Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 127. Tak ada logika


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


"Apa mungkin papa mau membuat surat wasiat?" gumam Dean bertanya-tanya, untuk apa pak Faisal bertemu dengan pak Prapto kalau bukan untuk mengurus surat wasiat atau surat yang berhubungan dengan kepemilikan aset aset pentingnya.


"Seperti nya kamu benar sayang, apa papa kamu sedang sakit parah?Makanya dia buru-buru membuat surat wasiat" pikir Daniah


"Kamu kan yang selalu ada di rumah, kamu harusnya paling tau keadaan papa! Lalu apakah kamu mendengar percakapan mereka?" tanya Dean sangat penasaran apakah Daniah mendengar percakapan Pak Faisal dan pengacara keluarga nya.


"Papa melarangku masuk ke dalam ruang kerjanya saat berbicara dengan pak Prapto. Jadi aku tidak bisa mendengar nya" jawab Daniah sebal


"Hahhh.. baiklah, kamu harus cari tau apa yang ada di dalam ruangan itu. Pasti papa menyimpan surat surat penting nya di dalam sana" Dean menyuruh istrinya mencari tau apa yang ada di ruang kerja pak Faisal.


"Bagaimana aku bisa masuk ke dalam sana? Sedangkan papa selalu membawa kunci ruangan nya kemana-mana" gerutu Daniah bingung.


"Ya, kamu cari ide dong! Bagaimana caranya kamu bisa merebut kunci itu dari papa?" Dean sedikit membentak istrinya itu. Dia takut jika suatu hari nanti pak Faisal meninggal nanti, dia akan mewariskan seluruh hartanya pada Ray dan anaknya Rasya. Karena dia tau kalau dia hanyalah anak angkat papa nya.


"Baiklah, aku akan coba deh" jawab Daniah walau tidak yakin apakah dia bisa mengambil kunci ruang kerja pak Faisal atau tidak dari tangannya


Β 


Malam itu setelah kepergian Ray, hati Tisha berbunga-bunga. Perasaan nya tidak bisa dibohongi lagi, dia sangat mencintai pria itu tidak peduli apapun yang pernah terjadi diantara mereka.


"Aku masih mencintai kamu kak, selalu.." Tisha tersenyum sendiri sambil memegang tangannya yang belum lama digenggam oleh Ray. Pelukan hangat dan manja dari pria itu, masih melekat di tubuhnya.


Setelah kamu pulang dari Belanda, aku akan mengatakan perasaan ku pada kamu kak. Aku sadar bahwa aku tidak bisa terus-terusan mengulur waktu. Rasya juga butuh papa nya.


Tisha pergi ke dalam kamarnya dengan hati gembira, kemudian dia membuka ponselnya yang terlihat menyala itu. "Zayn?"

__ADS_1


Sebuah berita mengejutkan tentang Zayn tersebar di media sosial. Tisha khawatir pada Zayn yang ketahuan oleh fans nya sedang berada di jalanan. Ternyata walau sudah berhenti menjadi artis, kehidupan Zayn tidak bisa normal seperti orang biasa pada umumnya.


"Zayn! Bagaimana keadaan nya? Dia di kepung orang sebanyak ini, dia pasti syok. Ah.. tapi bukankah dia adalah artis? Dia pasti sudah terbiasa menghadapi situasi macam ini. Namun, tetap saja.. aku cemas padanya" gumam Tisha mencemaskan sahabat nya itu. Baru saja Tisha memikirkan Zayn, sebuah panggilan masuk ke dalam ponselnya.


Drett..


Dreet..


🎢🎢


Tisha langsung mengangkat telpon dari pria yang selalu dia anggap sebagai sahabatnya dan keluarga nya sendiri.


"Halo.. Assalamualaikum" ucap Zayn dengan suara yang sedih


"Waalaikumsalam salam Zayn" jawab Tisha


"Tidak apa-apa, aku sudah lihat beritanya. Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Tisha cemas


"Menurutmu apa aku akan baik-baik saja?" Zayn malah bertanya balik pada Tisha, kini pria itu terkurung di apartemen nya sendiri.


"Zayn, kenapa tidak kamu hentikan saja semua ini? Kenapa kamu tidak kembali pada kehidupan lamamu? Bisnis bukanlah dunia mu, bukanlah genre mu.. Zayn kamu adalah bintang bersinar untuk banyak orang, bukan seorang yang duduk di meja dengan bolpoin nya" kata Tisha meminta agar Zayn kembali pada kehidupan lamanya sebagai artis.


"Tisha kamu sangat menyebalkan, aku melakukan ini untuk kamu. Kumohon jangan tutup matamu dan lihat aku. Lihat apa yang aku lakukan untukmu?" Zayn berharap Tisha bisa melihat perasaan nya lebih dari sekedar teman biasa.


"Zayn.. aku sangat berterimakasih atas semua yang kamu lakukan kepada ku, tapi aku sudah menegaskan sama kamu sebelumnya. Kalau aku tidak akan bisa mencintaimu"


Deg!

__ADS_1


Jantung Zayn berdebar kencang mendengar ucapan Tisha padanya.


Lagi-lagi pria itu harus menelan pahitnya penolakan menyakitkan dari wanita yang ia cintai selama bertahun-tahun. Cinta yang hanya dia rasakan sendiri, tidak berbalas.


"Jangan katakan itu Tisha, kamu tidak akan tau masa depan! Ray tidak akan bisa membahagiakan kamu. Apa kamu lupa pesan terakhir ibu dan kakak kamu? Mereka tidak ingin kamu kembali bersamanya dan memintaku menjaga mu"


"Hentikan semua ini Zayn! Jangan bawa-bawa nama ibu dan kakak ku lagi. Masa depan sudah berubah, aku yakin mereka akan mengerti perasaan ku dan mereka juga melihat kalau kak Ray sudah berubah" Tisha memantapkan hatinya untuk Ray, pria yang dia cintai. Dia juga tidak ingin memberikan harapan pada Zayn.


"Tisha, tampaknya kamu sudah buta oleh cinta.. ini tidak masuk akal karena kamu masih mau kembali padanya setelah apa yang pernah dia lakukan sama kamu!!" kata Zayn dengan suara yang mulai meninggi. Dia terlihat kecewa saat mengucapkan nya, mendengar Tisha punya niat untuk kembali dengan mantan suaminya.


"Bukannya kamu juga sama? Kamu buta oleh perasaan kamu, sebenarnya kamu tidak mencintai ku.. kamu salah mengartikan nya Zayn. Cinta mu ini tidak masuk dalam logika, mana mungkin seorang Zayn Alterra mencintai seorang janda dengan satu anak. Tidak masuk akal kan?" Tisha menekan suaranya, menegaskan pada Zayn perasaan pria itu padanya adalah kesalahan.


"Cinta itu terkadang buta dan tidak sesuai logika, Tisha! Itulah yang aku rasakan padamu" Zayn berusaha meyakinkan Tisha bahwa dia mencintai gadis itu, dan dia tidak buta.


"Benar, seperti apa kata kamu..bahwa cinta itu kadang tidak masuk akal dan tidak sesuai logika Zayn! Sama seperti perasaan ku pada kak Ray, aku sempat membenci nya, aku sempat tidak ingin kembali padanya karena dia sudah banyak menyakitiku, tapi aku mencintai nya Zayn.." Tisha mengakui perasaannya pada Zayn, dia mencintai mantan suaminya lebih dari apapun. Tidak peduli dia dipanggil bodoh, hati tidak bisa dibohongi.


Perih hati Zayn menerima penolakan jelas dari Tisha. Mata Zayn mulai berkaca-kaca, air dimatanya akan segera tumpah, pria itu menggigit bagian bawah bibirnya dengan gemas. Zayn seperti termakan kata-kata nya sendiri yang mengatakan cinta terkadang tidak masuk akal dan tidak sesuai logika.


".... " Zayn hening, tidak bicara sepatah katapun setelah mendengar ucapan Tisha, ungkapan hatinya tentang Ray.


"Zayn, aku tidak pernah meminta kamu untuk berhenti dari dunia hiburan. Jika kamu ingin kita masih bersahabat, kembalilah ke dunia hiburan! Tempat dimana kamu berada seharusnya, jangan seperti ini dan mengejar hal yang sia-sia" Hati Tisha juga terasa sakit karena dia harus menolak sahabatnya, namun jika dia terus memberi harapan pada Zayn. Pria itu akan semakin terluka.


"Apa kamu menyuruh aku menyerah?" tanya Zayn sedih


"Iya Zayn, aku ingin menyudahi semua drama mu ini" jawab Tisha tegas


Maafkan aku Zayn.

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2