang pada Tisha,agar kita jangan mencarinya lagi." jawab Grace sambil duduk di samping Sam.


Sam menghela napas panjang, teringat semua kesalahan yang telah dia lakukan pada Fayra. Bagaimana bisa dia tidak mencarinya?


"Grace, kamu gak apa-apa kan kalau aku mencarinya?" Sam memikirkan perasaan Grace, ketika dia menanyakan tentang Fayra.


"Sam, aku sudah pernah bilang..kalau aku tidak apa-apa asalkan kamu bersamaku. Aku tau hatimu untuk nya, kalau kamu mau bersamanya silahkan. Tapi, aku tidak mau diceraikan olehmu." Jelas Grace tegas kepada suaminya.


Aku tidak bisa berpisah dari kamu Sam, aku sangat mencintaimu kamu.


"Aku mencarinya bukan untuk bersamanya, tapi untuk meminta maaf dan bertanggungjawab padanya. Aku juga sudah bilang, tidak akan ada perceraian diantara kita."


Sam nampaknya sedikit menyadari meski Grace sudah memanipulasi dia sebelumnya. Tapi, Grace adalah istri dan ibu yang baik. Dia tidak mau menyakiti lagi wanita sebaik Grace yang selalu berada disisinya. Namun, dia juga merasa bersalah pada Fayra karena sudah mengambil kesucian nya.

__ADS_1


Dreet..


Dreet..


🎢🎢🎢


"Suara ponselmu tuh!" Seru Grace pada suaminya.


Sam mengambil ponselnya yang berada di atas meja, dia langsung menekan tombol terima dan menyimpan ponselnya ke telinga.


"Andrews, ada apa? Bukannya kamu lagi ada perjalanan bisnis ke Inggris? Masih sempat kamu menelpon ku?"


"Benar Sam, aku sedang berada di Inggris. Dan aku menelpon mu karena ini sangat urgent, kamu akan sangat kaget bila mendengar apa yang akan aku katakan!" Andrew berbicara sambil menatap seorang wanita hamil yang sedang duduk di kedai eskrim. Dia memperhatikan wajah wanita hamil itu dengan seksama.


"Ada apa? Urgent apa?" tanya Sam penasaran dengan ucapan Andrews.


Andrew menjawab dengan cepat, "Sam aku melihat nya! Aku melihat Fayra!"


Deg!


Sesaat Sam terdiam mendengar nya, dia tercengang tidak percaya. Grace melihat wajah suaminya dan terheran-heran. "Ada apa Sam?"


"Andrews, kamu jangan bercanda. Serius kamu melihat Fayra?" tanya Sam kepada temannya lagi dengan suara tegas.


"Aku serius Sam, sekarang dia berada tidak jauh dariku dan dia sedang duduk sendirian memakan eskrim. Selain itu perutnya juga buncit, dia terlihat seperti sedang hamil." Andrews menjelaskan secara rinci ciri-ciri Fayra.


Akhirnya keberadaan Fayra sudah menemukan titik terangnya, tapi ciri-ciri yang dijelaskan Andrews membuat Sam termenung. Dia sampai menjatuhkan ponselnya. Pikirannya melayang entah kemana. Grace mengambil ponsel suaminya dan bicara dengan Andrews. "Sam! Fayra ada di depanku, kamu mau aku menghentikan nya? Kalau kamu tidak percaya aku akan mengambil gambarnya, dia beneran sedang hamil!" Andrews masih mengoceh, dan Grace mendengar nya.


Fayra hamil? Hati Grace remuk mendengar suara Andrews, jika Fayra hamil anak Sam lalu bagaimana dengan hubungan nya dan Sam?


Ting!


🎡🎡


Sebuah foto dikirimkan dari Andrews kepada Sam. Sam dan Grace melihat foto itu. Foto yang memperlihatkan Fayra dengan kondisi perut buncit sedang berjalan keluar dari kedai eskrim itu.


"Fayra sedang hamil.." Grace menutup mulut menganga nya dengan kedua tangan. Matanya berkaca-kaca melihat wanita itu yang mungkin sedang hamil anak suaminya.


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2