
POV Sam Fayra
...πππ...
Aku pernah mencintai seorang pria..aku memberikan seluruh hatiku padanya
Dia adalah Samuel Hirata, pria tampan, lembut, baik hati dan paling hangat yang pernah kutemui. Kami pun berpacaran, tentu saja pacaran menuju ke arah yang serius yaitu pernikahan.
Pada awalnya hubungan kami baik-baik saja tanpa ada masalah, akan tetapi..pada suatu hari terjadi sesuatu yang membuat segalanya hancur. Terutama hatiku..
Di hari dimana aku dan Sam, kekasihku akan merayakan hari jadian kami yang 7. Aku menunggu dia sendirian di salah satu cafe terkenal yang berada di Prancis.
Hampir dua jam aku menunggunya, dia tidak membalas telpon atau pesan dariku. Takut terjadi sesuatu padanya, aku memutuskan untuk menemuinya yang katanya sedang ada di rumah nya. Namun, sebelum aku sampai ke rumahnya aku melihat sebuah pemandangan tidak terduga saat diperjalanan.
"Bukankah itu Sam?!" Aku terkejut melihat kekasihku sedang duduk bersampingan bersama seorang wanita cantik, disisinya juga ada seorang pria dan wanita paruh baya. Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu.
Sam memegang tangan wanita itu dengan mesranya, siapakah wanita itu?! Tak lama setelah itu, Sam menoleh ke arahku dan dia mengejar ku.
"Fayra.." Dia menatap ku dengan tatapan yang tidak dapat dimengerti.
"Sayang, kamu kenal dia?" tanya wanita itu sambil menggandeng tangan kekasihku dengan akrab. Panggilan sayang meluncur di bibirnya dan itu ditujukan untuk kekasihku.
Deg!
Hancur sudah hatiku, mendengar kekasihku mempunyai wanita lain selain diriku.
"Dia..itu.." Sam tergagap, dia bingung menatap ke arahku.
Aku tak sanggup lagi menatap kekasihku bersama wanita lain, aku memilih pergi dan meninggalkan sebuah kotak berwarna merah hadiah untuknya disana dengan hati yang kecewa. Sam mengejar ku, dia berkata dia ingin mengakhiri hubungan yang sudah dia jalani bersamaku selama tujuh tahun lamanya karena dia akan segera menikah dengan wanita itu.
"Fayra aku minta maaf, aku akan segera menikah dengan wanita itu tapi ada alasan..."
PLAK
Tamparan dariku melayang ke pipinya dengan cukup keras, dan aku yakin. "Cukup! Kita sudah berakhir, maka kita sudah berakhir! Aku membencimu Sam!" Dengan marah, jari telunjukku bahkan mengarah ke wajahnya, perasan ku tidak dapat didefinisikan lagi sakitnya. Kecewa, hancur, ya itulah yang aku rasakan. Kemudian pria itu muncul lagi dihadapan ku, membuat luka di hatiku kembali mencuat.
Dia adalah mantanku, orang yang pernah memberiku kenangan indah dan manis, dan orang yang menusukku dari belakang dengan kepahitan.
****
__ADS_1
Di tempat parkir rumah sakit..
"Kemana saja kamu selama ini Fay?" tanya Sam sambil menatap wanita itu dengan penuh rasa bersalah.
"Apa kamu berhak bertanya seperti ini padaku?!" tanya Fayra dengan suara meninggi.
Fayra kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan pria itu dengan wajah marah, bercampur sedih. Sam menyeret Fayra masuk ke dalam mobilnya dengan paksa. Kemudian dia menutup pintu mobilnya rapat-rapat.
"Kamu sudah gila ya?! Apa yang kamu lakukan?!" Fayra marah, pria itu menyeret mu dengan paksa.
"Please jangan menghindar lagi, aku ingin bicara sama kamu. Alasan kenapa aku menikahi Grace," Sam memohon pada Fayra agar mau mendengarkannya.
"Apa lagi yang mau bahas? Alasan kamu menikahinya, aku tidak peduli! Sekarang, cepat buka pintunya atau aku akan memecahkan kaca mobil mu!" Fayra mengambil sepatu heelsnya, dia mengancam Sam jika pria itu tak mau membuka pintu mobil maka dia akan merusak kaca mobil itu dengan heelsnya.
"Rusak saja, tapi kamu tidak boleh pergi sebelum mendengar nya" Sam memegang tangan Fayra dengan lembut.
"Kamu sudah..."
Kedua tangan Sam mengunci tangan cantik milik Fayra, menyandarkan nya di jok mobil. Entah apa yang Sam pikirkan, pria itu mencium benda kenyal yang diolesi lipstick, milik Fayra.
"Hmphh!! Hmphhh!!" Fayra tidak bisa bergerak, tubuh Sam terlalu kuat untuk ia lawan. Perlahan turun lah bulir-bulir air dari matanya..
Apa yang kamu lakukan Sam? Kamu sudah menikah! Kamu sudah punya istri dan anak. Fayra membatin.
"Ahh!"
PLAK!
Tamparan mendarah keras di pipi Sam, bahkan sampai membuat sudut bibir pria itu terluka. Fayra murka, karena bibirnya di curi oleh Sam.
"Fay, aku akan bercerai dari Grace"
Deg!
Fayra menoleh ke arah Sam dengan mata penuh pertanyaan. "Kenapa kamu mengatakan ini padaku?"
"Aku tidak mencintai nya, kami menikah karena orang tua ku yang memaksa. Selama ini aku hanya mencintai mu" ucap Sam sambil mengusap darah di sudut bibirnya akibat ulah Fayra.
Fayra tersenyum menyeringai, "Omong kosong! Kalau kamu terpaksa menikahinya, gak mungkin kalian sampai punya anak," Dia tak percaya apa yang dikatakan Sam.
__ADS_1
"Itu.. itu karena aku.." Sam bingung bagaimana menjelaskan nya, kalau dia dijebak tidur oleh Grace dan akhirnya Grace mengandung anaknya. Fayra pasti tidak akan percaya, karena dia tau benar Fayra adalah wanita yang percaya dengan apa yang dia lihat.
"Buka pintunya Sam! Jangan buat aku semakin jijik melihat mu!" Fayra menggedor pintu mobil yang terkunci itu, amarah sudah merajai hatinya.
"Fayra, aku sungguh.. aku akan bercerai dari Grace dan aku akan menikah dengan mu" kata Sam dengan wajah serius.
"Kamu sudah gila ya Sam? Kamu mau buat aku jadi pelakor?!" Fayra melotot ke arah Sam.
Tok, tok , tok
"Sayang, apa kamu di dalam?" Seorang wanita menggedor kata mobil Sam, dia adalah Grace istri Sam.
Fayra dan Sam tersentak kaget begitu mengetahui Grace ada di depan mereka. "Sam!"
"Tenang saja, dia tidak akan bisa melihat apa yang terjadi di dalam karena kaca mobilnya di desain seperti itu" Sam berusaha tenang ketika istrinya tiba-tiba ada disana dan menggedor kaca mobilnya.
"Bukan itu maksudku! Bagaimana kalau istrimu tau aku berada disini?!" Fayra berbisik-bisik pada Sam.
Sam mengambil ponselnya, dia menghubungi Grace dan meminta istrinya untuk pergi ke ruang rawat pak Faisal menemui Ray. Sam juga berbohong kalau dia sedang ada bersama Ray dan Andrew.
"Hahh.."Sam lega melihat Grace sudah meninggalkan mobil itu dan masuk ke dalam gedung rumah sakit.
"Apa kamu selalu bohong seperti ini pada istrimu?" tanya Fayra menohok tak percaya.
"Aku sering berbohong padanya, tapi nanti aku akan berkata jujur padanya kalau aku mencintai kamu dan ingin bercerai darinya" kata Sam tegas dan ingin mengakhiri pernikahan tanpa cintanya itu.
"Otakmu tidak waras!" Fayra memekik terkejut dengan perkataan Sam.
Sam akhirnya melepaskan Fayra, membiarkan wanita itu pergi dari mobilnya. "Fay, aku akan menemui mu lagi"
"Jangan seperti ini! Kamu sudah berkeluarga, aku tidak mau menganggu pria yang sudah berkeluarga" kata Fayra sinis, lalu dia pergi meninggalkan Sam begitu saja. Sam menatap nya dengan sedih.
****
Di ruang rawat pak Faisal, disediakan satu ranjang untuk Ray tidur sambil menjaga kakeknya. Tisha merawat Ray disana seperti seorang suster, demam pria itu semakin tinggi.
"Sudah, kamu tiduran disini ya. Aku dan Rasya harus pulang dulu, ganti baju" Tisha mengambil tas selempang nya.
"Kamu gak usah nginap disini, tidur saja di rumah. Aku gak apa-apa, besok kan kamu harus kerja, Rasya juga harus pergi sekolah" kata Ray melarang Tisha untuk menginap disana.
__ADS_1
"Kamu lupa ya? Besok kan hari minggu" jawab Tisha sambil tersenyum.
...---***---...