Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 168. Wanita tersakiti


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Fayra merasa seperti orang berdosa ketika dia berhadapan dengan istri mantan kekasihnya. Ucapan Grace dan senyuman pahitnya, membuat dia semakin merasa bersalah. Rupanya Grace sudah tau kalau Fayra adalah cinta pertama suaminya, mantan kekasih yang tidak bisa dilupakan oleh Sam.


Fayra menelan ludah, hatinya berdebar kencang melihat wanita cantik di depannya itu. Bibirnya kaku, matanya yang membulat menatap kesana kemari.


Hatinya bertanya-tanya, mau apa istri dari mantan kekasihnya mendatanginya. Apa dia mau melabrak? Meminta nya menjauhi Sam? Kalau iya begitu, maka dia akan melakukan nya.


"Jangan takut, saya kesini hanya ingin bicara dengan anda Bu Fayra. Bisakah saya masuk dulu ke dalam?" tanya Grace dengan suara yang pelan.


"Ba-baik," jawab Fayra gugup.


Dia membukakan pintu rumahnya, mempersilahkan Grace untuk masuk ke dalam sana. Grace duduk di sebuah sofa panjang di ruang tamu, dia melihat foto Rasya dan Tisha terpajang disana.


"Mbak, mau minum apa? Saya akan buatkan." ucap Fayra menawarkan segelas minuman untuk Grace.


"Boleh, kopi pahit saja."


"Kopi pahit?" Fayra terperangah mendengar permintaan Grace yang ingin kopi hitam.


"Iya, karena hatiku sedang terasa pahit sekarang." Jawab Grace dengan senyuman pahit di bibirnya. "Pembicaraan kita juga tidak akan manis." Ucapnya lagi pada wanita yang berasal dari masa lalu suaminya itu.


Deg!


Jantung Fayra seperti diserang sebuah pisau tajam, menusuk ke dalam sana. Mendengar seorang wanita yang terlihat terluka di hadapan nya. Itu pasti karena dirinya dan Sam. Sejauh mana Grace tau hubungan mereka? Apa dia juga tau kalau Sam pernah berhubungan intim dengannya? Dia sangat takut kalau Grace akan tau, sudah terbayang di kepalanya bagaimana marahnya Grace.


Hilangkan dulu pikiran mu itu Fayra! Tenanglah!


Tanpa bicara apa-apa, Fayra pergi ke dapur. Dia membuatkan segelas susu hangat yang manis untuk Grace bukannya kopi yang dia minta sebelum nya.


"Kenapa bukannya kopi?" tanya Grace sambil melihat.


"Saya tidak punya kopi pahit, saya hanya punya susu yang manis. Anda tidak keberatan kan?" tanya Fayra sambil duduk di kursi depan Grace.


"Anda gadis yang baik, tidak heran Sam begitu mencintai anda." Mata Grace berkaca-kaca melihat ke arah Fayra.


"Anda salah paham, Sam tidak mencintai saya! Saya juga tidak mencintainya lagi, mohon Mbak jangan salah paham. Hubungan saya dan dia sudah lama berakhir." Fayra memberanikan dirinya bicara, dia merasa iba kepada wanita yang menangis itu.


"Tidak, hubungan kalian akan kembali seperti sebelum nya. Hubungan saya dengannya yang akan berakhir..." Grace tersenyum pahit.

__ADS_1


Fayra tercekat menatap ke arah Grace, matanya penuh pertanyaan. "Apa maksud anda mbak?"


"Sam sudah mengajukan gugatan cerai untukku ke pengadilan. Alasan dia melakukan nya karena dia tidak mencintai ku lagi, atau mungkin dia tidak pernah mencintai ku."


Rasa bersalah makin menumpuk di hati Fayra, Sam benar-benar melakukan seperti apa yang diucapkan nya pada Fayra. Dia menggugat cerai Grace dengan serius, apa itu karena kehadirannya?


"Itu.. itu tidak benar, jika dia tidak mencintai mbak dia tidak mungkin menikahi dengan mbak selama 13 tahun dan bahkan mempunyai seorang anak."


"Semua yang aku lakukan adalah manipulasi. Aku dan Sam, menikah karena kami dijodohkan. Dan aku menipu nya di hari pernikahan kami sampai aku hamil anaknya...bukan hanya sekali, aku juga menipunya. Aku berharap bahwa dia akan mencintai ku karena dia bersikap baik padaku setelah kami punya anak, tapi nyatanya dihatinya selalu ada kamu Fayra!" Grace menangis, dadanya sesak berhadapan dan bicara dengan wanita yang dicintai oleh suaminya itu.


Apa kehadiran ku benar-benar membawa kehancuran rumah tangga mereka? Aku tidak mau menyakiti hati wanita lain! Aku tidak bermaksud begitu! Fayra menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Grace.


Fayra ikut menangis, dia mendekati Grace dan memohon maaf pada wanita itu. Bahkan Fayra rela berlutut di depannya.


"Fayra apa yang kamu lakukan? hiks.." Grace berdiri ketika wanita itu memegang kakinya.


"Saya minta maaf mbak, karena kehadiran saya sudah membuat rumah tangga mbak seperti ini. Mbak boleh marah pada saya, mbak boleh memaki, menjambak dan memukul saya! Tapi mohon Mbak dengarkan saya, saya tidak bermaksud begitu...saya bahkan berusaha menjauhi Sam! Saya tidak ingin menghancurkan hati wanita lain, saya akan pergi.. saya akan pergi selamanya!" Fayra menangis tersedu-sedu, memohon ampun pada Grace dan dia berjanji akan pergi dari kehidupan mereka selama nya.


"Kamu gak akan kemana-mana Fayra!"


Suara pria yang terdengar dari pintu rumah mengagetkan kedua wanita itu. Dia adalah Sam.


PLAK!


Tamparan mendarat keras di pipi Grace dari tangan Sam. Grace dan Fayra terpana dengan perlakuan kasar pria itu.


"Sam, apa yang kamu lakukan?!" Fayra menatap murka pada Sam, dia tidak percaya bahwa pria lembut yang dikenalnya bisa melakukan hal kasar pada wanita. Kemana Sam yang dulu? Seperti nya sudah buta oleh perasaan nya!


Grace menelan saliva nya, satu tangannya memegang pipi yang baru saja ditampar oleh Grace.


"Grace apa yang kamu lakukan? Apa kamu mengancam Fayra?!" Teriak Sam membentak Grace dengan keras.


Grace menggigit bibir bagian bawahnya dengan gemas, dia menangis mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya yang selama ini selalu terlihat mencintai nya. Fayra sakit hati melihat wanita lain tersakiti di depannya, apalagi wanita itu adalah wanita yang baik seperti Grace.


Jadi ini memang jawaban mu Sam, kamu mencintai nya.. kamu tidak pernah mencintai ku. Batin Grace sakit hati.


Sam sudah keterlaluan!


"Hentikan! Dia tidak mengancam ku! Aku sendiri yang berlutut di depannya! Aku yang ingin pergi selamanya, Sam kamu harus sadar kalau kamu tidak berjodoh denganku. Jangan memaksakan sesuatu yang tidak bisa kamu miliki!!"

__ADS_1


"Tidak Fayra, jika ada yang harus pergi. Itu harus aku! Fayra aku titipkan suamiku, tidak...aku titip Sam, tolong kamu bahagiakan dia." Grace menangis, bibir nya gemetar, tangannya memegang tangan Fayra. Fayra menggeleng-gelengkan kepalanya, dia menangis sedih.


Salah seorang dari kita harus mengalah, apalagi Fayra sudah kehilangan kesucian nya karena Sam dan tentu dia harus bertanggungjawab. Fayra adalah wanita yang baik, dia pasti bisa menjaga Sam. Hatinya sakit merelakan sang suami kepada Fayra. Grace lebih memilih mengalah daripada mempertahankan hubungan nya dengan Grace.


"Jangan katakan itu mbak! Sam selamanya adalah suamimu, aku-" Grace melepaskan tangan Fayra, membuat Fayra kehilangan kata-kata.


Ya Tuhan, aku sudah menghancurkan nya!


"Aku terima gugatan perceraian mu, mari kita bertemu di pengadilan. Aku harap setelah kita bercerai, kamu tidak melupakan kewajiban mu kepada Milena." Grace menyeka air matanya, dia mencoba bersikap setegar mungkin di depan suaminya dan Fayra.


"Tenang saja, Milena adalah anakku.. tentu saja aku tidak akan melupakan kewajiban ku padanya." jawab Sam tegas.


Grace tersenyum pahit lalu pergi dari rumah itu sambil menangis. Fayra langsung menumpahkan semua kekesalannya kepada pria brengsek dan egois itu. Dia tidak percaya bahwa Sam bisa memukul seorang wanita, Fayra sudah hilang perasaan padanya. Dia meminta Sam kembali pada Grace dan anaknya, karena dia tidak akan menerima Sam meski dia bercerai dari Fayra.


"Aku tidak mau jadi pelakor! Aku tidak mau disebut penghancur rumah tangga orang! Aku tidak mau menyakiti wanita lain, Sam! Jika kamu punya perasaan, pikirkan lah baik-baik.. kamu mencintai siapa? Hatimu untuk siapa?! Minta maaf lah pada nya!" Fayra menunjuk nunjuk jarinya ke tubuh Sam, matanya menunjukkan kemurkaan pada pria itu.


Dia mengusir pria itu dari rumahnya, kemudian dia memikirkan rencana untuk segera pergi dari sana. Fayra mencari paspor di dalam kamarnya, dan segera memesan tiket pesawat ke luar negeri.


"Jika ada seseorang yang harus pergi, itu aku.. bukan wanita itu. Aku lah biang dari semua masalah rumah tangga mereka, mbak Grace maafkan aku.." Fayra memeluk paspor nya sambil menangis. Dia merasa bersalah pada Grace yang hatinya sudah tersakiti olehnya dan Sam.


...****...


πŸ€Kantor Apparel desain..


"Surat pengunduran diri?" tanya Derrick sambil tersenyum sinis memandangi surat pengunduran diri yang dibawakan Dion dari departemen desain utama. Matanya menatap tajam surat pengunduran diri itu.


Dia ingin mengundurkan diri?


"Benar pak, Bu Latisha mengajukan surat pengunduran diri." jelas Dion pada Derrick, Presdir barunya itu.


"Panggil wanita itu kemari!" titah Derrick pada Dion untuk segera memangil Tisha.


Dion mengangguk patuh, kemudian dia pergi dari ruangan Presdir untuk pergi menemui Tisha di lantai bawah.


...---***--...


Hai Readers! Mohon maaf gak bisa balas komen nya satu satu, but makasih lho buat support kalian..alasan nya gak bisa dibalas semua karena author sibuk dengan urusan RL


Btw.. Sambil nunggu novelku up, mampir sini dulu ya 😍πŸ’ͺ

__ADS_1



__ADS_2