
...πππ...
"Wah wah, si Tisha hebat juga ya. Sebelum bercerai dari kamu saja dia sudah menemukan cowok baru" Zee tersenyum tipis, sudah ditebak apa maksudnya bicara seperti itu pada Ray.
Ray tidak bergeming mendengar ocehan Zee yang tepat dibelakang telinganya itu. Hanya saja matanya menatap tajam ke arah Zayn dan Tisha yang baru saja naik ke dalam mobil.
Dilihat dari tinggi tubuh dan gayanya, Ray yakin kalau pria yang bersama Tisha itu adalah Zayn. Ray kesal seperti hati nya yang tertampar, ia ingin sekali menyusul Tisha dan Zayn lalu menjauhkan mereka berdua. Namun, Ray sadar bahwa perilaku nya itu hanya akan akan membawa kesan buruk Tisha dan keluarganya padanya.
Kalau diibaratkan dengan nilai, mungkin saja Ray sudah minus dimata ibu dan kakak nya Tisha. Mengingat kelakuan nya yang dicap sebagai bajingan yang sudah tidur dengan mantan pacarnya saat berstatus sebagai suami orang.
Aku akan meminta Gerry untuk mengurus si Zayn itu kalau dia macam-macam pada Latisha. Tenanglah Ray, kalau kamu marah dan menunjukkan perilaku buruk mu di depan mereka. Kamu tidak akan punya kesempatan mengubah nilai minus mu menjadi plus. Lagipula mereka tidak berduaan saja, ada Bu Fani dan Arya disana. Aku harus bermain lewat belakang dan terlihat santai di depan mereka.
Zee kesal karena Ray mengabaikan perkataan nya itu dan pergi begitu saja. Bu Daniah yang ada disana juga berusaha menyemangati Zee supaya bisa bersabar terhadap sikap Ray. Bu Daniah percaya kalau Zee bisa mendapatkan hati Ray kembali.
"Zee, jangan lah berkecil hati. Ray pasti akan kembali padamu, setelah perceraian resmi antara dia dan gadis itu. Kamu akan memiliki hatinya kembali, tante yakin!" Bu Daniah tersenyum seraya menepuk bahu Zee untuk menenangkan Zefanya
"Iya Tante makasih" jawab Zee dengan senyuman penuh keraguan dibibir nya
Apa setelah menikah dengannya nanti, apakah Ray akan kembali mencintaiku seperti dulu? pasti kan? aku adalah cinta pertamanya, cinta pertama pasti akan selalu menang kan?. Zee berusaha menenangkan hatinya sendiri Dengan kepercayaan dirinya bahwa Ray akan mencintai nya kembali setelah mereka menikah.
Pak Faisal naik mobil bersama Ray dan Bu Daniah. Sementara Zee pergi sendiri kembali ke kantornya dengan kesal karena Ray menolak mengantarnya.
"Kenapa kamu sangat dingin pada calon istrimu, Ray?" tanya Pak Faisal
"Lalu aku harus bagaimana kek? aku saja tidak mau menikah dengannya dan tidak ada perasaan padanya" jawab Ray cuek dengan wajah dingin nya
"Kalau kamu tidak ada perasaan nya, lalu kenapa kamu tidur dengannya? kakek pikir kamu menyukai gadis itu, dia kan pernah menjadi pacarmu selama tiga tahun" Pak Faisal terdengar lugas saat berbicara dengan Ray. Seperti sedang menghakimi Ray. Disisi lain bu Daniah hanya duduk santai mendengarkan percakapan antara kakek dan cucu itu.
"Aku juga tidak tahu, saat itu aku tidak sadarkan diri" jawab Ray jujur, ia memang tidak mengingat sama sekali apa yang terjadi padanya dan Zee malam itu. Dan video antara dirinya dengan Zee yang sedang bercumbu.
"Harusnya kamu menjaga dirimu. Kalau sudah tiada baru terasa kan?" Pak Faisal tersenyum dingin memandangi cucunya yang terlihat galau itu.
"Bukannya menghiburku, kakek malah mengejekku seperti ini" gerutu Ray pada kakeknya yang sama sekali tidak terlihat bersimpatik padanya
"Kalau jodoh kalian pasti akan bertemu lagi, mau bagaimana pun caranya. Tapi Ray, apa yang kamu katakan pada Tisha? syarat apa yang kamu ajukan padanya?" tanya Pak Faisal pada Ray
Seperti apa kata kakek, kalau kami memang berjodoh kami akan kembali bersama. Tapi, aku sendiri yang akan membuat jalan agar kami bisa berjodoh kembali. Ray sangat percaya diri bahwa dia bisa kembali dengan Tisha meski sudah bercerai nanti.
"Aku memintanya untuk menandatangani suray pengalihan setengah saham milikku, beberapa aset milikku, dan sebuah rumah untuk tempat nya tinggal nanti" jelas Ray pada kakeknya itu
Daniah tampak kaget mendengarnya, namun ia tak berani bicara apa-apa. Karena ada pak Faisal disana.
Aku harus beritahu Zefanya tentang ini. Ray sudah gila ya? dia memberikan begitu banyak pada gadis itu?
"Lalu apa dia setuju?" tanya Pak Faisal meragukan Ray bahwa ia bisa membujuk Tisha untuk setuju menerima harta Ray.
"Dia setuju" jawab Ray dengan seringai di wajahnya.
"Benarkah dia setuju Ray? sudah aku duga kalau istri kamu itu memang matre" ucap Daniah menjelekkan Tisha di depan pak Faisal.
"Daniah! jaga mulutmu, aku yakin Tisha tidak seperti itu. Dan aku juga yakin pasti awalnya Tisha menolak Ray, tapi Ray mengancam nya" Pak Faisal yakin dengan sikap Tisha yang selalu menolak pemberian orang lain, Tisha pasti tidak mau menerima apapun dari Ray. Pak Faisal sangat mengenal Tisha melalui alm. kakeknya.
Papa selalu saja membela anak kampungan itu. gerutu Daniah dalam hatinya
Ray hanya tersenyum mendengar kata-kata kakeknya yang bisa menebak dengan benar tentang Ray yang mengancamnya.
"Seperti nya tebakan kakek, benar kan? Tapi Ray, kamu harus fokus pada istrimu sekarang. Tidak ada kedua kalinya kamu bercerai, jika rumah tangga mu masih berantakan. Aku akan benar-benar menurunkan mu dari posisi Presdir" Pak Faisal mengancam cucunya itu dengan jabatan nya di kantor
Jika aku menghancurkan lagi pernikahannya dengan Zee, maka Ray akan benar-benar di turunkan dari jabatan Presdir. Lalu suamiku atau salah satu anakku akan menduduki posisi itu. Bukankah ini bagus?. Daniah senyum senyum mendengar ancaman pak Faisal pada Ray.
"Entahlah kek, seperti nya aku memang berniat bercerai dua kali. Lalu, apakah memang ada orang yang bisa menggantikan posisi ku di perusahaan dan menjalankan perusahaan sebaik diriku? seperti nya itu tidak akan mudah kek"
__ADS_1
Seperti biasanya Ray selalu bicara dengan percaya diri, dari kecil Ray memang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Namun hal itu membuatnya menjadi orang yang egois, segala hal yang dia inginkan harus selalu ia dapatkan. Tisha juga termasuk di dalamnya.
"Kamu memang benar-benar cucuku" Terlihat senyuman di wajah keriputnya itu, Pak Faisal mengakui bahwa Ray benar-benar cucunya. Sikap pak Faisal waktu muda sama dengan Ray.
πππ
Di dalam perjalanan yang entah mau kemana, Zayn, Tisha, Bu Fani dan Arya berada dalam mobil yang sedang melaju itu. Zayn lah yang menyetir mobilnya dan Tisha juga duduk di bangku depan. Sementara Bu Fani dan Arya duduk di kursi belakang.
Kedua orang itu masih saja menatap penuh pesona pada Zayn yang sedang menyetir. Mata mereka menyala nyala seperti wartawan atau mungkin fans fanatik dari seorang Zayn Alterra. Memang Zayn sangatlah bersinar untuk orang yang baru pertama kali melihatnya. Ketampanan nya yang tiada tara, famous nya yang luar biasa di seluruh penjuru negeri bahkan seluruh dunia mungkin sudah mengenal Zayn.
"Wah, aku tidak percaya Bu. Sekarang di depanku benar-benar seorang superstar, dia bahkan sedang menyetir!" bibir Arya terus membulat melihat sosok Zayn sang artis ada di depan matanya.
"Ibu juga gak percaya! bagaimana bisa putri ibu punya teman artis? Tisha, kamu kenal darimana artis ini? pak Zayn, kenapa kamu bisa kenal sama Tisha?" tanya Bu Fani sangat bersemangat, matanya menatap ke arah Tisha dan Zayn yang duduk dikursi depan
Aduh, ibu kan sangat ngefans sama Zayn. Kakak juga dulu cita-cita nya ingin menjadi seperti Zayn. Mereka sangat bersemangat sekali saat melihat Zayn. Tisha hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya melihat ke arah Bu Fani dan Arya yang tak henti hentinya melontarkan banyak pertanyaan pada Zayn.
"Saya dan Tisha teman sekelas waktu SMA" jawab Zayn sopan
Kok aku gak tau ya Tisha punya teman SMA seganteng ini?. Batin Bu Fani keheranan
"Teman SMA? apa itu berarti kamu pernah SMA di Bandung juga?" tanya Arya penasaran.
"Benar kak, dan Tante tolong jangan panggil saya pak.Panggil saja saya Zayn" kata Zayn sopan dengan senyuman ramahnya.
"Baik nak Zayn, kamu tampan banget ya aslinya. Di tv juga kamu sangat tampan, oh ya nanti Tante boleh kan minta foto sama kamu? tanda tangan kamu juga boleh kan?" tanya Bu Fani sangat berapi-api.
"Ya boleh kok, Tante" jawab Zayn ramah
Kenapa ya artis besar seperti nya menemui Tisha? apa mereka benar cuma teman biasa?. Batin Arya sambil melirik ke arah Zayn dan Tisha dengan curiga.
Kelihatan Zayn ini orang yang baik, aku baru tau juga kalau Tisha punya teman artis yang sangat terkenal. Seperti nya dia orang kaya dan karakternya juga lembut, orang seperti ini lah yang cocok jadi menantu ku. Bukannya si pria berdarah dingin tidak berperasaan seperti si Raymond Argantara itu!. Bu Fani sibuk menilai Zayn dan membandingkan nya dengan Ray.
"Gak papa kok, sha. Tenang saja" Zayn terlihat santai, ia tersenyum lebar dan menatap Tisha dengan lembut.
Bu Fani dan Arya menangkap bahasa tubuh Zayn sebagai pria yang sedang naksir pada seorang wanita. Dan tatapan itu ditujukan untuk Tisha.
Apa mungkin si Zayn ini?? ah masa sih dia menyukai putriku?. batin Bu Fani merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat, tatapan cinta dari Zayn untuk Tisha.
Apakah benar-benar nyata atau tidak? karena pasti ada banyak wanita cantik di sekitar Zayn, lalu kenapa Zayn menyukai Tisha seorang gadis biasa dan tidak secantik wanita wanita itu?
"Zayn, kenapa kamu datang menemui ku? dan darimana kamu tau aku ada di pengadilan?" tanya Tisha penasaran karena Zayn yang tiba-tiba muncul di depannya.
"Beritanya sudah tersebar di kantor Argantara, kalau kamu dan pak Ray pergi ke pengadilan untuk bercerai. Jadi, aku pergi menemui kamu, aku pikir kamu akan butuh aku di saat saat seperti ini," jelas Zayn penuh kelembutan dan perhatian dalam setiap kata-kata nya.
DEG!
Bu Fani dan Arya kaget mendengar penjelasan Zayn yang seperti bentuk perhatian pada Tisha. Mereka jadi semakin yakin bahwa Zayn memang menyukai Tisha sebagai lawan jenis.
Tisha menghela napas panjang mendengar penjelasan Zayn."Tisha, kamu marah ya aku datang menemui kamu?" tanya Zayn merasa tidak nyaman
"Aku gak marah, aku justru cemas sama kamu Zayn" jawab Tisha dengan wajah cemasnya
"Cemas?" Zayn tersenyum senang mendengar Tisha yang cemas padanya
"Ya, kamu kan artis terkenal. Gimana bisa kamh keluyuran sembarang di luar kaya gini? apa kamu kabur lagi dari pak manager? ya ampun Zayn.." gumam Tisha kebingungan dengan sikap teman baiknya itu
"Tenang saja, aku gak akan kenapa-napa. Dan juga aku udah gak ketemu kamu selama dua minggu ini gara-gara Tour ke Jepang dan Singapura. Makannya aku pengen cepat-cepat ketemu sama kamu, sepulangnya dari tour ku" gerutu Zayn dengan bibir cemberutnya.
"Kenapa kamu pengen cepat-cepat ketemu sama aku?" tanya Tisha bingung, padahal Zayn bisa menemui orang lain dulu sebelum dirinya.
"Aku kangen kamu" jawab Zayn dengan wajah yang merona.
__ADS_1
Aku keceplosan! aduh Zayn, kamu lupa ya di dalam mobil ini bukan hanya ada kamu!. Zayn merutuki dirinya sendiri di dalam hati.
"APA?!" Bu Fani dan Arya kaget mendengar nya.
Fiks jelas ini mah, kalau si Zayn naksir Tisha!
"Ya Zayn aku juga kangen kamu" jawab Tisha sambil tersenyum
"Kamu kangen aku? serius?" tanya Zayn senang
"Tentu saja, masa sih aku tidak kangen teman baikku" jawab Tisha.
JLEB
Zayn langsung membeku mendengarnya. Dalam hati nya Zayn kecewa, kenapa Tisha tidak peka terhadap perasaannya? padahal ia sudah bersusah-payah untuk menunjukkan nya. Dengan datang ke pengadilan untuk menemui Tisha, ia ingin jadi orang pertama untuk menemani Tisha.
Bagus sekali Tisha, kamu mengangkatnya ke langit lalu menjatuhkan nya. Arya merasa kasihan pada Zayn.
Tisha, kenapa kamu tidak peka seperti ini? batin Bu Fani keheranan melihat Tisha
"Oh ya nak Zayn, kita mau kemana nih?" tanya Bu Fani untuk mencairkan suasana di dalam mobil.
"Kita makan siang aja yuk, kalian pasti belum makan siang" ajak Zayn pada Tisha dan keluarga nya.
Tisha, Arya dan bu Fani setuju untuk makan siang bersama Zayn, karena mereka juga belum makan siang. Namun karena kondisi Zayn yang berbahaya bila makan di tempat ramai. Akhirnya Tisha memilih sebuah warteg kecil yang hanya ada orang-orang tua di dalam sana.
Zayn memuji Tisha yang memilihkan tempat bagus untuk makan, tidak ada yang mengenali Zayn disana. Mereka pun duduk dan makan bersama, saat sedang makan bersama Zayn melontarkan pertanyaan pada Tisha yang berkaitan dengan Ray.
Zayn agak kecewa mendapatkan jawaban bahwa Tisha masih istri sah Ray sampai saat ini. Karena perceraian Ray dan Tisha masih dalam proses dan harus melewati satu kali lagi persidangan. Bu Fani mengatakan pada Zayn bahwa pada sidang kedua, Tisha pasti akan bercerai dari Ray. Seolah memberikan lampu hijau pada Zayn untuk mengejar anaknya.
****
.
.
Seminggu kemudian..
Hari sidang kedua perceraian Ray dan Tisha telah tiba. Ray dan Tisha kali ini benar-benar telah bercerai.
Tidak banyak drama dan kata lagi dari Ray, palu sudah diketuk oleh hakim. Menyatakan kedua pasangan suami istri itu telah resmi bercerai. Anehnya Tisha merasa heran karena Ray yang sebelumnya selalu menghalanginya dari perceraian mereka, kali ini terlihat santai dan cuek.
"Kita sudah resmi bercerai, apa kamu senang Latisha?" tanya Ray pada Tisha begitu mereka berdua keluar dari gedung pengadilan
"Ya aku senang karena akhirnya aku hidup bebas dengan status janda dan lajang, selamat juga untuk kamu dan Bu Zee. Sekarang tidak ada lagi yang menghalangi pernikahan kalian" Tisha tersenyum dan menyindir pria yang sudah resmi menjadi mantan suaminya.
Kak Ray, semoga kamu bahagia dengan perceraian ini. Aku tulus mendoakan mu.
"Haaa.. kita lihat saja, apa kamu bisa bebas seperti yang kamu katakan itu? walaupun aku menikah dengan orang lain, kamu tidak akan pernah bisa bersama dengan siapapun lagi selain diriku" Ray tersenyum penuh percaya diri
"Kamu masih saja egois bahkan sampai akhir" gumam Tisha sedih
Tisha berjalan mendahului Ray, ia tidak mau meneteskan air mata lagi. Kebebasan sudah menantinya di depan mata, Tisha berencana untuk menata kembali hidupnya.
Sementara itu Ray tersenyum menyeringai melihat Tisha dari belakang.
"Boleh saja kamu merasa bebas dengan status mu yang sekarang. Tapi aku akan selalu mengikatmu dengan berbagai cara. Kita lihat saja nanti, kamu bisa bebas atau tidak"
...---***----...
Please like komen nya ya readers π thanks buat yang kasih vote dan gift nya jugaππ
__ADS_1