Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 152. Surat wasiat


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


"Kak Ray sudah pergi, aman aman..aku sungguh tidak enak berbohong padanya. Kalau aku jujur, nanti dia akan ribut dengan Zayn. Ya, lebih baik dirahasiakan saja," gumam nya sambil menutup pintu rumah itu rapat-rapat.


Tisha berjalan menuju ke kamar Rasya, dilihatnya Rasya sedang tertidur pulas. Tiba-tiba saja, ponselnya di dalam sakunya bergetar.


Dreet..


Dreet..


🎡🎡🎡


Tangan Tisha merogoh saku jas nya, dia mengambil ponselnya kemudian pergi keluar dari kamar Rasya dengan langkah pelan.


Kak Grace calling..


"Halo Assalamualaikum kak," jawab Tisha pada panggilan telpon yang masuk ke dalam ponselnya itu.


"Waalaikumsalam.. Tisha..hiks," jawab Grace dengan suara parau.


"Kak Grace? Kakak kenapa? Kakak nangis?" tanya Tisha khawatir mendengar suara parau wanita satu anak itu.


"Tisha.. kamu ada di rumah gak? Apa kamu sibuk?"


"Aku ada di rumah kak, kakak mau ketemu? Kesini saja ke rumah ku, tapi maaf ya aku gak bisa samperin kakak. Soalnya anakku lagi tidur kak,"


"Aku ke rumah kamu ya, aku lagi butuh seseorang untuk mendengarkan aku.."


"Iya kak silahkan saja datang, aku akan mendengarkan kakak bicara," Tisha dengan senang hati akan mendengarkan curhatan Grace.


"Makasih Tisha, share lock alamat rumah kamu ya," Grace menyeka air matanya, kemudian dia tersenyum.


"Oke kak," jawab Tisha sambil tersenyum.


Mereka mengakhiri panggilan itu dan Tisha mengirimkan alamat rumah nya pada Grace.


"Ada apa ya dengan kak Grace? Apa dia baik-baik saja?" tanya Tisha khawatir pada Grace, yang biasanya selalu terlihat bahagia dengan keluarga nya.


****


Di sebuah restoran mewah, Fayra sedang bersiap pulang lebih awal untuk bertemu dengan Zayn. Fayra membangun sebuah restoran di Jakarta dan dia adalah pemilik restoran itu.


"Bu, ibu Fayra sudah mau pulang ya?" tanya seorang pegawai wanita pada Fayra, bos nya.


"Iya, maaf ya semuanya.. saya pulang duluan karena saya masih ada urusan lain," Fayra tersenyum ramah, dia pamit kepada para bawahannya.


Zayn, dia menelpon ku, pasti itu karena dia sudah tau tentang Tisha dan Raymond. Aku harus menemaninya di saat saat seperti ini. batin Fayra, khawatir pada Zayn yang sedang patah hati.


"Gak apa-apa Bu, ibu selesaikan saja urusan ibu. Kami bisa tutup restoran sendiri kok," ucap Beben, pegawai senior di restoran itu.


"Saya pergi duluan ya, gak ada lain kali kok. Assalamualaikum," ucap Fayra pada semua pegawai nya.


Restoran itu masih buka sampai pukul 10 malam, dan Fayra pulang pukul 7 malam. Ketika Fayra sedang berjalan menuju ke arah pintu, dia melihat sosok pria yang tidak dia harapkan kehadiran nya itu.

__ADS_1


Sam sudah berdiri tegap di depannya, Fayra memalingkan wajahnya saat melihat pria itu. Fayra berjalan melewati nya.


"Fay," tangan Sam memegang tangan Fayra, menghentikan jalan nya.


Dengan cepat Fayra menepis tangan mantan kekasihnya itu, "Hentikan ini Sam!"


"Fay, aku mau bicara," kata Sam mengajak Fayra berbicara.


"Apa yang mau dibicarakan pria beristri dan punya anak dengan seorang wanita single seperti ku?" tanya Fayra menyindir status Sam, sebagai pria beristri dan punya anak.


"Fay, aku sudah memutuskan untuk menceraikan Grace," ucap Sam sambil menatap Fayra dengan tatapan serius.


"Kamu mabuk ya?!" Fayra membentak pria itu dengan kesal.


"Kali ini aku datang dalam keadaan sadar, aku tidak bisa hidup lagi bersama Grace sedangkan hati ku ada bersamamu," Sam memegang lagi tangan wanita itu dengan lembut.


"Sam, jangan bicara omong kosong! Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi," ucap Fayra menegaskan hubungan diantara mereka.


"Fay, kamu masih mencintai ku kan?" tanya Sam dengan percaya diri.


"Hentikan ini Sam, kamu sangat tidak tahu malu!" Fayra marah.


Orang-orang di restoran itu melihat ke arah Sam dan Fayra yang terlihat sedang bertengkar. Fayra mulai tidak nyaman dengan tatapan semua orang padanya, apalagi kalau diantara mereka ada yang tau status Sam sebagai suami orang.


"Kamu akan terus seperti ini?"tanya Fayra pada Sam yang terus memegang tangannya, enggan melepaskan dirinya.


"Kalau kamu mau ikut dan bicara denganku, aku akan melepaskan tanganmu," Sam tersenyum tidak tahu malu.


"Ya, kita bicara di tempat lain. Bagaimana kalau sambil makan malam?" tanya Sam sambil tersenyum ramah pada mantan kekasihnya itu.


"Baik, tapi jangan lama-lama,"


Sudah bicara pada Sam, aku harus segera memutuskan hubungan dengannya selamanya. Ini tidak baik, dia sudah punya istri dan anak.


"Iya Fay," jawab Sam setuju.


Setelah malam ini, kamu tidak akan menolak ku lagi Fay. Sam tersenyum lembut.


****


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Rumah besar keluarga Argantara..


Malam itu, adalah malam menegangkan disana. Pasalnya, malam itu adalah malam dimana pengumuman surat wasiat dari pak Faisal. Disana juga ada pak Prapto dan asistennya yang bertugas mengumumkan, juha mengukuhkan tentang surat wasiat.


Dean, Daniah, Armand, Raymond dan Niko berkumpul di ruang keluarga yang terasa cukup mencekam itu.


"Baiklah, disini saya sebagai perwakilan yang telah diberi amanah oleh Alm. pak Faisal Argantara untuk menyampaikan surat wasiat dari Alm. pak Faisal,"


GLEK


Semua orang menelan ludah, apalagi Armand dan Niko. Mereka sebelumnya tidak menerima keputusan Dean untuk menyerahkan surat wasiat yang asli kepada pak Prapto. Namun, pada akhir Dean menyerahkan nya juga. Daniah juga sebenarnya agak tidak setuju dengan keputusan suaminya. Karena harta yang akan mereka terima dari warisan, sangatlah sedikit baginya.

__ADS_1


Meski sudah tau hasilnya akan seperti apa, mengapa aku tetap resah. Aku masih belum menerima semuanya. Daniah mengepalkan tangan dengan kesal.


Raymond menajamkan pandangannya kepada Paman, bibi, dan kedua sepupunya yang gila harta. Raymond sudah bersiap-siap, jika empat orang itu menentang surat wasiat maka dia sendiri yang akan turun tangan melalui jalur hukum.


Pak Prapto mengumumkan pembagian harta warisan. Seperempat harta kekayaan jatuh ke tangan Dean, istri dan kedua anaknya. Mereka diberikan sebuah perusahaan cabang Argantara yang ada di Bandung, sementara Daniah diberikan sebuah butik untuk usaha nya.


Papa memberikan ku sebuah butik? Apa papa selama ini memikirkan ku?. Daniah tidak percaya kalau ayah mertuanya memberikan sebuah butik yang selalu menjadi keinginan nya.


Hal yang sama dirasakan oleh Dean dan kedua anaknya. Mereka diberikan hal yang mereka inginkan sesuai dengan surat wasiat itu, walaupun harta yang diperoleh Raymond adalah paling besar diantara semuanya. Tetap saja Niko dan Armand merasa hal ini tidak adil.


"Dan ada wasiat khusus untuk bapak Raymond Argantara," ucap Pak Prapto diakhir.


"Apa itu?" Ray menoleh ke arah Pak Prapto.


"Pak Raymond dan tuan muda Rasya resmi mendapatkan semua aset kekayaan Alm.Pak Faisal, kalau pak Raymond menikah kembali dengan Bu Latisha pada tanggal 10 Juli tahun ini," jelas pak Prapto sambil membaca bagian terakhir dari surat wasiat itu.


"Kakek menulis begitu?" tanya Ray tercengang.


Begitu pula dengan Dean, Daniah dan kedua anaknya. 10 Juli, adalah hari ulang tahun pernikahan ayah dan ibu Raymond, yang berarti tinggal 1 bulan lagi menuju bulan Juli. Ray harus kembali menikahi mantan istrinya.


#Flashback


3 bulan yang lalu, sebelum pak Faisal meninggal..


"Pak, apa saya boleh tau kenapa bapak menulis seperti ini di dalam surat wasiat?" tanya Pak Prapto heran dengan catatan di dalam surat wasiat nya yang mengatakan bahwa kepemilikan aset akan sah bila Ray kembali menikah dengan Tisha.


"Anak itu butuh dorongan untuk bergerak, mereka tidak akan menikah dengan cepat jika bukan karena ini. Aku tau mereka akan menikah kembali, dan aku hanya memberikan mereka sedikit dorongan untuk lebih cepat. Namun, aku akan tetap memberikan aset-aset ku kepada cucuku Raymond dan juga cicit ku Rasya," Pria tua itu tersenyum lembut.


#Endflashback


"Baik, saya akan menikahi Tisha pada tanggal yang disebutkan," jawab nya dengan senyum percaya diri.


Kakek, bahkan sampai akhir kakek tetap memikirkan kebahagiaan ku. Kakek, aku sayang kakek. Ray teringat pada kakeknya.


****


Pagi itu di sebuah hotel, Fayra terbangun di sebuah kamar mewah. Begitu dia bangun dari tidurnya, dia terkejut mendapati dirinya tidak memakai sehelai benang pun ditubuhnya, kecuali selimut yang menutupi tubuhnya.


"A-Apa yang terjadi?!" Fayra terpana melihat penampilan dirinya, dan dimana dia berada juga dia tidak tahu menahu.


Fayra lebih terkejut lagi ketika melihat Sam tertidur tepat disebelah nya, di ranjang yang sama dengannya. Dalam kondisi telanjang, Fayra menatap pria itu dengan mulut menganga.


"Sam..."


Sebenarnya apa yang terjadi pada Fayra dan Sam?


Bersambung dulu ya.. akan dibahas di chapter berikutnya..πŸ₯°πŸ₯°


...---***---...


Sambil nunggu up novelku, author ada rekomendasi novel bagus nih buat Readers πŸ₯° ceritanya bikin gereget dan menguras emosiπŸ‘


__ADS_1


__ADS_2