Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 67. Penjelasan Zayn


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Zayn tercekat mendengar pertanyaan Ray yang seperti tuduhan itu. Memang apa yang dikatakan Ray benar, ia memang sengaja menyembunyikan keberadaan Rasya dan Tisha tapi Zayn punya alasan kenapa ia melakukan nya.


Alasan yang bahkan Tisha tidak tahu apa itu. Ray masih menatap tajam, menantikan jawaban apa yang akan diberikan Zayn. Apakah itu jawaban, atau pengakuan. Ray ingin semua keadaan saat ini terjawab, supaya ia bisa mencari jalan keluar nya. Terutama soal Tisha yang tidak mengenalinya.


"Jawab! kenapa lama sekali kamu menjawabnya? apa kamu sedang memikirkan alasan?" tanya Ray menaikkan alis sambil tersenyum sinis pada pria yang ada di hadapan nya itu.


"Benar, aku yang menyembunyikan keberadaan Tisha dan anak kamu. Aku juga yang memalsukan kematian Tisha" jawab nya


DEG!


Mata Ray berubah menjadi lebih tajam, mendengar pengakuan Zayn.


GREP


Ray menggapai erat baju Zayn, lagi-lagi ia emosi. "Pantas saja selama ini kamu tenang-tenang saja, ternyata Tisha dan anakku bersama dengan kamu! Brengsek!!! aku ingin sekali membunuhmu saat ini juga!" ucapnya penuh amarah pada Zayn.


Ray merasa seperti orang bodoh, selama ini ia mengira kalau Tisha dan anaknya tidak ada lagi di dunia. Bertahun-tahun ia menggila karena ketidakhadiran Tisha dan Rasya. Namun, ternyata orang yang menyembunyikan Tisha dan anaknya selalu muncul di depannya. Ray merasa seperti ditusuk beberapa kali, rasa sakit itu bahkan menghujam jantungnya.


"Silahkan saja kamu bunuh aku, kamu hanya akan dibenci oleh Tisha dan Rasya.. aku lah yang sudah menyelamatkan Tisha dan Rasya dari kematian," ucap Zayn dengan berani menepis tangan Ray yang menjerat bajunya.


Ray terpana mendengar ucapan Zayn, lagi-lagi ia merasa jadi orang bodoh. Kepercayaan dirinya untuk mendapatkan Tisha sedikit berkurang, berapa lama Zayn dekat dengan Tisha dan Rasya selama ia tidak ada? berapa banyak waktu yang sudah ia lewatkan?


Sial! aku tidak akan menyerah, Tisha dan Rasya adalah milikku. Mereka pasti akan memilihku, bahkan Zayn pun tidak akan bisa merebut posisiku. Tidak akan pernah. batin Ray yang merasa cemas dan takut, bahwa keberadaan nya tidak berarti untuk Rasya dan Tisha.


"Katakan, apa alasanmu berbuat semua ini?!" Ray menyentak Zayn


"Alasan? yang pertama adalah cinta, yang kedua adalah demi keselamatan nya, dan yang ketiga adalah wasiat Almh. Bu Fani dan kak Arya padaku" jawab Zayn dengan mudahnya.


"Hah? demi keselamatan nya? kamu menyembunyikan mereka dariku demi keselamatan? dan wasiat? apa maksudmu?" tanya Ray kurang paham alasan kedua dan ketiga yang dikatakan oleh Zayn. Ray meminta penjelasan.


"Tahukah kamu bahwa seseorang mengancam keselamatan Tisha? kecelakaan itu, bukanlah murni kecelakaan. Aku berusaha menggali beberapa kali pun, tetap saja kecelakaan itu terasa janggal. Kecelakaan itu disengaja oleh seseorang dan aku yakin seseorang itu ada disekitar mu. Jadi, karena itulah aku menyembunyikan Tisha yang saat itu sedang mengandung Rasya demi keselamatan mereka" Zayn menjelaskan semuanya dengan jujur tanpa dilebih-lebihkan.


Ya, setelah kecelakaan mobil itu Zayn mencari tau juga tentang pelaku penabrakan. Dan sampai sekarang belum ditemukan siapa pelakunya. Zayn berasumsi bahwa kecelakaan yang menewaskan Bu Fani dan Arya, dan hampir menewaskan Tisha, Rasya dan Zayn adalah sebuah kesengajaan dari seseorang.


"Lalu itu menjadi alasanmu menyembunyikan keberadaan istri dan anakku dariku??!" Ray tetap tidak menerima penjelasan dari Zayn begitu saja, hatinya sudah tertutup dengan kemarahannya pada Zayn.


"Jangan sebut dia istrimu! seperti nya kamu sudah lupa kalau kamu dan dia sudah bercerai!" Zayn menunjukkan jari telunjuk nya ke arah Ray dengan emosi.


Ray menepis jari Zayn yang menunjuk wajahnya itu. "Jangan menunjukku seperti itu!"


"Alasan yang ketiga adalah wasiat Almh Bu Fani dan kak Arya" Zayn melanjutkan kata-kata nya.


"Katakan dan jelaskan!" seru Ray kesal hatinya.


#FLASHBACK


Hari dimana kecelakaan Tisha 6 tahun yang lalu...


Mobil yang mereka tumpangi jatuh ke dekat jembatan. Zayn dan Tisha berhasil keluar lebih dulu. Tisha tak sadarkan diri karena kepalanya terbentur sesuatu yang keras di dalam mobil.

__ADS_1


"Zayn, tolong lindungi Tisha!" seru Arya yang terjebak dalam mobil, pada Zayn yang sedang memeluk Tisha.


"Jika kami tiada hari ini disini, kamu harus menjaga anakku dan cucuku! jangan biarkan dia kembali bersama pria itu!" Bu Fani menangis melihat Tisha yang sudah berhasil selamat. Kaki Bu Fani terhimpit oleh mobil penyok, sedangkan mobil itu sudah terbakar setengahnya.


"Tolong jangan berkata seperti itu Tante, saya akan mengeluarkan Tante dan kak Arya dari sini"


Zayn membaringkan Tisha yang sadarkan diri rerumputan, ia berusaha untuk membuka pintu mobil bahkan memecahkan kaca untuk menolong Bu Fani dan Tisha yang terjebak.


Bau bensin tercium sangat menyengat, mungkin hanya beberapa detik lagi api akan menyambar. Zayn mulai deg degan, ia tak bisa membuka pintu itu. Bu Fani yang terjebak juga sulit untuk keluar.


"Hanya kamu yang kami percayai Zayn!" teriak Arya pada Zayn matanya berkaca-kaca, ia sudah terlihat pasrah terjebak di dalam mobil itu.


Mungkin ini penebusan dosa ku karena aku sudah dzalim pada adikku sebelumnya. Ya Allah, jika ini akhir hidupku..biarkan lah api yang akan melahap ku ini menjadi penghapus semua dosaku. Arya meneteskan air matanya mengingat semua dosa nya di masa lalu


"Zayn.. tolong jaga anak Tante.." Bu Fani tersenyum pasrah, ia melihat Zayn yang masih berada di dekat mobil untuk menolong nya dan Arya.


Api berkobar semakin besar, Zayn segera berlari dan menggendong Tisha. Lalu menceburkan diri mereka ke sungai untuk menghindari api dan ledakan mobil itu. Zayn dan Tisha kembali ke permukaan.


DUAKKK!!


Zayn menatap sedih pada mobil yang sudah hangus bersama Arya dan Bu Fani di dalamnya. Api berkobar kobar membakar mobil beserta orang yang ada di dalamnya.


Siapa sangka itu adalah senyuman terakhir Bu Fani padanya. Tisha tidak melihat kematian ibu dan kakaknya. Zayn menangis melihat dua tubuh yang hangus itu, meski Bu Fani dan Arya bukanlah keluarganya.


"Tisha, maafkan aku. Tapi, ini pesan terakhir dari ibumu" Zayn meminta maaf pada wanita yang masih tidak sadarkan diri itu. Zayn mengambil gelang yang dipakai Tisha, lalu ia memakaikan gelang itu pada tangan mayat perempuan yang wajahnya sudah tidak bisa dikenali.


"Bu Fani, kak Arya, saya berjanji pada kalian.. bahwa saya akan menjaga Tisha dengan baik" ucap Zayn pada jasad Bu Fani dan Arya yang hangus di dalam mobil.


#ENDFLASHBACK


"Apa semua yang kamu katakan ini benar? apa kamu tidak berbohong?!" Ray tidak percaya apa yang dijelaskan dan diceritakan oleh Zayn. Ray juga sedih mengapa Bu Fani dan Arya harus mengatakan hal seperti itu di saat terakhir mereka.


"Aku akan berdosa besar bila aku mengatakan kebohongan tentang orang yang sudah tiada. Aku hanya menjalankan pesan terakhir mereka, meskipun pesan itu tidak tertulis di kertas. Tapi pesan itu membekas sampai saat ini di dalam hatiku" jelas nya pada Ray


Maafkan aku bu Fani, kak Arya.. aku akan memanfaatkan pesan terakhir kalian untuk membuat Rasya dan Tisha berpisah selamanya dari Raymond.


Bahkan sampai akhir pun mereka masih membenciku! tapi maaf, aku tidak akan peduli pada wasiat itu. Aku akan mendapatkan istri dan anakku kembali. Aku yakin mereka yang ada di dalam sana dan Allah yang mendengarkan niat baikku ini akan menerima nya. Aku akan memperjuangkan Tisha dan Rasya. batin Ray tetap teguh dengan semua keadaan yang memang rumit untuknya.


"Lalu kenapa Tisha tidak mengingat ku?" Ray beralih ke pertanyaan selanjutnya yang belum terjawab


"Saat kecelakaan itu terjadi dia sempat koma dan saat dia sadar dia sudah tidak ingat. Dokter bilang Tisha mengalami amnesia" jawab Zayn jujur


"Pantas saja dia seperti itu.. haah.." Ray menghela napas, jawaban Zayn sudah menjawab semua pertanyaan nya. Namun itu tidak memusnahkan semua amarah Ray pada Zayn, Ray bahkan bersumpah akan menghancurkan Zayn.


"Apa semua pertanyaan mu sudah terjawab?" tanya Zayn yang ingin segera menemui Tisha dan Rasya


"Sudah, tapi aku ada permintaan" jawab Ray sambil menajamkan pandangannya ke arah Zayn.


"Apa?"


"Pertama-tama aku berterimakasih karena kamu sudah menjaga istri dan anakku" Ray tersenyum percaya diri

__ADS_1


Istri? kenapa dia selalu memanggil Tisha, istrinya!. Zayn mengepalkan tangannya dengan kesal


"Kenapa kamu harus berterimakasih padaku? aku bukan melakukan nya untukmu!" Zayn tidak menerima kata-kata terimakasih itu


"Terima saja, karena aku tidak suka berhutang. Dan Zayn, mulai sekarang kamu dibebastugaskan" Ray menepuk bahu Zayn dengan santai


Ingin bersaing denganku? kamu tidak akan bisa, karena Tisha dan Rasya adalah milikku sejak awal.


"Apa??!" Zayn tersentak mendengar nya


"Kamu tidak perlu menjaga Rasya dan Tisha lagi, biar aku yang menjaga mereka. Terimakasih banyak Zayn, aku akan membayar semua nya" Ray tersenyum menyeringai, ia penuh percaya diri.


"Raymond..apa yang kamu katakan? hah!" ucap Zayn setengah berteriak, kini giliran Zayn yang emosi dengan kata-kata Ray


Kenapa dia masih bisa percaya diri seperti ini?


"Aku bilang jauhi istri dan anakku! peranmu, sudah berakhir Zayn!" seru Ray menegaskan pada Zayn bahwa Tisha dan Rasya adalah miliknya.


Ray meninggalkan Zayn yang kesal begitu saja.


πŸ€πŸ€πŸ€


Selagi menunggu Tisha yang masih di ruang perawatan bersama dokter. Fayra dan Rasya sedang makan siang bersama di kantin rumah sakit. Rasya terlihat melamun memikirkan sesuatu.


"Rasya sayang, kenapa kamu melamun? masih muda sudah melamun seperti orang tua saja" Fayra tersenyum melihat Rasya yang makan sambil melamun


"Tante, kenapa tadi om eskrim meluk mama? terus om eskrim bilang kalau dia bersyukur mama dan anak kita masih hidup? apa maksudnya bicara seperti itu? dan juga kenapa om eskrim marah sama om Zayn sampai memukulnya?" Rasya mengatakan semua pertanyaan yang ada di dalam hatinya. Rasya terlihat bingung dengan apa yang terjadi antara Zayn, Tisha dan Ray.


Fayra terhenyak mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Rasya. Fayra juga bingung bagaimana menjelaskan nya pada Rasya yang baru berusia 5 tahun itu. Darimana ia harus memulainya dan bagaimana ia menceritakan nya.


"Ayo Tante jawab! Tante pasti tau kan?" keingintahuan Rasya sangat besar ia tak akan berhenti bertanya sebelum pertanyaan nya terjawab.


"Itu.. itu.."


Aduh, gimana ini. Rasya akan terus bertanya kalau aku tidak menjawabnya. batin Fayra bingung


Ditengah kebingungan nya menjawab pertanyaan Rasya, Farhan datang menghampiri mereka berdua.


"Kalian ada disini, ayo kita ke ruangan mama kamu" ucap Farhan sambil memegang pundak Rasya sambil tersenyum.


Untunglah aku tepat waktu, kalau tidak.. Fayra mungkin akan mengatakan semuanya. Lebih baik Rasya mendengar cerita nya dari Tisha atau orang yang bersangkutan. batin Farhan.


Alhamdulillah, aku selamat. Kak Farhan memang malaikat penyelamat. Fayra terlihat lega melihat Farhan datang kesana dan ia tidak perlu aku menjawab pertanyaan Rasya.


"Mama kenapa om?" tanya Rasya langsung beranjak dari kursinya, wajahnya cemas.


"Dokter sudah menjahit luka mama kamu, dan mama kamu mencari kamu" jawab Farhan


"Alhamdulillah, ayo kita kesana. Tante, ayo!" ajak Rasya pada Fayra seraya menarik tangannya.


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2