
"Ma! Apa mama sedang bersama jal*ng itu?!" Teriak Zee kesal mengetahui ibunya bersama dengan Tisha.
Tisha menelan saliva nya, tanpa sadar dia sudah terbawa emosi yang tidak seharusnya. Tisha mengendalikan dirinya untuk tidak emosi.
Apa yang ku lakukan? Mengapa aku emosi seperti ini? Aku harus tenang dan membujuknya. Pikirnya dalam hati
"Iya sayang, tolong serahkan diri kamu nak. Berikan anak Raymond dan Latisha, mama sudah berusaha meminta pengampunan dari mereka! Mereka akan memaafkan mu kalau kamu mau menyerahkan anak itu dalam keadaan baik-baik saja dan menyerahkan dirimu, nak" Bu Lisa membujuk anaknya agar menyerahkan dirinya ke kantor polisi dan memberikan Rasya pada kedua orang tuanya.
"Benar! Kamu jangan melakukan hal yang bodoh, serahkan anak kami! Aku janji akan berusaha memaafkan mu dengan mengurangi hukuman mu, tapi tolong kembalikan Rasya anakku. Kamu masih punya pilihan, Bu Zevanya" pinta Tisha dengan lemah lembut tidak emosi seperti tadi.
"Hahaha, kamu pikir aku akan termakan bujuk rayu mu? Semua jalan sudah tertutup untukku, tidak ada pilihan lain lagi. Jika aku bebas dari mu, aku tidak akan bebas dari Raymond. Dia pasti akan membalas ku sepuluh kali lipat yang lebih menyakitkan daripada kematian. Jadi kenapa aku menyerahkan diri dan menyerahkan anakmu? Akan aku kubur dia bersama ku hidup-hidup" Zee tertawa sinis, seperti nya perkataan nya itu bukan main-main
Deg!
Hati Tisha kembali berdebar mendengar perkataan Zee, dia sangat mencemaskan putranya yang sedang di culik oleh Zee. Dia takut kalau ancaman Zee itu benar-benar dilakukan nya.
"Kalau kamu berani menyakiti anakku! Sumpah, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!" Ancam Ray pada mantan kekasihnya itu.
"Haha.. sebelum kamu membunuhku, anak haram ini lah yang akan mati lebih dulu" Zee tertawa lagi, tawa yang sinis. Ray dan Tisha gedeg sekali mendengar ucapan Zee yang menganggap nyawa Rasya adalah hal remeh.
"Zee, mama mohon sayang..hentikan semua ini, jangan berbuat bodoh! Kamu masih bisa menata hidupmu kembali, terimalah kenyataan bahwa Raymond tidak ditakdirkan untukmu dan kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu nak" bujuk Bu Lisa dengan ketulusan pada anaknya itu, dia ingin Zee kembali ke jalan yang benar
"Semuanya sudah terlambat, aku tidak maju ke depan dan aku juga tidak bisa mundur, tidak ada jalan kembali mah. Aku hanya bisa mengakhiri semuanya seperti ini" dengan mata berkaca-kaca Zee mengucapkan kata-kata itu dengan kesedihan dan penuh keputusasaan. Dia tidak mau dipenjara, dia tidak mau berakhir dengan Ray begitu saja. Namun, dia juga tau bahwa cinta Ray hanya untuk Tisha dan di hati Ray tidak ada lagi dirinya.
"Bu Zee, aku mohon..aku akan melakukan apa saja asal kamu mau melepaskan Rasya. Kumohon jangan lukai Rasya.." sekarang giliran Tisha yang meminta pada Zee untuk melepaskan Rasya, dia meminta tulus sebagai seorang ibu yang sangat mencintai anaknya.
Zee terdiam sejenak, kemudian tawanya memecah keheningan dan membuat ketiga orang itu terkejut, "Haha.. kamu serius mau melakukan apa saja?" Tanya Zee ragu
"Ya, aku janji. Apapun yang kamu mau akan aku berikan, tapi pertama-tama aku harus memastikan Rasya ku baik-baik saja" pinta Tisha ingin melihat keadaan Rasya baik-baik saja atau tidak.
"Tisha! Jangan lakukan!" Bisik Ray pada Tisha. Wanita itu memberi isyarat pada Ray untuk diam lebih dulu.
"Baik, kamu dengarkan saja. Hey anak haram, ibu mu mau bicara! Cepat ngomong!" Seru Zee pada Rasya yang diikat oleh tali di sebuah kursi kayu. Zee melepas solatip hitam yang sebelumnya terpasang di mulut Rasya. Zee menyodorkan pisau ke leher Rasya, untuk mengancam nya. Rasya terlihat ketakutan.
__ADS_1
SREK
"Mama.." panggil Rasya pada mama nya melalui sambungan telpon.
Tisha bahagia mendengar suara anaknya, "Rasya sayang, kamu gak apa-apa sayang? Kamu tidak terluka?" Tanya Tisha cemas, matanya berkaca-kaca.
"Mama, aku gak apa-apa. Nenek sihir ini tidak melukai ku, tapi ma...apa disana ada papa?" Tanya Rasya menanyakan papa nya
"Papa disini sayang, ada apa sayang? Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Ray
"Papa.. jagain mama ya pa, mama kadang suka bawel, tapi mama sayang banget sama Rasya, Rasya juga sayang mama.." pesan Rasya untuk papa nya agar menjaga Tisha, mama nya.
Ray dan Tisha tersentak mendengar ucapan anaknya, kenapa terdengar seperti kata-kata perpisahan?
"Rasya kenapa kamu ngomong gitu sayang?" Tanya Tisha yang langsung menangis mendengar ucapan malaikat kecilnya.
Tisha tidak percaya kalau anaknya yang selalu jaim ketika ditanya sayang padanya nya atau tidak, kini mengatakan sayang padanya.
"Sayang, tenang saja. Kamu akan baik-baik saja, papa sama mama akan jemput kamu" kata Ray pada putranya
"Iya pah, ce-cepat ya" jawab Rasya dengan suara yang gemetar, dia seperti mau menangis. Ditangan kecil nya ada luka sabetan, seperti disabet pisau. Luka itu berdarah.
Zee mengambil ponselnya dari Rasya, dia menempelkan kembali solatip hitam itu pada mulut Rasya.
"Hmphh!!"
"Sudah cukup bicaranya, sekarang waktunya perjanjian"
"Apa yang kamu inginkan Bu Zevanya?" Tanya Tisha to the poin dengan suara tegas nya
"Tinggalkan Raymond, lalu gantikan anakmu disini!" Zee tersenyum menyeringai
Deg
__ADS_1
"Kamu! Itu tidak akan terjadi!" Seru Ray marah
"Aku akan melakukan nya, aku akan meninggalkan kak Ray dan aku akan kesana menggantikan Rasya" Tisha setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ray.
"Zee sayang, kamu jangan kelewat batas! Hentikan semua ini nak" pinta Bu Lisa pada anaknya untuk menghentikan kejahatan nya.
"Tidak!Tisha, kamu tidak boleh melakukan itu!" Seru Ray tidak setuju dengan keputusan Tisha.
Mendengar Ray marah, Zee sangat senang. Keinginan Zee untuk membuat Tisha meninggalkan Ray mungkin akan terlaksana di saat-saat terakhir nya berada di jeruji besi nanti.
"Bagaimana Latisha? Kamu setuju?" Tanya Zee sinis
"Iya aku setuju, aku janji akan meninggalkan kak Ray untukmu. Tolong sebutkan dimana kita harus bertemu!" Seru Tisha berat hatinya
Ray terluka, dia tidak terima dengan keputusan Tisha untuk meninggalkan dirinya. Setelah semua yang dia lakukan, Tisha harus meninggalkan nya kembali? Ray tidak rela, wajahnya kecewa. Namun di dalam hatinya, Ray tau alasan Tisha melakukan ini demi anak mereka.
Zee menutup telponnya lalu dia mengirimkan pesan pada Tisha yang berisi sebuah alamat. Dengan wajah sedih dan tegang, Tisha buru-buru segera pergi ke tempat yang disebutkan oleh Zee.
"Aku akan menyelesaikan semuanya! Tolong tarik ucapan mu Tisha, jangan pernah meninggalkan aku" ucap Ray sambil memegang tangan Tisha
Wanita itu menepisnya, "Aku tidak punya waktu untuk melakukan ini kak"
"Latisha Anindita! Bukan aku egois, aku tidak hanya ingin memiliki mu, aku mencintaimu. Aku sayang kamu dan Rasya, jadi jangan pernah meninggalkan aku lagi"
"Aku sudah terlanjur berjanji kak, aku tidak bisa mengingkari janji ku"
"Kenapa kamu selalu menyelesaikan semuanya sendiri? Ada aku yang bisa kamu andalkan, jadi kumohon.. jangan.."
"Kita lihat saja nanti, apa kita masih berjodoh atau tidak kak" ucap Tisha sambil menatap Ray dengan sedih.
Mereka berdua pun pergi mengendarai mobil ke tempat yang di sebutkan oleh Zevanya. Namun disana tidak ada siapapun, Rasya ataupun Zevanya.
...***...
__ADS_1